NovelToon NovelToon
Diamnya Seorang Menantu

Diamnya Seorang Menantu

Status: tamat
Genre:Angst / Romansa / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:174.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Aku hanya akan bertahan sampai titik kesabaranku habis dan jika waktu itu sudah tiba maka jangan salahkan aku bila akhirnya memilih untuk menyerah. Aku tidak mau bertahan pada orang yang tidak bisa menghargai keberadaanku dan tidak peka pada perasaanku. Sudah cukup banyak yang aku korbankan untukmu dan jika kau hanya menganggap semua perjuanganku hanyalah hal sepele. Lantas, salahkah jika aku menyerah?

Menikah itu berjuang bersama. Bukan berjuang sendirian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DSM-14

"Kau bilang aku tidak peduli padamu? Kau tidak menganggap semua perjuanganku selama ini? Dasar istri tidak tahu terima kasih!" Ucapan Mas Ashraf begitu menggelegar. Membuat hatiku kian sakit. 

Aku melupakan satu hal bahwa Mas Ashraf tidak pernah mau disalahkan dan selalu menganggap bahwa dirinya itu paling benar. 

"Mas, kau menganggap dengan memberi uang adalah bentuk kepedulian maka kau salah selama ini. Asal kau tahu, bukan hanya uang dan harta yang diinginkan seorang istri, tapi juga perhatian." Kutahan air mata sekuat tenaga. 

"Benar ya memang kata ibu kalau aku lebih baik menikah lagi. Kau terlalu banyak menuntut." 

"Kalau begitu, ceraikan aku, Mas!" Sekali lagi kupinta hal itu dengan nada bicara yang lebih keras, tetapi Mas Ashraf justru hanya mematung saja. "Jangan bilang kau tidak mau menceraikanku! Sudah cukup aku sakit selama ini dan kuharap kau tidak pernah egois, Mas!" 

Dadaku naik turun karena napas yang memburu. Sudah cukup aku bertahan selama ini. Mas Ashraf sudah berbicara lebih baik menikah lagi, itu artinya lelaki tersebut sudah keterlaluan dan tidak seharusnya aku terus mempertahankan pernikahan ini.

Namun, apa yang terjadi? Bukannya menyelesaikan masalah, Mas Ashraf justru naik ke atas kasur dan pergi tidur. Tidak peduli meskipun aku masih dipenuhi amarah. Sungguh, semua ini terasa penuh di dada hingga membuatku ingin menangis sekeras mungkin.

Ya Tuhan, aku benar-benar kecewa.

***

Pagi ini, aku bangun dengan bermalasan. Kulihat jam baru menunjuk pukul tiga pagi. Aku pun melakukan sholat tahajud terlebih dahulu. Lalu bersiap untuk masak.

Pertengkaran yang tak kunjung usai, juga rasa kecewa kepada ibu mertua membuatku merasa sangat enggan kepada mereka. Sangat malas jika harus bertemu apalagi berbicara. Aku pun memilih untuk menyelesaikan semuanya dengan cepat dan setelah sholat shubuh, dengan gegas aku menuju ke rumah Ibu Mery. 

Beruntung, Ibu Mery sangat percaya padaku hingga memasrahkan kunci rumah dan membebaskanku untuk tinggal di sana selama tiga hari. Karena Ibu Mery berada di luar kota selama tiga hari. Bahkan, jika menginap di rumah wanita itu pun, Ibu Mery tidak pernah merasa keberatan. 

Andai tidak ada pertengkaran atau rasa enggan, aku lebih memilih berada di rumah sendiri, lebih bebas. Namun, kenyamanan yang kudapat sekarang adalah di rumah Ibu Mery. Bukan di rumah ibu mertuaku. 

Mas, semua sarapan dan bajumu sudah kusiapkan. Aku berangkat lebih awal karena banyak yang harus kubereskan sebelum Ibu Mery pulang dari luar kota. Berhati-hatilah saat bekerja. 

Aku menulis pesan tersebut di secarik kertas lalu menaruhnya di samping Mas Ashraf. Agar saat suamiku bangun nanti langsung membaca pesan tersebut. 

Aku belajar bersikap tidak peduli. Berusaha menghiraukan agar batinku tidak terlalu tersiksa. Aku memang sengaja menjauh dari mereka karena menganggap sikap mereka sudah keterlaluan. 

Walaupun tidak ada majikan, aku tetap membersihkan rumah tersebut sampai bersih. Mencuci dan mengepel seperti biasa. Akan tetapi, ketika sedang mengepel bagian depan, tubuhku mematung ketika melihat Mas Ashraf lewat depan rumah berboncengan dengan Yuni. 

Hatiku memanas apalagi tanpa sengaja melihat tangan Yuni yang melingkar di perut Mas Ashraf. Membuat diri ini merasa cemburu. Aku tidak percaya kalau Mas Ashraf tidak melihat keberadaanku di sini. Dengan gegas, aku masuk ke rumah dan menangis di ruang tamu. 

"Ya Tuhan, Mas Ashraf jahat sekali." Batinku benar-benar sakit seperti dikoyak. 

Segera kutaruh kain pel di tempat semula lalu bergegas pulang. Ada hal yang harus kubicarakan dengan ibu mertuaku. Setibanya di rumah, kulihat ibu mertuaku sedang duduk di ruang tengah. 

"Bu ...." 

Aku memanggilnya lirih. Kulihat ibu mertuaku menoleh ke arahku. Tatapannya terlihat begitu sengit dan aku sudah terbiasa karenanya. 

"Mas Ashraf berboncengan mesra dengan Yuni," ucapku seperti tidak bersemangat. 

1
Rita Juwita
luar biasa...
Violet
Tdk harus ratusan chapter, cukup baca karya ini sat set sat set merangkum smua drama kehidupan didunia nyata apa adanya. Cukup percaya saja jika kita berani utk move on pastinya akan ada kebahagiaan yg sbnarnya yaitu terbebas dr sgala toxic.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
Ran Aulia
Luar biasa
Yunerty Blessa
walaupun karya kak thor singkat tapi sungguh mantap sekali 👍👍..... teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga.. senang nya Ira hidup bahagia bersama Danu dan anaknya.. makasih kak thor 👍👍
Yunerty Blessa
syukur lah Ira sudah melahirkan baby..dah tiada gelaran mandul untuk nya..
Yunerty Blessa
Ira hamil tu.. sungguh topcer sekali Danu
Yunerty Blessa
siap pak Danu....moga dengan pernikahan ini Ira cepat hamil..
Yunerty Blessa
balasan buat kamu bu Sumarni dan Ashraf..
Yunerty Blessa
beruntung ada seseorang yang membantu Ira dan pasti nya Pak Danu
Yunerty Blessa
jangan mau Ira kalo Ashraf minta rujuk..
Yunerty Blessa
apakah anak Yuni bukan anak Ashraf..mana tau hamil dulu baru nikah dengan Ashraf..
Yunerty Blessa
biarkan saja Ira.. yang penting kau senang
Yunerty Blessa
jangan mau ditindas saja Ira..lawan mereka kembali..
Yunerty Blessa
yes akhirnya Ira terlepas juga dari 2 manusia durjana..... Ashraf pasti menyesal..
Yunerty Blessa
menyerah dan pergi saja Ira..apa lagi mertua setan mu setuju kalo Ashraf menikah dengan Yuni pelakor..
Yunerty Blessa
seperti nya mertua mu Ira menyokong kalo Ashraf dekat dengan Yuni..hati² bisa jadi Yuni pelakor
Yunerty Blessa
takutnya. Ashraf makin dekat dengan Yuni..
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Ira..tapi Ashraf saja yang mau.. tidak tau apa yang dialami oleh Ira
Yunerty Blessa
tinggalkan saja suami seperti itu Ira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!