Kisah perjalanan Pendekar Naga dalam membasmi kejahatan yang di sebabkan oleh Pendekar Aliran Hitam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adih Supriadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 9
"Berani benar kalian mencegat rombongan prajurit kerajaan!!!!"bentak komandan prajurit.
10 orang berwajah garang bersenjata mencegat rombongan prajurit kerajaan Rinjani yang berjumlah 6 orang.
"Kami tak perduli kalian siapa , serahkan harta yang kalian miliki!!!."ucap satu diantara para perampok.
"Sudah habisi saja mereka... Serang...!!!"
10 perampok menyerang secara ganas.
6 prajurit segera turun dari kuda dan menyambut serangan para perampok.
Trank... !!! Trank...!!!
Bunyi pedang beradu.
Walupun kalah jumlah namun para prajurit mampu mengimbangi kekuatan para perampok.
Adu teknik pedang dan kecepatan dalam menyerang.
Beberapa prajurit berhasil dilukai oleh perampok, membuat situasi jadi tak seimbang.
Komandan pasukan merasakan kuat nya bela diri para rampok tersebut.
Beberapa luka di alami komandan pasukan tersebut.
"Kurang ajar para perampok di wilayah kerajaan kencana ini bukan kaleng-kaleng, ilmu beladiri para perampok ini sudah seperti para pendekar di kerajaan Rinjani."ucap komandan pasukan mulai khawatir terhadap keselamatan seseorang yang ada dalam kereta kencana.
Hiatttm.. tap.... Wuzzxx...
Loncat seorang wanita bersalto beberapa kali lalu bergabung langsung ke area pertempuran.
"Putri.... Hati-hati..."ucap komandan pasukan ketika mengetahui orang yang di kawal ikut bergabung dalam pertempurannya.
Putri tersebut Adalah Dewi kunang .
Panglima perang Kerajaan dari kerajaan Rinjani.
Dan sebagai anak pertama dari Raja Rinjani dan calon raja penerus.
Beberapa jurus di keluarkan oleh Dewi Anjani mampu melukai beberapa orang perampok yang mengepung nya.
"Sudah lama saya tak mendapatkan kerusuhan yang bagus. Lumayan untuk hiburan haha..."ucap Dewi kunang merasa senang.
Para prajurit merasa panik takut Dewi kunang terluka.
Dewi kunang sempat memuji kemampuan para perampok tersebut yang mampu menahan gempuran pedang miliknya.
"Keren juga kemampuan kalian."ucap Dewi kunang sambil menghindari beberapa serangan berbahaya.
Dewi kunang dan pasukan nya terdesak, posisi pertarungan mundur terus.
Wuuuussd.... Duarrrrrrr!!!!!
Kilatan cahaya putih menghantam 4 perampok dan langsung game over.
Haiaqt... Tap... ..
Arden berdiri diantara Pasukan Rinjani dan perampok.
Para perampok langsung gentar karena 4 kawan nya di buat tumbang seketika dalam satu pukulan sakti.
Para perampok mengukur Keadaan yang akan terjadi selanjutnya, jika di teruskan mereka yakin akan tumbang juga.
Dengan segera para perampok itu tanpa kata langsung melarikan diri.
Dewi kunang dan pasukan Rinjani masih terkejut dengan kedatangan sosok pendekar berjubah putih yang datang tiba-tiba.
Arden membalikkan badannya dan melihat Dewi kunang dan pasukan.
"Kalian tak apa-apa, itu yang terluka cepat di obati, kalian bawa peralatan pengobatan."ucap Arden.
"Wahhhhhh ganteng banget bjirrr.... Siapa orang ini ....."ucap Dewi kunang dalam hati.
Para prajurit yang terluka segera di bantu dan diobati oleh yang lainnya.
Komandan pasukan menghampiri Arden.
"Terimakasih pendekar telah datang membantu kami."ucap komandan memberikan hormat.
"Kalian dari pasukan mana..."ucap Arden pada komandan pasukan.
"Kami dari kerajaan Rinjani hendak berkunjung ke kerajaan kencana sebab ada beberapa urusan."ucap komandan pasukan.
"Ini putri dari kerajaan Rinjani, putri Dewi kunang, perwakilan dari kerajaan Rinjani."ucap Komandan pasukan.
Setelah komandan pasukan mengenalkan sosok wanita berpedang tersebut Arden mendekati Putri Dewi kunang.
"Salam hormat putri, saya minta maaf atas ketidaknyamanan yang telah terjadi."
"Mohon izin untuk ikut mengawal rombongan ini, sebab tujuan saya pun menuju ke kerajaan kencana."ucap Arden.
"Oh iya terimakasih tuan pendekar, jika boleh tahu siapa nama anda..?."tanya Dewi kunang.
"Bjir... Grogi bangett jadi nya... Aku meleleh aku meleleh... "Ucap Dewi kunang dalam hati.
"Nama saya Arden, pendekar naga putih , murid dari pendekar naga langit."ucap Arden.
"Salam kenal ganteng, saya Dewi kunang anak dari Raja Rinjani, jika ingin mengawal, saya hargai itu dan terimakasih atas kesediaan nya untuk mengawal kami."ucap Dewi kunang.
"Astaga saya salah ngomong, kenapa ada kata ganteng nya sih, malu jadinya."ucap Dewi kunang dalam hati.
"Ok . Waktu sudah sore kita lanjutkan perjalanan."
"Apakah kalian siap untuk melanjutkan perjalanan!!?"ucap Dewi kunang terhadap pasukan pengawal.
"Siap tuan putri!!!!"ucap prajurit serentak.
Lalu Putri Dewi kunang memasuki kereta kencana dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan.
Di dalam kereta kencana Putri Dewi Kunang terkagum-kagum dengan ketampanan Arden.
Dirinya sampai grogi salah ucap dengan bilang ganteng secara terang-terangan kepada seorang pria yang baru ditemuinya.
Dalam kereta terkadang Dewi kunang mencuri pandang untuk melihat pendekar berkuda putih.
***
Sebelum kejadian...
Arden berkuda dengan kecepatan tinggi karena mengejar waktu....
Namun semakin lama semakin terdengar suara pertempuran, Arden pun mendekati arah suara.
Arden mendapati gerombolan perampok sedang menyerang pasukan yang tadi bertemu dengan nya di warung perbatasan hutan.
Arden melihat sosok wanita bertarung mengunakan pedang.
"Wihh cantik juga pendekar pedang ini, kemampuan bela dirinya pun bagus."
"Namun jika dilihat posisi mereka terdesak karena kalah jumlah dan kemampuan perampok pun ilmu beladiri nya bagus."
"Aku tak ingin berbasa-basi, perampok itu harus segera di singkirkan."
Lalu Arden siapkan tenaga dalam dan mengeluarkan pukulan jarak jauh, jurus pukulan naga putih.
Arden melompat dan melancarkan serangan dahysat.
"Duaaarrrrrm......!!"
Pukulan Arden tepat sasaran dan efek ledakan mampu menumbangkan 3 perampok yang ada di sekitar ledakan tersebut.
Membuat para perampok yang tersisa hancur mental tarung nya dan akhirnya memilih melarikan diri.
***
Akhirnya Arden dan rombongan prajurit kerajaan Rinjani keluar dari hutan.
Namun hari mulai gelap.
Komandan pasukan memutuskan untuk bermalam di bukit.
Komandan pasukan membagi tugas.
Ada yang menyiapkan makan malam dan ada yang menyiapkan buat tenda sementara untuk Putri Dewi kunang.
Putri Dewi kunang turun dari kereta kencana.
Dewi kunang pun ngobrol dengan Arden dan komandan pasukan berbicara tentang wilayah kerajaan kencana dan keamanan.
Beberapa pasukan membakar ayam hutan untuk makan malam.
Suasana sangat akrab, Arden dan Dewi kunang keduanya terlihat nyaman dan santai saat berbicara.
Arden sambil menyiapkan kayu untuk buat api unggun, sesekali ia melirik ke arah Dewi Tanjung yang tersenyum manis saat menjelaskan tentang kerajaan Rinjani tempat Dewi kunang berasal.
Api unggun mulai menyala, memberikan cahaya hangat di tengah suasana malam yang mulai dingin.
Pasukan yang sedang memasak ayam hutan juga mulai menyajikan makanan, dan aroma lezat dari ayam bakar memenuhi udara.
Arden dan Dewi Tanjung duduk lebih dekat, menikmati suasana malam yang damai dan hangat.
"Kerajaan Kencana ini sangat indah," ucap Dewi Tanjung, "tapi kita harus selalu waspada terhadap ancaman dari luar."
Ayam bakar telah siap dan dibagi-bagikan kepada Dewi, Arden, dan pasukan lainnya yang berjumlah 6 orang.
Mereka menikmati makan malam yang lezat dan hangat di tengah suasana malam yang damai.
Setelah makan, Dewi mengucapkan terima kasih dan izin kepada Arden untuk istirahat dan masuk ke tenda.
Komandan pasukan kemudian mempersiapkan tenda untuk Arden, dan meminta Arden untuk istirahat di tenda.
Namun Arden menolak, "Tidak perlu, Komandan. Tenda itu untuk prajurit yang terluka. Ada 3 prajurit yang terluka akibat serangan pedang tadi sore, mereka lebih membutuhkan istirahat di tenda."
Komandan pasukan mengangguk setuju, dan akhirnya prajurit yang terluka istirahat di tenda.
Sementara itu, Arden dan komandan memutuskan untuk tidur di luar, berjaga-jaga dan siap siaga jika ada ancaman atau gangguan lainnya.
Mereka berdua duduk di dekat api unggun, menikmati kehangatan dan suasana malam yang tenang.
***
Pagi hari tampak cerah, suasana matahari mulai hadir dan memancarkan sinar hangat ke bumi.
Pasukan kerajaan Rinjani telah siap untuk melanjutkan perjalanan, dengan semangat dan kesiapan yang tinggi.
Arden berkuda putih, dengan penampilan yang gagah dan elegan, memimpin perjalanan bersama komandan pasukan yang berpengalaman.
Dewi kunang juga siap untuk melanjutkan perjalanan, dengan kereta kencana yang indah dan mewah.
Pasukan kerajaan Rinjani bergerak maju, dengan langkah yang pasti dan terarah, menuju tujuan mereka.
Arden dan komandan pasukan memimpin perjalanan, dengan pandangan yang tajam dan waspada, siap menghadapi segala kemungkinan yang mungkin terjadi di sepanjang jalan.