NovelToon NovelToon
Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:250.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Enam tahun lalu, Kenzo Roman De Luca kehilangan seorang wanita yang tak pernah berhasil ia lupakan. Yang tak pernah ia ketahui, wanita itu pergi membawa dua kehidupan yang tumbuh menjadi anak-anak genius.

Takdir mempertemukan mereka kembali.
Namun, sebelum Kenzo mengetahui kebenarannya, seorang bocah laki-laki yang tak sengaja bertemu dengannya dengan berani menawari sesuatu padanya.

"Asal Anda siap menikah dengan Mommy kami. Maka saya siap bekerja sama dengan Anda," ujar Mateo enteng.

Kenzo terpaku, dia tak tahu anak yang sedang memohon kepadanya itu adalah putranya sendiri. Akankah, Kenzo setuju atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 03

Enam tahun kemudian.

Pagi itu, lantai paling atas gedung De Luca Group, tampak sibuk seperti biasa. Dari balik dinding kaca kantor utama, pemandangan kota Jakarta terlihat membentang luas di bawah sana.

Kenzo Roman De Luca, berdiri di depan jendela dengan tangan dimasukkan ke saku celana. Wajahnya tetap dingin, tetapi aura yang dimilikinya kini jauh lebih matang dibanding enam tahun lalu.

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Kenzo.

"Masuk,"

Pintu terbuka dan Digo melangkah masuk sambil membawa sebuah map hitam

"Tuan, ada hal penting."

Kenzo berbalik lalu duduk di kursi kerjanya.

"Ada apa?"

"Pengacara utama perusahaan resmi pensiun Minggu lalu. Divisi hukum meminta kita segera merekrut kandidat baru."

Kenzo mengangguk singkat. "Pilih yang terbaik. Aku tidak mau orang yang hanya pandai di ruang sidang."

Digo tersenyum tipis, "karena itu saya datang sendiri." Dia membuka map hitam tersebut, dan meletakkannya di atas meja tepat di hadapan Kenzo.

"Ada satu nama yang menurut saya paling cocok untuk posisi ini."

Kenzo hanya menatap sekilas, lalu kembali menatap Digo.

“Tara Devika Halim.” Nama itu terdengar asing, tetapi entah mengapa membuat dada Kenzo terasa sedikit mengusik.

Digo melanjutkan, “Usianya tiga puluh satu tahun. Lulusan terbaik Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Setelah itu pindah ke Hong Kong dan membangun karier di firma hukum internasional.”

Kenzo mulai membaca profil tersebut.

“Selama enam tahun terakhir, dia menangani banyak kasus korporasi dan arbitrase internasional. Reputasinya sangat bagus. Bahkan, beberapa perusahaan besar di Hong Kong pernah mencoba merekrutnya secara permanen.”

“Kenapa dia kembali ke Indonesia?” tanya Kenzo.

“Itu yang menarik,” jawab Digo. “Tidak banyak informasi pribadi tentang dirinya. Seolah dia sengaja menjaga kehidupan pribadinya tetap tertutup.”

Kalimat itu membuat Kenzo terdiam beberapa detik. Digo menyerahkan satu lembar foto terbaru.

“Wawancara dijadwalkan sore ini, Tuan.”

Kenzo mengambil foto tersebut. Seorang wanita berambut panjang berdiri dengan setelan blazer krem, membawa map dokumen di tangannya. Wajahnya cantik dan terlihat tenang, tetapi ada sorot mata tegas yang membuatnya tampak berbeda dari wanita-wanita yang biasa ditemuinya. Jantung Kenzo berdetak sedikit lebih lambat.

Tatapan itu, sangat mirip dengan wanita yang pernah memohon perlindungan di mobilnya enam tahun lalu. Namun, ia segera menepis pikirannya sendiri.

'Mustahil.' Gumam Kenzo kemudian.

“Siapkan ruang wawancara,” ucapnya akhirnya.

“Baik, Tuan.”

Saat Digo hendak keluar, Kenzo kembali memanggilnya.

“Digo.”

“Ya?”

“Pastikan data latar belakangnya diperiksa ulang. Semua yang bisa ditemukan.”

Digo mengangguk tanpa curiga. “Siap.”

Pintu tertutup kembali.

Kenzo menatap foto Tara lebih lama dari yang seharusnya. Setelah bertahun-tahun, firasat aneh kembali muncul.

"Kenapa wajah wanita ini terlihat tak asing?" kata Kenzo yang terus menatap foto itu.

Sementara itu, di sebuah apartemen mewah di Jakarta, Tara sedang merapikan dasinya seorang anak laki-laki kecil yang tampan.

“Mateo, jangan berlari saat Bibi Maya mengantarmu ke sekolah. Ini hari pertamamu sekolah di sini,"

“Baik, Mommy.”

Di samping mereka, seorang gadis kecil dengan wajah yang sangat mirip Tara sibuk memasukkan buku ke dalam tasnya.

“Mommy, nanti pulang cepat ya.”

Tara tersenyum lembut dan mencium kening kedua anak kembarnya.

“Alisya dan Mateo harus jadi anak baik hari ini.”

Keduanya mengangguk bersamaan. Setelah pintu apartemen tertutup, Tara menatap undangan wawancara dari De Luca Group yang ada di tangannya. Ia menarik napas pelan.

“Semoga ini awal yang baik.” Setelah memasukan kembali undangan itu, Tara lalu pergi meninggalkan apartemennya.

Di dalam apartemen, Mateo duduk bersila di atas karpet sambil menatap serius layar iPad milik Alisya. Jari-jari kecilnya bergerak cepat membuka beberapa aplikasi pendidikan yang dulu sering mereka gunakan saat tinggal di Hong Kong.

Maya yang baru keluar dari dapur menggeleng geli melihat bocah itu.

“Mateo, jangan sibuk dengan iPad terus, nanti matanya sakit.”

Mateo mendongak. “Bibi Maya, untuk apa sih kita sekolah lagi?”

“Kenapa memangnya?”

“Aku sama Alisya kan sudah punya sertifikat belajar dari Hong Kong. Bukannya itu sudah cukup?”

Maya tersenyum sambil merapikan rambut bocah itu. “Di Indonesia kita harus mulai lagi dari awal, Teo. Anggap saja supaya kalian bisa punya teman baru.”

Sebelum Mateo sempat membalas, Alisya yang sedang duduk sambil memeluk bonekanya ikut menyahut dengan wajah polos.

“Sepelti ici bencin aja, mulai dali nol.”

Maya tak bisa menahan tawa kecilnya.

“Iya, seperti isi bensin mulai dari nol lagi,” ulangnya sambil menahan senyum melihat pelafalan Alisya yang masih cadel.

“Bibi ambilkan bekal dulu, ya. Jangan berantem.”

Kedua anak itu mengangguk patuh. Begitu Maya masuk ke dapur, Mateo mendekat ke Alisya dan berbisik pelan.

“Kata Mommy, sekolahnya luas dan banyak orang di sana.”

Alisya mengangguk.

“Cha, kamu mau nggak cari Daddy?”

Gadis kecil itu langsung menoleh. “Memangnya kakak tau Daddy ada di mana?”

Mateo menggeleng cepat. “Kalau aku tau, kita tinggal jemput aja terus ajak Daddy pulang.”

“Kalau ndak tau, gimana calinya?”

“Makanya aku ngajak kamu cari!” Wajah Mateo terlihat kesal dibuat sama adiknya.

Alisya mengerucutkan bibir. “Ngomong yang benal dulu, Kak Teo.”

“Aku bukan Teo!” protes Mateo spontan. “Namaku Mateo!”

Alisya ikut berdiri sambil menunjuk dirinya sendiri dengan serius. “Alischa bukan Cha! Sebut dulu yang benal, balu boleh panggil.”

Mateo memutar bola mata. “Itu juga salah, Alisya!”

“Alischa!”

“Alisya!”

“Alischa!”

Perdebatan dua bocah kembar itu makin seru sampai suara Maya terdengar dari dapur.

“Kalian berdua, jangan ribut!”

Keduanya langsung diam dan saling melirik. Lalu tanpa aba-aba, mereka tertawa bersamaan. Maya yang keluar sambil membawa dua kotak bekal hanya bisa menggeleng pasrah melihat tingkah dua anak jenius itu.

Meski sering berdebat soal hal-hal kecil, Alisya dan Mateo selalu menjadi pasangan yang tidak bisa dipisahkan. Dan di balik pertengkaran lucu mereka, tersimpan satu pertanyaan yang sama-sama belum berani mereka tanyakan langsung kepada Tara. Siapa sebenarnya Daddy mereka, dan dimana pria itu.

1
dewi rofiqoh
Makin ramai mansion vasillo
Susma Wati
nah keluarga ara di libat kan dalam kisah kenzo 👍👍👍
mimief
kan mau nyebrang jalan zi,jadi dipegangi Mulu 🤣🤣..
anknya di biarin aja
bini nya tangannya ga mau dilepas 🫣🤣🤣
dasar...mantan jomblo 40 th🙄
mimief
wkwkwkwkwkwk
aku suka keributan ini
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
umur brp lg tuh si kenzo y. si ara aja udah umur 30 lahirin si acha.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: udah paruh baya kah si kenzo?
total 2 replies
Ema Susanti
jangan ada drama acha suka sama kenzo pamannya. acha kan anak sambung ara
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: bukan acha yang anak sambung
total 2 replies
mimief
ternyata..bahagia itu sederhana dan murah ya
asal kau di sisi ku dan memegang erat tangan ku
semua akan baik baik saja 😍
Mutia
Ara, adiknya Kenzo kn gak pernah disingging sama sekali, spy Tara jg mengenalnya.
Rokhyati Mamih
Acha ngga bareng mama Ara nih ?
Storyginal Finger
💪🤭
Lisa Halik
aranya ke mana thor....sudah bagi gift,semangat updatenya
mimief: jagain elang..di rumah sakit😔
total 1 replies
Lisa Halik
double up thor..gift menyusul😍
Rahmat
tadix berfikir yg gak"ternyata baik"sj syukur lah😅
dewi rofiqoh
Ukir kenangan indah bersama keluarga tuan alex, selagi masih ada waktu dan kesempatan
Rokhyati Mamih
sabar Kenzo biarkan dady mu bahagia
Ita rahmawati
jgn khawatir Ken orang yg kmu khawatirin geh B aja 🤣
Mutia
Tara knp msh panggil Tuan, bkn Daddy jg
Aisyah Alfatih: menghargai kakak, kan belum dekat, baru jumpa sehari 😭
total 1 replies
mimief
Kenzo dan segala parno nya🙄🤣🤣
Ita rahmawati
biasa aja Ken jgn kaget gitu 🤣
💝F&N💝
secangkir kopi susu manis untukmu


up lagi doooong yang buuuuuuuuuuuanyak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!