NovelToon NovelToon
Ketika Hati Menemukan Jalannya

Ketika Hati Menemukan Jalannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cinta Seiring Waktu / Drama / Bullying dan Balas Dendam / Kontras Takdir / Anak Yatim Piatu / Teen School/College
Popularitas:265
Nilai: 5
Nama Author: Biru_Muda

Amanda yang seorang guru, dihadapkan pada lika-liku sekolah yang semakin hari semakin kehilangan arahnya.

Beban tanggung jawabnya sebagai wali kelas 1A benar-benar tak mudah, karena ia juga mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, hingga membuatnya stress dan frustasi.

Disaat Amanda sedang pusing menghadapi berbagai masalah dalam sekolah tempatnya mengajar dan juga masalah bersama sang mantan yang masih kekeh meminta balikan dengannya.

Pertemuanya yang tak terduga dengan Reihan yang merupakan kakak dari salah satu muridnya menambah drama baru dihidupnya.

Membangkitkan kembali kenangan masa kecil yang telah terkubur lama ditambah bayang-bayang masa lalu antara dirinya dan Aqila, teman Reihan membuat hubungan mereka jadi penuh drama.

Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka? Apa yang membuat Amanda sampai terlibat dengan Reihan dan Aqila?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemecatan Sepihak

Ke esokan harinya, Amanda langsung menghadap kepada kepala sekolah. Memberikan bukti soal Dewi yang dikunci dalam gudang oleh Karina dan Sofia dan ia juga memberitahukan perihal kondisi Dewi yang sampai dirawat dirumah sakit akibat penyerangan yang dilakukan oleh Keduanya.

Amanda ingin meminta keadilan bagi Dewi kepada kepala sekolah. Yang sudah seharusnya tidak lagi menutup mata soal perundungan dalam sekolah.

"Ini sudah tindakan kriminal, pak, jadi saya berharap anda bisa bersikap tegas untuk menghukum mereka." Ucap Amanda meminta pak kepala sekolah bisa bersikap lebih tegas lagi pada Karina dan Sofia yang kali ini sikapnya sudah sangat keterlaluan.

"Saya juga ingin mereka dikeluarkan dari sekolah ini." Ucap Amanda yang berharap Karina dan Sofia dikeluarkan dari sekolah.

Pak kepala sekolah langsung marah saat Amanda meminta Karina dan Sofia dikeluarkan dari sekolah.

"Mengeluarkan murid tidak semudah itu bu Amanda." Tekannya tak setuju.

"Bukannya aturan dalam sekolah ini akan menindak tegas bagi murid yang melakukan perundungan?" Amanda mengingatkan kembali aturan sekolah yang tidak akan memberikan keringanan bagi murid yang sudah melakukan perundungan dan kekerasan dalam sekolah.

"Cukup!" Pak kepala sekola naik pitam.

Seketika Amanda pun terdiam. Suasana di antara mereka pun mendadak dipenuhi aura yang mencekam.

"Sepertinya anda sudah kehilangan sopan santu ya.." Ucap kepala sekolah kehilangan kesabarannya.

"Saya hanya ingin anda menegakkan peraturan sekolah dengan lebih tegas lagi, pak." Balas Amanda tenang tanpa rasa takut.

Karena sudah lama keluar dari arus, Amanda sangat berharap sekolah ini bisa kembali seperti dulu lagi yang sangat tegas pada kasus perundungan.

"Saya sudah memikirkan ini dari lama. Perihal status anda disekolah ini." Ujar kepala sekolah tiba-tiba memberikan sebuah amplop pada Amanda.

"Mulai hari ini anda tidak perlu mengajar disekolah ini lagi." Ucap kepala sekolah yang justru memberhentikan Amanda sebagai seorang guru di SMA Mutiara. Ia melemparkan sebuah surat pemecatan buat Amanda.

Amanda hanya diam melihat surat pemecatan yang dilemparkan untuknya itu. Sepertinya ia sudah menduga akan berakhir seperti ini, mengingat dirinya yang sudah sangat berani melawan kepala sekolah ketika berkaitan dengan Karina dan Sofia.

"Sebelum saya keluar dari ruangan ini, saya ingin bertanya satu hal pada anda, pak?" Ucap Amanda kemudian, menatap lurus pada kepala sekolah.

Kepala sekolah yang melihat sikap tenang Amanda mendadak jadi gugup, karena tak menyangka sikap Amanda begitu tenang meski sudah dipecat olehnya.

"Mengapa anda begitu melindungi mereka?" Tanyanya mengarah pada Karina dan Sofia yang selalu lolos dari hukuman dan mendapat perlindungan dari kepala sekolah walau sudah sering bermasalah.

"Si-siapa yang melindungi mereka?" Pak kepala sekolah nampak gugup saat menjawabnya.

"Saya tidak tahu anda mendapatkan apa dari kedua orang tua mereka, tapi sebagai kepala sekolah, anda sudah gagal dalam melindungi sekolah ini dan juga murid disini." Ujar Amanda yang sangat merasa kecewa pada sikap kepala sekolah.

"Jangan menuduh sembarangan kamu, ya!" Kepala sekolah tak terima mendapat tuduhan dari Amanda. "Aku begini tuh untuk menyelamatkan citra sekolah ini." Lanjutnya.

"Anda tidak sedang menyelamatkan citra sekolah ini, tapi anda justru merusaknya!!" Amanda mengoreksi kalimat kepala sekolah, karena sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi.

"Keluar! kamu ini semakin kurang ajar!" Pak kepala sekolah mengusir Amanda cepat saat Amanda semakin berani mengutarakan pendapatnya yang menurutnya kurang ajar itu.

"Terimakasih, setidaknya saya tahu anda tidak sedang menjalankan tugas sebagai kepala sekolah yang baik bagi sekolah ini." Ucap Amanda yang kemudian langsung keluar dari ruangan kepala sekolah dengan kepala tegak.

Ia tak merasa sedih ataupun terpuruk meski sudah dipecat secara sepihak oleh kepala sekolah. Karena baginya apa yang sudah ia lakukan adalah tindakan yang benar. Meski ada yang ia sesalkan dari pemecatannya ini, soal dirinya yang masih belum bisa memberikan keadilan untuk Dewi.

"Padahal aku sudah berjanji padanya." Ujar Amanda sedih.

Namun, ia tak mau berlarut dalam kesedihan. Karena sepertinya ia mempunyai rencana lain untuk memperjuangkan keadilan bagi Dewi.

Dan, rencananya itu adalah dengan mendatangi rumah direktur yayasan SMA Mutiara. Pemimpin tertinggi dari pemilik sekolah tempatnya mengajar itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!