"Mulai dari sekarang kamu adalah putraku, kamu yang akan menduduki tahta naga. Gantikan posisi kaisar, injaklah keparat itu."
Sang permaisuri berbisik sembari tersenyum, menatap ke arah seorang pangeran kecil berpakaian lusuh di istana terbuang.
Lin Krisan, merupakan putri tunggal dari jendral yang berkuasa. Diangkat menjadi permaisuri, setelah mendukung suaminya dari status pangeran hingga menjadi kaisar.
Namun, kasih sayang tidak didapatkannya. Kaisar lebih menyayangi para selirnya. Hingga pada akhirnya permaisuri Lin meninggal di istana dingin, setelah diracuni oleh kaisar.
Wanita yang terlahir kembali, kembali mengulangi waktu.
"Aku tidak akan berusaha merebut cintamu lagi. Tapi aku akan merebut tahtamu."
Menjadikan istana bagaikan papan catur, melucuti kekuasaan kaisar pengkhianat. Menjadikan putranya yang manis sebagai kaisar baru.
Tapi lebih dari itu, mata perdana menteri mengawasinya...atau menginginkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Memahami
Dalam kereta yang melaju sedikit terasa goncangan. Mata permaisuri menatap ke arah pria yang tumbuh dengannya. Lebih tepatnya seseorang yang menjabat sebagai perdana menteri saat ini.
Sudah beberapa tahun mereka tidak saling bicara dengan benar. Lebih tepatnya setelah pemuda ini mendapatkan gelar sebagai sarjana termuda, dengan nilai terbaik. Diangkat oleh kaisar sebelumnya menjadi perdana menteri.
Setelahnya, dirinya memaksa menikah dengan pangeran Hwang Jun. Menjadikan suaminya dari seorang pangeran menjadi Kaisar.
Dirinya selalu berseberangan dalam hal politik dengan Ming William. Hubungan mereka berjalan begitu tidak baik, saling menyindir dan saling menentang.
“Pangeran kelima, apa anda menyukai permen?” tanya perdana menteri Ming, mengeluarkan permen dari kantong lengannya.
Anak itu mengangguk, meraihnya dengan cepat kemudian memakannya.”Terima kasih tuan perdana menteri.”
“Mulai sekarang panggil aku paman. Paman Ming…” kalimat yang diucapkan oleh pemuda itu pada sang anak.
Anak kecil polos yang segera mengangguk.”Paman Ming…” terlihat begitu menggemaskan ketika memakan permen sembari memanggil paman Ming.
“Kak William, Sudah lama kita tidak bicara seperti ini.” Permaisuri menatap ke arahnya.
“Ekm…iya, Sudah lama kita tidak bicara seperti ini. Tepatnya sejak kamu merajuk pada ayahmu, dan berkata hanya ingin menikah dengan pangeran ke 2.” Pria yang menatap dingin, kemudian sedikit mengalihkan pandangannya seperti memendam rasa kesal.
“Omong-ngomong kenapa kamu tidak menyukai Kaisar? Kamu terlihat begitu memusuhi Kaisar dari dulu.” Sang permaisuri menatap ke arahnya, wajah yang begitu cantik penuh senyuman.
Anehnya pria itu menelan ludahnya, kemudian dengan cepat kembali menatap ke arah lain.”Itu karena, yang mulia Kaisar merebut wanita yang aku sukai.”
Permaisuri membulatkan matanya, mulai mengangguk-angguk mengeluarkan kue bunga dari dalam kantong lengan pakaiannya.
Wanita itu mengunyah dengan cepat, masih menatap ke arah pria ini. Ini adalah drama percintaan terbesar. Ini drama percintaan tergila, di mana dua orang pria berkuasa memperebutkan seorang selir.
Siapa? Selir istana mana? Dirinya dipenuhi oleh rasa penasaran. Ingin benar-benar mengetahui bagaimana kisah cinta ini berlanjut. Mulutnya mengunyah dengan cepat.
Membayangkan romansa seorang selir yang diperebutkan oleh kaisar dan perdana menteri. Benar-benar sebuah drama yang bagus.
“Bagaimana pria kaku sepertimu bisa jatuh cinta? Dan kapan!? Orangnya seperti apa?” Tanya permaisuri pada pria di hadapannya, mulut dipenuhi oleh kue bunga.
Ming William menghela nafasnya, kemudian mulai mengingat orang yang dicintai olehnya.”Aku jatuh cinta padanya sebelum dia memasuki istana. Wajahnya terlihat benar-benar cantik ketika bermain ayunan, senyumannya begitu indah seperti peri. Bahkan ketika dia berlatih bela diri, bagaikan kupu-kupu kecil yang melayang menuju satu persatu bunga.”
“Lalu, kenapa dia masuk ke istana? Apa Kaisar Brengsek itu memaksanya?” Tanya sang permaisuri mengunyah lebih cepat. Dirinya benar-benar ingin mengetahui perdana menteri jatuh cinta pada selir istana mana. Atau bagaimana wajah selir itu. Sebenarnya secantik apa selir yang membuat perdana menteri begitu membenci Kaisar.
Ming William menggeleng.”Karena dia bodoh, makanya dia bisa masuk ke istana dan terperangkap dalam istana harem. Dia jatuh cinta pada ketampanan kaisar. Seperti menjadi orang yang berbeda mengejar-ngejar kasih sayang Kaisar. Menggunakan berbagai cara termasuk kekuasaannya. Dari wanita yang anggun, perlahan dia menjadi anjing setia Kaisar. Karena itulah aku membenci Kaisar, dia benar-benar sudah merubah orang yang aku sukai.”
Sang permaisuri tertegun, dirinya terdiam, menelan ludah, menemukan satu kenyataan. Ternyata perdana menteri Ming yang memiliki julukan Raja neraka, bisa seperti ini. Itu benar-benar membuatnya terharu, membayangkan kisah cinta romantis tapi bertepuk sebelah tangan dari orang ini.
Siapa sebenarnya selir yang dicintai olehnya?
“Sekarang dia sudah menjadi wanita yang tidak akan bisa aku miliki.” Itulah kata-kata terakhir yang benar-benar menusuk.
Orang yang memiliki julukan Raja neraka, orang yang disebut-sebut sebagai pria tertampan di kekaisaran. Ternyata memiliki kisah cinta yang serumit ini. Sungguh kisah cinta abad ini.
“Dasar Kaisar anjing! Sudah mempunyai begitu banyak selir, tapi masih merebut wanita yang dicintai oleh William. Dasar pria brengsek yang membuatku tidak bisa berkata-kata.” Wanita itu mengumpat, sembari mengunyah kue bunga yang ada di mulutnya.
Sementara William hanya tertawa kecil, menatap ke arah wanita ini. Wanita yang terlihat begitu cantik, walaupun wajahnya terlihat begitu murka. Benar-benar imut bagaikan bebek yang mengamuk.
“Jadi…apa Selir Ning? Selir Ning terlihat begitu cantik. Wanita itu juga mendapatkan perhatian dari Kaisar. Apa tebakanku benar? Selir Ning?” Pertanyaan dari sang permaisuri membuat perdana menteri mengangkat salah satu alisnya.
“Bukan…” perdana menteri berusaha keras untuk tersenyum.
“Lalu siapa?” Kembali sang permaisuri mengunyah kue bunganya. Tatapan matanya begitu polos tapi penuh dengan rasa antusias ingin tahu. Sebuah kue dengan isian kacang merah. Kue yang selalu disukai dari dulu oleh permaisuri.
“Dia dulu pernah berjanji akan hanya menikahiku. Tidak akan menikahi pria lain, tapi suatu hari dia bersikeras untuk pergi mencari status yang lebih tinggi. Aku sama sekali tidak bisa menghalanginya. Hanya bisa melindunginya diam-diam.” Itulah yang diucapkan oleh sang perdana menteri, meraih salah satu kue bunga yang dibawa oleh sang permaisuri.
Kemudian memakannya, benar-benar seperti saudara? Entahlah…
“Itu punyaku! Susah payah aku menyuruh koki istana untuk membuatkannya dengan rasa yang sama persis dengan yang ada di kediaman keluarga Lin. Kenapa kamu mencurinya?” Sang permaisuri menatap sengit.
“Aku lapar, karena itu aku bisa makan apa saja.” Ucap sang perdana menteri tidak tahu malu.
Tapi ada bagusnya, pria ini sekarang terlihat jauh lebih hangat. Bersedia untuk bergurau dengannya, pemuda yang biasanya benar-benar begitu dingin.
Kini tertawa bahkan tersenyum hangat…
“Tentang pangeran kelima, apa kamu benar-benar berniat menjadikannya sebagai putramu?” Pria itu menatap ke arah permaisuri. Pembicaraan yang kini menjadi sedikit lebih serius..
Wanita yang mengangguk dengan cepat. “Dia memang aku angkat menjadi putraku. Aku juga sudah mengirimkan surat kepada ayah untuk mempergunakan dekrit kosong yang sempat diberikan oleh kaisar, sebagai hadiah kesetiaan kepada keluarga Lin.”
“Kamu memang terlalu mencintai Kaisar, hingga bahkan rela membesarkan keturunannya. Rela jika harus berbagi kasih sayangnya dengan begitu banyak selir.” Pemuda yang tidak mengerti dengan tingkah laku wanita ini.
“Aku sudah tidak mencintainya lagi. Bagiku ketampanannya sudah lama luntur oleh tingkah lakunya yang hobi kawin.”
Perdana menteri menatap ke arah sang permaisuri, bagaikan tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh wanita ini. Bagaimana bisa wanita bodoh budak cinta ini, tiba-tiba tidak menginginkan Kaisar lagi.
“Mulai sekarang aku tidak akan mengejar cintanya lagi. Lebih baik membesarkan putraku yang manis, agar suatu hari nanti dia dapat menduduki tahta naga.” Sang permaisuri mengelap bibir putranya yang baru saja meminum air.
Sedangkan sang perdana menteri menatap tidak percaya. Apa pendengarannya salah? Bagaimana bisa sang permaisuri tidak mencintai Kaisar lagi.
“Yang mulia tidak mencintai Kaisar lagi? Benar-benar perasaan itu sudah hilang?” Kalimat yang diucapkan oleh perdana menteri meyakinkan pendengarannya sendiri.
“Itu seperti perasaan sesaat. Mungkin dulu aku begitu bodoh dengan jatuh cinta padanya. Sekarang aku sudah sadar dari mimpi buruk…mengadopsi anak yang akan menyelamatkanku, itu adalah hal yang paling baik yang dapat aku lakukan. Lagi pula aku dan Kaisar sama sekali tidak pernah benar-benar melewatkan malam pengantin bersama.”
Perdana menteri Ming mengangkat sebelah alisnya. Itu artinya pernikahan antara Kaisar dan permaisuri sama sekali belum melengkapi ritual pernikahan, karena ritual pernikahan belum lengkap tanpa malam pertama.
kalau Indomie baru selera ku🤭🤣🤣
🤣🤣🤣