NovelToon NovelToon
Kembalinya Dewa Kematian

Kembalinya Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:148.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.

Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.

Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Guru Wang Tian

Pria itu masih mengayunkan pedang kayunya dengan tenang.

Swish!!!!

"Jangan terburu-buru."

"Sebuah jurus pedang bukan hanya soal cepat atau kuat."

"Kalau kalian bahkan tidak memahami dasar gerakannya, maka sekuat apa pun tenaga yang kalian miliki akan sia-sia."

Para murid mengangguk serius.

Beberapa segera mencoba mempraktikkan ulang gerakan yang baru saja diajarkan. Namun tidak lama kemudian salah satu murid melakukan kesalahan. Pria itu langsung menghentikannya.

"Bukan begitu."

Ia berjalan mendekat lalu membetulkan posisi kaki murid tersebut.

"Kaki kirimu terlalu maju."

"Kalau lawan menyerang ke samping, kau akan kehilangan keseimbangan."

Murid itu segera mengangguk.

"Terima kasih, Tetua Agung."

Pria itu hanya tersenyum kecil.

"Kita semua pernah melakukan kesalahan yang sama."

Dari kejauhan, Boqin Changing memandang semua itu dengan tenang. Pemandangan tersebut terasa begitu familiar. Gurunya memang orang yang sabar.

Long Aotian menggaruk kepalanya.

"Orang itu..."

Wu Xing melirik.

"Ada apa?"

Long Aotian menatap pria yang sedang mengajar itu lagi.

"Entah kenapa aku tidak merasakan kesombongan sedikit pun darinya."

Wu Xing mengangguk.

"Itu benar."

Biasanya seorang pendekar suci, terutama di dunia yang lebih lemah seperti ini, akan memiliki kebanggaan besar terhadap kekuatannya.

Namun pria itu berbeda. Ia benar-benar fokus mengajar para murid. Bahkan saat memperagakan jurus, tidak ada sedikit pun niat pamer.

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Karena memang begitu orangnya."

Long Aotian dan Wu Xing menoleh.

Boqin  Changing melanjutkan.

"Dari dulu dia memang seperti itu."

Boqin Changing kembali tersenyum. Ia sangat senang gurunya akhirnya bisa menembus ranah pendekar suci.

Seingatnya, terakhir kali mereka bertemu, gurunya masih berada di ranah pendekar raja. Perkembangan itu jelas sangat baik.

Wu Xing yang terus melihat Boqin Changing tersenyum tidak tahan untuk bertanya.

“Tuan Besar, kuperhatikan dari tadi kau cukup sering tersenyum melihatnya. Siapa dia sebenarnya?”

Namun sebelum Boqin Changing menjawabnya, tiba-tiba salah satu murid yang sedang berlatih melihat ke arah mereka.

Murid itu membeku. Matanya membelalak. Lalu ia mengucek matanya beberapa kali.

"Eh?"

Teman di sebelahnya menoleh.

"Ada apa?"

Murid itu menunjuk ke arah Boqin Changing dengan tangan gemetar.

"A... aku tidak salah lihat, kan?"

Beberapa murid lain ikut melihat. Detik berikutnya, lapangan latihan mendadak sunyi. Hingga akhirnya...

"I-itu Te-Tetua Chang?"

Seseorang berseru.

Pria yang sedang mengajar itu akhirnya menoleh. Tatapannya mengikuti arah para murid. Lalu berhenti pada sosok pemuda yang berdiri di kejauhan.

Tubuhnya langsung membeku. Ekspresi tenang di wajahnya berubah. Matanya membesar. 

Beberapa saat ia hanya berdiri diam. Seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Sementara itu  Boqin Changing tersenyum lalu mendekat. Kemudian ia menangkupkan kedua tangannya dan membungkuk sedikit ke arah Wang Tian. Sikap yang membuat seluruh murid tercengang.

Dengan suara tenang, Boqin Changing berkata,

"Boqin Changing memberi hormat pada Guru."

Seketika seluruh lapangan menjadi sunyi total.

Long Aotian membeku. Wu Xing juga terdiam. Keduanya akhirnya menyadari sesuatu dan berkata dalam hati mereka masing-masing.

“Eh... Gu-Guru? Orang ini? Pendekar suci satu gerbang terbuka ini adalah guru dari Tuan Besar?”

Sementara itu, pria yang berpenampilan layaknya pria tiga puluhan tahun tersebut akhirnya tersadar. Sudut matanya sedikit memerah. Lalu ia tertawa pelan.

"Hahaha... Kau akhirnya pulang juga, Chang’er. Ehem... maksudku Tetua Chang."

Wang Tian terbatuk sebentar sebelum suaranya kembali normal.

Namun sebelum ia sempat berkata apa pun, lapangan latihan yang tadinya sunyi mendadak menjadi ramai.

"Jadi benar-benar Tetua Chang!"

"Itu Dewa Kematian!"

"Aku melihatnya langsung!"

"Dia nampak lebih muda daripada yang ada di lukisan!"

Para murid muda tampak sangat antusias. Kebanyakan dari mereka adalah murid-murid baru yang bergabung dalam beberapa bulan terakhir. Ini adalah pertama kalinya mereka melihat Boqin Changing secara langsung.

Namun wajah pemuda itu sama sekali tidak asing bagi mereka. Lukisannya tergantung di beberapa aula sekte. Namanya tertulis di banyak catatan sekte. Bahkan di lapangan utama sekte berdiri sebuah patung Boqin Changing yang dibangun setahun yang lalu.

Bagi banyak murid baru, Boqin Changing adalah alasan mereka datang ke Sekte Dua Pedang Petir. Cerita tentang Dewa Kematian yang membasmi kelompok-kelompok aliran hitam telah menyebar ke seluruh penjuru Kekaisaran Qin. Bahkan anak-anak desa pun pasti pernah mendengar namanya.

Sekarang orang yang selama ini hanya mereka lihat melalui lukisan dan patung benar-benar berdiri di depan mata mereka. Bagaimana mungkin mereka tidak bersemangat?

Wang Tian melihat reaksi para murid lalu tertawa kecil sambil melihat ke arah Boqin Changing.

"Dari dulu kau benar-benar paling suka membuat keributan begitu muncul."

Boqin Changing hanya tersenyum.

Wang Tian kemudian menyimpan pedang kayunya.

"Setelah aku selesai mengajar, mari minum teh bersama."

Mata Boqin Changing sedikit berbinar.

"Tentu saja, Guru."

Namun kemudian ia menambahkan.

"Sebelum itu aku ingin pulang ke rumah dulu. Aku baru saja tiba."

Wang Tian langsung mengangguk mengerti.

"Kalau begitu temui dulu orang tuamu."

Nada suaranya terdengar hangat.

"Setelah selesai, kau bisa berkunjung ke tempatku."

Boqin Changing kembali menangkupkan tangan.

"Baik, Guru."

Wang Tian mengangguk. Sementara itu para murid hanya bisa memandangi keduanya dengan kagum.

Mereka tidak pernah menyangka Tetua Chang yang terkenal dingin dan menakutkan ternyata bersikap begitu hormat kepada gurunya, Tetua Agung Wang Tian.

Tidak lama kemudian Boqin Changing berbalik. Long Aotian dan Wu Xing segera mengikuti dari belakang. Mereka bertiga meninggalkan lapangan latihan.

Begitu jarak mereka cukup jauh, Long Aotian langsung mendekat ke Wu Xing. Dengan suara pelan agar tidak terdengar Boqin Changing, ia berbisik,

"Aku masih tidak mengerti."

Wu Xing mengangguk pelan.

"Aku juga."

Long Aotian melirik ke belakang.

"Pendekar suci satu gerbang terbuka..."

Ia menggeleng.

"Itu bahkan tidak bisa dianggap kuat di dunia kita."

Wu Xing berpikir sejenak.

"Memang aneh. Kalau begitu bagaimana mungkin dia menjadi Guru Tuan Besar?"

Long Aotian menghela napas.

"Itulah yang kupikirkan."

Wu Xing tiba-tiba mengusap dagunya.

"Tapi mungkin kita salah melihat masalahnya."

Long Aotian menoleh.

"Maksudmu?"

Wu Xing berkata pelan,

"Mungkin bakat bela diri Tuan Besar bukan berasal dari gurunya."

Long Aotian berkedip.

Wu Xing melanjutkan.

"Mungkin berasal dari orang tuanya."

Mata Long Aotian langsung membesar.

"Jadi ayah dan ibunya?"

Wu Xing mengangguk serius.

"Mereka pasti pendekar hebat. Kalau tidak, bagaimana mungkin melahirkan monster seperti Tuan Besar?"

Long Aotian langsung mengangguk kuat.

"Itu masuk akal!"

Keduanya akhirnya merasa menemukan jawaban yang tepat. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa asumsi mereka kemungkinan besar juga akan jauh meleset.

Sementara di depan, Boqin Changing yang mendengar percakapan mereka hanya menahan senyum. Ia memilih tidak mengatakan apa-apa.

Beberapa saat kemudian perjalanan mereka sampai di sebuah kawasan yang jauh lebih tenang dibandingkan bagian sekte lainnya. Di sana berdiri sebuah rumah yang cukup besar dan indah.

Boqin Changing berhenti. Tatapannya tertuju pada rumah itu. Senyumnya perlahan muncul. Rumah ini jauh lebih baik dibandingkan terakhir kali ia meninggalkan rumah itu.

Dindingnya kokoh, halamannya luas, dan lingkungannya juga tenang dan aman. Jelas sekte memperlakukan keluarganya dengan sangat baik.

Boqin Changing berdiri diam beberapa saat. Perasaan hangat perlahan muncul di dalam hatinya. Sudah cukup lama sejak terakhir kali ia bertemu kedua orang tuanya.

Kemudian ia melangkah maju.

Tok. Tok. Tok.

Ia mengetuk pintu rumah. Dengan indra spiritualnya, ia dapat merasakan dua aura yang sangat familiar dari dalam rumah. Ayahnya dan ibunya. Keduanya memang ada di sana.

Beberapa detik berlalu. Lalu terdengar suara langkah kaki dari dalam.

Tak. Tak. Tak.

Kemudian suara seorang wanita terdengar dari balik pintu.

"Siapa?"

Begitu mendengar suara itu, tubuh Boqin Changing sedikit membeku. Karena suara itu terlalu familiar. Suara yang telah ia rindukan selama bertahun-tahun, suara ibunya.

1
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪✅
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀
Mahayabank
💪💪💪👍👍✅✅
Mahayabank
Makasih upnya 👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Rinaldi Sigar
lnjut
Baim Putra Kirana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Raju
hadeeeeech.....
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍
Nanik S
Baru kejutan si Tuan muda menyerah 👍👍👍
Nanik S
Wkwkwkwkwk Tuan besar kalah sama Boqin Feng...🤣🤣🤣🤣
yayat
diracunin ayahnya untuk mancing n dpt ijin dr ibunya boqin ga berkutik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe ayoooo mancing mania 👍🤣
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hiburan 🌽🔥
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Wu Xing tepat untuk tetap diSekte, karena dia Ketua Sekte yang ikut Boqin Changing ke Kaisaran Qin. selain menjaga Sekte bisa juga melatih orang diSekte.
Zainal Arifin
libur ???
Joedhi Ghenitz
sangat bagus, keren
Akhmad Baihaki
🤭🤭🤭🤭🤭
Blue Manusia Biasa
kacian Wu Xing🤣🤣
Nurhasnah Yolanda
mana kelanjutanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!