NovelToon NovelToon
Love My Enemy’S Daughter

Love My Enemy’S Daughter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Patahhati / Balas Dendam / Mafia / Tamat
Popularitas:405.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pansy Miracle

Alessandro Romano, harus menelan pil pahit bahwa sahabatnya sejak kecil, Raymond Costa, ditemukan tidur bersama dengan kekasihnya.

Sakit hati membuat persahabatan mereka yang sudah terjalin sejak lama akhirnya putus. Hingga bertahun tahun kemudian, Al begitu ia disapa, menemukan seorang gadis yang membuat hatinya bergetar, setelah sekian lama hanya diisi dengan kekosongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pansy Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#14

Bianca menyelesaikan semesternya kali ini dengan hasil yang memuaskan. Ia pun tanpa ragu meminta kepada Raymond untuk belajar di perusahaan Costa.

“Kamu mau ikut Daddy ke perusahaan?” tanya Raymond.

“Hmm, apa tidak boleh?” tanya Bianca.

“Tentu saja boleh, sayang. Tapi bukankah kamu akan kuliah?”

“Libur semesterku masih tersisa 1 minggu, Dad. Aku ingin belajar di perusahaan, bukankah itu akan membantuku saat aku belajar di perkuliahan,” Bianca terus berusaha meluluhkan hati Raymond.

“Baiklah, kalau begitu ayo! Ikutlah dengan Daddy,” kata Raymond sambil tersenyum.

“Aku gantu baju dulu. Tunggu aku Dad,” Bianca berhenti sebentar di tangga, “Jangan tinggalkan aku ya.”

Di dalam kamar, Bianca terus bersenandung sambil mengganti pakaiannya. Ia senang sekali permintaannya dikabulkan oleh Raymond. Awalnya ini bukanlah idenya, tapi ide Alessandro.

Flashback on

“Bagaimana hasil kerjaku?” tanya Bianca.

“Kamu hebat, Bi. Semua laporan bisa kamu selesaikan dengan cepat dan kulihat hasilnya sangat memuaskan. Kamu benar-benar cepat belajar.” Ujar Alessandro.

“Benarkah?” Alessandro mengangguk.

“Kamu sekarang sudah tahu apa yang harus kamu kerjakan pada setiap laporan-laporan itu, sehingga akan memudahkanmu dalam memeriksanya.”

“Ya, kamu mengajariku trik-trik hebat. Aku tidak sabar ingin memperlihatkannya pada Daddy,” kata Bianca.

“Bukankah kamu masih dalam masa libur semester? Mengapa kamu tidak mencoba untuk bekerja di perusahaan Daddymu. Bukankah kamu bisa membantunya memeriksa laporan? Atau kamu bisa diam-diam membantunya. Aku yakin pemikiranmu sekarang bisa membuat perusahaan Daddymu semakin besar dan maju.”

“Ahhh, kamu benar Al. Mengapa aku tidak terpikir untuk menghabiskan liburku ini dengan ikut ke perusahaan bersama Daddy. Terima kasih atas idemu,” tanpa sadar Bianca memeluk Alessandro dari samping. Alessandro menoleh kemudian mencium keningnya, hingga akhirnya kembali terjadi ciuman panas di antara mereka.

Flashback off

Dengan semangat, Bianca memasuki perusahaan Costa bersama dengan Raymond. Banyak pasang mata melihat kehadirannya dan memuji kecantikannya dan juga bagaimana Daddynya itu masih terlihat muda meskipun sudah memiliki anak seusianya.

“Masuklah, sayang,” Raymond mempersilakan Bianca masuk ke dalam ruangan kerjanya.

Bianca mengedarkan pandangannya. Ia melihat sebuah lukisan besar terpajang di dinding, lukisan keluarga mereka. Ia tersenyum melihatnya.

“Duduklah, sayang.”

Raymond memanggil Gio dan memintanya untuk memperlihatkan pada Bianca bagaimana situasi dan suasana di dalam perusahaan Costa. Bianca terlihat begitu gembira mendengarnya.

Bianca berkeliling sambil terus tersenyum. Ia memperhatikan setiap pekerjaan yang sedang dilakukan oleh para pegawai Daddynya. Semua pegawai di sana terlihat menyukai Bianca. Selain cantik, Bianca juga sangat ramah dan mau menyapa mereka terlebih dahulu.

“Bagaimana?”

“Aku suka, Dad! Apa aku boleh ikut bekerja di sini?” tanya Bianca.

“Kamu yakin?” Bianca pun mengangguk antusias.

“Setiap aku tidak ada kuliah, aku akan kemari dan bekerja. Bukankah dengan begitu aku akan cepat belajar dan mengerti bagaimana perusahaan?”

“Kamu benar. Dad bangga padamu, sayang. Baiklah, kamu bisa memakai ruangan di sebelah ruangan Dad untuk bekerja,” kata Raymond.

“Aku tidak mau, Dad. Aku ingin berada di mana pegawai Daddy berada. Biarkan aku belajar bersama mereka. Aku ingin merasakan bekerja dari level staf keuangan. Oya, aku ingin ditempatkan di bagian keuangan ya Dad, sesuai dengan kuliahku,” pinta Bianca.

“Baiklah. Gio, kamu bisa antarkan Bianca ke bagian keuangan. Mulai hari ini ia akan bekerja sekaligus belajar di sana. Jam kerja fleksibel karena dia masih kuliah, jadi kamu bisa membantunya mengatur jadwal.”

“Baik, Tuan,” Gio pun kembali mengajak Bianca ke bagian keuangan.

Sesampainya mereka di divisi keuangan, Gio mengajak Bianca masuk ke dalam ruangan.

“Ibu Bertha, selamat pagi,” sapa Gio. Gio seseorang yang sopan dan ramah. Yang berada di hadapannya saat ini adalah seorang wanita paruh baya yang sudah bekerja bahkan sebelum ia bekerja menjadi asisten pribadi Raymond.

“Pagi Gio. Ada apa kamu tiba-tiba mengunjungiku? Dan siapa gadis manis ini?” Bertha tersenyum melihat ke arah Bianca.

Gio mempersilakan Bianca untuk duduk, kemudian ia menjelaskan kepada Ibu Bertha bahwa Bianca adalah putri Raymond. Dengan penjelasan itu, Gio berharap Bertha tidak terlalu keras terhadap Bianca.

“Perkenalkan, nama saya Bianca. Saya memang masih kuliah, tapi saya ingin mulai belajar tentang seluk beluk perusahaan, sehingga ketika saya lulus nanti, saya bisa membantu Daddy mengelola perusahaan,” jelas Bianca.

“Aku kagum padamu. Tapi … ada satu hal yang perlu kutekankan padamu. Kamu berkata ingin belajar, maka aku tidak akan segan-segan padamu. Kamu harus tahu bagaimana dunia kerja yang sesungguhnya, jadi aku akan memperlakukanmu sama seperti staf yang lain,” Bertha tak peduli dengan perkataan Gio. Jika memang gadis ini ingin belajar, maka ia harus belajar, tanpa pilih kasih.

“Aku mengerti. Hanya saja aku butuh keringanan dalam hal waktu,” pinta Bianca.

“Aku tidak mengapa masalah itu. Kamu harus menyerahkan jadwal kuliahmu padaku, dan aku akan membantumu menyusun jadwal kerjamu. Bagaimana?” Bianca langsung tersenyum dan menganggukkan kepala.

Bianca sangat mengerti tipe wanita seperti Ibu Bertha. Ia adalah sosok wanita yang tegas dan disiplin, namun juga seorang yang penyayang.

**

“Jav, sebentar lagi kamu bisa meminta perusahaan Milenia untuk melakukan rencana,” ujar Alessandro.

“Apa harus secepat ini? Mereka baru saja memulai pemasangan tiang pancang,” kata Javer menjelaskan.

“Apa kamu menginginkan bangunan itu roboh ketika sudah mencapai 50%? Kurasa itu juga bukan ide yang buruk. Hanya saja jika itu terjadi, maka akan banyak nyawa yang dipertaruhkan,” Alessandro meletakkan kedua tangannya di atas meja.

“Tunggu sampai mereka mengeluarkan dana untuk tahap konstruksi selanjutnya, itu tidak lama. Setelah selesai, aku akan meminta Milenia melakukannya,” Javer kini memberi ide lebih gila kepada Alessandro.

“Sepertinya kamu mulai tahu bagaimana permainan yang akan kulakukan, Jav. Kamu mulai menjiwai,” Alessandro terkekeh.

“Aku tidak tahu sebenarnya apa yang kamu rencanakan. Tapi melihat dari cara kerjamu, tujuanmu hanya satu, yakni menghancurkan perusahaan Costa. Kamu adalah atasanku dan jika itu tujuanmu, maka itu akan menjadi tujuanku juga. Hanya saja aku tidak ingin kamu menyesal di kemudian hari karena melakukan ini,” pesan Javer.

Alessandro tertawa, “Aku tak akan menyesal, tenang saja. Aku ingin melakukannya sejak lama, tapi kurasa saat ini adalah saat yang tepat karena ia akan lebih hancur ketika semua miliknya sudah tak bersisa dan tak berharga.”

“Sepertinya dendammu sangat besar, Al. Apa kamu tidak ingin menelisik lebih jauh lagi sebelum kamu melakukannya?” tanya Javer.

“Tidak perlu. Aku tidak perlu bukti lagi, karena aku melihat bukti itu langsung di depan mataku. Sahabat yang kuanggap saudaraku, mengkhianatiku dan menghancurkan kepercayaanku. Aku selalu bercerita padanya tentang semuanya, tapi ia malah diam-diam menusukku dari belakang,” gumam Alessandro. Javer tidak terlalu jelas apa yang dikatakan oleh Alessandro. Ia pun akhirnya keluar dari ruangan Alessandro, membiarkan atasannya itu yang kini sedang termenung sendiri.

🌹🌹🌹

1
Hartini Donk
Buruk
Hartini Donk
Kecewa
Ran Aulia
Luar biasa
3sna
idupnya aur enak bener gk dpt hukumn pdhl udh nyulik anaknya rey mukul pala jg,kok nopelny terkesan gmn gitu yaa,,mslh ada tp gk diselesaikan ,gk kcw
3sna
trus itu apà kbr prushn dad ray
3sna
al tinggl nyelidikin aur kan punya asisten knp bgtu doang cctp bnyk det ada tinggl nyuruh ngikutin kegiatan aur2an
3sna
sekelas ray ,anaknya di culik dipukul masuk rs,penjahatnya mash berkeliaran,,lupa sm crtnya thor
3sna
ini nopel gimn yak,udh tau dia nyulik anaknya smpe kyk gityu gk dilaporin polisi gk ditindK lanjutin,,ckckck
3sna
trus aurora gk ketangkep gityu
3sna
trjwb sudh umur mrk kira2 34an
3sna
al rmj 17th trus 11th kemudian ray udh pny anak lonct lg 7th,anak ray umur 17,,umur brp mereka???
3sna
al umur 17 lha itu temnnya umur brp udh pake jas
Euis As
Luar biasa
Khairul Azam
aku paling gak suka cerita klo ada lupa ingatan nya
Lia Marliana
hot dad Ray sama aku aja ya Thor 😁
R'vina
Luar biasa
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Pansy: Thank you Kak 🙏🏻🌹
total 1 replies
Sari
awas uncle al bucin ma bocah🤭
herlin meigo
keren
Pansy: Thank you Kak 🙏🏻🌹🥰
total 1 replies
Lenni Namora
Luar biasa
Pansy: Thank you Kak 🌹🙏🏻🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!