Miles Sterling hanyalah seorang menantu miskin yang dihina dan direndahkan oleh istri dan keluarganya. Saat ibunya sakit parah dan butuh biaya operasi $250.000, istrinya justru menghabiskan $300.000 untuk pesta mantan kekasihnya.
Namun takdir berkata lain. Miles ternyata adalah satu-satunya pemilik 50 koin NexaChain—mata uang kripto yang nilainya kini melonjak menjadi $40 miliar. Dalam semalam, ia berubah dari pengemis menjadi miliarder sekaligus CEO NexaChain Global. , perusahaan raksasa di balik koin tersebut.
Kini, dengan kekayaan dan kekuasaan yang tak terbayangkan, Miles siap membalas semua penghinaan. Tapi akankah ia mampu mempertahankan segalanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tetap Tenang
"Yah, meskipun sudah meminjam pakaian, dia tetap saja tidak terlihat cocok berada di sini. Maksudku, dia bahkan tidak mampu membeli setelan jas yang layak," ujar seseorang dengan suara cukup keras hingga terdengar oleh semua orang.
Miles berdiri diam dengan kedua tangan di samping tubuhnya. Ia menyapu pandangan ke seluruh ruangan dengan ekspresi tenang.
Tidak ada seorang pun yang membelanya. Bahkan kedua orang tua Lily sekalipun.
"Yang lebih parah lagi... sekalipun kau meminjam pakaian, kenapa harus memilih pakaian murahan seperti itu?" kata Lily sambil memandang pakaian Miles dengan tatapan penuh ketidakpedulian.
Sebelum Miles sempat mengumpulkan pikirannya… Kedua orang tua Lily melangkah maju.
Mereka berdiri dengan bangga di samping putri mereka di atas panggung. Wajah mereka dipenuhi kesombongan.
Tak lama kemudian, seorang pria bertubuh tinggi mengenakan setelan jas abu-abu ikut naik ke atas panggung.
Miles langsung mengenalinya.
Pria itu tidak lain adalah Kelvin.
Kelvin berjalan lurus menghampiri Lily, lalu merangkul pinggang wanita itu. Ia menatap Miles dari ujung kepala hingga ujung kaki lalu tertawa terbahak-bahak.
"Aku benar-benar minta maaf karena harus memanggilmu ke atas panggung untuk menunjukkan semua ini. Maksudku, aku tahu kau sedang menghadapi masa sulit karena ibumu yang menyedihkan itu." Kelvin berpura-pura menunjukkan rasa iba.
"Tapi tunggu… Wah. Aku benar-benar tidak menyangka standarmu bisa jatuh serendah ini. Ayolah, Lily. Kau sampai merendahkan dirimu sendiri dengan menikahi tikus jalanan seperti ini hanya karena saat itu aku sedang berada di luar negeri?"
Beberapa tamu ikut tertawa.
Sebagian lainnya hanya berbisik pelan.
Miles tidak bergerak sedikit pun, kedua tangannya mengepal erat, namun ia tetap diam.
Namun Kelvin masih belum selesai.
"Jujur saja," katanya sambil mengalihkan pandangan kepada seluruh tamu. "Lily hanya menikahi pria ini karena saat itu aku sedang berada di luar negeri. Dia hanya membutuhkan seseorang untuk menghangatkan tempat tidurnya. Tapi sekarang aku sudah kembali dan aku akan membawa Lily kembali bersamaku."
Sebelum Miles sempat bereaksi… Lily mendorong sebuah amplop coklat ke dadanya.
Amplop itu terlepas, beberapa lembar kertas berhamburan ke lantai.
Miles perlahan berjongkok untuk memungutnya. Awalnya ia tidak mengerti apa yang sedang dipegangnya.
Namun ketika melihat tulisan yang tercetak di sana… Tatapannya langsung membeku.
"Miles Sterling dengan hormat diundang untuk menghadiri acara pertunangan Kelvin Stewart dan Lily Wycliff."
Alis Miles sedikit berkerut, kemudian ia melihat dokumen yang kedua.
Dokumen kedua adalah surat cerai, yang sudah ditandatangani oleh Lily.
Miles perlahan berdiri, masih menggenggam kedua dokumen itu di tangannya.
Lily melangkah mendekat.
"Seharusnya sekarang kau memohon kepadaku," katanya tanpa sedikit pun emosi.
"Kau membutuhkanku, jangan lupa ibumu sedang sekarat dan kau tidak punya apa-apa, tidak punya tabungan, tidak punya koneksi, tidak punya harapan tanpaku, tanpa bantuanku… Ibumu bahkan tidak akan bisa bertahan sampai besok."
Lily terus berbicara. "Aku sudah sangat baik kepadamu, Miles. Aku sudah sangat sabar. Tapi kalau kau berani bersikap seolah perceraian ini tidak berarti apa-apa bagimu… aku akan menelepon rumah sakit sendiri dan memastikan nama ibumu dihapus dari sistem mereka. Kita lihat saja apakah harga dirimu mampu membuat ibumu tetap hidup."
Lily memang membawanya ke pesta itu hanya untuk mempermalukannya. Ia ingin Miles berlutut di hadapannya seperti seorang pecundang dan memohon agar ia tidak menceraikannya. Lalu, setelah puas melihat Miles merendahkan dirinya di depan semua orang… Lily tetap akan menceraikannya.
Lily kemudian berbalik menghadap para tamu.
"Lihat dia," katanya dengan suara dingin. "Inilah pria yang selama ini harus kutanggung. Pria dengan sepatu rusak dan kantong kosong. Aku memberinya kehidupan. Aku memberinya status. Dan sekarang Kelvin sudah kembali, pria yang benar-benar kucintai, sudah waktunya aku mengakhiri aksi amal ini."
Ibu Lily melangkah maju, nada suaranya dipenuhi ejekan. "Kami benar-benar sudah berusaha membantunya, kami menerima dia sebagai bagian dari keluarga. Kami memberinya tempat tinggal. Kami memberinya makanan. Dan apa balasan yang kami dapat? Hanya rasa malu karena membiarkan putri kami menikah dengan pria dari kawasan kumuh."
Ayah Lily ikut berbicara sambil mengangkat bahu dengan dingin. "Sejak awal semua itu hanyalah belas kasihan, dia tidak pernah menjadi pilihan kami untuk Lily. Pria seperti dia memang tidak pantas berada di dunia kami."
Lily kembali menatap Miles, tatapannya dipenuhi kepuasan yang dingin. "Jadi… Apakah kau akan terus berdiri di sana sepanjang malam? Atau akhirnya kau akan menangis dan memohon seperti yang sudah kuduga?"
Miles tidak mengatakan sepatah kata pun, ia menunduk menatap surat perceraian itu. Menarik napas pelan, lalu menatap langsung ke mata Lily.
"Berikan aku pulpen," katanya dengan tenang.
Seluruh ruangan langsung terdiam.
Lily berkedip bingung. "Apa yang baru saja kau katakan?"
"Aku bilang… Berikan aku pulpen," ulang Miles.
Lily benar-benar terkejut.
Seluruh rencana penghinaan itu tidak akan sempurna jika Miles begitu saja menandatangani surat perceraian tersebut.
Seorang tamu yang berdiri di barisan depan tampak ragu sejenak. Kemudian ia melangkah maju dan menyerahkan sebuah pulpen kepada Miles.
Miles mengangguk pelan, mengambilnya, dan berjalan menuju meja kecil yang berada di dekatnya. Dia meletakkan berkas-berkas itu dan menandatanganinya.
Semua orang yang sejak tadi menunggu Miles memohon kini benar-benar tercengang.
Setelah selesai, dia menyerahkan surat perceraian yang sudah ditandatangani kepada Lily tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Lily hanya menatapnya, tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
Lily mendengus sinis, senyum dingin kembali muncul di bibirnya setelah berhasil mengendalikan emosinya. "Jadi kau ingin terlihat tegar? Lihat saja, aku akan menelepon rumah sakit sekarang juga dan membuat ibumu dipulangkan. Aku punya cukup kekuasaan dan pengaruh sehingga, dengan satu panggilan saja, tidak ada rumah sakit di kota ini yang berani menerimanya. Dia akan menderita dan mati di jalanan—tempat yang pantas bagi kalian berdua.”
Miles mengangkat kepalanya, alisnya sedikit berkerut. Namun ekspresinya tetap tenang.
"Kau benar-benar berpikir pengaruhmu lebih besar daripada pengaruhku?" tanyanya dengan tenang. "Apa yang membuatmu berpikir seperti itu, Lily?"
Seluruh ruangan kembali meledak oleh tawa.
Lily mendengus. "Jelas sekali kemiskinan sudah merusak otakmu. Selain kekayaan keluargaku… aku juga memiliki Kelvin. Apa kau tahu sebenarnya siapa dia? Dia adalah asisten pribadi Direktur Keuangan NexaChain Global.
Siapa pun yang memiliki hubungan dengan NexaChain seharusnya dihormati. Dengan posisinya di NexaChain… Hampir semua orang di kota ini mengenal dan menghormatinya, karena dia sangat dekat dengan Direktur Keuangan perusahaan itu."
Miles berusaha menahan tawa, tapi dia jelas terhibur. Andai saja Lily tahu kebenarannya. Dia kini adalah CEO NexaChain—posisi tertinggi di perusahaan itu.
Sementara Kelvin… Orang yang begitu dibanggakan Lily… Hanyalah asisten seorang direktur, dan direktur tersebut berada empat tingkat di bawah Miles. Namun, baik Lily maupun Kelvin tidak tahu siapa Miles sebenarnya.
Suara Lily kembali terdengar dingin. "Lihat saja ibumu mati di lorong rumah sakit setelah aku melakukan panggilan ini."
Sambil mengucapkan kata-kata itu, Lily segera menekan nomor telepon di ponselnya.
miles ceo dingin dn kejam,agar lebih menarik membacanya thorr👍👍