NovelToon NovelToon
Teman Dekat

Teman Dekat

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Epik Petualangan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:836
Nilai: 5
Nama Author: Rohos Otaku

Agnes hanya bisa memperlakukan Kelvin sebagai teman.. Begitu juga Kelvin.. Mereka benar hanya berteman biasa.. Bukan sebagai sahabat... Tidak bersapa saat di sekolah.. Tapi Agnes bisa saja keluar masuk rumah Kelvin seenaknya layaknya rumah sendiri... Bagaimana bisa??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohos Otaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Buat Agnes

Setelah melewati masa-masa ujian.. Selesai ujian akhirnya Agnes mulai lagi sering terlibat dalam pergaduhan atau kasus pembulian...

Agnes masuk ke kelas setelah dimarahi lagi oleh kepala sekolah...

" Haahhh.. Aku benci!! Kenapa aku harus terlibat sih.. Dasar anak bodoh!!" Agnes menyumpahi Jesica sambil meletakkan kepalanya di meja...

Randy, Kelvin dan Monica saling pandang...

" Nes.. Apa kamu mau cari tau soal kehidupan Jesica??" Monica bertanya kepada Agnes...

" Haahhh!! Kenapa harus.. Aku gamau masuk campur sama urusan kehidupannya.. Cukup di sekolah aja aku terlibat sama dia.. Dia bukan kenalan atau temanku juga..."

Tidak lama kemudian wali kelas mereka masuk ke kelas...

" Anak-anak... Selamat karna berjaya melewati masa ujian untuk akhir tahun kalian.. Ibu merasa sedoh karna ini adalah akhir tahun kalian bersama ibu.. Yaahhh.. Walaupun tahun ini adalah tahun paling sulit untuk ibu karna harus sering bertemu kepala sekolah... Tentu saja berkat teman kalian Agnes.. Tentu saja ibu juga merasa sedih.. Minggu depan adalah hari di mana kalian akan lulus sekolah.. Dalam kata lain.. Di mana upcara kelulusan buat kalian yang akan keluar dari sekolah... Jadi.. Saat itu tentu saja ibu bapa kalian bisa datang.. Dan ini adalah formula yang harus kalian isi.. Ketua kelas sila bagikan kepada teman-teman.. Kalian harus isi.. Di mana pun tempat kuliah yang kalian inginkan.. Tuliskan saja.. Ibu akan berusaha untuk menguruskannya.. Kalo kalian diterima di mana pun tempat kuliahnya.. Ibu harap kalian bisa menerimanya.. Jadi isikan saja di mana pun universitas yang kalian inginkan.. Setelah selesai ketua kelas sila hantarkan ke atas meja ibu yaa.. Kalo gitu ibu pamit dulu..."

Randy, Kelvin, Monica dan Agnes masing-masing sibuk melengkapkan formula yang diberikan...

" Ttrrriiiiiiiiing...." bel berbunyi menandakan waktu pulang...

" Nes.. Apa aku bisa nongkrong di rumahmu?? Aku sunyi di rumah.. Papa sama mama ku ke luar kota..." Monica bicara kepada Agnes...

" Ya terserah.. Apa kamu akan nyaman?? Soalnya rumahmu kan gede.. Rumahku itu hanya seperti itu... Kamu kan level-levelnya sang putri..." sambil tersenyum ingin mengganggu temannya...

" Sialan loo yah.. Tentulah.. Rumah kamu juga kemas.. Sepertinya juga bisa dijadikan tempat nongkrong hahahah..."

" Ayo.. Aku akan anterin kalian.. Aku bawa mobil.." Kelvin bicara kepada Monica dan Agnes...

" Wiidddiiihhh.. Kel kamu sering bawa mobil ya sekarang.. Apa kamu mau jadi supir sebelum kita pisah.. Ahahah.."

" Terserah kalo gak mau ikut..."

" Eehh mau.. Tapi apa bisa kamu anterin saja ke rumahku.. Aku mau ngambil kebutuhanku selama di rumah Agnes..."

" Emang kamu butuh apa?? Bukannya skincare kita sama aja.. Lalu baju kamu bisa make punyaku juga.. Punyaku banyak tuh.."

" Nes.. Aku mau ambil pakaian dalamku Nes.."

Saat di rumah Agnes.. Monica sering tersenyum melihat ponselnya.. Kadang juga bertingkah galau...

" Kamu ngapain senyum-senyum?? Kayak enggak siuman aja.." Agnes bicara lalu duduk bersandar di kasurnya...

" Nahh.. Hehee.. Nanti kamu juga akan tau hehehe.." Monica mengubah posisi baringnya dan meletakkan kepalanya di samping Agnes sambil menekan ponselnya...

" Terserah.. Tapi kamu jangan macem-macem aja.. Jangan bikin masalah saat orang tua kamu lagi gak ada.."

" Kamu kayak orang dewasa aja" ngomel Monica..

" Vvvrrttt.. Vvvrrtt.. Vvvrrttt.." getaran ponsel Agnes.. Agnes mengambil ponselnya lalu melihat itu panggilan dari ibunya..

" Eya mah..." Agnes mengangkat panggilan dari ibunya..

" Nes.. Minggu depan mama akan mengunjungi kamu.. Mama juga akan datang untuk menghadiri acara kelulusan kamu... Sekalian ada yang ingin mama sampaikan juga..." dengan nada yang sedikit berbeda...

" Baik mah.. Saya akan nunggu mama.."

" Baik kalo gitu.. Mama matiin dulu yah.. Mama mau ketemu orang.."

" Baik mah.." Agnes mematikan ponselnya.. Lalu memegang dadanya yang berdegup sedikit laju.. Monica melihat ke arah Agnes..

" Kamu kenapa?? Apa terjadi sesuatu?? Kamu kamu seperti itu.."

" Enggak.. Aku hanya merasa aneh saja.. Tiba-tiba juga jantungku seperti ini.. Aku gak tau kenapa.." lalu meletakkan kepalanya di atas kasur...

Tiba-tiba Monica melihat wajah Agnes dari atas..

" Nes!! Apa kamu enggak merasa apa pun apa Kelvin??"

" Enggak.. Hanya teman biasa aja.. Emang kenapa??" Agnes membuka matanya...

" Eemmm.. Enggak.. Tanya aja.. Karna kita berempat itu berteman.. Melainkan kamu.. Kamu itu sahabatku.. Tapi kita berempat kok sering bersama.." lalu kembali berbaring sambil menekan ponselnya...

" Karna Kelvin sahabatnya Randy.. Mereka teman kita..." Agnes bicara datar...

Sementara di rumah Kelvin.. Mereka sedang makan malam...

" Kel.. Minggu depan acara kelulusan kamu kan.. Apa papa sama papa bisa pergi berdua??" Robert bertanya kepada Kelvin..

" Bisa.." Kelvin menjawab singkat...

" Pah.. Bukannya kamu bilang kamu harus ketemu sama temanmu juga hari itu.."

" Eya.. Daren.. Mungkin bisa ketemu di sana juga.. Karna katanya keponakannya sekolah di sana juga.. Seangkatan sama Kelvin juga..."

" Ternyata begitu.. Aahh.. Gimana yah ibunya Agnes.. Aku berharap bisa menemui ibunya secara langsung.. Tapi auranya beda banget.. Terlihat tegas.."

" Aku sudah selesai makan.. Aku pamit ke kamar dulu.." Kelvin berdiri lalu ke kamarnya...

Kelvin mandi lalu bermain ponselnya.. Kelvin melihat twitter milik Monica...

" Apa dia enggak akan pernah tersenyum walaupun saat bersama sahabatnya?? Dia seperti batu.. Apa karna ibunya juga seperti itu?? Atau apa karna kejadian yang dia lalui??" Kelvin bergumam melihat foto Agnes di samping Monica...

Acara kelulusan akhirnya tiba.. Masing-masing hadir dengan keluarga mereka..

" Mah.. Apa aku bisa ke sana?? Aku ingin menemui Monica.."

" Kita bisa pergi bersama saja.. Mama juga ingin sekali menyapanya..."

" Apa mama baik-baik saja?? Karna..."

" Mama baik-baik saja kok.. Mari kita menyapa mereka..." Agnes menghembus napasnya sedikit hingga hanya dia saja yang bisa mendengrnya.. Lalu dia berjalan menuju ke arah Monica sahabatnya.... Monica juga sedang melihat sekeliling mencari keberadaan sahabatnya itu...

" Ohh ternyata kamu di sana.. Sini.. Sini.. Ketemu sama papa dan mamaku.. Mereka bilang ingin sekeli menyapamu.." Monica berlari lalu menarik tangan Agnes.. Setelah menemui kedua orang tua Monica Agnes menyapa dengan sopan.. Susan juga menyapa kedua orang tua Monica.. Ternyata Susan saling kenal dengan kedua orang tua Monica karna pernah ketemu beberapa kali atas urusan bisnis...

Tidak lama kemudian.. Ada suara pria yang datang tiba-tiba menyapa Susan...

" Maafkan saya karna mencela.. Apa saya bisa gabung bersama kalian??"

" Kamu di sini juga?? Kamu enggak bilang ke sekolah ini??" Susan bertanya kepada pria itu..

" Sudah tentu.. Karna kamu juga enggak nanya sama aku.. Jadi aku pikir kamu enggak mau tau.." sambil tersenyum kepada Susan.. Agnes melihat pandangan mata ibunya dan pria itu seperti punya sesuatu... Tetapi Agnes hanya diam..

" Daren... Akhirnya aku bisa menemukanmu juga.." Robert yang tiba-tiba menyapa Daren.. Yaitu pria yang terlihat seperti ada sesuatu antaranya dengan Susan ibu Agnes...

" Heii.. Aku udah bilang kan kalo aku ke sini karna keponakanku..." Daren bersalaman dengan Robert ayahnya Kelvin dan juga ayahnya Randy.. Ayah Kelvin dan Randy adalah sahabat.. Tidak heran jika Kelvin dan Randy juga bisa bersahabat.. Ayah Kelvin juga bersalaman sama ayahnya Monica karna Daren berteman dengan ayah Monica..

" Jadi di mana keponakan kamu?? Enggak nyangka kalo semua anak kita juga berteman dekat ternyata..." Robert berbicar sambil tersenyum..

" Papa.. Aku sudah selesai.." suara yang sayup kedengaran di belakang Daren..

" Aahhh.. Ini dia.. Dia juga lulus hari ini.. Sepertinya seangkatan sama anak kalian.." sambil memegang belakang bahu Jesica...

Randy, Monica, Kelvin dan Agnes saling berpandangan... Lalu Daren bicara..

Setelah semuanya selesai.. Mereka semua pulang ke tempat masing-masing... Di dalam mobil Susan..

" Agnes.. Ada yang ingin mama katakan sama kamu..." Suara Susan bicara dengan perlahan tidak seperti biasanya...

" Bisa mah.. Apa itu katakan saja.."

Susan memberhentikan mobilnya di bahu jalan.. Lalu perlahan memegang tangan Agnes.. Dan memandang wajah Agnes..

" Agnes.. Setelah 5tahun kepergian papa kamu.. Mama tau mungkin mengagetkan kamu.. Tapi mama ingin menikah lagi.." dengan wajah yang sedikit bisa terlihat khawatir..beberapa saat Agnes terdiam..

" Yah.. Mama pasti kesunyian juga.. Pasti mama juga butuh pasangan yang bisa menjaganya.. Aku harus mengerti mama.." batin Agnes berbicara... Setelah itu Agnes memeluk Susan sambil menepuk-nepuk belakang Susan dengan lembut...

" Mama.. Aku mengerti.. Asalkan mama bisa merasa bahagia.. Aku gapapa kok.. Lagian mama juga udah 5tahun bertahan... Papa juga pasti mengerti.."

" Oohh anak mama... Maafin mama.." Susan menangis sambil memeluk erat tubuh anaknya.. Perlahan Agnes melepaskan pelukan mereka..

" Mama.. Mama juga punya kehidupan kok.. Jadi siapa pria yang bisa mengambil hati ibuku yang garang ini??" tertawa sambil mencoba untuk menghilangkan ketegangan suasana...

" Daren.. Pria yang tadi menyapa mama.."

" Ternyata pria itu.. Lalu.. Katanya Jesica itu keponakannya.. Tapi ngapain Jesica memanggilnya papa??"

" Benar itu keponakannya.. Anak kepada kakaknya yang meninggal karna kecelakaan mobil bersama istrinya.. Hanya keponakannya itu yang selamat saat kecelakaan yang menimpa keluarga itu..."

" Jadi mama benar-benar udah dekat sama paman itu ternyata.. Karna mama sudah tau juga soal keponakannya..."

" Sudah tentu sayang.. Karna.. Haaaahhh.. Karna Daren adalah teman baik papa kamu.. Juga.. Daren adalah mantan pacar mama saat kuliah.. Haaahhh.. Ini memalukan bicara seperti ini sama kamu.. Tapi kamu harus tau... Bukannya mama memilih dia karna dia adalah mantan mama tapi.. Daren melakukan mama selayaknya papa memperlakukan mama dengan baik.. Tentu saja lebih baik papamu.."

" Mama.. Ini kejutan buat saya.. Tapi saya enggak punya hak untuk menghalangi kebahagiaan mama.. Apa lagi mama juga udah hidup sendirian selama 5tahun ini.. Maka mama juga berhak merasa bahagia" Ucap Agnes

1
Amiera Syaqilla
hi
Rohos Otaku: Hai 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!