Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29: Pergerakan di Bawah Sinar Matahari dan Pertemuan yang Tidak Terduga
Langkah kaki Tim Guy terdengar sangat minim suara saat mereka melesat di antara dahan-dahan pohon raksasa yang kering. Sinar matahari siang hari ini terasa begitu terik, membakar kulit dan membuat udara di dalam hutan terasa pengap oleh penguapan air tanah. Formasi mereka tetap ketat, namun kali ini kecepatan mereka sedikit dikurangi untuk menjaga tingkat kewaspadaan tertinggi.
Neji yang memimpin di depan mendadak mengangkat tangan kanannya tinggi-gila, memberikan isyarat berhenti secara instan. Lee dan Tenten langsung mengambil posisi merunduk di atas dahan pohon masing-masing, mata mereka menyapu sekeliling dengan pandangan yang tajam.
"Ada apa, Neji?" Tenten berbisik, tangannya sudah berada di atas kantong senjatanya, siap siaga menghadapi serangan mendadak.
"Byakugan!" Neji mendesis pelan, urat-urat gaib kembali menonjol di sekitar pelipisnya. Matanya bergerak melacak sesuatu yang berada di balik semak-semak lebat sekitar seratus meter di depan mereka. "Ada fluktuasi chakra yang sangat kacau di depan kita. Tampaknya... ada tim yang sedang dikepung oleh sekelompok lintah raksasa hutan, atau mereka sedang dijebak oleh genjutsu lingkungan."
Lee menyipitkan matanya, mengandalkan pendengaran fisiknya yang telah terlatih tajam berkat pembukaan gerbang batin secara berkala. "Aku mendengar suara rintihan, Neji. Suaranya terdengar akrab... sepertinya itu adalah ninja dari desa kita sendiri."
"Konoha?" Tenten mengernyitkan dahi. "Siapa? Apakah tim bentukan baru tahun ini?"
"Mari kita periksa, namun tetap jaga jarak aman," perintah Neji sambil melompat ke dahan yang lebih rendah dengan gerakan yang sangat halus.
Saat mereka mendekati sumber suara, pemandangan di bawah mereka mulai terlihat jelas. Di atas sebuah tanah lapang yang dikelilingi oleh tanaman merambat berduri, tampak tiga orang Genin Konoha sedang berada dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Mereka adalah Tim 8—Kiba Inuzuka dengan Akamaru yang menggonggong lemah di dalam dekapannya, Shino Aburame yang jubahnya tampak terkoyak, dan Hinata Hyuga yang sedang berlutut sambil memegangi lengan kirinya yang terluka.
Di sekeliling mereka, tanah tampak berlubang-lubang, sisa dari serangan jutsu elemen tanah berskala menengah. Tidak jauh dari posisi mereka, tiga ninja dari desa Otogakure berdiri dengan senyuman meremehkan yang menghiasi wajah mereka yang tertutup perban.
"Heh, jadi ini yang disebut sebagai keturunan klan elit Hyuga dari Konoha?" salah satu ninja Oto yang memiliki pelindung lengan besi aneh berbisik dengan nada mengejek, suaranya terdengar parau dan penuh kemenangan. "Sangat lemah. Menyerahlah dan berikan gulungan bumi milik kalian, maka kami mungkin akan membiarkan kalian keluar dari hutan ini hidup-hidup."
Hinata tampak gemetar, napasnya tersengal-sengal dengan air mata yang mulai menggenang di sudut matanya yang putih bersih. "A-aku... kami tidak akan memberikan gulungan ini..."
"Cih! Masih keras kepala ya!" Ninja Oto itu mengangkat lengannya, siap melepaskan gelombang suara bertekanan tinggi dari alat mekanis di tangannya.
Di atas dahan pohon, ekspresi wajah Neji berubah menjadi sangat dingin saat melihat sepupunya berada dalam kondisi seperti itu. Ada rasa benci yang mendalam terhadap keluarga utama klan Hyuga di dalam hatinya, namun melihat nama Hyuga dihina oleh ninja dari desa kecil seperti Otogakure membuat harga dirinya terusik.
"Neji..." Tenten melirik rekannya, menunggu keputusan.
Sebelum Neji bisa memberikan perintah, sosok hijau di samping mereka sudah menghilang terlebih dahulu. Lee melompat turun dari dahan pohon setinggi lima belas meter tanpa menimbulkan suara angin sedikit pun, mendarat tepat di tengah-tengah antara Tim 8 dan ketiga ninja Otogakure tersebut.
BOOM!
Debu tanah beterbangan saat tumit kaki Lee menyentuh tanah, menciptakan getaran kecil yang mengejutkan semua orang di area tersebut. Lee berdiri tegak dengan melipat kedua tangannya di depan dada, wajah kotaknya memancarkan aura ketenangan yang sangat intimidatif.
"Siapa kamu?!" Ninja Oto itu melompat mundur sejauh dua langkah, terkejut oleh kedatangan mendadak pemuda beralis tebal tersebut. "Si alis tebal dari Konoha? Jangan ikut campur jika kamu tidak ingin mati di sini!"
"L-Lee-san...?" Hinata mendongak, matanya yang bulat melebar sempurna melihat punggung hijau yang kokoh berdiri di depannya.
Kiba yang sedang memegangi Akamaru juga melotot tak percaya. "Hei! Rock Lee! Apa yang kamu lakukan di sini?! Mereka memiliki jutsu suara yang sangat merepotkan! Jangan maju sembarangan!"
Lee tidak menoleh ke belakang. Dia hanya melirik ketiga ninja Otogakure di depannya dengan pandangan yang sangat datar. Di dalam analisis taktis Reymond, ketiga orang ini hanyalah pion kecil yang tidak memiliki nilai signifikansi tinggi, namun menyelamatkan Tim 8 akan memberikan keuntungan posisi politik di dalam internal Konoha bagi Tim Guy kelak.
"Mengganggu rekan satu desaku di depanku adalah tindakan yang sangat tidak menghormati semangat masa muda," kata Lee, suaranya terdengar berat dan bergaung di lapangan terbuka tersebut. Dia perlahan melonggarkan ikatan perban di tangan kanannya, bersiap untuk menyelesaikan pertarungan ini dalam hitungan detik. "Jika kalian ingin mengambil gulungan mereka, kalian harus melewati dinding ototku terlebih dahulu."
Neji dan Tenten mendarat di samping Lee sesaat kemudian, memperlengkap formasi Tim Guy yang legendaris. Kehadiran Neji dengan Byakugan yang aktif langsung membuat atmosfer di lapangan terbuka itu berubah drastis menjadi sangat menekan bagi pihak lawan.
"K-Klan Hyuga lagi?!" salah satu ninja Oto mulai berkeringat dingin melihat kedatangan bala bantuan yang tidak main-main ini. "Sial... kenapa mereka bisa ada di sini?!"
Pertarungan baru di hari ketiga akan segera meletus, dan Reymond sudah tidak sabar untuk menguji efisiensi jangkauan serangannya terhadap pengguna jutsu berbasis gelombang suara.