NovelToon NovelToon
The Thirteen Fault

The Thirteen Fault

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: whimsy quinn

Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona

Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Broken Focus

Ya,penjual Boba tadi memang river

Setelah kepergian billby tadi, river tidak bisa berhenti memikirkan billby. Entah karena apa.. dan saat ini yang ada di bayangannya adalah kedua mata bulat gadis itu...

"Mirip mysya" ,gumamnya tanpa sadar

Mysya adalah panggilan khusus dari river untuk jiza. Mysya sendiri diambil dari suku kata akhir nama jiza dan suku kata awal nama tengahnya. JizaMY SYAnilla zloty. Begitulah

Setelah sadar dari gumaman nya tadi, ia terkejut. Sangat terkejut "emang iya ya?" Tanyanya lagi pada diri sendiri

"Eh,iya loh.." ucapan itu keluar saat ia mengingat ingat lagi mata gadis itu

Saat billby keluar dari cafe itu tadi, river terus mengikuti langkahnya dengan sepasang mata tajamnya. Jadi, ia tahu kalau saat ini billby ada barber shop sebelah.

'"samperin ah..tanya umur sama nama aja.." pikir pria itu. Dengan langkah ragu ia berjalan keluar memegang gagang pintu cafenya cukup lama.. setelah meyakinkan dirinya sendiri ia mulai melanjutkan langkahnya ke ruko sebelah..

Namun, langkahnya terhenti saat melihat ke dalam. Tiba-tiba seperti ada tangan tak kasat mata yang meremas jantungnya. Kakinya tidak bisa bergerak seolah tertancap paku.

Di dalam barber shop,

Billby meminum bobanya dengan santai.karena alasan itu.. wajah billby kini tak lagi memakai masker. Di sebelahnya ada seorang pria memakai masker sedang menatap billby seperti orang yang sedang mengobrol. Jarak duduk keduanya sangat dekat. membuat river yakin kalau gadis itu pergi bersama si pria bermasker sebelahnya itu

Walaupun laki-laki di sebelah billby itu memakai masker, river tetap bisa mengenalinya "Jack" gumam pria yang sedang memperhatikan billby dari luar. Lalu ia beralih menatap billby lagi "kamu beneran mirip jiza" komentarnya lirih dengan suara yang tercekat

Sebenarnya billby tidak terlalu mirip jiza, matanya saja yang sama namun,model rambut billby saat ini persis Dengan model rambut jiza saat berumur 13tahun. Alias waktu terakhir kali river bertatap muka dengan nya. Mungkin hal itu yang membuat river merasa billby begitu mirip dengan jiza.

Di balik kaca jendela barber shop itu, pandangan River terkunci sepenuhnya pada rambut Billby. Gadis kecil itu memiliki potongan rambut hush cut sebahu, dengan layer halus yang membingkai manis wajah belianya.

Bagian ujung rambutnya yang dipotong bertingkat itu bergerak mengikuti gestur tubuh Billby saat ia menyedot bobanya. Di bagian depan, dahi gadis itu ditutupi oleh poni wispy yang tipis dan agak acak, sangat pas untuk anak seusianya.

Model rambut seperti itulah yang persis melekat pada ingatan River tentang Jiza empat belas tahun silam. Tepat di hari terakhir mereka saling bertatap muka, Jiza memiliki gaya rambut yang sama persis saat usianya menginjak tiga belas tahun—potongan rambut yang kini seolah hidup kembali dalam diri putri kecil mereka, menyiram hati River dengan rasa rindu yang kian menyesakkan dada.

River ingin. Sangat. Ia ingin mendatangi gadis kecil itu dan memeluknya. Namun, tidak bisa.. ia tahu.. seberapa bencinya Jack kepada dirinya

Ia hanya bisa berharap, suatu saat nanti ia akan dipertemukan lagi dengan billby tanpa adanya.. pria itu

Setelah berlalu cukup lama, akhirnya sampai juga bagian Jack untuk potong rambut. Sedangkan di luar sana.. river masih terus memandangi billby dengan tatapan rindu

Bagaimana ia tidak rindu? billby itu anaknya. Darah dagingnya. Namun, sampai saat ini ia belum pernah menyentuh, mengelus, memberikan kasih sayang nya untuk billby. Bahkan, Ini pertama kalinya ia dapat melihat billby yang tiba-tiba sudah berumur tiga belas tahun

Wajah River berubah sendu. Ia sudah kehilangan banyak waktu dengan putrinya itu.. mata river berkaca-kaca. Hingga akhirnya wajah billby tertutup oleh punggung laki-laki yang membawanya ke sini

Jack.

Sepertinya laki laki itu mengajak billby untuk pulang. Apakah secepat itu proses cukur rambut nya? Oh,tentu tidak. Itu pikiran River saja yang daritadi sibuk sendiri dengan memori memori tiga belas tahun lalu

Tiga belas tahun lalu,

River dikabarkan oleh jiza, bahwa jiza tengah mengandung seorang bayi yang diyakini adalah anak river.

"Aku sekeluarga check up karena Kakek baru Dateng dari Bangladesh yang lagi kena wabah..eh,tau tau nya dokter bilang aku hamil. Aku hamil  dua bulan. Abang marah banget. Dia bilang bakal ngabisin kamu pake cara sesadis mungkin. Terus Mama juga bilang terserah aja.. mama bilang mama bakal usir kamu dari rumah kalo Abang udah puas sama kamu.mending kamu jangan pulang ya.. kamu disana aja.. aku takut kamu di apa apa in" adu jiza sambil menangis

Waktu itu River sedang pergi ke London untuk bertemu dengan sahabat nya yang sejak dua tahun lalu pindah ke sana. Jiza merasa lebih baik river disana saja daripada pulang yang hanya mendapat amukan dari abangnya. Lagipula yang river kunjungi itu sahabat baiknya.

Seharusnya tidak akan keberatan kan?

Namun, river tak mendengarkan saran jiza.  Menurutnya, ia berani melakukan hal yang kini jadi masalah, ia juga harus berani untuk mempertanggungjawabkan nya.

Alhasil,hari itu juga ia berniat untuk kembali ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Saat jiza meneleponnya,ia sedang mengemudi mobil. Yang tujuannya adalah untuk menjemput sahabat nya di sekolah. Namun, karena kabar mengejutkan dari jiza itu, fokusnya terpecah..

Hingga saat ia berada di lampu merah. Ia tak menyadari kalau ini bukan waktunya untuk ia jalan. Ia tak menyadari kalau di depannya ada lampu merah yang menyuruhnya untuk berhenti.

Alhasil, ia yang tetap menjalankan mobilnya itu harus rela tertabrak truk gandeng yang memang mendapat jatah untuk menjalankan kendaraannya

Karena kecelakaan itu, River sempat koma selama  enam bulan lamanya. Keluarganya dan keluarga jiza mendapat kabar tersebut. Namun, tidak ada yang menjenguknya.

Berulang kali jiza berusaha kabur untuk melihat kondisi River di London sana. namun, tidak pernah berhasil. Ia juga berulang kali memohon agar diizinkan untuk pergi.namun, bukan hanya penolakan yang ia dapat dari Abangnya tapi juga larangan untuk bertemu lagi selamanya.

Dulu jiza dan Jack sangat akrab. Jack begitu sangat menyayangi adiknya. Semua keinginan jiza ia penuhi. Namun, semuanya berubah setelah kejadian ini. Jack sama sekali tidak mau mendengar ucapan jiza, ataupun permohonan jiza.

Jack berubah. Ia menjadi Abang yang sangat kasar. Walaupun tidak main fisik. Tapi sikap dan kata kata nya begitu menusuk. Jack yang dulu selalu menuruti kemauannya kini tak ada lagi.

Kini permintaan jiza bukan lagi sesuatu yang ia pedulikan. Padahal jiza hanya meminta satu hal. Untuk memaafkan river dan tidak menyentuh nya. Jiza memohon dengan segala cara. Namun, Jack sama sekali tidak memperdulikan nya

Ia sudah berubah. Berubah karena kekecewaan yang tak pernah ia sangka. Jiza yang tampak polos, kini hamil anak di luar nikah. Sedangkan river yang selama ini terlihat baik, humble, dan dewasa itu tega merusak kesucian adiknya.

Setelah berlalu  enam bulan, river yang baru sadar dari komanya langsung memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Persetan dengan kondisi tubuhnya yang masih sangat jauh dari  kata baik baik saja

Pikirannya saat itu dipenuhi oleh jiza. Ia harus bertemu dengan jiza.

Harus.

Sekarang juga.

Secepat yang ia bisa.

Akhirnya ia tiba di Indonesia. Dengan kondisi tubuh yang masih sangat lemah. Untungnya ia tidak membawa barang apapun. Ia hanya membawa tubuh lemahnya yang tampak lebih kurus dari saat ia meninggalkan negara ini beberapa bulan lalu. Bahkan baju baju nya yang ia bawa ke London enam bulan lalu ia tinggalkan disana. Ia segera pergi ke rumah jiza.

Ia sudah membayangkan apa yang akan terjadi. Tapi, ia tidak perduli. Entah siap atau tidak ia menanggungnya, yang jelas ia harus bertemu jiza. Dan yang menyambutnya disana adalah wajah killer milik Jack.

1
chill
komentar ya say.. buat motivasi penulis baru💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!