NovelToon NovelToon
Terpikat Mas Preman

Terpikat Mas Preman

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Akira Fan

Kamila Larasati, seorang gadis cantik yang pintar, kritis, keras kepala dan punya pendirian kuat persis seperti ayahnya yang seorang Jendral TNI. Kamila menentang perjodohan yang dilakukan ayahnya dengan bawahannya. Dia tidak ingin mengikuti jejak kakaknya yang kehidupan pernikahannya terlalu banyak aturan.

Kamila masih sangatlah muda. Dia masih ingin bebas menikmati masa mudanya dengan berbagai pengalaman yang bermakna.

Sampai pada suatu hari, dia bertemu dengan Mahardika Pratama yang seorang preman kampung. Kejadian yang tak terduga menjadi awal pertemuan mereka hingga seiring berjalannya waktu tumbuhlah rasa cinta diantara mereka. Tapi ada sebuah rahasia yang sempat menggoyahkan perasaan Kamila. Apakah akhirnya cinta mereka akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akira Fan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Ke Pasar Malam

Dika akhirnya ikut menemani Kamila dan Veni jalan-jalan. Mereka terlihat asyik mengobrol disepanjang perjalanan. Melalui penuturan Dika, akhirnya Kamila dan Veni menjadi sedikit banyak tahu kejadian akhir-akhir ini di kampung itu.

"Ternyata Mas Dika asyik juga orangnya," ucap Veni jujur.

"Begitu ya?," ucap Dika terkekeh.

"Makasih ya Mas sudah menemani jalan-jalan keliling kampung tadi, kita pulang dulu ya? Takut dicariin ibu," pamit Kamila sedikit canggung, bagaimanapun mereka belum lama kenal.

"Oh oke, hati-hati ya?," ucap Dika dengan ekspresi seakan terpaksa mengiyakan.

"Sampai jumpa Mas Dika," pamit Veni dengan suara cemprengnya. Nggak ada malu-malunya, berbeda dengan Kamila yang masih sedikit canggung.

"Eh tunggu!," cegah Dika tiba-tiba, menghentikan langkah Kamila dan Veni.

"Nanti malam dikampung sebelah ada pasar malam, kalian mau pergi kesana nggak?," lanjut Dika.

"Mau mau, boleh tuh mas. Udah lama aku nggak pergi ke pasar malam dikampung," jawab Veni antusias. Kamila menarik ujung baju Veni karena malu dengan sikap Veni yang blak-blakan.

"Aduh Ven, kok langsung iya in sih. Kita kan baru kenal. Kamu nggak khawatir apa kalau nanti kenapa-kenapa," bisik Kamila ditelinga Veni.

"Tenang aja Mil, aku rasa Mas Dika baik kok. Kamu ingat kan setiap kali kita kesusahan pasti dia yang nolongin kita," ucap Veni mencoba meyakinkan Kamila yang masih ragu-ragu dengan Dika.

"Udah, nanti aku ajak temenku yang cowok juga biar aman dan diizinin bapak," lanjut Veni.

"Ya udah deh kalau gitu," ucap Kamila akhirnya terpaksa mengiyakan.

"Oke mas, jadi nanti malam," Veni sengaja mengulangi jawabannya tadi karena Dika masih menunggu mereka.

"Oke, kita langsung ketemu disana aja ya? Boleh minta no kamu?," Dika mengeluarkan handphonenya untuk mencatat nomer Veni atau Kamila yang sekiranya bisa dihubungi.

"Aku lupa nggak bawa Hp, dan kebetulan nggak hafal nomerku. Nomer kamu aja Mil," Veni menyenggol lengan Kamila untuk memberikan nomernya.

Kamila memelototkan matanya karena ulah Veni tadi. Dengan terpaksa dia pun akhirnya memberikan nomernya pada Dika.

"Oke, sampai ketemu nanti malam ya?," Dika pun berlalu meninggalkan mereka.

Kamila dan Veni hanya mengangguk pelan kemudian mereka berdua pun juga kembali ke rumah.

Tanpa mereka sadari Dika kembali menatap kepergian mereka dengan sebuah senyuman yang sulit diartikan. Dia pun melanjutkan kembali perjalanannya sambil bersiul ria.

"Widih, lagi seneng nih Dik?," tanya Aldo, teman dekat Dika.

"Yoi, aku tadi ketemu lagi dengan cewek kemaren Do," jawab Dika jujur.

"Cewek yang mana? Perasaan kemaren kita ketemu banyak cewek?," ucap Aldo enteng diikuti gelak tawa yang lainnya.

"Dasar playboy, maksudku tuh cewek kemaren yang sempat jadi tawanan Toni kemaren dodol," gerutu Dika mendengar ledekan teman-temannya.

"Oh gadis kota itu? Iya iya aku ingat, tinggi juga selera kamu Dik," goda Aldo lagi.

"Emang kamu semua cewek juga kamu taksir," balas Dika meledek Aldo yang hanya dibalas Aldo dengan mencebikkan bibirnya.

Semua yang ada disana pun tertawa mendengar ucapan Dika. Diantara mereka memang Aldo yang terkenal playboy. Dia suka menggoda cewek-cewek dikampung itu.

"Entar malem kamu ikut aku ke pasar malam nggak? Nanti aku kenalin sama temannya, dia asli anak sini," ajak Dika membuat mata Aldo berbinar.

"Boleh tuh, temennya cantik nggak?," tanya Aldo penasaran.

"Emm, lumayan. Dari pada mantan-mantanmu lebih cantikan dia menurutku," jawab Dika membuat Aldo semakin penasaran.

"Oke, kalau gitu aku ikut Dik," ucap Aldo mantap.

Malam hari pun tiba, Kamila dan Veni sudah bersiap akan berangkat ke pasar malam. Mereka tinggal menunggu kedatangan teman Veni yang akan menemani mereka pergi ke sana supaya diperbolehkan Pak Yadi.

Ting

Ada pesan masuk di handphone Kamila. Dia pun segera membuka pesan yang masuk dari nomer yang tidak dikenal.

"Sudah siap belum? Dika," isi pesan tersebut.

"Sudah Mas, ini masih nunggu temannya Veni," jawab Kamila jujur.

Dika menaikkan sebelah alisnya, "Mereka bawa teman lagi," batin Dika.

"Oke, aku sudah dipasar malam. Aku tunggu di jalan masuk ya?," balas Dika akhirnya.

"Oke Mas," jawab Kamila singkat kemudian menyimpan kembali handphone nya.

Tak berselang lama, teman Veni yang ditunggu pun datang. Cowok jangkung dengan penampilan rapi dan klimis terlihat memarkirkan motornya kemudian turun menemui Veni dan Kamila yang sejak tadi menunggunya di teras.

"Assalamualaikum, kalian menunggu lama ya?," tanya cowok itu.

"Wa'alaikumsalam, nggak kok Vin. Baru sepuluh menitan," jawab Veni singkat.

"Oh iya kenalin nih temanku dari kota. Namanya Kamila," Veni segera memperkenalkan Kamila pada teman cowoknya dikampung dulu.

"Alvin," ucap cowok itu memperkenalkan diri duluan.

"Kamila," balas Kamila singkat dengan senyum sopannya.

"Kita berangkat sekarang! Keburu malam nih," ajak Alvin untuk segera berangkat.

"Oke, ayo naik Mil," Veni dan Kamila berboncengan dengan motor Veni. Sedang Alvin menaiki motornya sendiri mengikuti Veni dari belakang.

Sekitar 15 menitan mereka pun sampai dilokasi pasar malam. Suasananya sangat ramai sekali dipenuhi lampu kerlap kerlip yang indah. Terdengar suara musik dari panggung hiburan dan juga dikiri kanan menuju lokasi sudah berjejer para penjual jajanan.

Veni dan Alvin segera memarkirkan motor mereka. Kemudian mereka bertiga pun menuju pintu masuk lokasi pasar malam yang sudah banyak orang yang berlalu lalang.

"Hai, sini!," panggil sesorang sambil melambaikan tangannya kepada mereka bertiga.

Kamila dan Veni menganggukkan kepalanya kemudian menghampiri Dika yang sudah menunggu.

"Mas Dika sudah lama menunggu?," tanya Veni.

"Nggak kok, baru sekitar lima menitan disini," jawab Dika kemudian dia memanggil seseorang.

"Do, sini!," panggil Dika pada Aldo yang mengobrol dengan beberapa cewek di dekat penjual aksesoris.

Aldo yang mendengar teriakan Dika pun segera menghampirinya. Tak lupa dia berpamitan dengan cewek-cewek yang didekatinya tadi. Membuat Kamila dan Veni saling berpandangan merasa punya firasat yang tidak enak.

"Hai Dik, Hallo saya Aldo," Aldo mengulurkan tangannya memperkenalkan diri pada Kamila, Veni dan Alvin secara bergantian.

Ketika bertatapan dengan Alvin senyum sinis tersungging di bibir Aldo. Sepertinya mereka sudah saling kenal.

Mereka pun masuk bersama-sama. Kamila sangat antusias melihat pemandangan di pasar malam ini.

"Ayo kita kesana!," ajak Dika pada Kamila.

Kamila hanya membalasnya dengan anggukan. Tiba-tiba Dika menggandeng tangan Kamila dan mengajaknya menuju suatu tempat.

Veni yang asyik mengobrol dengan Aldo yang juga nggak kalah cerewet nggak menyadari mereka telah berpisah dengan Kamila dan Dika. Sedangkan Alvin hanya menyedekapkan tangannya di depan dadanya. Dia merasa jengah melihat Veni yang nampak akrab dengan Aldo yang baru dikenalnya mengabaikan sahabatnya dari kecil.

"Temen kamu tadi mana Ven?," ucap Alvin menyadari mereka telah berpisah dengan Kamila dan Dika.

Veni kaget mendengar ucapan Alvin, dia pun menghentikan aktivitasnya yang main permainan lempar gelang dengan Aldo.

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Akira Fan: Siap kak, terima kasih supportnya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!