NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Namaku Jiang Yuan

Kedua pria berpakaian hitam itu saling melemparkan anggukan cepat, mengunci target yang sama.

Tanpa membuang waktu, sepasang kaki mereka menghentak tanah secara bersamaan hingga menyemburkan debu, lalu melesat maju dengan kecepatan penuh.

"Bunuh bocah itu lebih dulu!"

Melihat pergerakan yang terarah lurus kepadanya, Jiang Yuan menggeser pijakan kakinya, menatap waspada ke arah depan sambil memperhitungkan jarak.

'Datang.'

Dalam hitungan detik, kedua pria itu sudah semakin dekat, membelah semak-semak hutan dengan senjata dan kepalan tangan yang siap merenggut nyawa Jiang Yuan.

Namun, sebelum serangan mereka sempat menyentuh sehelai rambut pun, bayangan merah beraroma harum mendadak berkelebat.

Wang Ning secara magis telah muncul tepat di hadapan Jiang Yuan, memunggungi pemuda itu untuk menjadi tameng yang kokoh.

"Enyahlah."

Ledakan!

Sebuah ledakan energi yang teramat dahsyat meletus dari kibasan lengan gaun Wang Ning. Gelombang Dou Qi merah menyala menyapu ke depan bagaikan ombak badai yang mengamuk, memenuhi seluruh area hutan dengan tekanan udara yang menghimpit.

Kekuatan masif itu seketika membuat kedua penyerang terpental jauh ke belakang, menabrak batang-batang pohon hingga patah.

Bahkan Jiang Yuan sendiri terpaksa melangkah mundur beberapa tindak demi menjaga keseimbangan tubuhnya dari embusan angin sisa ledakan.

Tepat dari balik punggung indah Wang Ning, energi Dou Qi merah yang membubung mulai memadat dan membentuk seekor Phoenix Api raksasa.

Makhluk legendaris dari energi murni itu mengepakkan sayapnya yang membara, memercikkan kobaran api yang membakar udara sekitar.

"Hari ini, tidak ada yang bisa lolos! Sekte Bulan Kabut sudah mengepung kalian, Aula Jiwa!"

Jiang Yuan menggeser kaki kanannya ke belakang, mengambil jarak satu langkah lagi sambil mengamati situasi dengan saksama.

'Orang-orang ini dari Aula Jiwa. Kalau begitu... dengan adanya Sekte Bulan Kabut masalah bisa dibereskan.'

Hanya dengan satu kilatan di bola mata emasnya, Wang Ning memberi perintah mental.

Phoenix Api miliknya melesat maju membelah kegelapan hutan, meninggalkan jalur api di tanah saat menerjang lurus ke arah kedua pria berbaju hitam yang baru saja berusaha bangkit.

"Arghh!"

"Khh!"

Blarrr!

Ledakan besar kembali mengguncang tempat itu. Kobaran api suci membakar habis segalanya dalam sekejap.

Kedua anggota Aula Jiwa tersebut tewas seketika tanpa meninggalkan jejak jasad sedikit pun, hanya serpihan Dou Qi tipis berwarna keruh yang perlahan terbang dan pudar di udara.

Setelah ancaman lenyap, Wang Ning memutar tubuhnya dengan gemulai, berbalik sepenuhnya untuk menatap Jiang Yuan.

Gerakan berputar yang anggun itu menciptakan liukan sensual pada pinggangnya yang ramping, membuat bagian dadanya yang penuh membusung dan bergoyang lembut di balik ketatnya kain gaun merah.

Tatapan mata emas yang tajam dan sarat kekuatan itu seketika memicu insting bertahan hidup Jiang Yuan.

Menghadapi pesona yang intim sekaligus mengancam, ia secara refleks melangkah mundur beberapa langkah guna menjaga jarak aman.

"Tenanglah. Sekte Bulan Kabut sudah datang. Orang-orang dari Aula Jiwa yang menyerang desa ini akan dibereskan. Semuanya pasti selamat."

Wang Ning kemudian melangkah maju secara perlahan, mendekati Jiang Yuan dengan langkah yang sengaja dibuat berlenggok santai, menguarkan aura memikat yang begitu pekat.

"Sementara kau, bocah. Bisa bertahan dari serangan kultivator Ranah Da Dou Shi, dan masih terlihat segar sekarang. Kelihatannya bakatmu tidak buruk."

Mendengar pujian bernada menyelidik itu, Jiang Yuan segera merapatkan kedua telapak tangannya di depan dada, lalu menundukkan kepala dan membungkukkan sedikit badannya sebagai tanda hormat.

"Makasih, Tetua sudah menyelamatkan."

"Jangan begitu." Wang Ning mengangkat tangan kanannya yang lentik, mendaratkan ujung jari telunjuknya di dagu yang tirus sambil memiringkan kepalanya sedikit, menatap Jiang Yuan penuh minat. "Bagaimana... kalau kau jadi muridku saja. Masuk ke Puncak Teratai, mau?"

Jiang Yuan mengangkat kepalanya, memberanikan diri menatap langsung ke dalam sepasang manik mata emas Wang Ning yang berkilau.

"Saya hanya orang biasa. Bagaimana mungkin bisa menjadi murid Anda."

Wang Ning mengambil satu langkah besar ke depan, memperpendek jarak di antara mereka.

Gerakan kaki jenjangnya membuat belahan gaun sutra itu tersingkap lebar, mengekspos kulit paha mulusnya yang seputih susu hingga ke bagian atas.

"Aku berpikir kau memiliki bakat. Karena itulah aku mengajakmu." Tatapan matanya mendadak berubah menjadi jauh lebih tajam dan dingin, mengunci pergerakan Jiang Yuan. "Atau kau berpikir penilaianku salah?"

Tekanan tak kasatmata mulai menindas pundak Jiang Yuan. Wanita di hadapannya jelas sedang memaksa, mutlak tidak memberikan celah sedikit pun untuk memilih.

Jiang Yuan menyadari betul bahwa penolakan pada detik ini hanya akan menuntunnya pada konsekuensi yang mengerikan.

"Kalau... Tetua Wang Ning berpikir begitu, saya hanya bisa menerimanya."

Mendengar jawaban patuh tersebut, bibir merah Wang Ning melengkung, mengulas senyuman puas yang penuh kemenangan.

"Bersujudlah tiga kali, dan panggil aku Guru Ning."

Jiang Yuan tidak memiliki pilihan selain menuruti perintah tersebut. Demi kelangsungan hidupnya, ia mengikuti tradisi pengangkatan guru ini tanpa keraguan.

Pemuda itu menjatuhkan kedua lututnya ke tanah, lalu membungkuk dalam-dalam hingga dahinya menyentuh permukaan tanah yang dingin. Satu. Dua. Tiga.

Setelah menyelesaikan tiga sujud, Jiang Yuan bangkit berdiri kembali, merapatkan kedua tangannya di depan dada dengan khidmat.

"Mohon terima aku, Guru Ning."

Wang Ning akhirnya membalikkan badan dengan gerakan memutar yang cepat, kembali memunggungi Jiang Yuan.

"Bagus. Ayo kita pergi."

Hembusan angin dari gerakannya membuat kain gaun merahnya berkibar pelan, kembali menyikap paha mulusnya yang indah sebelum jatuh menutup sebagian.

"Jangan bicara terlalu sopan. Aku tidak suka itu."

Bersamaan dengan kalimat itu, Wang Ning mengibaskan lengan kanannya ke udara.

Energi Dou Qi berwarna merah menyala seketika berkumpul di atas mereka, memadat dengan cepat hingga membentuk seekor elang energi berukuran besar.

Dengan satu lompatan ringan yang anggun, Wang Ning melesat naik dan mendarat sempurna di atas punggung elang energi tersebut.

"Naiklah, bocah."

Jiang Yuan segera melompat, menapakkan kakinya dengan hati-hati di atas punggung makhluk energi itu.

Ia mengambil posisi berdiri tepat di belakang tubuh Wang Ning, mencium aroma wangi yang menguar dari rambut hitam sang wanita.

Merasakan kehadiran murid barunya, Wang Ning menolehkan kepalanya ke belakang, melirik lewat sudut matanya yang indah.

"Benar juga. Siapa namamu?"

Jiang Yuan menatap punggung dan profil samping wajah wanita itu sejenak, mengunci ekspresinya agar tetap tenang sebelum akhirnya menjawab.

"Namaku... Jiang Yuan."​

1
yayat
sungguh kuat mental jian
yayat
dapat bonus extra ni dari tetua ning
Cecilia: tinggal tunggu mainnya😋
total 1 replies
emg gw pikirin?
yh, ini mc ga naif, ga asal ambil harta, best deh
emg gw pikirin?
mc msi cool2 dsnii
emg gw pikirin?
suka dchhh sama mc gni
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!