NovelToon NovelToon
BOBON PENDEKAR TERKUAT

BOBON PENDEKAR TERKUAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:952
Nilai: 5
Nama Author: GEELANG

Di Desa Windu Sari yang tenang, hiduplah Bobon, bocah polos yang selalu lapar dan membantu Nenek Mira menjual tahu. Tanpa sadar, ia memiliki kekuatan aneh yang kadang muncul tiba-tiba.

Nenek Mira menyimpan rahasia besar tentang asal-usulnya. Ketika peristiwa tak terduga terjadi, sosok asing mulai mengintai desa. Siapa sebenarnya Bobon, dan apa yang tersembunyi dalam dirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Kepergian Bobon

Malam itu Bobon tidak bisa tidur. Dia duduk di kamarnya, memandangi kain biru yang ditinggalkan Nenek Mira di atas makamnya. Kenangan demi kenangan mengalir di pikirannya. Saat Nenek Mira mengajarinya membuat tahu, saat Nenek Mira melindunginya dari anak-anak usil, saat Nenek Mira menemaninya tidur saat dia takut.

Semua kenangan itu kini terasa begitu berharga. Dan Bobon menangis dalam diam.

Wulan datang ke kamarnya dan duduk di sampingnya. "Kau masih menangis?"

"Aku tidak bisa berhenti, Wulan. Setiap kali aku memejamkan mata, aku melihat wajahnya."

"Aku mengerti. Tapi kau harus istirahat. Besok kau akan menghadapi Kaisar Kegelapan. Kau butuh tenaga."

"Aku tahu. Tapi tubuhku tidak mau tidur."

Wulan meraih tangan Bobon. "Aku akan menemanimu. Kita bisa duduk bersama sampai kau tertidur."

Bobon tersenyum tipis. "Terima kasih, Wulan."

Mereka duduk bersama dalam keheningan. Bobon perlahan merasakan kantuk yang mulai menyelimutinya. Matanya terasa berat.

"Wulan, aku ingin bertanya sesuatu," kata Bobon pelan.

"Tanya saja."

"Setelah semua ini selesai, apa yang akan kita lakukan?"

Wulan tersenyum. "Kita akan hidup sederhana. Mungkin membuka warung tahu seperti yang Nenek Mira lakukan. Kita akan hidup damai dan bahagia."

"Kau benar-benar mau itu?"

"Aku mau, Bobon. Aku sudah lelah menjadi Jenderal Iblis. Aku hanya ingin hidup bersamamu."

Bobon tersenyum. "Itu semua yang aku inginkan."

Dia akhirnya tertidur di bahu Wulan. Wulan duduk di sana, menjaganya sampai fajar tiba.

Pagi harinya, Bobon bangun dengan perasaan yang lebih baik. Rasa sedih masih ada, tapi kini ada tekad yang lebih kuat. Dia tahu Nenek Mira akan bangga jika dia terus maju.

Sarapan pagi berlangsung dengan suasana yang khidmat. Semua orang tahu hari ini adalah hari pertempuran besar. Bobon akan menghadapi Kaisar Kegelapan.

"Bobon, aku akan ikut denganmu," kata Pangeran Bima.

"Tidak, Pangeran. Ini pertempuranku. Aku harus menghadapinya sendirian."

"Tapi kau tidak bisa sendirian melawan Kaisar Kegelapan. Dia terlalu kuat."

"Aku sudah membuka semua segelku, Pangeran. Aku cukup kuat. Lagipula, jika aku kalah, kerajaan ini butuh pemimpin. Dan kau adalah pemimpin yang baik."

Pangeran Bima terdiam. Dia tahu Bobon benar. "Baiklah. Tapi jika kau butuh bantuan, kirim sinyal. Kami akan datang."

"Aku akan melakukannya."

Bobon berdiri dan menatap semua orang di ruangan itu. Keluarga kerajaan, para tetua sekte, Wulan, Aditya, Tono, dan semua orang yang dia cintai.

"Aku akan pergi sekarang," kata Bobon. "Aku akan menghadapi Kaisar Kegelapan dan menghentikannya."

Semua orang terdiam. Ada kekhawatiran di mata mereka, tapi juga ada harapan.

"Bobon, hati-hati," kata Putri Laras dengan mata berkaca-kaca.

"Aku akan kembali, Putri. Aku berjanji."

Bobon berjalan keluar istana. Wulan dan Aditya mengikutinya sampai ke gerbang.

"Kau yakin tidak ingin kami ikut?" tanya Wulan.

"Aku yakin. Ini adalah pertempuranku. Tapi aku akan kembali. Aku berjanji."

Wulan memeluk Bobon erat. "Aku akan menunggumu."

"Aku tahu. Dan aku akan kembali padamu."

Bobon melepaskan pelukan Wulan dan berjalan keluar dari Kerajaan Kencana. Di depannya, dunia terbentang luas. Tujuan akhirnya adalah pulau terkutuk di tengah lautan darah, markas Kaisar Kegelapan.

Dia berjalan melewati hutan dan bukit. Melewati sungai dan lembah. Penglihatannya yang baru membantunya melihat energi di sekitarnya. Dia bisa merasakan kehadiran Kaisar Kegelapan di kejauhan.

Saat dia tiba di tepi lautan, dia melihat pulau terkutuk di kejauhan. Pulau itu diselimuti kabut hitam yang tebal. Tidak ada kapal yang berani mendekat.

Tapi Bobon tidak butuh kapal. Dia melangkah ke atas air dan berjalan di atasnya. Kakinya tidak pernah tenggelam. Energi di tubuhnya membuatnya ringan seperti bulu.

Dia berjalan di atas air menuju pulau itu. Kabut hitam mulai menyelimutinya. Tapi dia tidak takut. Dia terus melangkah maju.

Di pulau itu, Kaisar Kegelapan menunggunya.

"Aku datang," bisik Bobon. "Aku datang untuk mengakhiri semua ini."

Dan di atas pulau terkutuk, pertempuran terakhir dimulai.

---

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Tak kira judulnya Babon, jebule Bobon🗿👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!