Genre: Komedi Fantasy
Sinopsis:
Akibahara Yousuke seorang pemuda pemalas yang tidak sengaja menemukan sebuah aplikasi mencurigakan di ponselnya, ketika dia mencobanya ia menemukan dirinya telah berada di dunia lain dan di saat yang sama ia telah mengaktifkan sebuah sistem yang akan terus memberikannya misi gila yang tidak bisa dia hindari, kegagalan memberikannya hukuman dan tidak mencoba adalah kematian, itulah aturannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 13 : Kota Mariana
Yousuke telah siuman dan sedikit memegangi kepalanya yang sakit. Dia mendengar suara yang mengkhawatirkannya dan melihat bahwa pandangannya telah tertutupi dua gunung Everest.
Walau tidak terlihat, Yousuke tahu bahwa dia adalah Emilia yang sengaja meminjamkan pahanya sebagai bantalan kepala.
"Bukannya ini yang mereka katakan seperti bantal surga."
"Yousuke, bukannya kamu selalu terdengar membesar-besarkan sesuatu secara berlebihan."
"Masa? Aku pikir normal-normal saja mengatakan apapun yang terlintas di pikiranmu."
"Yah, kurasa kamu benar.. seharunya aku juga lebih percaya diri untuk menunjukkan kepribadianku."
Yousuke tersenyum tipis sambil memalingkan wajah ke samping dan melihat bahwa orang-orang tengah bersama saling mengobrol dan tertawa, jika harus jujur Yousuke tidak pernah melihat pemandangan seperti ini begitu dekat, dia hanya akan mengawasi siapapun dari kejauhan dan menilai bahwa mereka terlihat bahagia atau tidak.
"Sebaiknya aku bangun sekarang, aku sudah tidak apa-apa jadi tidak perlu."
Perkataan Yousuke terpotong dengan perkataan Emilia.
"Aku tidak memiliki bakat, lemah dan tidak dapat diandalkan, apa aku bisa terus di kelompok ini? Aku kini merasa bahwa yang dilakukan orang-orang terhadapku memang sebuah keputusan tepat."
Yousuke memilih untuk membaringkan dirinya kembali setelah mendengarkan pernyataan itu, dia mengusap rambutnya kasar.
"Entah aku ataupun July kami berdua tidak akan yang menganggapmu beban, jika pun ada itu pastilah aku."
"Tapi..."
"Coba pikirkan, aku ini tidak bisa sihir, gegabah, penakut dan juga licik. Aku malah cemburu denganmu."
"Aku?"
"Emilia itu cantik, baik dan juga bisa menggunakan sihir dengan cara berbeda, entah apa yang orang lain pikirkan bagiku sihir Emilia jauh lebih indah, jika sihir hanya digunakan untuk bertarung bukannya sihir kamu bisa digunakan dengan cara berbeda juga."
Emilia tidak pernah memikirkannya, sihir tidak hanya digunakan untuk bertarung tapi untuk sebuah keindahan.
"Aku akan mengajarkan beberapa trik bagus nanti, suatu hari bahkan jika kamu tidak pandai menggunakan sihir serangan, sihirmu akan dikenal banyak orang, karena itulah jangan selalu menilai dirimu lebih rendah dibandingkan orang lain, karena bagiku entah Emilia atau July adalah orang yang jauh lebih baik yang aku kenal."
Emilia kehilangan kata-katanya, bagi dirinya dia selalu menganggap dirinya beban dan menyangkut pautkan masa lalu dengan dirinya yang sekarang, Yousuke sendiri hanya membantunya untuk memilih jalan baru tanpa mempedulikan hal seperti apa dan tidak bisa orang lain lakukan.
Dia hanya berpegang pada konsep lakukanlah jika kau bisa dan berikan pada orang lain jika itu perlu.
Di dunia ini semua orang memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing, tidak ada manusia yang lemah di Dunia ini, yang ada hanya manusia yang memilih menyerah sebelum mereka mencari kelebihannya sendiri.
Yousuke juga tidak memaksanya segera berubah melainkan secara perlahan-lahan.
Kecuali rasa terima kasih, tidak ada hal lagi yang bisa dilontarkan oleh Emilia.
July berteriak ke arah mereka berdua.
"Sampai kapan kalian bermesraan di sana, cepat kemari aku juga membuat makanan untuk kalian berdua."
"Kuharap rasanya enak," terhadap pernyataan Yousuke, Emilia sedikit tertawa.
Sesampainya di kota Mariana, Yousuke membentangkan tangannya penuh suka cita.
"Akhirnya kita sampai, Emilia bantu aku memegangi karung ini, kita akan menculik seorang dengan ini."
"Kau ingin ditangkap yah."
Sistem menyela.
"Populasi keseluruhan kota Mariana, orang dewasa 500 orang, anak-anak 700 dan loli 1.000"
"Dengar itu, banyak loli di sini."
"Emilia aku akan pergi untuk mengatakan bahwa ada kriminal pedofil di sini."
"Baiklah, kirim banyak personil nanti."
"Aku cuma bercanda, kalian berdua hentikan."
Mereka melewati penjagaan kota kemudian menyusuri jalanan utama, hampir setiap jalannya diisi oleh penginapan yang menyajikan pemandian air panas di dalamnya, tak hanya itu tentu kios-kios lainnya juga berderet layaknya kota pada umumnya.
"July kamu ingin penginapan yang mana?"
"Entahlah Emilia, aku pikir semuanya tampak sama."
Sebelum mereka memutuskannya seorang anak kecil menyelinap di antara keduanya.
"Bagaimana kalau kakak-kakak ini memilih penginapanku saja? Untuk kakak-kakak akan aku berikan potongan diskon 50 persen deh, bagaimana?"
Yang mengatakan itu adalah seorang gadis kecil dengan rambut putih, dia memiliki telinga dan ekor kucing yang dibalut dengan rok pendek serta pakaian lengan panjang.