Dunia berubah dalam semalam. Langit di atas tanah perbatasan Amerika berubah warna, bumi terbelah, dan makhluk-makhluk yang dulunya manusia atau ternak kini bangkit sebagai monster haus darah. Di tengah kekacauan itu, Elena Cross — janda pemilik Rocking Spur Ranch yang tengah hamil delapan bulan — berjuang sendirian mempertahankan tanahnya dari serangan pertama gerombolan ternak yang bermutasi.
Di saat paling genting, sebuah kekuatan misterius bangkit dalam dirinya: **Gudang Tanpa Batas**, sebuah sistem ajaib yang bisa memunculkan senjata, makanan, obat-obatan, dan perbekalan apa pun dari udara kosong — aktif hanya karena satu syarat: melindungi kehidupan baru di tengah kehancuran dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miichi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25: Gerbang Kristal
Setelah tiga hari lagi perjalanan melalui hutan kristal yang semakin padat dan aneh, rombongan akhirnya mencapai kaki pegunungan timur—sebuah pemandangan yang membuat bahkan Kapten Reyes yang telah melihat berbagai keanehan dunia pasca-kiamat terdiam takjub sekaligus ngeri.
Gunung yang menjulang di hadapan mereka bukan lagi gunung batu biasa. Sebagian besar permukaannya telah berubah menjadi kristal raksasa berwarna ungu-keemasan, jauh lebih besar dari yang pernah ditemukan di reruntuhan Prometheus regional, berdenyut dengan cahayanya sendiri seperti jantung raksasa yang berdetak pelan di dalam bumi.
"Ya Tuhan," bisik Whitlock, menatap ke atas ke arah puncak yang nyaris tak terlihat, terselubung kabut keunguan yang berputar aneh di sekelilingnya. "Ini... ini jauh lebih besar dari yang kubayangkan."
"Prometheus Prime," gumam Dr. Voss, suaranya bergetar antara ketakutan dan kekaguman ilmiah. "Kalau fasilitas regional saja bisa menciptakan efek sebesar yang kita saksikan, aku tidak bisa membayangkan skala kekuatan yang tersimpan di sini."
Elena merasakan kotak cahayanya bergetar hebat, resonansi yang telah ia rasakan sejak beberapa hari terakhir kini membesar menjadi sesuatu yang hampir menyakitkan, seperti berdiri terlalu dekat dengan sumber suara yang sangat keras.
"Di sana," katanya, menunjuk ke arah struktur yang menyerupai gerbang raksasa terukir langsung dari kristal gunung, dikelilingi reruntuhan bangunan yang jelas dulunya adalah kompleks fasilitas penelitian yang jauh lebih besar dari Prometheus regional. "Itu jalan masuknya."
Reyes memberi isyarat pada timnya untuk bersiaga, senjata siap meski jelas ragu seberapa efektif senjata konvensional menghadapi apa pun yang mungkin menunggu di dalam. "Sebelum kita masuk, aku harus mengingatkan semua orang—laporan pengintaian terakhir kami menunjukkan tanda-tanda aktivitas, bukan hanya energi. Mungkin ada makhluk atau bahkan manusia yang masih bertahan di sini, entah sebagai penjaga atau tawanan dari fasilitas ini."
Mereka mendekati gerbang kristal dengan hati-hati, melewati reruntuhan yang dipenuhi tanda-tanda pertempuran lama—kerangka kendaraan militer yang telah lama berkarat, dinding-dinding bangunan yang menunjukkan bekas ledakan besar, dan yang paling mengganggu, beberapa kerangka manusia yang telah lama terkubur di bawah pertumbuhan kristal aneh yang menyelimuti hampir semua permukaan.
"Apa yang terjadi di sini?" bisik Sarah—yang meski awalnya diminta tetap di Rocking Spur, akhirnya berhasil meyakinkan Elena untuk mengizinkannya ikut sebagai tenaga medis tim, mengingat pengalamannya yang berharga dari ekspedisi-ekspedisi sebelumnya—matanya menatap ngeri ke arah kerangka-kerangka itu.
"Pertempuran," jawab Reyes pelan, wajahnya keras menahan emosi. "Kemungkinan besar antara personel militer yang mencoba mengevakuasi atau mengamankan fasilitas ini, dan sesuatu yang jauh lebih berbahaya yang muncul dari dalam."
Saat mereka akhirnya mencapai gerbang kristal utama—sebuah struktur raksasa dengan ukiran-ukiran aneh yang tampak berubah bentuk perlahan jika ditatap terlalu lama—kotak cahaya Elena tiba-tiba berdenyut sangat terang, hampir menyilaukan, dan ukiran-ukiran di gerbang itu mulai bercahaya merespons kehadirannya.
> **[Resonansi Terdeteksi: Sumber Utama]**
> **[Gerbang Merespons Kehadiran Fragmen yang Kompatibel]**
> **[Peringatan: Memasuki Fasilitas Pusat Dapat Memicu Konsekuensi yang Tidak Dapat Diprediksi]**
Perlahan, dengan suara gemuruh dalam yang menggetarkan tanah di sekitar mereka, gerbang kristal raksasa itu mulai terbuka, mengungkap kegelapan di baliknya yang dipenuhi kilau cahaya ungu-keemasan yang berdenyut jauh di kedalaman, seperti detak jantung yang telah lama tertidur namun kini mulai terbangun sepenuhnya.
"Ini titik tidak bisa kembali," kata Elena pelan, menatap ke arah kegelapan yang menanti, merasakan berat dari semua yang telah ia korbankan dan pertaruhkan untuk sampai sejauh ini. "Begitu kita masuk, tidak ada jaminan kita semua bisa keluar dengan selamat."
Whitlock melangkah maju, berdiri di sisinya seperti yang selalu ia lakukan sejak malam pertama mereka bertemu di gerbang Rocking Spur bertahun—atau lebih tepatnya, setahun lebih—yang lalu. "Kita sudah sejauh ini bersama, Nyonya Cross. Aku tidak akan mundur sekarang."
Satu per satu, anggota tim lainnya menyatakan tekad yang sama—Sarah, Dr. Voss, Kapten Reyes dan timnya, bahkan Grimes yang wajahnya menunjukkan keseriusan mendalam, seolah kesempatan ini adalah penebusan terakhir yang ia cari.
Elena menarik napas dalam, menatap sekali lagi ke arah langit yang mulai gelap oleh senja, membayangkan Grace yang menunggu di rumah jauh di barat, sebelum akhirnya melangkah maju, memasuki kegelapan berkilau di balik gerbang kristal raksasa itu, diikuti oleh tim kecil yang telah menjadi keluarganya dalam perjuangan panjang ini.
---
ajaib kenapa tidak rahsia kan saja
gila !!