Dua sahabat antara Davit dan Ari ,mereka dari SMA dan kuliah selalu bersama,tapi saat mereka sudah bekerja dan menikah keduanya tidak saling berkomunikasi lagi,karena kesibukan masing masing.
Sampai suatu hari Ari bertemu Davit di mal,Davit lalu mengajaknya main ke rumahnya,Davit pun mengenalkan Desi istrinya.
Karena Ari sering main ke rumah Davit,terjadilah hal yang tidak baik,rupanya Ari menyukai Desi istri Davit.
Akan kah Desi juga menyukai Ari ,dan Ari apa akan tega menghancurkan rumah tangga Davit sahabatnya sendiri,,kita lanjut baca ajak yukk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuti yuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lupa Menjemput
Desi sudah menelfon Davit sampai 5 kali tapi ngga aktif ,Padahal ini sudah malam.
"Ini Mas Davit mau jemput aku apa ngga sih,,hpnya mati lagi,,"Desi terlihat kesal.
"Kenapa,,kok.kaya kesal gitu,,?"tanya Papah Desi.
"Ini Mas Davit di telfon susah,kayanya hpnya mati,Katanya mau jemput Desi Pah,,tapi jam segini belum jemput juga,,"
"Mungkin suamimu lagi sibuk ,hp sampai lupa di isi batrai,,"
"Masa jam segini masih sibuk aja sih,,biasanya Mas Davit kalau banyak kerjaan di bawa pulang Pah,sore tetap pulang,,"
"Ya kalau Davit ngga jemput kamu tidur di sini aja,ngga apa apa kan,,sudah Sanah masuk kamar,nanti kalau suamimu jemput Papah panggil,,"
"Iya Pah,,"Desi lalu masuk ke kamarnya.
Di kamar Desi masih terus mencoba telfon Davit,tapi tetap masih belum bisa.
Desi teringat dengan Ari,lalu Desi menelfon Ari.
"Halo,,"Jawab Ari dengan mata terpejam dan tidak tau siapa yang menelfon nya.
"Halo Mas maaf Desi ganggu yah,"Ari yang mendengar nama Desi langsung membuka matanya dan bangun untuk duduk.
"Oh iya,,Ng,,ngga kok,,ngga ganggu,,ada apa yah telfon saya,,apa ada yang perlu di bantu,?"
"Ngga ada apa-apa,cuman Desi mau tanya Mas Ari tau ngga Mas Davit di mana,soalnya Desi telfon hpnya ngga bisa,kayanya mati deh,apa mas Ari tau Mas Davit di mana,,?"Ari bingung mau menjawab,karena Ari tau dimana Davit sekarang,tadi siang Ari menelfonnya dan menanyakan sedang ada di mana Davit,Davit lalu bilang kalau sedang ada di Bandung,tapi Davit bilang sore akan pulang dan akan menjemput Desi sekalian,tapi ini sudah jam 10 Desi belum juga di jemput.
"Saya ngga tau saat ini Davit di mana nya Mba,tapi tadi sore bilangnya mau menemui teman bisnisnya,"
"Oh gitu yah,,ya udah kalau gitu ,makasih ya Mas,,maaf ganggu,,"
"Iya ngga papa,Saya mau kok bantu kamu kalau kamu sedang kesulitan,telfon saja saya,"
"Iya Mas makasih,,selamat malam,,"
"Malam,,"telfon pun mati.
Desi memutuskan tidur saja,dari pada bingung mikirin Davit yang ngga jelas,Desi juga sudah telfon rumah,dan kata mba Davit belum pulang.
"Ya Tuhan,,di manapun suamiku berada,semoga dalam keadaan baik baik saja,amin,"sebelum tidur Desi berdoa.
Davit rupanya ketiduran,dan jam satu malam baru bangun,"Ya Tuhan,,Aku ketiduran,,"Davit lalu bangun dan memakai bajunya,Davit akan langsung pulang.
"Mas,,kamu mau kemana,,?"
"Aku mau pulang,,"sambil mengancingi bajunya.
"Tapi ini sudah malam banget,,"
"Ngga masalah,orang supir,,"
Davit mengambil hpnya,lalu mentrfer,"Itu Aku sudah tranfer ,Aku pulang,,"Davit langsung turun,sedang si wanita tersenyum senang karena melihat nominal yang di kirim Davit padanya
Pak Supir tidur di sofa,lalu Davit membangunkannya.
"Pak,,bangun,,kita pulang,,"
"Oh iya pak baik,saya ke kamar mandi dulu buat cuci muka Pak,"
"Ya Sanah,saya tunggu di mobil,jangan pake lama,,ngerti,,"
"Baik,,"Davit lalu keluar menuju mobil.
Sekitar 5 menit pak supir sudah datang,karena jalanan sangat sepi,Pak supir membawa mobilnya cukup cepat.
Jam setengah tiga Davit sampai rumah,saat buka pintu kamar Davit baru ingat istrinya belum di jemput,karena melihat kasur yang kosong.
"Ya Tuhan,,,Aku sampai lupa jemput Desi,mati Aku,,"Davit masuk kamar lalu melihat ke hpnya,ternyata mati.
Davit lalu mengecas nya,Davit masuk kamar mandi untuk ganti baju,setelah itu tiduran sambil menyalakan hpnya,ternyata banyak panggilan masuk juga pesan dari Desi.
Davit mengirim pesan pada Ari,agar pagi pagi datang ke rumahnya,Davit rupanya mau menyuruh Ari untuk jemput istrinya.
Davit pun tidur karena merasa lelah,,Pagi hari Ari bangun pukul 5 pagi,Ari sekarang kalau pagi selalu telfon istrinya.
Sebelum telfon Ari melihat pesan dari Davit,"Ada apa yah Davit nyuruh Aku datang pagi pagi kerumahnya,"Kata Ari pelan.
Ari lalu menelfon istrinya tapi hanya sebentar,karena Ari mau bersiap untuk pergi ke rumah Davit.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
kelihatan sekali dari novel buatannya
"kan novel lain banyak juga yang istri selingkuh, jadi authornya semua tukang selingkuh dink"?
makai pakai otak
ini aku jelaskan
*novelis sejati saat membuat konflik istri atau pemeran utama wanita selingkuh, dia akan melaknat perselingkuhan itu, membuat istri dapat balasan setimpal, menyesal, menderita, berjuang dapat kesempatan, dan suami tegas tidak mudah memaafkan
dan ini
*novelis tukang selingkuh, tidak bermoral, dia membuat novel pemeran utama atau istri selingkuh tapi dia membela dan membenarkan perbuatan itu dan semudah itu dimaafkan, ini jelas karya wanita murahan tidak bermoral