NovelToon NovelToon
Headline 29

Headline 29

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lindra Ifana

"Kapan kamu nikah? Temen temen kamu bahkan udah ada yang punya dua anak. Ibu udah pengen gendong cucu."

Kata kata itu terdengar sederhana tapi selalu terngiang di otak Aurel. Dia hanya ingin mencari yang terbaik untuk hidupnya, karena baginya seorang suami adalah partner seumur hidupnya.

Seperti kisahnya lima tahun yang lalu, yang sudah terlalu yakin dengan pilihan hatinya. Tapi nyatanya hanya pengkhianatan yang ia dapat. Pria itu lebih memilih wanita yang lebih seksi dan bisa dibanggakan untuk di bawa.

Aurel hanya masih mencari, apa itu salah? Tapi bagaimana jika pemujanya sekarang adalah CEO kaya raya yang umurnya jauh lebih muda darinya? Apa itu akan menjadi cinta sejatinya? Atau hanya angin lalu yang akan lewat begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lindra Ifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murka Bayu

Aroma sambal dan nasi hangat memenuhi ruangan kecil itu, ruang makan di rumah kos Aurel. Adrian duduk hanya dengan Sarwina karena Aurel masih di dalam kamar untuk sholat Maghrib.

Sarwina melirik Adrian. Pria itu masih duduk tegak, kemeja putihnya sudah digulung sampai siku. Dia berpikir, putrinya ternyata pintar memilih. Dari penampilan Adrian memang jauh ada di atas Bayu. Tak ada barang mewah menempel, seperti Bayu yang mengenakan kalung emas dan jam tangan merk terkenal. Tapi entah kenapa penampilan Adrian lebih...elegan.

Di depan mereka tersaji dua nasi box, pete goreng, sayur cah kangkung, ikan asin plus satu mangkok besar nasi putih.

"Silakan dimakan Nak Adrian, Aurel sebentar lagi juga nyusul kesini kok," kata Sarwina akhirnya, memecah keheningan. "Itu lauknya... ikan asin sama sambal pete."

Adrian mengangguk kemudian menggeser nasi box yang tadi di bawanya. Pria itu mengambil nasi dari mangkuk besar, begitu melihat sambal pete dan ikan asin ia berhenti sejenak.

Sarwina buru-buru menjelaskan. "Maaf ya Nak. Ibu cuma bawa itu dari rumah. Kalau Nak Adrian tidak suka..."

"Bu," potong Adrian, ia menyendok sayur, sambal pete dan mengambil ikan asinnya."Saya suka...saya suka semua masakan rumahan seperti ini," ujar Adrian. Hatinya menghangat dengan perhatian yang diberikan oleh Sarwina. Dia tak menyangka jika wanita itu bisa menerimanya dengan baik, Adrian tahu jika Sarwina sangat mendukung Bayu. Sang PNS yang juga sedang mengejar Aurel.

Sedang Aurel yang baru saja datang langsung terpaku melihat isi piring Adrian. Pete? Mungkin matanya bermasalah, pewaris kaya raya itu tidak mungkin makan sambal pete!

"Dri nggak salah? Itu kamu makan Pete?"

Adrian menoleh ke Aurel, sudut bibirnya naik sedikit. "Memang kenapa? Dulu aku sempat kuliah di luar negeri. Tiap kangen rumah, aku beli nasi pete di Little Jakarta."

Sarwina terdiam, luar negeri? Adrian ternyata pernah kuliah di luar negeri, mungkin pria muda itu pandai dan mendapat beasiswa. Senyumnya tersungging, calon mantunya ternyata hebat juga. Sekolah di luar negeri adalah hal yang membanggakan.

Aurel kemudian duduk disamping Sarwina, tepat di depan Adrian. Suasana canggung perlahan mencair, sesekali mereka berbincang. Aurel lega dengan sikap ibunya, padahal tadi dia berpikir ibunya akan bersikap sinis pada Adrian.

Aurel menghela nafas ketika melihat Adrian sudah bersimbah keringat, dia tahu sambal buatan ibunya sangatlah pedas. Sarwina membuat sambal sesuai seleranya, level akut.

Tapi sejenak kemudian dia dan ibunya saling memandang, Adrian mengambil nasi lagi lengkap dengan lauknya. Tidak ketinggalan sambal petenya. Pria itu makan dengan sangat lahap.

Sepuluh menit kemudian seorang teman kos datang dan memanggil Aurel.

"Rel! Aurel! Sini sebentar."

Aurel pergi setelah pamit pada ibunya, mereka berbicara di ruang tengah.

"Ada tamu lagi buat kamu, tadi sudah aku suruh masuk tapi nggak mau. Mukanya kayak mau nelen orang Rel! Nakutin," ujar teman Aurel bergidik ngeri.

"Siapa? Aku nggak punya musuh disini."

"Itu yang kata kamu mas mas PNS," sahut teman itu. "Saran nih ya, jangan mau sama dia...jauh jauh," bisiknya lagi. Takut tamu yang duduk diteras rumah mendengarnya.

"Bayu...ya sudah aku depan, makasih ya," ujar Aurel kemudian berjalan ke arah teras rumah.

Benar saja Bayu sudah berdiri di luar. Kemejanya kusut, dan matanya memerah. Ia tidak lagi terlihat seperti pria mapan yang melamar tempo hari. Sangat terlihat jika dia sedang kecewa. Mungkin karena melihat mobil Adrian yang terparkir di halaman.

"Kamu keterlaluan, Aurel!" teriak Bayu begitu melihat kedatangan Aurel. "Mana dia hahh? Ngumpet di kamar? Menjijikkan, kemarin aku kamu larang masuk tapi sekarang kamu biarkan Adrian masuk ke kamar kamu!"

"Jangan bicara sembarangan kamu, dia..."

Sebelum Aurel selesai bicara Bayu kembali berteriak.

"Kamu tolak lamaran aku! Kamu tahu? Aku sudah keluar biaya besar buat datang kerumah kamu, kedua orang tuaku dipermalukan! Kamu tidak menghargai aku! Tidak menghargai orang tuaku!"

Aurel mundur selangkah, antisipasi jika Bayu lepas kendali. "Bayu, aku sudah bilang tidak. Aku nggak bisa...."

"Kamu sengaja matikan telepon!" potong Bayu. Suaranya bergetar. "Aku tahu kamu sengaja! Kamu tidak mau pulang biar tidak menerima lamaranku! Kamu mempermainkan aku dan keluargaku!"

Kemarahannya meluap. Ia tidak sadar jika dari dalam rumah, Sarwina sudah berdiri di ambang pintu. Begitupun Adrian yang berdiri tepat di belakangnya.

Bayu baru sadar ketika Sarwina dan Adrian keluar dari ruang tamu. Wajahnya berubah dari marah menjadi kaget.

"Bu Sarwina...?" Bayu tergagap.

Belum sempat ia bicara, ia melihat pria di belakang Sarwina. Pria itu menatapnya tajam, ada kemarahan yang tertahan.

Adrian.

Bayu langsung paham situasinya, jika apa yang ia tuduhkan salah. Rasa malunya bercampur dengan amarah. Bukannya minta maaf, ia justru menunjuk ke arah Sarwina.

"Jadi benar! Ibu dan Aurel berkonspirasi! Ibu sengaja menjodohkan dia dengan orang lain! Kalian mempermainkan perasaan saya!" tuduh Bayu lantang.

Suasana teras langsung membeku.

Adrian melangkah maju. Ia berdiri sejajar dengan Aurel, sedikit di depannya. Seakan tubuhnya menjadi tameng.

Cukup satu langkah. Tapi aura dingin Adrian langsung menekan ego Bayu.

"Jaga bicaramu," kata Adrian pelan, suaranya tidak tinggi. Tapi setiap katanya terdengar seperti perintah. "Ibu dan Aurel tidak berkonspirasi. Mereka jujur. Kamu yang tidak bisa menerima penolakan."

Bayu menoleh ke Adrian, dadanya naik turun menahan emosi yang sudah terlanjur meledak. "Kamu siapa? Kamu pikir—"

"Saya Adrian Dirgantara," potong Adrian. "Calon suami Aurel."

Ia meraih satu tangan Aurel, lalu menatap Bayu lurus.

"Jadi jika ada yang mempermainkan perasaan, itu kamu. Datang berteriak di depan rumah wanita yang sudah menolakmu. Di depan ibu. Itu bukan keberanian. Itu tidak tahu diri."

Bayu tercekat. Ia ingin membalas, tapi tatapan Adrian membuatnya kehilangan kata kata.

Sarwina yang sedari tadi diam, kini menatap Bayu dengan sorot kecewa. Bukan lagi sorot ibu yang dulu hampir menerima lamarannya.

"Bayu, pulanglah," kata Sarwina pelan tapi tegas. "Aurel sudah memilih. Hargai pilihannya. Hargai dirimu sendiri. Maaf jika lbu harus mengatakan ini, tapi ini untuk kebaikan semua."

1
Nur Ahmad
ceritanya ringan, CEO tapi merakyat
Mida
lanjut kak 💪
Nur Ahmad
uhuy jadian
Nur Ahmad
cemburu sama dengan cinta
lia juliati
🤭😄
Mida
lanjut kak jadi penasaran 🤭
Lindra: dukung terus yaaa🙏
total 1 replies
Rian Moontero
mampiiiirrr😍
Lindra: tengkiuuhhh sayangkuhh🙏🙏
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Lindra: terimakasih dukungannya 🙏
total 1 replies
Nur Ahmad
🤣🤣🤣
Nur Ahmad
Adrian 😍😍😍
Nur Ahmad
co cuiittt
Nur Ahmad
uhuy kencan nih double A
Nur Ahmad
menunggu memang tak enak
Nur Ahmad
ceritanya lebih ringan dari novel emak kmrn yg aku baca
🦋⃞⃟𝓬🧸𝓩𝓮𝓵𝓵𝔂𝓷
/Applaud/
T.N
sempurna .... semangat kaka suka sekali sama karya-karyanya
Lindra: Terimakasih sudah ikut meramaikan karya emak🙏🙏
total 1 replies
Nur Ahmad
start disinii
Zul Denayu
Lanjut kak 💪💪🌹🌹🌹
lia juliati
itulah bila hati berkehendak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!