NovelToon NovelToon
Kepentok Perawat Magang

Kepentok Perawat Magang

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Teddy Briand Wijaya, adalah pria yang setia. Mencintai 1 wanita semenjak SMA, sampai di usia 34 tahun kenyataan yang membentur dan hampir tidak bisa dipercaya wanita bernama Zarisha Allova, memilih pria lain.

Teddy sempat hancur, pekerjaan tidak fokus, dan memilih berdiri di pinggir dermaga mencoba menenangkan hati.

Ternyata di dermaga, malah menemukan gadis yang sedang menangis sejadi-jadinya. Gara-gara tugas dari konsulernya di rumah sakit jiwa tempat dia magang, ga pernah benar.

"Aku mau bunuh diri!" Teriak gadis Aira Permata Salmi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Gigitan Nyamuk Pembawa Berkah

Hembusan angin malam perkebunan sawit wilayah ini memang tak ada obatnya. Makin larut, dinginnya terasa menusuk sampai ke tulang. Tak hanya itu, pasukan nyamuk kebun sawit yang ukurannya sebesar lalat hijau, turut menyerang tanpa ampun, membuat pria yang terbiasa merasakan kenyamanan kota tak bisa memicingkan mata sedikit pun.

Di balik jendela kaca, Aira beberapa kali mengintip. Ia melihat Teddy yang semula duduk tegap dengan wibawa tinggi, perlahan mulai meringkuk di atas lantai dingin. Pria itu menyilangkan kedua tangan di dada, bibirnya kini bergetar hebat menahan hawa dingin, tanpa penghangat sama sekali.

Aira menggelengkan kepala memijit pelipisnya. 'Tu orang nekat banget sih! Kalau dia mati karena hipotermia atau kena demam berdarah di teras rumahku, kan berabe!' batin Aira cemas, tetapi ia tak berani keluar karena pintu utama dikunci rapat oleh bapaknya.

.

.

Keesokan Harinya, usai melaksanakan solat subuh Junet keluar ruangan dengan setelan kaos oblong putih, kain sarung, dan tak lupa sandal jepit kesayangannya. Di tangannya, ia memegang cangkir kaleng besar yang terisi kopi hitam panas penuh yang masih berasap.

Pria paruh baya itu berniat menghirup udara pagi yang segar sembari mengecek keadaan "tamu tak diundang" yang semalam menantangnya. Junet mengira terasnya sudah kosong dan anak kota itu sudah kabur ke hotel saat mereka telah terlelap.

Namun, saat matanya melirik ke sudut teras, di dekat pilar utama, genggaman Junet pada cangkir kopinya mendadak goyah.

Di sana, tergeletak sosok yang meringkuk pasrah bagai udang rebus. Teddy tidur bersandar di dinding granit tanpa bantal, tanpa selimut. Bibirnya yang biasanya merah alami kini membiru karena kedinginan. Yang lebih mengenaskan lagi, wajah khas eksekutif muda ibu kota itu kini dipenuhi bintik merah meradang akibat gigitan "ganas" nyamuk kebun sawit sepanjang malam.

"Astagfirullahaladzim ..." gumam Junet kaget. Matanya membelalak menatap bentol-bentol besar yang menghiasi dahi, pipi, hingga leher tamu tak diundang itu.

Junet melangkah mendekat, lalu menepuk pelan bahu Teddy menggunakan ujung sandal Swallow-nya. "Woii ... Bung! Masih hidup kau?"

Teddy mengerjap mata dengan lambat. Kelopak matanya terasa berat, kepalanya pusing luar biasa, dan badannya menggigil hebat. Begitu melihat siluet Junet di atasnya, Teddy berusaha keras mengumpulkan sisa-sisa tenaganya untuk duduk dengan tegak, meskipun tubuhnya bergetar hebat.

"S-selamat pagi ... P-pak Junet ..." sapa Teddy dengan suara parau dan gigi yang bergemeletuk menahan dingin. "S-saya ... masih hidup."

Junet mematung. Dalam hati kecil sang juragan sawit, muncul rasa takjub yang mendadak menyeruak. Pria paruh baya ini, sudah kenyang menghadapi berbagai tipe orang licik dan angkuh, ia tahu betul kalau orang kota itu biasanya manja dan tak punya nyali.

Namun, melihat Teddy yang rela bonyok dimakan nyamuk sawit dan badannya menggigil di atas lantai dingin hanya demi mempertahankan ucapannya ... pertahanan Junet yang tadinya begitu kuat, perlahan mulai goyah.

'Gila juga mental budak kota satu ini. Lamaran kemarin ternyata memang bukan main-main,' batin Junet, sudut bibirnya bergerak tipis menahan rasa kagum yang gengsi ia tunjukkan.

Tak lama kemudian, pintu jati kembali terbuka tapi kali ini dengan lebar. Hamidah keluar membawa sapu lantai, disusul Aira yang bersembunyi di balik punggung ibunya.

"Ya Allah! Ya Karim! Itu mukanya kenapa bentol-bentol begitu?!" pekik Hamidah latah, hampir saja melempar sapunya melihat wajah Teddy yang sudah mirip denah pulau kepulauan Karimun akibat gigitan nyamuk.

Sebagai seorang perawar, Aira yang melihat kondisi Teddy langsung menerobos maju tanpa peduli tatapan bapaknya. Gadis itu berlutut di samping Teddy, menyentuh dahinya dengan punggung tangan.

"Astagfirullah, Om! Panas banget badan Om!" seru Aira panik, matanya menatap bentol-bentol di wajah Teddy dengan rasa bersalah yang membuncah.

"Tuh kan! Dibilangin apa dari kemarin! Om itu konyol tau gak?!" omelnya.

Teddy menatap wajah Aira yang panik dari jarak dekat. Merekah senyum tipis di bibirnya yang pucat membiru. Akhirnya orang yang ia tunggu muncul juga.

"Kan... sudah aku bilang, aku ini tak main-main."

Hamidah menoleh ke arah suaminya, lalu menyenggol pinggang Bang Junet dengan siku. "Abang ini pun! Orang kota disuruh tidur di teras luar betul-betul! Kalau dia mati di sini karena demam berdarah, bagaimana? Mau Abang ditangkap polisi?!"

Junet berdehem keras, menyembunyikan rasa bersalahnya. Ia memalingkan wajah, lalu mengibaskan tangannya dengan gaya ketus, meski kali ini jauh lebih lunak dibanding sebelumnya.

"Sudah, sudah! Bikin semak teras rumah saja!" semprot Junet, lalu menunjuk Teddy dengan dagunya.

"Aira! Bawa orang itu masuk ke dalam! Suruh dia mandi air hangat, lalu obati bentol-bentol di mukanya itu! Bikin pusing mata saja melihatnya!"

Mendengar perintah bapaknya, mata Aira seketika membelalak gembira. "Bapak seriusan mau izinin orang ini menginap di rumah kita?!"

"Siapa pula yang izinin dia menginap?!" kilah Junet gengsi. "Bapak cuma tak mau rumah kita ketempelan mayat anak orang kota kalau tiba-tiba saja dia mati gara-gara kedinginan! Cepat bawa masuk!"

Junet berbalik masuk ke dalam rumah, tetapi sebelum melangkah lebih jauh, ia menyempatkan diri melirik Teddy sekilas dari sudut matanya. Ada tawa tipis yang terulas samar di bibirnya.

Sementara itu, Teddy yang dibantu berdiri oleh Aira, berbisik pelan di telinga gadis itu sembari memegangi bahunya yang lemas.

"Kamu dengar sendiri kan? Sepertinya bapakmu saja sudah memberi lampu hijau bagi kita."

Aira memutar bola matanya, sedikit meringis. "Bodo amat, mau lampu pelangi pun aku emoh ...!"

*bersambung*

1
Evi Lusiana
ortu kocak laen bgt sm anakny
Evi Lusiana
kaku perutku thor gr² aira mo bls jasa pke brondolan sawit
SoVay: dikumpulin dulu smpai 2 karung y kak 🤣
total 1 replies
Evi Lusiana
aku suka karakter cewek tegas ky aira cm sayang aj knp gk milih kost sndri drpd hidup bareng tante jahat
Anbu Hasna
musuh jadi besan 🤣🤣
SoVay: halo kakak, mampir yuk cerita baru aku. udah 5 bab 🙈
total 4 replies
Evi Lusiana
kocak deh si aira,bs² ny lg sedih dia mint fto🤭
SoVay: namNya juga abegeh kak 😭😚
total 1 replies
Dewi kunti
sini ak ajarin om🤭🤭🤭🤭🤭
SoVay: wkwkwkw..punya bakat alami seorang pria kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dewi kunti
tuch dokter kompor banget ya
Dewi kunti: berarti dikerjain author nya ini😤😤😤😤
total 2 replies
sryharty
eallaaaah modus,,ngomong aja kamu pengen cepet2 belah duren bujang om ted2
SoVay: wkwkwkw awas grasa grusu 🙈
total 1 replies
sryharty
si pak junet lg jadi nyamuk penngganggu neh🤭🤭
Dewi kunti
aduuuuuuhhhh si bapak kenapa gak pergi2 sich
SoVay: jadi nyamuk dulu 🤣
total 1 replies
mimief
hisss...si bapak tau aja yaa🤣🤣
ini demi masa depan kita bersama
modus si dikit,tapi kan biar dia mau pak 🤭
SoVay: modus dikit maunya banyak 🤣
total 1 replies
sryharty
makanya bap junet buruan di sah kan
biar bebas bisa pegang2 tangannya,,
siapa tau bisa pegang yg lain,,kan mantap
nanti pak junet cepet dapat cucu loh dari Aira..
SoVay: wkwkwkwk 😭😭😭 pegang apa tuh kak. sim salabin ja apa prok prok prok 🤣🤣
total 1 replies
mimief
Wkwkwk
ke gap camer
apa rasa tu🤭🤣🤣
SoVay: duh, berani2nya berduaan di tengah org ramai. paling nggak, tunggu rumah kosong dulu kan ya 🤣🤣
total 1 replies
mimief
sabar...sabar
tinggal dikit lagi aku padamu
sryharty
biarin Ra si bujang lapuk di gigitin nyamuk,,di gigit Wewe gombel pun gapapa ko,,aku ikhlas 🤭🤭
mimief
yah begitulah namanya jomblo udah karatan
sekali nya jatuh cinta lagi
begini ni🤭🤣
mimief: lah abis Meleng dikit ilang
trauma Thor 🤣🤣
total 2 replies
mimief
de ileee...yg mulai bisa nge gombal
mimief: iy..y🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
mimief
orng dirumah di tuan putriin kok
disini malah jadi begini
hajaar pak🤣🤣
mimief: mang... kepala aj ka
kelamaan jomblo begitu tu, jadinya karatan rasanya 🙄🤣🤣
total 2 replies
mimief
cepet pulih Thor..
saya yg tanggung jawab Bu
lahir bathin juga boleh 🤣🤣
dih,ngarep🤭
mimief
bingung dia ..om Jovannya🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!