Khayra menikah dengan Ferdinan hanya karena memenuhi sebuah perjanjian perjodohan yang telah dilakukan oleh kedua orang tua mereka yang telah bersahabat sejak lama.
Tapi malang tidak dapat dihindar, pada malam pengantin mereka, justru Khayra malah menghabiskan malam pertamanya dengan pria lain. Saat terbangun dia malah mendapati tidur dengan Barra mantan kekesihnya yang ternyata adik iparnya.
Meski status mereka sudah berubah, namun Barra tetap memiliki rasa kepada kakak iparnya itu. Sampai suatu saat Ferdinan mengetahui hubungan terlarang itu. Dengan semena-mena memberi tahu tentang rasa terlarang itu kepada seluruh keluarga.
Padahal Ferdinan sendiri sedang menjalin kasih dengan adik tiri Khayra.
Akankah Barra dan Khayra bisa mendapatkan bukti perselingkuhan Ferdinan, dan akankah bukti itu nantinya menjadi kunci bagi Khayra dan Barra untuk bersatu?
Novel ini hanya hasil halu penulis semata. Jangan di tiru jika tidak sesuai norma.
IG. reni_nofita79
fb. reni nofita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. ONE NIGHT with IPAR
"Kakimu kenapa Khayra?" tanya Mama Ferdi. Pertanyaan Mama mertuanya itu membuat Khayra kaget. Namun wanita itu berusaha mengendalikan semuanya. Dia hanya tersenyum dan menarik Napas dalam mencari jawaban yang pas untuk pertanyaan mertuanya.
"Kemarin keinjak pecahan kaca, Ma," jawab Khayra dengan tersenyum. Wanita itu berusaha menyembunyikan kegugupan dengan meremas jemarinya. Dia merasa bersalah karena telah membohongi mertuanya.
"Mama dan Papa udah nggak sabar menantikan cucu dari kamu. Kalau cewek pasti secantik Khayra dan kalau cowok seganteng kamu," ujar Mama dengan Ferdi.
Tampak sekali Ferdi gelisah saat mama berkata begitu. Dalam hati pria itu, bagaimana istrinya bisa hamil jika dalam sebulan pernikahan mereka Ferdi belum pernah menyentuhnya.
Ferdinan tidak mau melakukan hubungan badan dengan Khayra istrinya karena dia tidak ingin terikat. Jika dia telah menyentuh wanita itu, apa lagi jika sampai hamil, berarti dia harus tanggung jawab.
Dengan Naina saja, pria itu tetap mau bertanggung jawab karena merasa dialah yang telah merusak adik tiri Khayra itu. Walau terkadang Ferdi merasa bosan melihat Naina yang manja atau egois tapi dia tidak ingin meninggalkan gadis itu karena dia yang telah merenggut kesuciannya.
"Mama, kami menikah baru sebulan. Masih ingin berbulan madu. Belum kepikiran memiliki anak. Kami akan memberikan mama cucu jika aku dan Mas Ferdi telah sama-sama siap nantinya.
"Jangan lama-lama, mama takut keburu tua dan tidak ada tenaga buat menggendongnya!" ucap mama.
"Bagaimana jika kalian berdua berbulan madu? Ini hadiah pernikahan dari papa. Kalian bisa pergi berdua. Lusa hingga sepuluh hari kedepan," umat papa.
Khayra dan Ferdi sangat kaget dengan ucapan papa. Mereka berdua jadi saling pandang. Bagaimana mungkin mereka harus berbulan madu sedangkan mereka tidak pernah akur.
Barra yang baru masuk juga tidak kalah kaget. Pria itu sampai menghentikan langkah kakinya mendengar Papa meminta Khayra dan Ferdinan berbulan madu.
"Nggak bisa, Pa! Mbak Khayra pasti tidak akan bisa berbulan madu dengan Abang Ferdi!" ucap Barra penuh penekanan.
Semua mata saat ini tertuju ke arah Barra. Tidak percaya dengan apa yang pria itu ucapkan. Mengapa dia melarang abang dan kakak ipar nya berbulan madu.
Ferdi memandangi Barra dengan wajah menyelidik. Kanapa dan apa alasannya Barra melarang dia dan istrinya berbulan madu.
Ferdi yang licik ingin tahu alasannya. Dia ingin Barra jujur jika adik nya itu masih mencintai Khayra istrinya. Ferdi ingin menjebak Barra.
"Kenapa kamu yang mengatakan tidak bisa? Khayra saja tidak mengatakan apa-apa. Mau aja. Tidak membantah. Sepertinya kamu sangat dekat dengan Khayra sehingga bisa tahu isi hatinya." Ferdi tersenyum dengan liciknya. Dia menatap wajah Khayra dan Barra bergantian, ingin tahu bagaimana reaksi mereka. Apa yang akan mereka jawab.
"Betul apa yang Ferdi katakan. Kenapa kamu yang mengatakan tidak bisa sedangkan Khayra hanya diam saja," ucap Mama.
"Aku mengatakan itu karena tahu Khayra itu bekerja di super market dan biasanya hanya memberikan libur satu hari dalam seminggu." Barra menjawab dengan tegas karena tahu abangnya Ferdi ingin menjebak dirinya.
"Kamu masih kerja di super market, Khay? Bukankah mama telah meminta kamu berhenti. Apakah uang dari Ferdi tidak cukup? Ferdi berapa kamu beri uang buat Khayra? Jangan sampai orang tahu jika Khayra masih bekerja. Pasti mereka mengira kamu tidak memberi nafkah pada istrimu.
Ferdi terdiam, dia memang tidak pernah memberikan uang buat Khayra. Sepeserpun dia tidak memberi uang buat istrinya itu.
...****************...
semoga cerita2 berikutnya jauh lebih bagus lagi..
semoga sehat terus ya mam..
tetap semangat dan semoga sukses selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu