NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:77.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Seorang pria paruh baya tersenyum ramah sambil mengulurkan tangan. "Senang akhirnya Anda mau datang juga. Terima kasih."

Astrid menyambutnya dengan sopan. "Sama-sama."

Pria itu mempersilahkannya duduk. Ia tersenyum tipis.

"Saya Andrew. Meskipun saya rasa Anda sudah tahu siapa saya."

Astrid ikut tersenyum kecil. "Tentu saja."

Andrew adalah direktur sekaligus kepala rumah sakit tempat Lucas bekerja. Selama ini mereka hanya beberapa kali bertemu dalam acara resmi. Tidak pernah benar-benar berbincang secara pribadi seperti sekarang.

Andrew mengambil teko teh yang tersedia di meja kecil di samping mereka. Dengan gerakan tenang, ia menuangkan teh ke dalam dua cangkir.

"Saya sebenarnya sudah lama ingin bertemu dengan Anda."

Astrid menerima cangkir yang diberikan kepadanya. "Dengan saya?" tanyanya heran.

Andrew mengangguk. "Saya mendengar banyak hal tentang Anda."

Astrid hampir bertanya lebih lanjut.

Namun Andrew lebih dulu tersenyum. "Dari Mateo."

Nama itu membuat Astrid langsung mengangkat alis. "Mateo?"

Andrew tampak terhibur melihat reaksinya. Ia terkekeh pelan.

"Iya. Dia belum pernah cerita?"

Astrid menggeleng. "Cerita apa?"

Andrew menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Kami masih kerabat jauh."

Mata Astrid langsung membesar. "Serius?"

Andrew mengangguk sambil tersenyum. "Nenek kami berasal dari keluarga yang sama."

Astrid benar-benar terkejut. Selama ini ia mengira hubungan mereka hanya sebatas rekan profesional.

"Pantas saja beberapa kali Mateo terlihat begitu mudah menghubungi Andrew ketika mereka membutuhkan bantuan," batin Astrid.

"Saya baru tahu."

Andrew tersenyum. "Banyak orang juga tidak tahu soal itu."

Percakapan mereka berlanjut beberapa menit. Membahas berbagai hal ringan. Namun, perlahan suasana mulai berubah.

Andrew meletakkan cangkir tehnya. Kemudian menyatukan kedua tangannya di atas meja. Sorot matanya menjadi jauh lebih serius.

"Astrid."

Astrid langsung memperhatikan.

"Saya tidak bisa membahas terlalu banyak hal ini. Tapi saya rasa Anda berhak mengetahui sesuatu." Nada suara Andrew terdengar hati-hati.

Jantung Astrid mulai berdetak lebih cepat. Ia bisa merasakan bahwa pembicaraan ini tidak lagi bersifat pribadi. "Apa itu?" tanyanya pelan.

Andrew terdiam beberapa saat. Seolah sedang mempertimbangkan batas yang boleh dan tidak boleh ia sampaikan. Kemudian ia menatap Astrid dengan serius.

"Lucas sedang dalam perhatian khusus beberapa pihak."

Astrid membeku. Meski wajahnya tetap tenang, jemarinya tanpa sadar mengencang di sekitar cangkir yang sedang dipegangnya.

Andrew melanjutkan dengan suara rendah. "Dan saya sarankan Anda berhati-hati."

Keheningan langsung memenuhi ruangan. Astrid tidak segera menjawab. Pikirannya berputar cepat.

Beberapa jam lalu, Julio menemukan jejak aliran dana yang mencurigakan. Di rumah, surat gugatan cerainya sudah hampir siap diajukan oleh William. Dan sekarang, direktur rumah sakit tempat Lucas bekerja memberikan peringatan yang sama.

Seolah semua jalan perlahan mengarah ke satu nama, Lucas. Pria itu mungkin masih merasa dirinya aman. Merasa semua kebohongannya tersimpan rapi. Merasa mampu mengendalikan semua orang di sekitarnya. Padahal tanpa ia sadari, lingkaran yang selama ini melindunginya mulai menyempit sedikit demi sedikit.

Saat Astrid meninggalkan ruang kerja Andrew sore itu, satu hal menjadi semakin jelas di dalam pikirannya.

Waktu Lucas semakin sedikit. Karena dua bom waktu sudah berjalan bersamaan. Surat gugatan yang siap menghancurkan rumah tangganya dan penyelidikan keuangan yang perlahan membuka seluruh kejahatannya. Tinggal menunggu waktu sampai keduanya meledak bersamaan.

Sore hari setelah bertemu Andrew, Astrid pulang ke rumah. Ia duduk sendirian di kamar Ariana yang sudah tertidur. Di tangannya ada salinan surat gugatan yang baru dikirim William.

Astrid merasa sedikit lega. Keputusan itu sudah bulat dibuat, tidak ada jalan kembali.

***

Dua hari setelah pertemuan dengan Andrew, Astrid mengambil langkah selanjutnya. Hari itu ia duduk berhadapan dengan William di ruang kerja pria tersebut. Map berisi dokumen gugatan terbuka di atas meja.

Suasana ruangan terasa tenang. Berbeda dengan hati Astrid yang sedang dilanda badai emosional.

William mendorong satu lembar dokumen ke arahnya. "Setelah ini prosesnya akan berjalan secara resmi," jelasnya.

Astrid menunduk menatap berkas tersebut. Namanya tertulis jelas di sana, begitu juga dengan nama Lucas.

Untuk sesaat, kenangan bertahun-tahun pernikahan mereka melintas di kepalanya. Hari pernikahan. Mimpi-mimpi yang dulu mereka bangun bersama. Kelahiran Ariana.

Lalu, satu per satu kenangan itu digantikan oleh kebohongan, perselingkuhan, manipulasi, pengkhianatan.

Astrid mengangkat pena. Tangannya sempat berhenti beberapa detik. Kemudian, ia membubuhkan tanda tangannya. Setelah itu dia merasa perasaannya jauh lebih ringan. Tidak ada lagi air mata dan keraguan. Hanya rasa lega yang perlahan memenuhi dadanya.

William menutup map tersebut. "Saya akan menangani sisanya."

Astrid mengangguk. "Terima kasih."

***

Waktu berlalu dengan cepat, pagi itu rumah masih terasa tenang. Aroma roti panggang dan telur yang baru matang memenuhi dapur. Dari ruang keluarga terdengar suara televisi yang menyala pelan, menemani Ariana yang sedang duduk di karpet sambil memainkan boneka kesayangannya.

Astrid berdiri di depan meja dapur, menuangkan susu hangat ke dalam gelas kecil milik putrinya. Pagi itu berjalan seperti biasanya, begitu tenang. Setidaknya sampai suara bel rumah tiba-tiba berbunyi.

Ting tong.

Ting tong.

Ting tong.

Bel itu berbunyi berulang kali tanpa jeda, begitu keras, dan tergesa-gesa penuh ketidaksabaran.

Astrid mengernyit sambil menoleh ke arah pintu depan yang terkunci. "Siapa, ya, tamu datang pagi-pagi begini?" gumamnya pelan.

Astrid meletakkan teko susu di atas meja lalu berjalan menuju ruang tamu. Semakin dekat ke pintu, bunyi bel itu kembali terdengar.

Ting tong!

Ting tong!

Kali ini lebih keras. Seolah orang di luar sana tidak mau menunggu satu detik pun.

Astrid menarik napas panjang sebelum membuka pintu. Begitu daun pintu terbuka, tubuhnya langsung menegang. Marta berdiri di hadapannya. Wajah wanita paruh baya itu memerah, rahangnya mengeras, dan tatapannya penuh amarah yang bahkan tidak berusaha disembunyikan.

Belum sempat Astrid membuka mulutnya, Marta sudah melangkah masuk sambil mendorong pintu lebih lebar.

"Kurang ajar sekali kamu!" Suara bentakan Marta menggema di dalam rumah.

1
Darti abdullah
luar biasa
Yeyet Rohaeti
lanjut
Mardiana
Lucas... lupa sama istrinya karena lihat yg lebih kinclong 😈
Mardiana
cakep ...👍👍👍👍
Aidil Kenzie Zie
ha ha ha selamat datang di hotel prodeo Lucas 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Good
sunaryati jarum
Saatnya Lucas runtuh,harta yang dikumpulkan dari hasil mencuri akhirnya akan kembali ke pemiliknya
sunaryati jarum
Semoga uang yang dicuri dan diberikan pada selingkuhannya kembali ke Astrid.Dan semua asetnya dibekukan dan jadi hak Astrid
Sugiharti Rusli
apa itu data" transaksi pengalihan yang dimiliki oleh istrinya yang selama ini juga disalah gunakan olehnya,,,
Sugiharti Rusli
dan kira" apa isi amplop yang pada akhirnya membuat pertahanan si Lucas runtuh yah itu,,,
Sugiharti Rusli
dalam hal ini sepertinya si Lucas sudah mempersiapkan kala dirinya sudah tertangkap dan bukti kejahatan mulai di paparkan,,,
Sugiharti Rusli
tapi kalo penyidik sudah berpengalaman tahu kapan mulai menyerang si tersangka yah,,,
Sugiharti Rusli
memang yah ada karakter penjahat yang bisa memainkan emosi penyidik sih dalam dunia kriminal,,,
Sugiharti Rusli
sekalinya penjahat tetap penjahat yah si Lucas itu
Sugiharti Rusli
dan kamu berkilah sama ibu kamu kalo ini hanya salah paham agar bisa menutupi semua kecurangan yang sudah kamu lakukan,,,
Sugiharti Rusli
dan sekarang kamu menghadapi dua gugatan sekaligus, dari Astrid dengan gugatan cerai, dan kasus penyelewengan
Sugiharti Rusli
kamu pikir kamu sudah bermain cantik dan tidak akan ketahuan dengan semua trik licik yang telah kamu perbuat, bahkan sama istri kamu sendiri,,,
Sugiharti Rusli
kamu memang terlalu sombong dan jumawa Lucas dengan sepak terjang kamu selama ini,,,
sutiasih kasih
lanjut thor...
ku kirim 🌹&☕.. biar semangat...
sutiasih kasih
yakin dech.... perempuan trindahmu... yg km cintai ugal"an.... g akn mau brtahan mdampingi kerutuhan karir dan hidupmu lucas🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!