NovelToon NovelToon
Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Rizal, seorang pemuda yatim piatu yang baru saja dipecat dari pekerjaannya dan ditipu habis-habisan oleh mantan kekasihnya, mendapati hidupnya hancur berantakan di sebuah taman kota Jakarta. Namun, takdirnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika sebuah [Sistem Kebohongan menjadi Kenyataan] tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya. Sistem ajaib ini mengubah setiap cacian, kebohongan, dan modus penipuan yang diarahkan padanya menjadi kenyataan yang sesungguhnya. Berawal dari pesan penipuan undian palsu, Rizal mendadak menjadi miliarder yang membuat semua orang yang pernah merendahkannya menyesal, sekaligus menarik perhatian banyak wanita cantik yang terpikat oleh kesuksesan dan pesonanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

​Syuuu.

​Angin siang kota Jakarta berhembus panas menerpa wajah Rizal yang tampak kusam.

​Pemuda berusia dua puluh dua tahun itu duduk termenung di salah satu bangku taman kota.

​Matanya kosong menatap layar ponsel usang yang kacanya sudah retak di beberapa bagian.

​"Saldo rekening... lima puluh ribu rupiah."

​Rizal bergumam pelan dengan suara bergetar.

​Hanya itu yang tersisa dari kerja kerasnya selama tiga tahun terakhir.

​Drrt... Drrt... Drrt...

​Ponsel di genggamannya tiba-tiba bergetar menampilkan nama kontak Bos Hendra.

​"Halo, Pak Hendra?"

​Rizal menjawab panggilan itu dengan cepat.

​"Rizal, mulai besok kamu tidak perlu datang ke kantor lagi."

​Suara berat dari seberang telepon itu langsung menghantam dada Rizal.

​"Maksud Bapak apa? Saya dipecat?"

​"Ya, perusahaan sedang efisiensi dan kerjamu belakangan ini sangat lambat."

​"Tapi Pak, saya selalu lembur dan menyelesaikan semua tugas saya!"

​"Itu tidak penting, intinya kamu saya pecat dan pesangonmu akan dipotong untuk ganti rugi laptop kantor yang sempat rusak bulan lalu."

​Tut.

​Panggilan diputuskan secara sepihak sebelum Rizal sempat membela diri.

​Rizal meremas rambutnya yang berantakan dengan rasa frustrasi yang memuncak.

​Dia adalah seorang yatim piatu yang harus berjuang hidup sendirian di kerasnya ibukota.

​Kehilangan pekerjaan berarti dia tidak akan bisa membayar uang sewa kos bulan depan.

​Drrt... Drrt...

​Ponselnya kembali bergetar dan kali ini menampilkan nama Nadia.

​Nadia adalah kekasih yang baru ia kenal tiga bulan lalu dari sebuah aplikasi kencan online.

​Senyum tipis muncul di wajah Rizal karena dia merasa butuh tempat bersandar.

​"Halo, Sayang?"

​Rizal menyapa dengan nada yang dilembutkan.

​"Jangan panggil aku sayang lagi, Rizal."

​Suara dingin Nadia membuat senyum Rizal langsung luntur seketika.

​"Ada apa, Nad? Kamu marah padaku?"

​"Kita putus saja, aku sudah muak berhubungan dengan pria miskin sepertimu."

​"Tunggu dulu Nad, kenapa tiba-tiba begini?"

​Rizal berdiri dari bangku taman karena panik.

​"Kamu pikir aku mau hidup susah dengan pegawai rendahan sepertimu?"

​"Tapi Nad, aku selalu menuruti semua kemauanmu selama ini."

​"Menuruti apanya? Beli tas bermerek saja kamu harus mencicil."

​"Nad, aku tahu aku baru saja kehilangan pekerjaan, tapi tolong jangan tinggalkan aku sekarang."

​Terdengar suara tawa meremehkan dari seberang telepon.

​"Kehilangan pekerjaan? Wah, pas sekali kalau begitu."

​"Maksudmu apa, Nad?"

​"Kamu ingat uang seratus juta yang kamu transfer ke aku minggu lalu untuk modal usaha bersamaku?"

​Tubuh Rizal langsung menegang mendengar pertanyaan itu.

​Uang itu adalah seluruh tabungan masa depannya yang dia kumpulkan dengan susah payah.

​Nadia membujuknya untuk berinvestasi di bisnis butik yang ternyata hanya akal-akalannya saja.

​"Tentu saja aku ingat, itu tabunganku satu-satunya untuk masa depan kita."

​"Lupakan saja soal masa depan kita, uang itu sudah aku pakai untuk liburan ke Bali dengan pacar baruku."

​Brak!

​Rizal tanpa sadar menendang tong sampah di dekatnya saking terkejutnya.

​"Pacar baru? Kamu selingkuh dariku dan menipuku?!"

​"Jangan sembarangan bicara ya, aku tidak menipumu."

​"Lalu uangku bagaimana, Nadia?!"

​"Anggap saja uang itu sebagai biaya kompensasi karena aku sudah membuang waktuku bersamamu selama tiga bulan ini."

​"Nadia, kembalikan uangku! Itu hasil keringatku selama tiga tahun!"

​"Cari saja uangmu di tempat sampah, dasar pria miskin yang gampang dibodohi."

​"Nadia, kamu benar-benar kejam!"

​"Terima kasih pujiannya, selamat menikmati hidup miskinmu ya."

​Tut.

​Sambungan telepon dimatikan begitu saja oleh Nadia.

​Rizal kembali mencoba menghubungi nomor Nadia namun ternyata nomornya sudah diblokir.

​Tubuh Rizal lemas dan dia kembali terduduk di bangku taman.

​"Sialan... sialan... sialan!"

​Rizal memaki angin dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya.

​Dia sudah bekerja sangat keras namun bosnya memecatnya tanpa alasan yang jelas.

​Dia sudah mencintai dengan tulus namun kekasihnya menipunya hingga tak tersisa.

​Dunia terasa begitu tidak adil bagi seorang yatim piatu sepertinya.

​"Kenapa semua orang terus saja berbohong dan menipuku?"

​Rizal bergumam dengan tatapan kosong melihat orang-orang yang berlalu lalang di taman.

​"Seandainya saja ada keajaiban yang bisa membalikkan semua kebohongan ini."

​Ting!

​Tiba-tiba sebuah suara mekanis yang aneh berdenging nyaring di dalam kepala Rizal.

​Rizal menoleh ke kanan dan ke kiri namun tidak ada siapa pun di dekatnya.

​"Suara apa itu tadi?"

​Ting!

​[Sistem Kebohongan menjadi Kenyataan sedang diinisialisasi...]

​Rizal terlonjak kaget dan memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sedikit hangat.

​"Sistem? Apa maksudnya ini?"

​[Inisialisasi selesai. Selamat datang Tuan, Sistem Kebohongan menjadi Kenyataan telah terikat pada jiwa Anda.]

​Sebuah layar holografik berwarna biru transparan tiba-tiba muncul melayang di depan wajah Rizal.

​Rizal mengusap matanya berkali-kali karena mengira dia sedang berhalusinasi akibat stres berat.

​"Apakah aku sudah gila karena kehilangan pekerjaan dan ditipu?"

​[Anda tidak gila Tuan. Saya adalah entitas sistem yang akan mengubah nasib Anda.]

​Layar holografik itu menampilkan teks yang sesuai dengan suara mekanis di kepalanya.

​"Lalu apa fungsi dari sistem ini?"

​[Sistem ini akan mengubah setiap kebohongan, modus penipuan, hinaan, dan omong kosong yang diarahkan kepada Anda menjadi sebuah realitas yang sah dan permanen.]

​Rizal menelan ludah membaca penjelasan singkat namun luar biasa tidak masuk akal itu.

​"Mengubah penipuan menjadi kenyataan? Maksudnya bagaimana?"

​[Jika seseorang mencoba menipu Anda dengan kebohongan, kebohongan itu akan dimanipulasi oleh sistem menjadi sebuah kebenaran yang menguntungkan Anda.]

​Rizal masih mencerna informasi tersebut saat ponselnya kembali bergetar.

​Kali ini sebuah pesan SMS masuk dari nomor yang tidak dikenal.

​Rizal membuka pesan itu dan membaca isinya.

​"Selamat! Anda resmi terpilih sebagai pemenang Undian Bank Nasional dan berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 10.000.000.000 Sepuluh Miliar Rupiah. Silakan transfer biaya pajak sebesar Rp 2.000.000 ke rekening ini untuk pencairan dana."

​Rizal mendengus sinis melihat pesan penipuan klasik tersebut.

​"Ini pasti penipuan bodoh yang sering dikirim secara acak."

​Ting!

​[Mendeteksi adanya modus penipuan yang ditujukan kepada Tuan.]

​[Kebohongan: Anda memenangkan undian sebesar sepuluh miliar rupiah.]

​[Memproses manipulasi realitas...]

​Layar holografik di depan Rizal berkedip dengan cepat.

​[Manipulasi berhasil. Kebohongan telah diubah menjadi kenyataan.]

​Rizal mengerutkan keningnya tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

​"Jadi... apakah ini berarti aku benar-benar mendapatkan sepuluh miliar?"

​Ting!

​Ponsel Rizal berbunyi lagi, kali ini menandakan adanya notifikasi dari aplikasi mobile banking miliknya.

​Rizal membuka aplikasi tersebut dengan tangan gemetar dan jantung yang berdebar kencang.

​Matanya terbelalak lebar saat melihat angka yang tertera di layar ponselnya.

​"Satu... dua... tiga... ada sepuluh nol di belakang angka sepuluh."

​Rizal menghitung jumlah nol itu berkali-kali untuk memastikan matanya tidak salah.

​Saldo rekeningnya yang awalnya hanya lima puluh ribu rupiah kini berubah menjadi Rp 10.000.050.000.

​"Ya Tuhan... ini nyata! Uangnya benar-benar masuk ke rekeningku!"

​Rizal melompat kegirangan hingga beberapa orang di taman menatapnya dengan aneh.

​"Aku kaya! Aku benar-benar kaya sekarang!"

​Rizal tidak peduli dengan tatapan orang-orang karena dia terlalu bahagia.

​Semua rasa putus asa dan sedihnya menguap begitu saja digantikan oleh euforia yang meluap-luap.

​[Tuan, harap tenang. Ini barulah permulaan dari kekuatan Sistem.]

​Suara sistem kembali menenangkan Rizal yang masih kesulitan mengendalikan emosinya.

​"Benar, ini baru permulaan."

​Rizal menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan untuk menenangkan diri.

​"Jika setiap penipuan bisa menjadi kenyataan, maka dunia ini adalah tambang emasku."

​Rizal tersenyum miring membayangkan masa depannya yang cerah.

​Dia teringat kembali pada Nadia yang baru saja menipunya habis-habisan.

​"Nadia, kamu pikir kamu bisa menipuku dan lari begitu saja?"

​Rizal bergumam dengan nada dingin sambil mencengkeram ponselnya.

​"Aku akan membuatmu memohon di bawah kakiku karena sudah mencampakkan aku."

​Rizal juga teringat pada Bos Hendra yang memecatnya dengan semena-mena.

​"Dan untuk Pak Hendra, bersiaplah kehilangan segalanya karena sudah mencari masalah denganku."

​Rizal kini bukan lagi pemuda miskin yang bisa diinjak-injak oleh siapa saja.

​Dia memiliki kekuatan untuk mengubah segala bentuk niat buruk menjadi kekayaan tanpa batas.

​"Mulai sekarang, aku yang akan memegang kendali atas hidupku sendiri."

​Rizal melangkah pergi meninggalkan taman kota dengan dada membusung dan kepercayaan diri yang baru.

​Langkah pertamanya adalah mencari tempat tinggal yang layak untuk seorang miliarder baru sepertinya.

​Ting!

​[Sebuah panggilan masuk terdeteksi dari nomor tidak dikenal.]

​Rizal melihat layar ponselnya dan tersenyum penuh arti.

​"Mari kita lihat penipuan macam apa lagi yang akan memberikan aku uang hari ini."

​Rizal menekan tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut.

​"Halo, dengan Bapak Rizal?"

​Suara seorang pria yang terdengar sangat formal menyapa dari seberang telepon.

​"Ya, ini dengan saya sendiri."

​"Bapak, saya dari pihak kepolisian menginformasikan bahwa anak Bapak sedang berada di rumah sakit karena kecelakaan."

​Rizal hampir tertawa mendengarnya.

​"Anak? Saya saja belum pernah menikah."

​"Bapak harus segera mentransfer biaya operasi sebesar lima puluh juta rupiah ke rekening dokter, atau nyawa anak Bapak tidak akan tertolong!"

​Ting!

​[Mendeteksi adanya modus penipuan yang ditujukan kepada Tuan.]

​[Kebohongan: Anak Anda mengalami kecelakaan dan butuh biaya operasi.]

​[Memproses manipulasi realitas... Gagal.]

​Rizal mengernyitkan dahi melihat peringatan berwarna merah di layar sistem.

​"Kenapa gagal, Sistem?"

​[Sistem tidak dapat menciptakan manusia dari ketiadaan Tuan, apalagi anak biologis yang tidak pernah Anda miliki.]

​"Ah, jadi sistem ini ada batasannya juga ya."

​[Namun, sistem akan memodifikasi realitas kebohongan ini menjadi bentuk aset yang relevan.]

​[Memproses modifikasi realitas...]

​[Modifikasi berhasil. Sebuah Rumah Sakit swasta di pusat kota Jakarta kini resmi menjadi milik Anda sebagai bentuk realisasi dari 'biaya operasi rumah sakit'.]

​Rizal mematung di tengah trotoar jalan saat membaca notifikasi tersebut.

​"Halo Bapak? Halo? Apa Bapak masih di sana? Cepat transfer uangnya!"

​Suara penipu dari telepon menyadarkan Rizal dari keterkejutannya.

​"Hei penipu bodoh, terima kasih banyak ya."

​"Hah? Apa maksud Bapak?"

​"Terima kasih karena sudah memberikanku sebuah rumah sakit gratis hari ini."

​Tut.

​Rizal langsung mematikan telepon dan tertawa lepas.

​"Ini sungguh gila, aku tidak hanya mendapatkan uang tunai tapi juga aset sebesar rumah sakit!"

​Rizal mempercepat langkahnya menuju jalan raya untuk mencari taksi.

​Dia tidak sabar untuk segera melihat rumah sakit baru yang kini menjadi miliknya itu.

​Hari ini, kehidupan seorang Rizal telah berubah untuk selamanya.

​Dia akan membuktikan kepada semua orang yang pernah menghinanya bahwa mereka telah salah memilih lawan.

1
kinataa⁸
5m nya ksh aku juga/Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!