NovelToon NovelToon
Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:361.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.

Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.

Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.

Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Ikan dan Kerang

"Sore-sore gini, kalo mancing, seru nih." Kata Satrio.

"Gak denger." Jawab Dipta yang sedang bersama Arjuna dan Mifta.

"Katanya gak denger, tapi Yayah kok nyahut." Cicit Satrio yang membuat Arjuna dan Mifta tertawa.

"Pak Ade, ayo kita mancing." Ajak Bagas.

"Kakimu aja baru bener lho, Gas. Masak udah mau pecicilan lagi. Emang gak kapok, di marahin Mama?" Mifta yang menyahut.

"Kan kalo mancing gak sambil lompat-lompat atau manjat pohon, Pa. Cuma duduk, diem, pelenggang-pelenggong nunggu umpannya di samber ikan." Kata Bima. Mendengar itu, Arjuna dan Dipta pun langsung menyemburkan tawanya.

"Ayolah, Mo. Kan kalau mancing sama Romo, Mbun gak akan ngomel-ngomel karena ada yang ngawasin." Bujuk Aka.

"Iya, Pak Ade. Nanti kalau dapat ikan banyak, kita bisa bakar ikan malem-malem." Timpal Satrio yang ikut membujuk.

"Yaudah, sana ambil perlengkapan mancingnya." Kata Arjuna pada akhirnya.

Keempat bocah laki-laki itu pun bersorak senang ketika Arjuna setuju dengan permintaan mereka. Mereka segera menyiapkan perlengkapan untuk memancing dan juga umpan.

Pada akhirnya, tak hanya Arjuna, namun, Dipta dan Mifta pun turut ikut memancing. Mereka membuat beberapa joran agar semuanya bisa memegang joran masing-masing.

Langin sore di Desa Banyu Alas saat itu nampak sangat indah. Semburat langit jingga di sorot oleh sinar matahari yang mulai redup.

Tujuh orang laki-laki itu duduk berjajar di tepi sungai. Mereka tampak sibuk dengan joran di tangan mereka masing-masing.

Baru beberapa menit mencelupkan umpan, Aka kembali menarik pancingnya dengan seekor ikan selebar telapak tangan yang memberontak karena tak bisa bernafas.

"Wahh! Mamas hebat." Seru Bagas yang tampak takjub dengan ikan hasil tangkapan Aka.

"Mamas emang gitu, baru bentar, pasti langsung dapet." Komentar Bima.

"Romonya punya saingan, sekarang." Kekeh Dipta.

"Saingan yang dia ciptakan sendiri." Timpal Mifta.

"Aku tuh sengaja ngalah, biar mereka seneng." Jawab Arjuna yang di sambut cebikan oleh Mifta dan Dipta.

"Kok aku gak dapet-dapet, sih. Padahal pingin makan ikan bakar nanti malam." Kata Satrio.

"Ya sabar to, Kak. Namanya orang mancing itu memang melatih kesabaran." Sahut Dipta.

"Yayah udah dapet, aku belum sama sekali." Kata Satrio.

"Ya mau gimana? Berarti belum rezeki Kakak. Tunggu aja yang sabar, jangan banyak ngeluh, nanti ikannya gak mau deket." Kata Dipta.

"Nanti kalau gak dapat ikan, gimana?" Tanya Bagas.

"Nanti minta uang Mama, beli aja di pasar." Jawab Mifta yang membuat Dipta dan Arjuna tertawa.

"Ahh! Papa!" Kesal Bagas.

Merasa bosan karena tak kunjung mendapatkan ikan, Satrio, Bagas dan Bima pun mencari kesibukan lain. Mereka justru asyik mengumpulkan kerang-kerang yang ada di sungai kecil. Ketiga bocah itu tampak heboh saat mengumpulkan kerang kijing.

"Romo... Romo... Ini boleh dimakan gak?" Tanya Bima sambil membawa kerang kijing sebesar telapak tangannya.

"Bisa. Memang ada banyak?" Tanya Arjuna.

"Ada banyak banget disana, Mo!" Jawab Bima dengan antusias.

"Kalo gitu, aku cari kerang ini ya, sama Kak io dan Mas Bagas." Kata Bima yang meminta izin.

"Hati-hati, ya, di pinggir aja. Jangan jauh-jauh." Pesan Arjuna.

"Iya, Mo! Cuma di pinggir sana aja kok. Disana juga banyak kijingnya." Jawab Bima yang kemudian berlari kembali menuju ketempatnya menemukan kerang kijing bersama Satrio dan Bagas.

"Kijingnya di sana ada banyak to, Mas?" Tanya Dipta.

"Banyak banget. Di sini jarang yang cari kijing. Gak kayak zaman kita dulu." Jawab Arjuna.

"Zaman kita dulu, kijing sama remis sampe gak sempet beranak." Imbuh Arjuna yang membuat Mifta dan Dipta tertawa.

"Padahal kijing itu enak, dagingnya kenyal. Apa lagi kalo di tumis pedes, pake cabe ijo, hmmmm." Ujar Dipta yang membayangkan masakan yang baru ia bicarakan.

"Eh, kayaknya enak yo, Dip. Nanti minta Ibu masakin gitu." Kata Arjuna yang turut tergoda dengan apa yang di bayangkan oleh Dipta.

"Tapi kalo yang gak 'tawar' (alergi) ya bisa bikin pusing, muntah-muntah." Sahut Mifta.

"Kayak Ayah yang gak bisa makan kijing. Ndase mumet (kepalanya pusing) kalau makan kijing. Tapi, kalau makan remis, enggak." Kata Dipta.

"Aku malah baru tau, Ayah gak bisa makan kijing. Soalnya makan kerang yang lain aman aja tuh," Kekeh Mifta.

"Iya, makanan lain emang gak ada masalah. Cuma kijing aja yang bermasalah sama Ayah." Sahut Arjuna.

"Ini kok gak ada ikan yang nyamber lagi, ya." Kata Arjuna setelah beberapa lama menunggu.

"Udah mau surup ini. Ikannya pada siap-siap mau magriban." Jawab Dipta yang membuat mereka tertawa.

"Gimana mau nyamber, wong ikannya di panen sama Aka." Kata Mifta yang melihat ikan hasil pancingan Aka yang sangat banyak.

"Besok lagi, kamu mancing sendiri aja lah, Nang. Mancing bareng-bareng kok ikannya nempel ke kamu semua." Kata Arjuna.

"Kok salahin aku? Ya salah ikannya lah, ngapa gak mau datengin yang lain." Jawab Aka.

"Besok kalo mancing sama Aka, auranya tutupo dulu, Mas. Jadi biar ikan gak tertarik sama dia." Kekeh Dipta.

"Iya nih, heran, aku. Mancing dari tadi, kok cuma dapet lima ekor." Sahut Arjuna.

Setelah selesai memancing dan mengumpulkan kerang kijing, mereka semua kembali ke rumah dengan membawa hasil tangkapan mereka. Mereka saling bahu-membahu mengurus hasil tangkapan yang rencananya akan di bakar nanti malam.

Saat para laki-laki sholat di Masjid, para perempuan masih sibuk menyiapkan bumbu dan mengeluarkan kerang kijing dari cangkangnya. Enam perempuan dewasa di bantu dengan tiga anak-anak, tampak sibuk mengeluarkan kerang kijing yang sebelumnya sudah di rebus terlebih dulu.

"Ini ide siapa sih, nyari kerang kayak gini?" Cicit Nala.

"Katanya Bima, io sama Bagas yang nyari kerang, karena gak dapet ikan waktu mancing." Jawab Shima.

"Mbok ya kira-kira gitu lho, kalo nyari kerang. Apa ini sak kali di ambil semua kerangnya." Ujar Nala yang memecah tawa mereka.

"Udah sana gantian sholat. Biar di lanjutin sama yang manen kijing sak kali." Kata Raina saat para laki-laki sudah pulang dari Masjid.

"Ya Allah, belum selesai?" Tanya Dipta.

"Menurutmu, Mas? Lagian kok ya ngambil kijing gak kira-kira." Sahut Nala.

"Tau itu, Bapak-bapaknya juga kok gak nyuruh berhenti." Kata Meshwa.

"Kan, salah lagi Bapak-bapaknya." Jawab Arjuna.

"Ya diingetin gitu lho, ambil secukupnya ajal jadi yang bersihinnya juga gak sampe mbelenger (kewalahan)." Kata Meshwa.

"Bisa-bisa punah ini, kijing di kali." Timpal Kamelia yang membuat mereka kembali tertawa.

"Udah sana, pada sholat dulu. Ini biar di lanjutin sama yang laki-laki." Kata Arsha.

"Kalo kayak gini ini, ceritanya mau jualan kijing, apa gimana?" Tanya Aksa yang turut bergabung bersama para laki-laki untuk membersihkan kijing.

"Ya ini, kelakuan cucumu, Po." Jawab Dipta.

"Gak kerasa ngambilinnya, Pa. Tau-tau udah dapet banyak. Padahal cuma aku, Mas Bagas sama Kak io yang ngambilin." Kata Bima dengan antusias.

"Kung-kung kok gak bantuin? Nanti gak di kasih loh." Kata Bagas.

"Kung-kung gak doyan makan kijing, Mas. Kung-kung doyannya makan singkong." Jawab Bima yang langsung memecah tawa mereka.

1
Santi
makasi kak oleh2 ya, double up, 🙏🙏pasti tahu lah mamas, bopomu kan bopo istimewa,
Munas Tuti
ayoo oleh2 apa yg yg dibawa Aka..
Santi
syukurlah ratunya baik, jadi ga terjadi masalah besar
Munas Tuti
belum tau ajaa walu kelas Aka klo anak remaja itu seorg bopo.. .alhamdulillah temens Aka kembali
Mulyani Asti
Alhamdulillah gak sampe kejadian kaya Arjuna dulu waktu acara kampus,untung nya nyai nya baik sama aka aku udah deg2 an padahal
Nur Wakidah
oleh2 dari Nyi Ratuuuuuu , , ,
lhah gimna Romo mu gk tau Mas 🤭🤭🤭 wong Romo juga sakti mandra guna 😀😀😀 tp sok ben luweh sakti Mas Aka ✌️✌️✌️ piihhhh Mas Jun jangan marah 😀😀😀
Alah2 Bima leh so sweetttt 🤭🤭🤭 padine kangen Mas Aka 3 dino ora kepetuk ora ng sg dijarak i 🤣🤣🤣
Murti Puji Lestari
ya Allah.. irisan bawangnya sampai sini😭😭😭
amilia amel
kamu salah Ka kalo nanya sama romo-mu
wong romo-mu bopo istimewa
tapi masih istimewa dirimu kok Ka
Munas Tuti
sopo yoo sing nyeloi Aska mau bengii..
Rahmawati
oleh oleh nya apaan tuh
Rahmawati
pak wali kelas gk tau ya kalo aka itu calon bopo😂
Munas Tuti
Yaa Allah melas banget Arjuna...ikutan mrebes mili ikiii
Kristiana Subekti
up lagi thor 😁🤭
Atik Kiswati
sesuatu yg berbau mistis tu bagiku mengerikan.....gk bisa di nalar ama otak kt,hrs pake hati....kalau hatinya baik / bersih sih gpp tapi kalau hatinya jahat / kotor mlh tambah berabe.....
syora
kira kira oleh" apa ya
apapun itu semoga bermanfaat tnpa ada efek berbahayanya
lah mama's mama's aneh bin ajaib romomu kuwi titisan bopo pertama loh
ryriz: semuanya kan titisan... tp yg mewarisi batu panca warna milik bopo cokro manggala kan mamas aka...
total 1 replies
Cica Aretha
allhamduliah di kasih doble up..makasih thor ..semangattttt💪😍
TS
mas Aka dapet apa ya,,,,.semangat Thour Up yang banyak
Nuri 73749473729
alhamdulillah.... bs double2 up Thor semangat thor lanjut
💗 AR Althafunisa 💗
Lanjut ka 🥰🥰🥰❤️❤️❤️
Kasandra Kasandra
double up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!