NovelToon NovelToon
The Twentieth Concubine Wants To Survive

The Twentieth Concubine Wants To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Timur
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ye Xinyue, mahasiswa hukum tingkat akhir, meninggal karena kelelahan mengerjakan skripsi. Namun, bukannya masuk surga, ia justru terbangun sebagai Selir ke-20 Kaisar Tianyu dalam webtoon *** yang sering dibacanya. Mengetahui bahwa tokoh ini akan mati di tengah perebutan kekuasaan, Xinyue bertekad mengubah takdir. Ia memilih hidup tenang, menjauhi kaisar, politik istana, dan para selir. Sayangnya, rencananya gagal ketika Kaisar Tianyu mulai memperhatikannya. Lebih buruk lagi, alur cerita perlahan berubah: tokoh yang seharusnya mati masih hidup dan kejadian baru bermunculan. Kini Xinyue harus bertahan hidup sambil mencari alasan mengapa kedatangannya telah mengubah seluruh takdir Tianyu dan rahasia besar di balik semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

This Was Never in the Webtoon

Pagi harinya, sisa-sisa air hujan masih menetes dari bubungan atap Paviliun Bayangan Salju. Suasana istana begitu hening, seolah menyimpan kejahatan yang baru saja ditutupi oleh tanah basah.

Xinyue duduk di depan meja rias perunggunya. Di tangannya, ia memegang sebuah buku catatan kecil berlipat dengan sampul kulit berwarna cokelat pudar buku rekapitulasi alur cerita webtoon "Kaisar dan Teratai Berdarah" yang sempat ia hafal luar kepala sebelum jiwanya bertransmigrasi ke tubuh Ye Xinyue.

Jemari lentiknya yang menorehkan kuas tinta mendadak terhenti. Keningnya berkerut dalam.

"Ada yang tidak beres," bisik Xinyue pada dirinya sendiri.

Menurut alur asli webtoon, Selir ke-20 Ye Xinyue yang asli seharusnya sudah mati diracun pada bab belasan karena keluguannya. Tokoh utama wanita yang sebenarnya adalah Selir Lin dari Faksi Barat, yang nantinya akan bekerja sama dengan Zhao Fengting untuk menumbangkan klan Liang dan Faksi Selatan. Tidak ada yang namanya "Pengawas Hukum Kerajaan," tidak ada peran forensik modern, dan yang paling membingungkan... tidak pernah ada jaringan bernama Matahari Hitam.

"Nona," Mingzhu masuk membawa nampan berisi teh melati hangat dan kue beras segar. Rupa wajah pelayan muda itu masih sedikit pucat akibat ketegangan semalam. "Ada surat rahasia yang diselipkan di bawah pintu gerbang samping tadi subuh. Tanpa stempel pengirim, tapi menggunakan segel lilin berwarna hitam pekat."

Xinyue meletakkan kuasnya, mengambil surat tersebut dengan hati-hati. Menggunakan pisau kecil khusus, ia memotong segel lilin tanpa merusak pola cetakannya.

Di dalam amplop terdapat selembar kertas sutra tipis bertuliskan kaligrafi rumit beraroma aroma kayu pinus bakar:

Garis waktu telah terdistorsi sejak kau menolak meminum racun di mangkuk lotus itu. Jangan percaya pada ingatan masa lalumu. Di papan catur ini, kaisar yang kau lihat bukanlah Zhao Fengting yang kau baca.

Mata Xinyue membelalak sempurna. Jantungnya berdegup kencang, memompa darah dengan cepat hingga ke ujung jarinya.

Pesan ini... seseorang di istana ini tahu bahwa tempat ini adalah dunia webtoon! batin Xinyue gemetar.

Bukan hanya mengetahui alur cerita asli, si pengirim pesan juga menyadari keberadaan transmigrasi jiwa Xinyue. Pesan ini bukan berasal dari karakter fiksi biasa. Ada transmigrator lain atau seseorang yang memegang entitas tak kasatmata—yang sedang mengendalikan permainan dari balik bayangan.

"Mingzhu," panggil Xinyue dengan suara yang mendadak amat dingin. "Siapa yang menyapu pelataran gerbang samping subuh tadi?"

"Kasim Tua Chen dari Departemen Kebersihan, Nona. Tapi hamba mendengarnya dari penjaga bahwa Kasim Chen sudah pikun dan tidak pernah bicara pada siapa pun."

Xinyue segera berdiri, merapikan gaun ungu tuanya. "Kita ke Kediaman Bunga Plum sekarang."

Kediaman Bunga Plum adalah tempat tinggal Selir Lin pemeran utama wanita dalam alur webtoon asli. Menurut ingatan Xinyue, Selir Lin seharusnya saat ini sedang menjadi kesayangan Zhao Fengting dan menjadi pusat perhatian Istana Dalam. Namun sejak Xinyue mengambil alih panggung dengan Segel Pengawas Hukum, nama Selir Lin hampir tidak pernah terdengar di Balai Agung.

Ketika Xinyue tiba di pelataran Kediaman Bunga Plum, pemandangan yang menyambutnya sangat bertolak belakang dengan deskripsi komik yang megah. Taman bunga plum itu terbengkalai, daun-daun kering berserakan, dan suasana di sekitarnya begitu dingin terisolasi.

Seorang wanita bergaun putih polos tanpa perhiasan mewah sedang duduk di bangku batu, memegang cangkir teh yang sudah dingin. Ia menoleh perlahan saat mendengar langkah kaki Xinyue.

Itu adalah Selir Lin. Namun wajahnya tidak memancarkan kepolosan dan kebaikan seperti karakter protagonis webtoon. Matanya redup, dipenuhi keputusasaan dan kelelahan yang amat sangat.

"Kau akhirnya datang, Selir ke-20... atau harus kupanggil dengan gelar modernmu?" sapa Selir Lin dengan suara serak, menyunggingkan senyum pudar yang penuh ironi.

Xinyue menghentikan langkahnya, memberi isyarat pada Mingzhu untuk menunggu di luar pagar taman. "Kau... kau pengirim surat itu?"

Selir Lin terkekeh pelan, menggelengkan kepalanya. "Bukan. Aku hanyalah korban gagal dari alur cerita yang hancur ini. Aku masuk ke dunia ini dua tahun lebih awal darimu, Xinyue. Aku mencoba memainkan peran sebagai Selir Lin sang pemeran utama... tapi dunia ini menolaknya."

Xinyue melangkah mendekat, duduk di bangku batu di hadapan Selir Lin. "Apa maksudmu alur ceritanya hancur?"

"Zhao Fengting yang kau hadapi sekarang bukan karakter kaisar penyayang dalam webtoon yang kita baca," bisik Selir Lin dengan mata membelalak penuh ketakutan, mendekatkan wajahnya ke arah Xinyue. "Di pertengahan cerita aslinya, karakter Zhao Fengting disusupkan oleh jiwa lain—seorang jiwakuno atau jiwa transmigrator gelap yang mengubah seluruh alur demi menguasai kekaisaran. Matahari Hitam bukan alur cerita komik. Itu adalah organisasi yang dibentuk oleh Zhao Fengting sendiri dari kehidupan sebelumnya!"

Sebuah pemahaman yang mengerikan menghantam kesadaran Xinyue bagaikan petir di siang bolong.

Segala sesuatunya mendadak masuk akal dengan sangat presisi. Mengapa Zhao Fengting memiliki taktik politik yang begitu kejam dan matang melebihi usianya? Mengapa dia begitu lihai memanipulasi bukti dan memisahkan faksi-faksi besar? Mengapa dokumen palsu Ibu Suri Agung begitu sempurna dibuat?

Karena Zhao Fengting yang ia hadapi saat ini juga merupakan seorang transmigrator atau sosok yang telah mengulang kehidupannya (regressor) yang memanfaatkan pengetahuan alur cerita untuk menghancurkan semua orang di papan catur ini.

Dia tidak sedang menguji Xinyue sebagai Pengawas Hukum. Dia sedang menguji apakah Xinyue cukup berbahaya untuk dibiarkan hidup atau harus segera dimusnahkan.

"Pria itu..." gumam Xinyue, jarinya mengepal erat hingga bukunya memutih. "Dia sengaja memberiku waktu satu minggu bukan untuk membuktikan kebenaran... tapi untuk melihat seberapa banyak yang aku ketahui tentang dunianya."

"Jangan lawan dia dengan hukum biasa, Xinyue," tangis Selir Lin pecah dalam bisikan lirih. "Dia mengendalikan peraturannya. Dia telah membunuh tiga transmigrator lain sebelum kita yang mencoba mengubah alur ini. Jika kau tidak tunduk padanya dalam satu minggu, kau akan menjadi mayat berikutnya."

Xinyue perlahan berdiri. Hawa dingin merambat di sepanjang tulang belakangnya, namun alih-alih diliputi ketakutan, matanya justru menyala dengan api perlawanan yang makin membara. Rasa takutnya menguap, berganti dengan adrenalin profesional seorang pemburu kejahatan.

Ia memutar Segel Pengawas Hukum Kerajaan di pinggangnya.

"Dia boleh saja mengendalikan alur webtoon ini dan mengubah peraturannya," tutur Xinyue dengan nada suara yang mantap, tajam, dan penuh determinasi. "Tapi dia lupa satu hal. Aku bukan pembaca biasa yang pasrah pada jalan cerita. Aku adalah spesialis forensik dan praktisi hukum. Dan tidak ada penjahat bahkan seorang kaisar transmigrator yang sanggup menyembunyikan kejahatannya dari analisis ilmiah."

Xinyue berbalik melangkah keluar dari Kediaman Bunga Plum, meninggalkan Selir Lin yang menatap punggungnya dengan takjub.

Permainan satu minggu yang diberikan Zhao Fengting kini telah berubah dari perang politik biasa menjadi pertempuran bertahan hidup antara dua jiwa lintas waktu. Dan Xinyue baru saja menemukan target analisis terbesarnya: Sang Kaisar sendiri.

1
Raizel_0511
crazy up kk,semangat,sehat selalu💪💪💪😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!