NovelToon NovelToon
Dewa Alkemis Sembilan Benua

Dewa Alkemis Sembilan Benua

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.

Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.

500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.

Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.

Mereka salah besar.

Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.

Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.

Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:

Menagih darah dengan darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Koin Peledak Jiwa

Awan kelabu akhirnya menurunkan gerimis di atas Ibukota Kekaisaran Langit Angin.

Di kamar penginapan, Lin Xuan duduk bersila. Ratusan Koin Tembaga Spiritual berserakan di hadapannya.

Bagi kultivator biasa, koin-koin itu sudah tak berguna.

Namun di tangan Lin Xuan, semuanya bisa berubah menjadi senjata mematikan.

"Tiga kultivator Pembentukan Fondasi bukan lawan yang bisa kuhadapi sembarangan."

Lin Xuan menatap koin-koin itu.

"Aku butuh sesuatu yang kuat tanpa menguras Qi."

Api Teratai Bumi Terdalam muncul di telapak tangannya.

Api itu membakar kotoran pada koin hingga tersisa inti tembaga spiritual yang murni dan keras.

Kemudian Kekuatan Jiwa Lin Xuan terbagi menjadi benang-benang halus. Setiap benang membawa seutas Api Surgawi yang ditanamkan ke dalam inti koin.

Dengan beberapa ukiran sederhana, ia menyegel kekuatan tersebut.

Lin Xuan mengambil satu koin dan mengamatinya.

"Selesai."

Senyum tipis muncul di wajahnya.

"Koin Peledak Jiwa."

Lin Xuan mengambil salah satu koin yang kini memancarkan cahaya biru samar.

Koin ini bukan untuk melukai tubuh.

Saat menembus pelindung Qi dan diaktifkan dengan kehendak jiwa, Api Surgawi di dalamnya akan meledak langsung di Lautan Jiwa dan meridian lawan.

Pertahanan tubuh sekuat apa pun tidak akan banyak berguna.

Tiga jam kemudian, lima puluh Koin Peledak Jiwa selesai dibuat.

Lin Xuan mengusap keringat di pelipisnya. Membagi Kekuatan Jiwa ke dalam puluhan koin ternyata cukup menguras tenaga.

Tiba-tiba telinganya bergerak.

Ada fluktuasi Qi di atap bangunan sekitar tiga ratus langkah dari tempatnya.

Sangat samar.

Kultivator tingkat sembilan pun belum tentu menyadarinya. Namun Kekuatan Jiwa Lin Xuan langsung menangkapnya.

"Pembentukan Fondasi." Ia tersenyum tipis. "Bukan orang Keluarga Ouyang."

Aura itu membawa aura Yin dan niat pedang.

Lin Xuan sudah tahu siapa orangnya.

Ia tetap duduk. Ia menuangkan teh panas ke dalam cangkir lalu mengirimkan suaranya melalui Kekuatan Jiwa.

"Paman Qin."

Suara itu menembus hujan malam.

"Daripada kedinginan di atap seperti burung hantu, masuklah dan minum teh bersamaku."

Di atap seberang, tubuh Paman Qin menegang.

Matanya membelalak.

Ia mengenakan jubah penyembunyi aura terbaik yang dimilikinya. Jarak mereka pun mencapai tiga ratus langkah.

Bahkan kultivator Pembentukan Fondasi lain belum tentu mampu menemukannya.

Namun Lin Xuan menemukannya dengan mudah.

Bagaimana mungkin?

Paman Qin menelan ludahnya.

Ia menatap jendela kamar Lin Xuan yang tertutup rapat. Rasa gentar muncul tanpa alasan.

Pemuda itu terlalu misterius.

"Terima kasih atas perhatianmu, Tuan Muda Lin."

Suara Paman Qin terdengar tegang.

"Aku hanya datang memastikan keselamatanmu. Aku tidak akan mengganggu lagi."

Setelah berkata demikian, Paman Qin segera pergi menuju Kediaman Keluarga Su.

Ia harus melaporkan semuanya kepada Su Yue'er.

Kini ia semakin yakin bahwa di balik Lin Xuan ada sosok yang jauh lebih mengerikan.

Di dalam kamar, Lin Xuan hanya tersenyum tipis.

Ia membiarkan Paman Qin pergi.

Setidaknya Keluarga Su kini tahu bahwa tidak mudah mengawasinya.

Namun malam itu belum berakhir.

Setengah jam kemudian, beberapa aura mendekati penginapan. Kali ini niat membunuh mereka sangat jelas.

Lin Xuan membuka matanya.

"Lima tingkat kesembilan Kondensasi Qi." Ia berhenti sejenak.

"Satu Setengah Langkah Pembentukan Fondasi." Senyum dingin muncul di wajahnya.

"Ouyang Chen ternyata orangnya tidak sabaran."

Enam sosok menyelinap dari gang belakang.

Mereka adalah Geng Serigala Malam. Pasukan pembunuh yang berada di bawah Keluarga Ouyang.

Pemimpinnya adalah pria berjuluk Serigala Mata Satu. Ia telah mencapai Setengah Langkah Pembentukan Fondasi.

Dengan isyarat tangannya, kelima anak buahnya bergerak. Mereka masuk melalui jendela dan balkon yang sengaja dibiarkan terbuka.

Keenam pembunuh itu mendarat tanpa suara. Namun tempat tidur di dalam kamar kosong.

Mereka saling berpandangan.

Tiba-tiba, terdengar suara dari belakang.

"Mencari seseorang?"

Suara dingin itu membuat keenam pembunuh tersentak. Senjata mereka langsung terhunus.

Lin Xuan duduk santai di kursi. Tiga Koin Peledak Jiwa berputar di antara jarinya.

"Bocah sombong. Kau pikir bisa lolos dari kami?" Serigala Mata Satu menyeringai.

"Serahkan nyawamu. Tuan Muda Ouyang sudah menginginkannya."

Qi di tubuhnya melonjak dan membentuk pelindung tebal.

Lin Xuan meliriknya.

"Perisai Setengah Langkah Pembentukan Fondasi?"

Ia mengangkat tangannya. "Benar-benar membuatmu percaya diri."

Ting!

Tiga koin melesat.

Kecepatannya begitu tinggi hingga tiga pembunuh di depan bahkan tidak sempat bereaksi.

Koin itu menembus pelindung Qi dan menancap di dahi mereka.

Ledakan terjadi di dalam tubuh.

Api biru kehijauan menyala dari mata dan telinga ketiganya.

Mereka jatuh tanpa suara. Lautan Jiwa mereka telah hancur.

Dan Serigala Mata Satu membeku. Ia tidak memahami teknik apa yang baru saja digunakan.

"Bunuh dia!" Ia menggertakkan giginya "Serang bersama!"

Serigala Mata Satu mengerahkan seluruh Qi ke pedang hitamnya.

Dua anak buah yang tersisa ikut menerjang.

Tiga sosok menyerbu Lin Xuan dari tiga arah.

Lin Xuan menghela napas.

Ia menendang meja di depannya hingga pecah. Serpihan kayu beterbangan dan menghalangi pandangan para pembunuh.

Dalam sekejap, tubuhnya melesat.

Ting! Ting!

Dua Koin Peledak Jiwa menembus kegelapan.

Dua pembunuh terakhir jatuh tanpa sempat berteriak. Kini hanya Serigala Mata Satu yang tersisa.

Ia meraung lalu mengayunkan pedangnya ke leher Lin Xuan. Tebasannya cukup kuat untuk membelah sebuah rumah.

Lin Xuan merunduk, dan Pedang itu lewat di atas kepalanya.

Dalam jarak sedekat itu, tinjunya langsung menghantam perut Serigala Mata Satu.

BUUM!

Qi pelindungnya hancur.

Tinju Lin Xuan menembus perut dan menghancurkan organ dalamnya.

Darah hitam menyembur dari mulut Serigala Mata Satu.

Api biru mulai menjalar melalui meridiannya.

"T-Tolong..." Tubuhnya gemetar. "Ampuni aku..."

Lin Xuan menarik tangannya. "Seorang pembunuh seharusnya tahu."

Tatapannya dingin.

"Jangan berharap belas kasihan dari orang yang hendak kau bunuh."

Serigala Mata Satu jatuh ke lantai.

Beberapa tarikan napas kemudian, nyawanya pun padam.

Kurang dari setengah batang dupa berlalu.

Satu regu pembunuh elit telah tewas di kamar penginapan. Tak ada perabot yang rusak selain sebuah meja.

Itulah kendali Kekuatan Jiwa seorang Kaisar.

Lin Xuan menatap keenam mayat di lantai. "Ouyang Chen, kau sudah mengirim hadiah."

Ia tersenyum tipis."Tentu aku harus membalasnya."

Lin Xuan mengambil sebuah peti kayu dari sudut kamar. Dengan pedang milik salah satu pembunuh, ia memenggal keenam kepala mereka lalu memasukkannya ke dalam peti.

Sebuah formasi sederhana dipasang untuk menjaga peti tetap tertutup dan menahan bau darah.

"Besok pagi, nikmati hadiahku." Lin Xuan menatap peti itu dengan tenang.

"Anggap saja ini peringatan."

"Jangan membangunkan naga yang sedang tidur."

1
Arinto Ario Triharyanto
mantap Thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll njeduk Thor lanjut terus 💪💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
ini baru mantab Lin Xuan lanjutkan aksimu terus bikin dunia berguncang
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll Lin Xuan lanjutkan aksimu
Arinto Ario Triharyanto
mantap nih👍
Rinaldi Sigar
lnjut
Aman Wijaya
mantab pooolll Lin Xuan lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
babat semuanya Lin Xuan biar keluarga Zhao lenyap semua
Aman Wijaya
mantab Lin Xuan habisi aja tuh Lin Hao biar ayahnya stres
Aman Wijaya
api teratai bumi udah ada di tangan Lin Xuan
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪 terus
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
mantull Thor lanjut terus semangat semangat semangat
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Saifuloh Oting
Thor,,yg membuat cerita ini begitu epic,.... mantap Thor...
Celestial Quill: Terimakasih, gas terus💪💪
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Lin Xuan
Green Boy
Jos ceritanya
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai keluarga ouyang sampai ke akar akarnya panjang tubuh mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!