NovelToon NovelToon
Annelyn Dan Om Bimo

Annelyn Dan Om Bimo

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Poligami
Popularitas:118.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ain Aun

Aku Annelyn. Ketika keretaku hanya memberi luka aku memilih menapaki rel dingin dan memeluk diriku sendiri.

Aku Bimo. Ijinkan aku menjadi kereta terakhirmu agar kau tak melewati dinginnya rel seorang diri.

Aku Dimas. Ketika aku dibutakan cinta pertamaku, membawanya dalam mahligai indahnya perjalanan panjang kereta rumah tanggaku.

Ketika suamiku memilih cinta pertama, mengorbankan aku yang menemani saat terpuruknya. Haruskah aku berpaling? Pada laki-laki yang sudah ku anggap sebagai orang tua ku sendiri. Sedangkan prahara asal muasal aku ada di dunia ini selalu menghantuiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ain Aun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siasat Dimas

Dimas POV

Sebut saja aku baj*ngan. Aku lelaki paling pengecut dan munafik yang pernah ada di bumi. Setelah semalam mengantar Annelyn ke tempat tinggal pacarnya, aku bergegas pulang ke rumah, aku tahu betul sebentar lagi dewi cantikku merajuk.

Dua jam lebih aku meninggalkannya di rumah seorang diri, yah karena ibuku pulang kampung untuk menjemput anak Puspa, dengan dukungan perekonomian yang sudah sangat mapan aku bisa menyekolahkannya di Kota.

Tok tok tok.

" Sayang, ini aku Mas Dimas, buka pintunya sayang".

Hening.

Apa mungkin dia sudah naik ke kamar ya?. Aku menekan bel pintu berkali-kali.

Kalau Puspa ngambek, terus nggak mau bukain pintu, riwayat bakalan tidur di luar ini. Sejenak, ku tekan bel lagi dan lagi. Sampai akhirnya aku mendengar suara anak kunci dibuka.

" Lama sekali Mas, Aku takut sendirian di rumah" Puspa merengek cemberut, menghentakkan kakinya. Dia terlihat sedikit jelek saat ini. Tidak seperti Annelyn yang setiap cemberut bibir merahnya selalu terlihat menggemaskan.

" Tadi antrenya rame sayang." Aku memeluk istriku, sedangkan kaki kiriku menendang pintu ruang tamu.

Aku tahu pasti Puspa sedang menahan senyum, dia tidak bisa ngambek lama-lama, cukup dipeluk nanti juga minta iya-iya.

" Maasss, tadi kan lama, aku ngidamnya sudah bukan sate padang lagi"

Aku tersenyum, benar kan?

" Kamu ngidam apa sekarang sayang?" Tanganku membelai lembut pipi tirusnya yang sedikit berisi. Sedangkan satu tanganku lagi asyik memelintir mahakarya Tuhan.

" Emmhh aku ngidam kamu mas". Puspa merengek krogel-krogel seperti cacing kremi

Tuh kan? Puspa adalah wanita terkuat yang pernah aku temui, berkali-kali iya-iya, dia tidak pernah bosan, tidak pernah menolak dan tidak mau ditolak. Benar-benar kualitas super duper mantul.

Akhirnya kami menuntaskan semuanya di ruang tamu. Dengan suara nyaring melengking tanpa takut ketahuan oleh Ibu.

Sialnya aku detik terakhir saat surga itu tergapai dengan menggebu aku menyebut nama Annelyn, sialan memang.

Plaakkk.

Puspa yang masih menikmati sisa surga yang tercecer pun, bangkit lantas menampar pipiku.

" Katerlaluan kamu, Mas!". Dia yang awalnya menanpakkan senyum kepuasan, kini berganti air mata tangisan.

Huuu huuuuu huuuuuuu

Suasana malam yang begitu hening, pasti membuat tangisannya begitu menakutkan, entah mengapa bulu kudukku tiba-tiba berdiri. Benar juga kata Annelyn, Puspa bisa terlihat seperti teteh Kunti.

Tangisannya yang semakin menjadi, menyadarkanku dari kenyataan. Dia istrimu Dimas, bukan teteh Kunti, ini salahmu. Otakku yang memang terlahir pintar menasehati.

Aku merangkul tubuhnya yang terguncang karena tangisan, bukan terguncang karena hal lain. Bahkan di saat genting yang seharusnya aku melancarkan rayuan, pikiranku masih saja nggak jauh dari hal iya-iya. Silahkan mengumpat.

Dengan terpaksa, aku menceritakan pertemuanku dengan Annelyn, tentang kehamilannya, ngidamnya, dan tentu saja semuanya. Tidak dapat ku pungkiri aura singa yang terganggu tidurnya menyala terang di mata Puspa.

" Kamu pilih anak dariku atau darinya?"

Degh. Pertanyaan yang sama sekali tidak mampu ku jawab. Bagaimanapun juga aku bahagia mendengar Annelyn hamil anakku. Tadi, aku merasakan tatapan sendu di mata indah Annelyn, mata yang biasanya memancarkan keceriaan dan semangat juang. Aku tidak ingin menyakitinya lagi, dan aku sungguh tidak berniat begitu.

" Kalau kamu memilihnya, ceraikan aku Mas. Akan ku buang bayi ini seperti dulu". Puspa mengancamku, dan aku tahu dia tidak pernah main-main.

Sama halnya dulu ketika kami masih sama-sama mahasiswa, mendiang bapakku adalah seorang tuan tanah yang begitu disegani. Kehidupanku tidak pernah menemui kesulitan, sehingga aku terlalu menggampangkan hidup, aku dan Puspa berpacaran layaknya pasangan suami istri, tidak pernah belajar dan tidak peduli dengan kuliah. Kehidupanku dulu hanya ku isi dengan memadu kasih bersama Puspa.

Sampai suatu hari, dia hamil, dan aku menolak bertanggung jawab meskipun aku sangat mencintainya. Aku tidak siap menerima bogem mentah bapakku. Hubungan kami merenggang setelah ia membuang janin itu. Tapi tentu saja kami tidak putus, bahkan setelah dia menikah dengan putra kepala desa sebelah.

Maka disinilah aku berakhir, duduk menyaksikan mantan istriku yang meminum jus jeruk kesukaannya, dia tersenyum begitu manis, dan lebih cantik. Jangan lupakan body-nya, yang kecil tapi membongkah depan belakang, dengan bongkahan yang sudah lama ku rindukan.

Sebenarnya, jus jeruk itu sudah ku campurkan dengan cytotec obat penggugur kandungan. Aku yang membayar orang agar meneleponnya saat makanan datang, agar dengan mudah bisa ku campurkan obat itu dengan dosis banyak.

Entahlah, selain aku tidak bisa kehilangan Puspa, aku juga tidak bisa melihat bayiku nanti diasuh pria lain, bahkan aku masih harus bertanggung jawab menafkahinya.

Setetes air mataku mengalir membasahi pipiku, saat Annelyn berlalu menuju kamar kecil. Akupun berlalu pergi dari restoran setelah melunasi pembayaran dan menumpahkan jus jeruk sialan itu.

Dimas POV end.

**

Author POV.

Bimo kelimpungan, dia tidak memerintahkan orang untuk mengawasi Annelyn, karena dia berpikir Annelyn tidak akan keluar dari apartemen. Sialnya perhitungannya meleset, menggunakan GPS untuk melacak ponsel Annelyn, Bimo bergegas menuju lokasi.

Perjalanan yang seharusnya ditempuh dengan waktu 30 menit, Bimo hanya butuh tidak lebih dari 15 menit untuk sampai. Saat sampai ia menelepon nomor ponsel Annelyn berkali-kali, tidak ada jawaban. Ia semakin khawatir, ia terus melangkah, namun langkahnya terhenti tepat di depan toilet khusus perempuan.

Sekali lagi ia menelepon Annelyn, dering bunyi telepon terdengar dari dalam, tapi tetap tidak terhubung. Bimo yang semakin khawatir, masa bodoh dengan adab, masa bodoh jika dikira mengintip, ia pun membuka pintu toilet. Melangkah sambil memanggil nama Annelyn.

Matanya membola, jantungnya? Untung tidak punya riwayat sakit jantung. Hanya saja tubuhnya seolah kehilangan tulang saat melihat genangan merah seperti darah mengalir melalui bilik salah satu kamar kecil.

Dan ketika ia membuka pintunya, semakin syok, melihat Annelyn pingsan dengan tubuh berlumuran darah, terutama bagian paha ke bawah, bahkan ponselnya dipenuhi genangan darah.

Ia yang biasanya bersikap tenang, cool dan kelewat santai, seketika panik tidak terkendali. Luka, sedih, tidak tega dan kemarahan bercampur aduk.

Ia tidak mau kehilangan Annelyn ataupun bayinya, mereka sangat berharga untuk Bimo. Mereka adalah keluarganya di kota jauh dari tempat kelahiran ini, mereka berdua adalah semangatnya.

Bimo menggendong Annelyn ala bride style. Memanggil pelayan restoran, membuat panik hampir seluruh pelayan dan juga manager. Banyak pengunjung yang bersimpati atau sekedar mencari sensasi publik dengan mengunggah video, namun sayangnya, wajah Annelyn tertutup rambut dan mata tajam Bimo masih berbalut kaca mata.

"Lyn, ku mohon bertahanlah! Maafkan aku tidak bisa menjagamu, Aku mencintaimu, aku ingin mengatakannya padamu tapi aku terlalu pengecut. Aku tidak siap hidup tanpamu dan baby kita. Ku mohon bertahanlah, Lyn... " Bimo meracau sambil menangis sesenggukan.

1
Yulay Yuli
hadeh ga pny nyali🤦berhayal aja terus
Heryta Herman
cerita nya ga tamat...menggantung...
Heryta Herman
mana lanjutannya....
Yulay Yuli
jahat banget Dimas y
Duyung kesayangan
Aku mampir kak
salam dari cinta berbeda keyakinan
Dewi Mandala
seru cerita'y ..smngat
Nur Ainy
ayo up thoorrr
Yzide Luthfan
bagi para penggemar novel Annelyn dan om bimo.. author minta maaf, author tidak bisa melanjutkan lagi, akunnya author hilang, kemaren-kemaren karya tulis author yg hilang karena ponsel author rusak, ku kira cobaannya cukup di situ, ternyata tidak.. dan kalaupun bisa melanjutkan, harus dwngan akun lain.. maaf yaaa
KaNg BaP3R
cemilan doank ya,bosen tinggal buang😂😂
🌟æ⃝᷍𝖒ᵐᵉN^W^NH^Ti᭄💫
buat buayanya insyaf Lyn😄😄
Senjaaa___
hapy ending ya thoor...aku paling suka novel yg ceritany gk muter2 kek sinetron...
Dilla Fadilla
aku kira double thor ngga tau pengumuman😅🤣
Senjaaa___
karepmu lah thoor...
Zuli Ika
cerita dari awal samp akhir ga jelas
Adinda Ashif: tolong sarannya kak.. dibagian mana tidak jelasnya, nanti supaya bisa saya perbaiki alur dan kalimatnya..
total 1 replies
𝓜𝓲𝓼𝓼 𝓙 ❥➻📴🌼
ruwet 🙈
Adinda Ashif: sabar kak.. tolong sarannya yaaa.. terimakasih..
total 1 replies
Senjaaa___
ooh....
Chandra Ponsel
laki egois yg mau wanita punya kekuasaan dan mau denfan wanita yg di cintai,,,
dan yg tersakiti disini karina,,,,
tdk pnya anak untuk slamanya dan tdak di cintai suaminya
but
dua
Adinda Ashif: terimakasih
total 1 replies
Adinda Ashif
absen yuk
... aku nomor satu yaaa
𝓜𝓲𝓼𝓼 𝓙 ❥➻📴🌼
bawa anelyn kabur bim yg jauhhhhhhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!