NovelToon NovelToon
Putri Hebat Sang CEO

Putri Hebat Sang CEO

Status: tamat
Genre:One Night Stand
Popularitas:784k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadziroh

Siapa sangka bekerja di sebuah hotel akan mengantarkan kesucian yang di jaganya, Dhea harus kehilangan mahkotanya di saat seorang pria memaksanya untuk melayaninya saat mengantar minuman.

Hingga gadis itu hamil dan melahirkan anak kembar yang sangat cantik.

Arya Ghora prasida, bahkan pria itu pun tak tau siapa wanita yang sudah berhasil membuatnya puas hanya dengan satu malam, hingga rasa itu menjadi candu baginya, dan Arya tak bisa melupakannya walaupun sekejap.

Sampai lima tahun penantian yang hampa, akhirnya mereka di pertemukan kembali, meskipun tak saling mengenal, Arya merasa ada sebuah aliran listrik yang menyengat di saat ia berdekatan dengan Dhea.

apakah dunia akan mempersatukan mereka dengan hadirnya si kembar yang hebat?
ataukah Dhea memilih untuk hidup sendiri, dengan kedua putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuka hati

Dhea hanya bisa mendesah saat menatap lutut memar Reina, entah yang ke berapa kali gadis cilik itu selalu saja ceroboh saat jalan.

''Mama marah?'' dengan polosnya Reina bertanya, padahal Dhea sudah memasang wajah datarnya untuk kedua bocah itu yang pergi tanpa izin darinya.

''Menurut kalian?'' Dhea kembali menumpuk undangan ulang tahun bocah kembar itu yang akan di adakan minggu depan.

''Marah.'' jawab Reina dan Rania serempak, bahkan kedua bocah itu bercanda di depan sang mama yang saat ini serius.

''Kalau kalian nggak mau membuat mama sedih dan menangis jangan di ulangi,'' lagi lagi Dhea memberi peringatan untuk kedua putrinya.

''Iya, Ma, entah karena kembar yang selalu saling bersama keduanya pun menjawab serempak.

''Sayang,'' tiba tiba suara cempreng pun menyapa dari balik pintu.

''Mama Yesi.'' Dengan jalan yang masih tertatih-tatih Reina menyongsong kedatangan ibu angkatnya.

''Kakinya kenapa, Nak?'' tanya Yesi berjongkok dan mengelus luka Reina.

''Jatuh, Ma.''

''Di mana?'' Yesi ikut merengut saat Reina memanyunkan bibirnya.

''Di depan,'' jawabnya lagi. Menunjuk ke arah gerbang.

Dhea hanya menatap kedua putrinya yang mengadu dengan kejadian saat di luar.

''Lain kali hati hati ya kalau jalan, untung saja ini hanya luka kecil, kalau lukanya parah kalian nggak kasihan sama mama Dhea?''

Keduanya menoleh ke arah Dhea yang masih sibuk dengan persiapan acara kedua putrinya.

Reina dan Rania mengangguk.

''Yes, kamu yakin kalau tempat untuk acara Reina dan Rania nanti sudah clear?'' menunjukkan beberapa lembar kertas yang baru saja di isi.

Yesi mengangkat kedua jempolnya, karena ia sudah membereskan semua sewa gedung dan yang lainnya. Karena kali ini Dhea memang ingin mengadakan acara ulang tahun putrinya yang ke lima itu dengan mewah dan mengundang seluruh teman di sekolah.

Tak ada yang tak mungkin, karena Dhea ingin menepati janjinya kepada dua putrinya yang akan memberikan hadiah apapun saat kembali ke kotanya, wanita yang sudah bertahun tahun menjalani hidupnya sebagai ayah dan ibu itupun menghampiri kedua putrinya.

''Reina, Rania, kalian mau hadiah apa dari mama?'' Dhea mengelus pucuk kepala keduanya.

''Aku ingin ketemu papa, itu saja, Ma,'' Reina kembali merengek, sepertinya keinginan itu memang tak bisa di negosiasi lagi.

Dhea memejamkan matanya, tak ada yang salah dengan pertanyaannya yang ingin memastikan hadiah untuk putrinya, namun Dhea sudah salah memancing rasa rindu dari kedua putrinya untuk sosok ayah.

''Ini papa datang.'' Suara berat menyapa dari ambang pintu, Dhea dan yang lain ikut menatap seorang pria yang sudah tersenyum lebar di sana.

''Pak Restu,'' Dhea yang terkejut itu pun ikut menyambut kedatangannya.

''Om,'' Reina dan Rania berlari berhamburan mendekati pria yang menjadi guru sekaligus papa asuhnya tersebut.

''Om mau jadi papaku dan kak Rania?'' dengan lugunya Rania merentangkan tangannya dan memeluk tubuh kekar Restu.

Restu menatap Dhea dengan tatapan yang lebih dari sebatas rekan, bahkan manik mata pria itu menunjukkan rasa yang tak di mengerti Dhea.

''Om sih mau mau saja, tergantung mama kalian.'' Melirik ke arah Dhea yang tersipu malu.

Sedangkan Yesi hanya bisa berdehem dari belakang, tak mau ikut campur urusan pribadi keduanya yang baru akan terjalin.

"Silahkan masuk, pak!" Dhea mengalihkan pembicaraan karena hatinya masih belum ingin untuk lebih serius membahas dirinya.

Restu duduk di ruang tamu, begitu juga dengan Reina dan Rania yang ada di sisi kiri dan kanan pria itu.

"Kalian mau hadiah apa dari Om?" tanya Restu.

"Sebenarnya kami sudah bosan dengan mainan Om, kami hanya ingin kehadiran papa saat kami tiup lilin nanti."

Restu merasa terenyuh saat mendengarkan permintaan kedua bocah itu, bahkan dirinya tak bisa membayangkan bagaimana jika itu terjadi dengannya.

"Baiklah, panggil om ini dengan sebutan Papa," Restu kembali menegaskan dan mencium kening keduanya. "Dan nanti saat kalian tiup lilin, papa Restu yang akan mendampingi."

"Ma kasih ya, pa,"

"Tapi aku nggak mau kali ini aja, aku maunya papa menjadi Papa Reina dan kak Rania seterusnya."

Lagi lagi Restu menatap wajah Dhea yang menunduk menatap lantai.

Seperti terjebak dengan ucapan sendiri, Restu merasa kalau saat ini dirinya terperangkap oleh makhluk kecil itu.

Restu menggaruk kepalanya dan tersenyum kecil.

"Kalau itu mau kalian, minta ke mama, karena hanya mama yang bisa menentukan semuanya."

Dhea membulatkan matanya saat Restu melempar jawaban ke arahnya.

"Boleh ya Ma," Jika Rania hanya diam, Reina malah aktif dan terus mendorong Dhea untuk menjawab.

Dhea hanya menggigit bibir bawahnya, bingung dengan jawaban yang akan di luncurkan.

"Permisi, Pak!" tiba tiba saja Dhea beranjak meninggalkan Restu dan kedua putrinya, wanita itu memilih untuk pergi ke kamarnya dan menutup pintunya

"Dhe, buka pintunya!" Suara dari luar membuat Dhea mengusap air matanya yang sempat lolos.

"Masuk saja, Yes!" sahut Dhea dari dalam.

Yesi menghampiri Dhea dan duduk di sampingnya.

"Aku tau pasti kamu sangat sedih mendengar permintaan Reina dan Rania."

Dhea mengangguk dan memeluk Yesi, mencari sandaran untuk berbagi kisah pilunya.

"Tapi kayaknya pak Restu itu baik, dan kamu harus belajar membuka hati untuk pria lain." Tidak bisa memikul beban seorang Dhea, setidaknya Yesi bisa sedikit memberi masukan untuknya.

"Tapi aku masih belum siap berumah tangga, Yes, aku takut kalau laki laki itu hanya mencaintaiku saja. Dan tidak menyayangi anak anakku."

Meskipun sudah lama menyendiri, rasa takut itu tetap ada, dan Dhea tak mau ada di cerita legenda tentang seorang tiri yang tersakiti.

Yesi tersenyum tau akan hal itu, tapi Gadis itu tak bisa membiarkan Dhea dalam bayang bayang belaka.

"Mencoba lah untuk melangkah, Pak Restu kayaknya orang baik, dan aku yakin dia akan menyayangi Reina dan Rania, lagi pula itu yang di inginkan mereka, jadi jangan takut, aku yakin semua akan berbuah manis."

Genggaman tangan Yesi menguatkan dan meyakinkan Dhea untuk bisa melewati keadaan saat ini.

Wanita yang baru saja dilema itu kini bisa tersenyum lagi.

"Baiklah, aku akan coba."

"Semangat." keduanya kembali berpelukan.

Demi anak anakku, aku akan mencoba membuka hatiku, semoga pilihanku ini tepat.

Karena sudah mantap, Kini Dhea keluar menghampiri kedua putrinya yang lagi asyik bermain bersama Restu.

''Pak, aku ingin bicara sama Bapak, berdua saja.''

Yesi yang paham membawa Reina dan Rania ke kamarnya.

''Jangan panggil bapak, biar lebih akrab.''

Dhea tersenyum, meskipun masih canggung Dhea mencoba untuk santai.

''Apa mas serius ingin menjadi papa dari kedua anakku?'' tanya Dhea.

''Serius,'' jawab Restu seketika, karena dari awal jumpa Restu merasa yakin dengan Dhea.

''Apa mas Restu menyayangi kedua putriku?'' Dhea memastikan.

Restu kembali mengangguk, ''Aku sayang mereka, dan aku akan menganggap mereka seperti anakku sendiri.''

''Kalau begitu aku izinkan mas Restu untuk menjadi papa dari anak anakku.''

Jawaban Dhea bagaikan salju yang menerpa tubuh Restu, begitu dingin hingga menusuk ke seluruh tulangnya.

1
Lina Carolina
selalu suka karya author
Rosnah Yusuf
ikut baca ya thor, terima kasih /Smile/
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor

typo ya thor,yg paling aneh di apartemen tapi denger klakson dan deru mobil 🙈
🌹🪴eiv🪴🌹
harusnya mati 🤣🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
bukannya tinggal di apartemen ya thor
kok di klakson mobilnya naik keatas 🙈😛
Nurlaila Hasan
Luar biasa
Al^Grizzly🐨
Harusnya ada Ceritanya kenapa Bisa kedua anaknya bisa berurusan dgn Polisi dan di anggap Pahlawan...apa keahlian kedua anaknya itu.
Hasanah Ana
astaga sking asyikx baca smpai gak kbaca tulisan tamat🤣🤣
Rafanda 2018
pasti hp mahal...jatuh kelantai ga apa apa
Rafanda 2018
sukurin ....katanya iQ tingi ko si kembar ga ada pinternya
Rafanda 2018
damar goblok.tolol cok....arya ceo jg goblok,penggawal dua jg tolol
Rafanda 2018
nyonya septi terlalu lebay anak da tua kaya anak kecil selalu di kekang
Rafanda 2018
cok,,,bertele tele...bercanda doang ga faedah
Rafanda 2018
karakter ator mungkin klo ada masalah mabok kenapa arya harus begitu kaya ator
Aidah Djafar
Ending mengharukan 😁😍
terharu biru 💕
makasih Thor 🙏
cerita ny keren 👌👍
Aidah Djafar
bahagia dari cerita kamar gelap sampai cerita kamar terang 🤦😁😂 Dhea vs Arya 😁😂😍
Aidah Djafar
belah duren malam kedua
Arya vs Dhea wkwkwkwk
Aidah Djafar
heeeem akhirnya jodoh nya Dhea Arya 😍 bahagianya akhirnya bersatu 🤔
cocok nih Restu sama Yesi 🤔 akhirnya Restu menemui tambatan hatinya yaitu sahabatny Dhea c Yesi 🤔
terus Maya sama siapa nih 🤔
Aidah Djafar
hadiah apa nih dari Restu🤔 Arya kah yg jadi pengantin pria 🤔
Aidah Djafar
Restu ngertiin donk biar gimana Arya biologisnya kembar lho 🤔🤦 klo Maya sih ngk usah di minta pengertian namany juga Mak lampir 🤦🤣🤣🤣
Rafanda 2018: restu sebagai saudara jg egois bin tolol
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!