NovelToon NovelToon
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:837.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Annisa rela meninggalkan statusnya sebagai putri tunggal keluarga terpandang demi menikahi Haikal, pria yang ia cintai. Bahkan, ia menolak perjodohan dengan Emran Richard, pria sukses yang sejak lama berjanji akan membahagiakannya.

Namun, setelah menikah, hidup Annisa berubah menjadi penderitaan. Dihina ibu mertua, divonis mandul, hingga akhirnya ditalak tiga oleh Haikal di malam hujan saat suaminya berada di puncak karier. Haikal merasa semua keberhasilannya hasil kerja kerasnya sendiri. Padahal, tanpa ia sadari, karier dan hidup mewahnya berdiri di atas satu nama, Annisa Wijaya.

Saat kebenaran terungkap dan penyesalan datang, Annisa sudah berubah. Akankah, Annisa kembali pada suaminya, atau justru menghancurkan suaminya tanpa ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Sementara itu, di sebuah restoran mewah di pusat kota, Haikal yang katanya sedang sibuk bekerja justru duduk santai di depan seorang wanita cantik berambut panjang dengan jas putih elegan yang digantung di kursinya.

Makan siang mereka terlihat begitu nyaman, bahkan terlalu akrab untuk sekadar teman lama. Emeli mengaduk minumannya pelan sebelum tersenyum tipis.

“Istrimu tadi menelepon?”

Haikal mengangguk malas sambil memotong steak di piringnya.

“Pasti ngeluh lagi soal ibuku.”

Emeli tertawa kecil. “Kasihan juga dia.”

Nada suaranya sama sekali tidak terdengar kasihan. Haikal bersandar santai di kursinya.

“Kadang aku mikir…” pria itu menatap Emeli cukup lama. “Kita terlalu terlambat ketemu lagi.”

Emeli mengangkat alis sambil tersenyum tipis. “Oh ya?”

“Aku dulu kira kamu bakal menikah duluan.”

Wanita itu terkekeh pelan. “Aku sibuk kuliah dan bangun karier.” Tatapannya berubah lembut ke arah Haikal. “Karena aku pikir suatu hari nanti kamu bakal jadi orang sukses.”

Haikal tersenyum bangga mendengarnya.

“Tapi aku nggak nyangka kamu malah menikah sama Annisa,” lanjut Emeli. “Dulu dia itu kembang kampus. Pintar, cantik, banyak yang suka.” Nada bicaranya terdengar seperti pujian, namun terselip sindiran halus di dalamnya.

Haikal malah mendecak pelan. “Aku juga nggak nyangka.”

“Hm?”

“Aku pikir kepintaran Annisa bisa bikin hidupku ikut naik.” Haikal tertawa kecil sambil memainkan gelasnya. “Ternyata dia malah jadi beban.”

Emeli pura-pura terkejut. “Jahat banget ngomong begitu soal istri sendiri.”

“Memang kenyataannya begitu.” Haikal mengangkat bahu acuh. “Aku sukses karena kerja kerasku sendiri. Bukan karena dia.”

Padahal tanpa Haikal sadari. Seluruh jalan yang membawanya sampai ke posisi sekarang justru terbuka karena nama Annisa Wijaya.

Emeli tersenyum samar. “Setidaknya sekarang kamu sudah sukses.”

Haikal mengangguk puas. “Dan aku yakin bakal lebih sukses lagi.”

Keduanya tertawa kecil. Lalu tanpa sadar, tangan Haikal bergerak menggenggam tangan Emeli di atas meja.

Mereka tetap melanjutkan makan siang dengan nyaman, seolah Annisa hanyalah seseorang yang tidak penting untuk dibicarakan lagi.

Di rumah keluarga Haikal, suasana mulai sepi setelah satu per satu tamu arisan Lasmi pulang.

Cangkir kotor masih berserakan di meja ruang tamu. Sisa makanan dan tisu bekas memenuhi meja panjang itu, tetapi Lasmi sama sekali tidak berniat membereskannya sendiri.

Wanita paruh baya itu menggedor pintu kamar Annisa dengan keras.

“Annisa!”

Di dalam kamar, Annisa segera menghapus air matanya sebelum membuka pintu.

“Iya, Bu?”

Lasmi langsung memandangnya sinis dari atas sampai bawah.

“Kenapa malah ngurung diri?” hardiknya. “Cepat bereskan ruang tamu. Piring kotor numpuk semua.”

Annisa menggigit bibir pelan.

“Iya, Bu.”

“Oh ya,” sambung Lasmi lagi sebelum Annisa sempat melangkah. “Nanti malam masak yang enak. Haikal sekarang manajer, jangan kasih makanan murahan terus.”

Annisa hanya mengangguk kecil. Padahal sejak pagi dirinya belum benar-benar istirahat.

Baru pulang dari rumah sakit, dihina di depan banyak orang, dimarahi suami sendiri, dan sekarang tetap harus melayani semua pekerjaan rumah sendirian. Tetapi, itu memang sudah menjadi kesehariannya sejak tinggal di rumah itu.

Lasmi selalu memperlakukannya seperti pembantu. Apapun yang Annisa lakukan tidak pernah benar di mata wanita itu. Saat Annisa memasak, Lasmi bilang masakannya tidak enak. Saat Annisa membersihkan rumah, Lasmi mengatakan dirinya hanya pura-pura rajin. Bahkan, ketika Annisa mencoba bersikap lembut dan hormat, Lasmi tetap memandangnya sebelah mata.

Seolah keberadaan Annisa di rumah itu hanyalah kesalahan terbesar anaknya. Annisa berjalan menuju ruang tamu sambil menarik napas pelan. Tangannya mulai membereskan cangkir-cangkir kotor satu per satu.

Annisa membawa nampan penuh cangkir kotor ke dapur. Tangannya bergerak pelan mencuci satu per satu sambil pikirannya melayang entah ke mana.

Lima tahun, sudah lima tahun dirinya hidup seperti ini. Menjadi istri yang berusaha sempurna, tetapi selalu dianggap kurang. Air keran terus mengalir membasahi tangannya. Tanpa sadar, air mata Annisa kembali jatuh bercampur dengan percikan air cucian.

“Dasar lelet.” Suara Lasmi kembali terdengar dari ruang tamu.

“Begitu saja lama. Pantas Haikal makin malas di rumah.”

Annisa memejamkan mata sejenak. Dadanya terasa sesak, tetapi dia tetap melanjutkan pekerjaannya. Tak lama kemudian, suara pintu rumah terbuka.

Haikal pulang, wajah Annisa spontan menoleh ke arah depan rumah dengan sedikit harapan di matanya. Mungkin setelah emosinya reda, pria itu akan bicara baik-baik padanya. Namun, harapan itu runtuh secepat datangnya.

“Haikal, sini duduk dulu,” panggil Lasmi manja pada anaknya. “Capek ya kerja?”

Haikal tersenyum kecil sambil melonggarkan dasinya.

“Iya, Bu.”

Tatapan pria itu sempat beralih sekilas ke arah dapur tempat Annisa berdiri, namun hanya sekilas sebelum kembali duduk santai di sofa.

“Masakan belum siap?” tanyanya datar.

Annisa segera mengeringkan tangannya. “Sebentar lagi, Mas.”

Lasmi langsung mendecak.

“Lihat tuh, pulang kerja malah belum disiapkan makanan. Istri macam apa.”

Haikal tak membela.

Pria itu malah ikut menghela napas panjang seolah dirinya benar-benar memiliki beban hidup yang berat karena Annisa.

“Cepat sedikit, Nisa,” ucapnya dingin. “Aku lapar.”

Annisa menunduk pelan. “Iya, Mas.”

Dirinya kembali sibuk di dapur menyiapkan makan malam.

Sementara di ruang tamu, Haikal dan Lasmi tertawa membahas keberhasilan karier Haikal hari ini. Tak ada yang peduli bahwa sejak siang Annisa belum makan. Tak ada yang bertanya bagaimana perasaannya setelah dari rumah sakit. Dan yang paling menyakitkan, tak ada yang benar-benar menganggap Annisa bagian dari keluarga itu.

1
Yanrina Savitri
Kl banyak dan berlebih sumbangkan kepanti asuhan ato orang2 yg membutuhkan. Banyak tu pasti
Yanrina Savitri
Aq rasa anaknya paman emran pelakunya.
Yanrina Savitri
Lho kok sdh mau nikah. Kan ada nsa iddah 3 bln.
Yanrina Savitri
Bapak anisa bodoh. Fotolah trus kirim ke Anisa
Yanrina Savitri
Memangnya Anisa ga dikasih nafkah sama Haikal?
Someone
👍👍
ellyka
😍
Ika Yanti Unyil
cinta tulus emran akhirnya bisa membuat annisa bahagia.setelah dihancurkan oleh haikal yang statusnya sangat jauh dibawah annisa dan emran.
terus semangat berkarya thor 🥰🥰🥰🥰
Yenny Mok
salut sama asistennya yg lebih gercep drpd boss-nya /Facepalm/
Yenny Mok
itulah pentingnya kalau memeriksa kesehatan kita butuh second opinion, jika kita merasa kurang percaya atau utk memastikan kebenaran/keakuratan hsl pemeriksaan
Yanrina Savitri: Ya betul. Harus ada second opinion.
total 1 replies
Hariyanti
ceritanya bagus dan menyenangkan 😘😘😘
Diah indirasari
bagus
Djetro Fransi
sebaiknya ayahnya Anisa diam2 mengirim orangnya ke rumah Haikal untuk memastikan kalau anaknya baik2 saja
Omah Tien
kasian kake bw aja di rawat dari pd di rumah sendiri di racun
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart/
Omah Tien
plg nls jl cw nya kembek
Munawaroh Ag
gue mau tanya lageh nih Thor amah eloh....! nama yang benar dari ayah nya si Emeli itu si pak RENDRA atau Pak Louis ....
elo lupah ya Thor mang si Udah tuah 😁
Aisyah Alfatih: benar efek umur ini 😭
total 1 replies
Nabila hasir
ini namanya emran cintanya mentok di cinta pertamanya.
kutunggu jandamu anissa🥰
echa purin
👍👍
Munawaroh Ag
gueh mau tanya Thor Amaaa eluh.
saat acara ulang tahun si tuan Darto si Anisah pakei baju putih keemasan.
tapi saat buka pintu baju si Anisa kenapah jadi merah maroon😁
eluh lupaaa atau cam'mana nieeh Thor nulis naskah nya
Aisyah Alfatih: kalau itu ya ketukar 🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!