NovelToon NovelToon
Kembalinya Dewa Kematian

Kembalinya Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:147.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.

Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.

Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga Pei dari Kekaisaran Jiu

Wang Tian tersenyum kecil mendengar pertanyaan muridnya itu.

"Bibi gurumu sedang pergi ke Sekte Gunung Tombak."

Boqin Changing sedikit mengangguk.

"Ia pergi untuk menengok ayahnya. Kau tahu sendiri ayahnya adalah Patriak Sekte Gunung Tombak. Sudah cukup lama mereka tidak bertemu."

Wang Tian kemudian menambahkan,

"Bibi gurumu juga mengajak adik-adik seperguruanmu. Han Mei Yin, Liu Jianji, dan Li Quong ikut bersamanya."

"Oh..."

Boqin Changing akhirnya mengerti.

"Pantas saja sejak aku kembali ke sekte hari ini, aku sama sekali tidak bertemu mereka."

Wang Tian menganggukkan kepala.

Setelah itu, Wang Tian mempersilakan muridnya duduk.

"Duduklah."

"Baik, Guru."

Boqin Changing duduk di hadapan gurunya. Wang Tian kemudian mengambil teko teh yang masih hangat di atas meja dan menuangkannya ke dalam dua cangkir.

Air teh berwarna keemasan perlahan memenuhi cangkir. Aroma teh yang lembut segera memenuhi ruangan.

Wang Tian mendorong salah satu cangkir ke arah Boqin Changing.

"Minumlah."

"Terima kasih, Guru."

Boqin Changing mengangkat cangkir itu dengan kedua tangan.

Wang Tian ikut duduk di hadapannya. Sesaat ia hanya memandang murid yang paling dibanggakannya itu.

"Chang'er... Bagaimana kabarmu?"

"Apa kau baik-baik saja selama berada di luar?"

Tatapan Wang Tian dipenuhi kekhawatiran. Selama beberapa waktu terakhir, ia berkali-kali mendengar berbagai kabar mengenai sepak terjang muridnya itu.

Mulai dari keberhasilannya menggulingkan kaisar tidak sah di Kekaisaran Shang hingga akhirnya diangkat sebagai Pelindung Kekaisaran Shang. Setiap kabar membuatnya bangga, tetapi juga semakin mengkhawatirkan keselamatan muridnya.

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Aku baik-baik saja, Guru."

Wang Tian mengembuskan napas lega.

"Itu bagus."

Ia kemudian menggeleng pelan sambil tersenyum.

"Belakangan ini, namamu sering sekali kudengar."

Boqin Changing hanya tersenyum tanpa menyela.

Wang Tian melanjutkan,

"Aku mendengar kau berhasil menggulingkan kaisar tidak sah di Kekaisaran Shang."

"Dan sekarang... kau bahkan menjadi Pelindung Kekaisaran Shang."

Tatapan Wang Tian dipenuhi kebanggaan.

"Sebagai gurumu... aku benar-benar bangga kepadamu."

Boqin Changing sedikit menundukkan kepala.

"Semua ini berkat ajaran Guru."

Mendengar itu, Wang Tian justru tertawa lepas.

"Hahaha... Chang'er, kau terlalu melebih-lebihkan gurumu."

"Aku bahkan tidak banyak mengajarkan apa pun kepadamu."

Boqin Changing ikut tertawa kecil.

"Guru terlalu rendah hati."

"Kalau bukan karena Guru yang membimbingku sejak awal, aku mungkin tidak akan berdiri di sini hari ini."

Wang Tian menggeleng sambil tersenyum.

"Kau memang pandai berbicara."

Suasana di dalam rumah pun menjadi jauh lebih hangat. Keduanya kemudian mengobrol ringan. Mereka membicarakan kehidupan di sekte, perkembangan para murid, hingga berbagai kejadian kecil yang sempat terjadi selama Boqin Changing berada di luar.

Beberapa kali terdengar tawa dari dalam rumah sederhana itu. Setelah cukup lama, Boqin Changing akhirnya mengangkat cangkir tehnya sekali lagi.

"Guru."

"Hm?"

"Bagaimana keadaan Kekaisaran Qin sekarang?" Aku ingin mendengar langsung dari Guru."

Sebagai Pemimpin Aliansi Pendekar Aliran Putih Netral, Wang Tian tentu mengetahui keadaan dunia persilatan lebih cepat dibanding kebanyakan orang.

Wang Tian meletakkan cangkir tehnya.

"Setelah hancurnya Tengkorak Hitam... Keadaan Kekaisaran Qin jauh lebih damai."

Ia tersenyum tipis.

"Kelompok-kelompok aliran hitam kini memilih bersembunyi."

"Sebagian bahkan membubarkan kelompoknya."

"Sebagian lagi meninggalkan Kekaisaran Qin dan pergi ke wilayah lain."

Boqin Changing menganggukkan kepala perlahan.

"Itu kabar yang bagus."

Wang Tian ikut mengangguk.

"Memang. Setidaknya rakyat bisa hidup lebih tenang."

Ia kembali menyesap teh sebelum berkata,

"Oh ya... Beberapa waktu terakhir bahkan ada kabar baik yang cukup menarik."

Boqin Changing mengangkat alisnya.

"Kabar apa?"

Wang Tian tersenyum.

"Keluarga Pei dari Kekaisaran Jiu dikabarkan akan mulai membuka berbagai usaha mereka di Kekaisaran Qin."

"Mereka berencana membangun rumah dagang, balai pelelangan, hingga berbagai usaha lainnya."

"Kalau benar terlaksana, perekonomian Kekaisaran Qin pasti akan berkembang jauh lebih pesat."

Wang Tian melanjutkan dengan nada kagum,

"Keluarga Pei bukan keluarga biasa."

"Mereka adalah salah satu keluarga paling berpengaruh di dunia ini."

"Dan juga... salah satu keluarga terkaya yang pernah ada."

Ucapan itu membuat tangan Boqin Changing yang sedang mengangkat cangkir teh tiba-tiba berhenti di udara.

Tatapannya perlahan berubah dalam.

"...Keluarga Pei."

Nama itu membangkitkan ingatan yang telah lama tersimpan di benaknya. Di kehidupan pertamanya, ia pernah mendengar sepak terjang keluarga ini. Mereka adalah keluarga dengan reputasi yang mentereng.

Boqin Changing tetap memegang cangkir tehnya. Namun ia tidak segera meminumnya. Tatapannya perlahan menjadi semakin dalam.

Di kehidupan pertamanya, Keluarga Pei memang dikenal sebagai lambang kemakmuran. Ke mana pun nama mereka disebut, orang-orang akan mengaitkannya dengan kekayaan, perdagangan, dan kejayaan.

Namun Boqin Changing mengetahui kenyataan yang sama sekali berbeda. Di balik wajah mereka yang tampak bersih, tersembunyi berbagai bisnis yang tidak pernah diketahui masyarakat luas. Perjudian, rumah bordil, perdagangan budak, bahkan penjualan manusia secara diam-diam.

Semua itu dijalankan dengan sangat rapi melalui berbagai kelompok bayangan. Setiap jalur dibuat saling terpisah sehingga hampir mustahil ditelusuri hingga ke Keluarga Pei.

Di mata dunia, mereka tetaplah keluarga terhormat yang hanya menjalankan usaha-usaha legal. Padahal kenyataannya, sebagian besar kekayaan mereka justru berasal dari bisnis-bisnis gelap tersebut.

Boqin Changing perlahan menurunkan cangkir tehnya ke atas meja. Dalam kehidupan pertamanya, ia telah melihat sendiri betapa mengerikannya kekuatan Keluarga Pei. Mereka bukan sekadar keluarga kaya. Mereka adalah keluarga yang mampu memengaruhi jalannya peperangan.

Dengan kekayaan yang mereka miliki, mereka dapat membeli kesetiaan sekte-sekte besar, mendanai lahirnya berbagai kekaisaran baru, hingga mengubah keseimbangan kekuatan antar kekaisaran tanpa perlu mengangkat senjata.

Sejarah nantinya akan mencatat, hampir setiap kisah tentang perdagangan terbesar di dunia selalu berakhir pada satu nama. Keluarga Pei dari Kekaisaran Jiu.

Namun kemegahan itu ternyata tidak berlangsung selamanya. Boqin Changing masih mengingat dengan jelas. Sepuluh tahun dari sekarang, seluruh kejahatan Keluarga Pei akhirnya mulai terbongkar ke permukaan.

Satu demi satu bukti mengenai perjudian ilegal, perdagangan manusia, hingga berbagai usaha gelap mereka berhasil ditemukan.

Sayangnya semuanya sudah terlambat. Selama puluhan tahun sebelumnya, Keluarga Pei telah menyebarkan pengaruh mereka ke hampir seluruh penjuru dunia. Berbagai rumah dagang, balai pelelangan, perusahaan pengawalan, hingga berbagai kelompok telah berdiri di bawah kendali mereka.

Akar mereka sudah terlalu dalam. Tidak ada satu kekaisaran pun yang mampu menjatuhkan mereka sendirian.

Lima tahun setelah skandal itu terbongkar, perang besar akhirnya meletus. Perang yang melibatkan begitu banyak kekaisaran, sekte besar, dan berbagai kekuatan puncak dunia. Tujuan mereka hanya satu, menghancurkan Keluarga Pei.

Pertempuran itu berlangsung lama dan menelan korban dalam jumlah yang luar biasa. Pada akhirnya, Keluarga Pei benar-benar berhasil dimusnahkan. Dan orang yang memimpin seluruh pasukan gabungan saat itu adalah Kaisar Xin Da dari Kekaisaran Xin.

Boqin Changing terdiam cukup lama. Jari telunjuknya perlahan mengetuk permukaan cangkir teh.

"Namun..." pikirnya. "Setahuku, pada kehidupan pertama, Keluarga Pei tidak pernah membuka investasi di Kekaisaran Qin."

Ia masih mengingatnya dengan sangat jelas. Jaringan perdagangan Keluarga Pei memang membentang ke berbagai penjuru dunia, tetapi Kekaisaran Qin bukan salah satu wilayah yang mereka pilih saat itu.

Kini keadaan justru berbeda. Mereka mulai melirik Kekaisaran Qin jauh lebih awal.

"Sepertinya... sejarah benar-benar telah berubah cukup banyak sejak aku kembali ke masa lalu." ujar Boqin Changing dalam hatinya.

1
Raju
hadeeeeech.....
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍
Nanik S
Baru kejutan si Tuan muda menyerah 👍👍👍
Nanik S
Wkwkwkwkwk Tuan besar kalah sama Boqin Feng...🤣🤣🤣🤣
yayat
diracunin ayahnya untuk mancing n dpt ijin dr ibunya boqin ga berkutik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe ayoooo mancing mania 👍🤣
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hiburan 🌽🔥
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Wu Xing tepat untuk tetap diSekte, karena dia Ketua Sekte yang ikut Boqin Changing ke Kaisaran Qin. selain menjaga Sekte bisa juga melatih orang diSekte.
Zainal Arifin
libur ???
Joedhi Ghenitz
sangat bagus, keren
Akhmad Baihaki
🤭🤭🤭🤭🤭
Blue Manusia Biasa
kacian Wu Xing🤣🤣
Nurhasnah Yolanda
mana kelanjutanya
bogel
top markotop
A 170 RI
menjaga kedua orang tuaku🤣🤣🤭
Xiao Shuxiang
VOTE MELUNCUR
Mamat Stone
/Shhh/
Mamat Stone
/Bye-Bye/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!