NovelToon NovelToon
Love Story

Love Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Romansa-Teen school
Popularitas:49k
Nilai: 5
Nama Author: is fitriani

Kinara Novelya Putri
Sakit hati tidak membuat Kinar menyerah untuk melanjutkan hidupnya. Karena ia percaya, jika suatu saat nanti ia akan mendapatkan cinta yang begitu tulus dari seorang pria.

Jefan Bintang Yudhistira
Jefan yang merasa dikhianati oleh Mecca akhirnya mendekati Kinar yang ia ketahui sudah lama menaruh hati padanya.

"Sebenarnya apa sih status hubungan kita?" Tanya Kinar sangat pelan tapi Jefan masih mampu mendengarnya karena jarak mereka yang dekat.

Jefan mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan Kinar. Ia diam, menunduk seakan tak memiliki keberanian untuk menatap wajah Kinar lagi.

"Kita ciuman, kamu panggil aku sayang, bahkan sikap kamu begitu manis sama aku. Tapi status hubungan kita nggak ada kejelasannya."

"Kamu sabar ya! Aku janji akan selesaikan hubungan aku sama Mecca secepat mungkin."

"Aku nggak butuh janji, Jef. Aku hanya butuh kamu jawab apa status hubungan kita selama ini?"

"Kamu maunya gimana?" Jefan membalikkan pertanyaan Kinar yang membuat Kinar kecewa dan keluar dari mobilnya begitu saja.

Akankah Kinar dan Jefan dapat bersatu dalam ikatan cinta? Akankah jalan cinta mereka mulus tanpa adanya lika-liku? Cerita selengkapnya langsung baca ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon is fitriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps.13 Kesepian

Kinar duduk di sofa seraya menyandarkan tubuhnya di papan sofa yang ada di ruang tamu. Tangannya mengusap keringat di lehernya, wajahnya tampak lelah setelah berlari kecil dari taman sampai rumah.

"Kin, kok lo nyampe belakangan sih? Mampir kemana?" Elsa ikut duduk di samping Kinar.

Kinar merubah duduknya menjadi tegak kemudian menatap Elsa dengan kesal.

"Ngapain lo bilang sama Jefan kalau kita ada di taman?"

"Dia tanya ya gue jawab." Jawab Elsa santai.

"Emang kenapa Kin? Dia ngapain lo?" Mata Elsa berubah melotot.

"Nggak ngapa-ngapain sih. Cuma bikin kesel aja!" Kinar kembali menyandarkan tubuhnya seraya tangannya dilipat di depan dada.

Elsa melirik Kinar. Wajahnya memang nampak kesal, tapi bibirnya menunjukkan sedikit senyuman. Elsa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu. Kemudian berlalu pergi meninggalkan Kinar.

Elsa keluar dari kamar mandi seraya tangannya mengeringkan rambut yang basah dengan handuk. Ia menatap Kinar yang berada di depan cermin .

"Kin, lo ada rencana apa buat ngisi libur semester ini?" Elsa mendudukkan dirinya di tepi ranjang.

"Belum tau pasti sih, Sa. Tapi kayaknya gue mau cari kerja part time deh." Kinar memutar badannya kemudian duduk di kursi tepat di depan Elsa.

"Kerja? Lo mau kerja apaan?" Kinar mengangkat kedua bahunya. Ia sendiri masih belum punya rencana.

"Lo sendiri gimana?"

"Kalau gue tadinya mau ke Singapore. Orang tua gue lagi sibuk belum bisa pulang, karena kebetulan libur jadi gue mau jenguk mereka." Kata Elsa seraya mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.

"Ya nggak apa, Sa. Sekalian liburan kan?"

"Trus lo nanti gimana? Gue nggak tega ninggalin lo." Kinar beralih duduk di samping Elsa dan memeluk sahabatnya itu dari samping.

"Lo nggak perlu mikirin gue! Gue pasti baik baik aja kok. Tapi mungkin gue nanti balik ke rumah tante Mita."

"Yah, Kin!!" Kinar melepas pelukannya. Elsa menatap Kinar dengan memelas.

"Lo di sini aja sama bik Rumi dan pak Rudi! Kalau di rumah Mecca nanti lo sendirian, lo kesepian." Tampak raut wajah Elsa yang sedih. Ia tak mau jika sahabatnya itu sendirian.

"Gue udah biasa sendirian di rumah, Sa. Lo nggak perlu khawatir!" Kinar mengulas senyum. Menunjukkan jika dirinya pasti akan baik baik saja selama Elsa liburan.

"Yaudah sekarang gue bantuin lo packing ya. Kapan lo mau berangkat?"

"Nanti sore. Papa udah ngirimin tiket kemarin." Kinar kembali tersenyum tapi tidak dengan Elsa. Gadis itu masih merasa tidak tega meninggalkan sahabatnya.

Pasalnya Elsa tau, di Jakarta Kinar tak memiliki kerabat. Satu satunya kerabat hanyalah Mita dan Mecca yang sekarang sedang sibuk dengan urusan masing masing. Andai aja ia bisa mengajak Kinar, tapi sekalipun bisa ia yakin jika sahabatnya itu sudah pasti akan menolak. Selama ia mengenal dan bersahabat dengan Kinar, Kinar tak pernah mau merepotkan siapapun terutama dirinya. Sesulit apapun hidupnya, ia selalu mencari jalannya sendiri.

Elsa mengerti betul alasan Kinar ingin bekerja di waktu liburnya, itu karena tidak ingin menggantungkan hidupnya terus menerus dengan Mita. Meskipun Kinar tak pernah mengucapkannya, tapi Elsa selalu tau apa yang ada dalam pikiran gadis itu.

Kinar mengantar Elsa ke bandara bersama dengan pak Rudi sopir pribadi keluarga Elsa. Kini mereka berada di ruang tunggu sembari menunggu waktu boarding.

"Sa, lo tuh cuma liburan. Udah donk nangisnya!" Kinar mengusap pipi Elsa yang basah.

"Tapi gue sedih, Kin. Gue mau seneng seneng liburan sementara lo di sini...."

"Apaan sih lo. Udah deh gitu aja cengeng!" Kinar memotong ucapan Elsa dengan terus mengulas senyum. Kemudian mengelap sisa air mata di wajah Elsa. "Tuh udah panggilan. Buruan masuk! Ketinggalan pesawat nanti." Kata Kinar setelah mendengar panggilan boarding yang terakhir. Kinar mengantar Elsa sampai pintu keberangkatan.

"Kin, beneran nggak apa apa kalau aku pergi?" Elsa masih saja berat hati ingin berangkat.

Dengan diiringi senyum yang lebar Kinar mengangguk pasti.

Kinar melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Bibirnya memang nampak tersenyum, tapi hatinya terasa sedih. Ia hanya manusia biasa yang jelas memiliki rasa keinginan yang tinggi. Tak dipungkiri jika sebenarnya ia juga sangat ingin menikmati waktu liburannya dengan senang senang. Tapi apalah dayanya, saat ini ia hanya hidup seorang diri tanpa adanya orang tua di sampingnya. Tidak seperti Elsa yang masih memiliki keluarga lengkap juga seorang kakak yang sangat menyayanginya. Kinar memang belum pernah bertemu dengan kakaknya Elsa, tapi setiap kali Elsa melakukan vidio call, ia selalu ikut nimbrung.

Sekarang ia benar benar merasa sendiri. Sahabatnya pergi mengisi waktu liburan di Singapore, Mita belum tau kapan kembali ke Jakarta, sedangkan Mecca? Entahlah? Gadis itu tak ada kabarnya sama sekali.

"Non Kinar ayo pulang!" Suara pak Rudi menyadarkan Kinar dari segala pikiran sedihnya.

"Saya pulang sendiri aja ya, pak. Kebetulan saya punya urusan lain." Kata Kinar seraya menunjukkan senyum.

"Tapi non Elsa sudah pesan tadi untuk mengantar non Kinar pulang." Rudi mengatakan apa yang Elsa sampaikan sebelum berangkat tadi.

Kinar kembali tersenyum. "Yang penting kan pak Rudi sudah menyampaikannya. Tenang aja Elsa nggak akan tau kok." Kinar masih tetap menolak tawaran pak Rudi yang ingin mengantarnya pulang.

"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya, non." Pak Rudi membungkukkan setengah badan tanda pamitnya kepada Kinar.

"Silahkan!" Ucap Kinar tersenyum.

"Oh iya non, kalau perlu apa apa non Kinar bisa hubungi saya atau bik Rumi." Pak Rudi memutar badannya kembali menyampaikan pesan dari Elsa yang hampir lupa. Dan hanya disambut senyuman oleh Kinar.

Di dalam pesawat Elsa masih memikirkan sahabatnya. Selama mereka bersahabat, Elsa belum pernah meninggalkan Kinar sejauh ini dan dalam waktu yang lumayan lama. Liburan sebelumnya, mereka selalu menghabiskan waktu bersama.

Elsa teringat akan sesuatu yang bisa membuat hari hari Kinar tidak kesepian selama kepergiannya. Ia meraih ponsel dari dalam tas, membuka aplikasi WhatsApp dan mencari kontak seseorang.

//Gue sekarang lagi terbang ke Singapore, tapi gue nggak tega ninggalin Kinar//

//Gue titip Kinar sama lo ya. Jagain dia selama gue nggak ada!//

Send Jefan.

Tak berapa lama ponsel Elsa berdering, muncul notifikasi WA. Ada pesan balasan dari Jefan.

//Tanpa lo minta gue pasti jagain Kinar//

//Lo tenang aja! Have fun sama liburan lo//

Elsa tersenyum membaca balasan dari Jefan. Hatinya sedikit lega, setidaknya ada orang yang dia andalkan bisa menjaga Kinar.

Setelah malam itu hubungan Kinar dan Jefan terlihat semakin dekat. Hal itulah yang menjadikan alasan utama Elsa mempercayakan Kinar kepada Jefan.

//Gue percaya sama lo//

Send Jefan.

...******...

Kinar masih menyusuri jalanan kota. Sejak dari bandara tadi, ia belum kembali ke rumah. Ia ingin menikmati indahnya kota malam minggu ini. Suasana sangat ramai dengan lalu lalang kendaraan. Tapi, tidak dengan hati Kinar yang tengah kesepian itu.

Langkahnya gontai seakan tidak memiliki arah tujuan. Tak berapa lama, sebuah mobil berhenti tepat di samping dirinya. Nampak Jefan keluar dari mobil tersebut, berjalan memutar menghampiri Kinar.

"Suka banget sih bikin aku khawatir." Kata Jefan setelah berada di hadapan Kinar.

Gadis itu nampak terkejut dengan suara Jefan yang lumayan tinggi. Ia menunduk tak berani menatap Jefan yang terlihat sedang emosi.

"Kenapa di telpon nggak di angkat terus?" Kinar tak menjawab, tangannya mencari ponsel di dalam tasnya. Setelah mendapatkan ponselnya ia mengusap layar, seketika nampak panggilan Jefan yang ia lewatkan sebanyak 15 kali.

"Maaf!" Ucapnya lirih hampir tak terdengar oleh Jefan.

1
Riris Hutapea
seperti nya sudah ada bibit2 cinta pada diri jefan untuk kinar ya Thor 👍😍😍🥰😘
Riris Hutapea
kasian jefan mending sama kinar thorr
Yasdar Yunk
lanjut thor
Rhirin Wulandary
thor yg baik jangan lupa upnya yah🤭
Ira Leatary
aaaa akhirnya..
Yasdar Yunk
semangat thor
Bie Cayang Cmu
kenapa cerita nya mundur gini ya
sutra kurniawan
suka sama sikap Putri. semangat author 💪
Yasdar Yunk
lanjut thor,semangat
Yani Ut
lanjut thor
Yasdar Yunk
lanjut thor,
Yasdar Yunk
lanjut thor
mey mey
salah paham jef,padahal itu anakmu.
Yasdar Yunk
lanjut thor
Fhify_94
Elsa terlalu egois.. padahal sudah dijelaskan panjang lebar titik masalahnya dan kesalah pahamannya.. hmmmm seharusnya sebagai sahabat rasa saudara, dia lebih mementingkan perasaan dan kebahagiaan sahabatnya.. hmmmn
Fhify_94
Sebenarnya cerita udah bagus..
cuma sangat disayangkan,, alurnya muter muter..
selalu diceritakan lagi dan lagi, bisa 1 bab tu yg muter..

semoga kedepan lebih baik lagi.. semangat
iis fitriani: terima kasih atas dukungannya 🙏🥰😊
akan saya perbaiki lagi ke depannya. di tunggu kritik dan sarannya selalu
total 1 replies
Fhify_94
Gimana kalo kinar cuma dibuat pelampiasan aja.. masak gak ada cwo lain yg deket sama kinar... hmmmm
Nafsiyah Syafiqah
😵😵
Yasdar Yunk
lanjut thor
antiloversn
haii kak... aku mampir nihh dikarya kakak udh ku kasi 55 like, 5 rate , sama gifts... feedback jgn lupa mampir juga di karya ku. Kasih 5 rate , sama gifts ya kak di salah satu ceritaku sama 55 likeback👍😄🙏
-POSESSIVE PILOT
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengantin Pengganti Tersakiti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!