NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Davira Bellova Osta, sang Ratu Kerajaan Nether, mati di tangan suaminya sendiri.

Pengkhianatan sang Raja Liam mengakhiri hidup yang selama ini ia persembahkan untuk kerajaan.

Namun, ketika takdir memberinya kesempatan kedua, Davira kembali ke masa lalu—tiga tahun sebelum darahnya mengalir di tangan suaminya yang kejam.

Kali ini, ia tidak akan memohon, ia akan melepaskan cintanya. Dan terlebih lagi, ia tidak akan mati untuk kedua kalinya.

“Liam…”

“Dahulu aku bersedia menyerahkan seluruh hidupku untukmu.”

“Tapi setelah kau sendiri yang mengakhirinya, jangan berharap aku masih menjadi wanita yang sama.”

“Kau mengambil hidupku. Maka kali ini, aku akan mengambil kembali semuanya darimu.”

Jika dahulu Davira dikenal sebagai Ratu Jahat, maka kali ini ia akan menunjukkan kepada seluruh kerajaan mengapa seorang ratu tidak seharusnya diremehkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

“Istrimu luar biasa, Kak. Kukira Nana akan menang mutlak malam ini,” bisik Elizabeth mencondongkan tubuh sedikit ke arah kakaknya, suaranya nyaris tak terdengar di atas dentingan sendok perak. Ia berkata dengan nada geli, matanya berkilat kagum.

Elliot melirik sekilas ke arah Davira yang sedang menegakkan punggung, rawut wajahnya perempuan itu tenang saat menatap Grand Duchess seolah tanpa kegetiran sedikitpun.

“Sejak dulu, Davira tidak pernah suka dijatuhkan—apalagi di depan orang banyak,” ucap Elliot pelan, sudut bibir kanannya terangkat samar. “Sejak awal aku sudah khawatir Nana yang akan jatuh, dan ternyata prediksiku tepat.”

Ia menahan tawa kecil, entah kenapa merasa begitu menikmati acara makan malam ini, meski suasana di seberang meja tampak tegang dan penuh tekanan.

Di seberang meja, Elliot melihat neneknya mulai beralih memuji Miss Duncan, yang duduk manis di antara bibi dan pamannya.

Namun, Davira sama sekali tidak gentar. Ia menanggapi setiap perdebatan dengan pertanyaan yang tajam namun sopan—membuat lawan bicaranya harus berpikir dua kali sebelum membuka mulut lagi.

Elliot mengamati istrinya dengan senyum lebar. "Tidak heran kalau dia begitu lihai... perempuan yang gemar membaca buku memang tahu cara memilih kata."

Elizabeth menahan tawa kecil, menutup mulutnya dengan serbet. “Istrimu berani menantang naga tua itu. Nenek pasti tak akan berhenti sampai puas.”

Elliot mengangkat alis. “Aku tahu. Tapi Davira, tipe lawan yang tahu caranya bertarung tanpa mengotori tangan.”

Elizabeth menatap kakaknya lekat-lekat, lalu berbisik lebih pelan lagi, suaranya seperti rencana rahasia. “Kalau begitu... aku harus memperkenalkannya pada temanku, Fenrir.”

Elliot menoleh cepat, menatap adiknya setengah tak percaya. “Serigala kesayanganmu itu? Elizabeth, jangan bilang—”

“Tenang saja kak,” potong Elizabeth dengan senyum licik. “Kalau Davira bisa menaklukkan Naga tua, mungkin dia juga bisa menaklukkan seekor serigala.”

Elliot mendesah pelan, antara pasrah dan geli. “Kau memang adikku... yang paling menakutkan.”

Malam telah larut ketika acara santap malam berakhir. Para pelayan mulai membereskan meja, sementara cahaya lilin di aula besar perlahan meredup. Davira berjalan di sisi Elliot, langkahnya anggun meski ia masih merasakan sisa adrenalin dari pertempuran kata dengan Grand Duchess.

Elliot membuka pintu koridor sayap timur, tempat kamar tamu disiapkan. Udara di lorong itu lebih tenang, diterangi cahaya keemasan dari lentera gantung. “Kita… akan tidur terpisah selama tiga bulan ke depan.”

Davira menatapnya sekilas, tanpa protes. “Aku mengerti,” jawabnya singkat. “Aku pun butuh waktu untuk memahami kehidupan orang-orang di kastil ini.”

Elliot mengangguk, ekspresinya lega sekaligus sedikit canggung. “Besok pagi, setelah sarapan bersiaplah,” katanya setelah hening sejenak. “Aku akan mengajakmu berkeliling kota Orion.”

Mata Davira langsung berbinar. “Benarkah?"

Elliot tersenyum tipis, menatap antusiasme di wajah istrinya itu. “Jangan terlalu senang dulu. Daerah utara selalu diselimuti salju hampir sepanjang tahun—dinginnya bisa menusuk tulang. Tapi tenang saja, aku akan menyiapkan mantel bulu, agar tubuhnya tetap hangat.”

Davira tersenyum merekah. “Kalau begitu, aku tak sabar menunggu esok pagi.”

Elliot menatapnya beberapa detik lebih lama dari seharusnya—seolah ingin mengingat ekspresi itu. Bibirnya melengkung tipis. “Selamat malam, Davira.”

Davira menunduk sedikit, “Selamat malam, Tuan Elliot.”

Pintu kamar tertutup perlahan, meninggalkan gema langkah Elliot yang menjauh di lorong, sementara Davira bersandar di daun pintu, hatinya berdebar pelan tanpa ia pahami sebabnya.

*****

BLAM!

Pintu kamar di sayap utara Kastil Orion terbanting keras, memutus kesunyian koridor malam itu.

Fiona menyingkap gaun putih gadingnya yang tadi membingkai keanggunannya di meja makan, lalu melempar cermin genggam berlapis perak ke atas tempat tidur hingga memantul kasar.

Wajahnya yang semula tenang dan tak tersentuh kini merah padam, dipenuhi amarah dan kegeraman yang tak lagi mampu ia sembunyikan.

"Istri?! Bagaimana bisa Elliot pulang membawa seorang istri?!" jerit Fiona dengan suara tertahan, napasnya memburu cepat. Jemarinya mencengkeram pinggiran meja rias dengan amat kencang hingga buku-buku jarinya memutih. "Dan bukan sembarang wanita... tetapi seorang mantan Ratu! Bagaimana bisa Sang Raja menyerahkan mantan istrinya sendiri kepada Elliot?!"

Bibi Fiona, Lady Eleanor, bergegas menutup pintu rapat-rapat dan menguncinya dari dalam. Sementara sang paman, Lord Roderick—seorang pria bertubuh tegap dengan garis muka keras khas pengusaha daerah—berdiri di dekat jendela, mengusap dagunya dengan raut wajah keruh.

"Tenangkan dirimu, Fiona! Jangan sampai para pelayan di luar mendengar amukanmu," bisik Lady Eleanor seraya mendekati keponakannya, berusaha memegang bahu Fiona untuk menenangkannya.

"Bagaimana aku bisa tenang, Bibi Eleanor?!" tembak Fiona seraya menghentakkan tangannya, menatap bibinya dengan mata berapi-api. "Rencana kita... semua yang sudah disusun Papa hancur begitu saja dalam semalam! Kita datang jauh-jauh dari perbatasan hanya untuk menyaksikan wanita itu duduk di kursi Nyonya Rumah!"

"Wanita itu bukan cuma berani, dia seperti ular beracun," gumam Lord Roderick berat, melangkah mendekati meja rias. "Bicaranya tajam dan dia paham betul cara menggertak. Pengalaman di istana kerajaan sama sekali tidak bisa dibohongi."

"Tapi dia itu janda! Bekas wanita Raja yang dibuang!" desis Fiona tajam, suaranya sarat akan kekejian dan rasa iri yang mendalam. "Aku adalah putri Count Duncan! Kita menguasai tanah pertanian terluas dan ribuan ekor ternak di wilayah selatan. Tanah kita memberi makan sebagian besar wilayah ini! Apa kurangnya aku dibanding wanita buangan itu?!"

Lord Roderick menghela napas panjang, menatap keponakannya dengan tegas. "Keluarga kita memang kaya raya dari hasil bumi dan ternak, Fiona. Papa milikmu memiliki ribuan hektar tanah dan emas yang tak habis tujuh turunan di negeri tetangga. Tapi kau harus tahu diri—tanpa gelar bangsawan tingkat tinggi, kita tetap dipandang sebagai 'petani dan peternak kaya' oleh para aristokrat ibu kota! Menikahkanmu dengan Elliot adalah satu-satunya cara untuk menaikkan drajat keluarga kita!"

"Roderick benar, Sayang," potong Lady Eleanor lembut, mengusap lengan Fiona yang masih gemetar karena murka. "Keluarga Duncan butuh darah biru dan nama besar Kastil Orion untuk mengukuhkan posisi kita di kalangan elite. Papa milikmu sudah menginvestasikan begitu banyak dana untuk membiayai kedatangan kita ke sini. Kita tidak boleh menyerah hanya karena rintangan kecil ini."

"Rintangan kecil?!" Fiona tertawa sumbang, tatapannya menyalang penuh kebencian. "Wanita itu secara terang-terangan mempermalukan ku di depan Elliot dan Grand Duchess! Dia menganggapku hanya hiasan meja makan yang tak berguna!"

"Biarkan dia berpuas diri untuk malam ini," ujar Lord Roderick dengan senyum picik yang perlahan terulas di bibirnya. "Statusnya memang mantan Ratu, tapi jangan lupa... dia juga punya banyak musuh dan rumor buruk di belakangnya. Seorang wanita yang pernah memegang kekuasaan tidak akan pernah benar-benar dipercayai oleh orang-orang Orion."

Lady Eleanor menggenggam jemari Fiona dengan erat, menatap mata keponakannya dengan penuh kepastian. "Paman dan Bibimu akan mencari cara untuk menekan Elliot dari segi suplai logistik dan hubungan perdagangan wilayah. Lagipula, Grand Duchess berada di pihak kita. Beliau sama sekali tidak menyukai kehadiran mantan Ratu itu."

Fiona menarik napas panjang, mencoba menguasai gejolak emosi di dadanya. Ia berpaling menatap pantulan dirinya di cermin—wajah cantiknya yang kini dihiasi oleh kedengkian yang dingin.

"Dia pikir dia bisa bertindak semaunya hanya karena bergelar mantan Ratu?" bisik Fiona pelan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman penuh prasangka tipis. "Akan kubuat dia sadar... bahwa Kastil Orion bukan tempat untuk wanita buangan seperti dirinya."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Karo Karo
oh jelas soalnya dalam buku bgtu banyak pelajaran yg bsa membungkam mulut orang yg hanya bsa pake otot tpi tdk pake otak 😂
Karo Karo
wah wah 😂 mantap
Karo Karo
mantap
Karo Karo
tok tok tok lah Thor 😁
Karo Karo
keren kak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: makasih ☺️🤗
total 1 replies
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Fiona tralu meremehkan Davira. Nanti juga kena batunya sendiri 🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Keren banget, Davira, jangan remehkan mantan ratu. tunjukkan kalau mantan ratu punya aura wibawa 🤣👍
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Nah, saingan akhirnya muncul, pasti bakal makin panas🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
duh Davira lagi2 harus menghadapi perlakuan yg menyakitkan, Grand Duchess terlalu meremehkan Davira 😅
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Visualnya benar² membantu membayangkan Davira, Elliot, dan suasana kerajaannya 🥰
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Kasihan Davira, tapi yahh dia memang harus menghadapi konsekuensi dari kehidupan sebelumnya 😅
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Keputusan terbaik! Tinggalkan Liam dan malangnya, mulai lah hidup baru bersama Elliot👍
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Semoga di kehidupan kedua ini Davira bisa menyelamatkan Elliot & keluarganya.
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Idette siap² tersaingi. Davira sekarang tak klah mempesona
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Davira terlalu sabar di kehidupan pertamanya. Aku ikut sesak bacanya 😣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Buset... baru pembuka aja udah bikin merinding, kejamnya sang raja 😅
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ternyata bener selingkuhan Raja itu, dan dia termakan oleh omongan selingkuhannya dan akhirnya Kerajaan Nether mati
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
terlihat anggun, ada typo kak 😁
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raja ini selingkuh🤔dan memakan hasutan si cewek selingkuhannya 🤔
Asra
Wow, keren kak! Semangat selalu berkarya nya.🙌
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: makasih 🥺🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!