NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
​Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
​Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: Rapat Pemegang Saham dan Teror Sang Naga Emas

​Sinar matahari pagi menembus jendela vila, menyinari wajah Ye Chen yang sedang duduk bersila di halaman belakang.

​Mata Ye Chen terpejam rapat. Ia sedang mengatur napasnya sesuai dengan ritme Teknik Bela Diri Penakluk Naga yang terukir di ingatannya. Udara pagi yang sejuk perlahan tampak berputar di sekeliling tubuhnya, membentuk pusaran angin kecil yang kasat mata.

​Tiba-tiba, Ye Chen membuka matanya. Sepasang pupilnya memancarkan kilatan keemasan yang tajam. Ia bangkit berdiri, mengepalkan tinju kanannya, dan meninjunya ke udara kosong di depannya.

​Boom!

​Suara ledakan udara terdengar keras. Jarak tinjunya masih setengah meter dari sebuah batu pijakan taman yang terbuat dari granit, namun batu seberat lima puluh kilogram itu seketika retak dan hancur berkeping-keping hanya karena tekanan angin dari pukulannya!

​Ye Chen menatap tangannya sendiri dengan takjub.

​"Hanya dalam satu malam, meridianku telah sepenuhnya terbuka. Kekuatan fisikku setidaknya sepuluh kali lipat dari manusia normal," gumam Ye Chen. Senyum tipis menghiasi bibirnya. "Ibu tiri, kau pasti berpikir racun yang kau berikan tiga tahun lalu telah melumpuhkan fondasiku selamanya. Sayangnya, kau tidak tahu bahwa darah Naga di tubuhku baru saja bangkit!"

​Meski kekuatannya meningkat drastis, Ye Chen tahu ini baru permulaan. Untuk mencapai puncak bela diri dan mempraktikkan ilmu dari Kitab Medis Kehidupan dan Kematian, ia membutuhkan banyak herbal berharga untuk memurnikan tubuhnya.

​Ia melirik ke arah jendela kamar di lantai dua. Su Yuhan sudah berangkat kerja lebih awal pagi ini.

​"Waktunya melihat bagaimana reaksi rubah-rubah tua di Grup Su," kekeh Ye Chen sambil melangkah masuk untuk mandi.

​Sementara itu, di Ruang Rapat Eksekutif Grup Kosmetik Su.

​Suasananya sangat mencekam. Su Yuhan duduk di kursi direktur utama dengan wajah pucat dan mata berkantung. Semalaman ia tidak bisa tidur, memikirkan kejadian gila di rumahnya dan memandangi Kartu Hitam Naga Tertinggi yang diberikan Ye Chen.

​Di sekeliling meja oval yang besar itu, belasan pemegang saham menatapnya dengan tatapan memojokkan. Di sebelah kanan Yuhan, duduk pamannya, Su Jian, beserta sepupunya yang licik, Su Ming.

​"Yuhan, waktunya sudah habis," ucap Su Jian dengan nada meremehkan, memecah keheningan. "Pagi ini, Presiden Li dari Bank Jiangcheng akan datang menagih utang lima puluh juta yuan. Bukan hanya itu, kami baru saja mendapat kabar bahwa Tuan Muda Wang Hao membatalkan semua rencana investasinya secara sepihak! Apa yang sebenarnya kau lakukan semalam, hah?!"

​Su Ming, sang sepupu, tertawa sinis. "Benar! Kudengar semalam suamimu yang sampah itu malah memukuli Tuan Muda Wang. Yuhan, kau membiarkan anjing peliharaanmu menggigit dewa kekayaan kita! Kau telah menghancurkan perusahaan kakek!"

​Para pemegang saham lainnya mulai berbisik-bisik marah.

​"Turun dari jabatan CEO!"

"Benar! Serahkan posisi itu pada Direktur Su Jian. Beliau punya koneksi untuk menyelamatkan kita!"

"Jual saja perusahaan ini sebelum kita semua masuk penjara karena utang!"

​Su Yuhan menggigit bibirnya menahan tangis. Selama bertahun-tahun ia memeras keringat membesarkan perusahaan ini, namun pamannya sendiri tak henti-hentinya mencoba menusuknya dari belakang.

​Tepat pada saat itu, pintu ruang rapat didorong terbuka.

​Seorang pria paruh baya dengan perut buncit dan setelan jas rapi berjalan masuk, diikuti oleh dua asisten yang membawa koper dokumen. Ia adalah Li Dong, Presiden Bank Jiangcheng.

​"Direktur Su Yuhan," ucap Presiden Li tanpa basa-basi, wajahnya sedingin besi. "Tenggat waktu pinjaman Anda sudah jatuh tempo. Lima puluh juta yuan. Jika Anda tidak bisa melunasinya detik ini juga, kami akan membekukan seluruh aset Grup Su dan menyegel gedung ini."

​Su Jian langsung berdiri, memasang senyum menjilat. "Presiden Li, keponakan saya ini memang tidak becus. Tapi tenang saja, jika dia mundur hari ini, saya yang akan mengambil alih, dan saya jamin—"

​"Aku akan membayarnya sekarang."

​Suara dingin Su Yuhan memotong ucapan pamannya. Ia berdiri, tangannya sedikit gemetar saat ia merogoh tasnya.

​Su Ming tertawa terbahak-bahak. "Membayar? Pakai apa? Ginjal suamimu? Semua rekening perusahaan sudah kosong, Yuhan!"

​Tanpa memedulikan ejekan sepupunya, Su Yuhan mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam pekat dan meletakkannya di atas meja marmer.

​Plak.

​Semua mata tertuju pada meja.

​Kartu itu tidak memiliki logo bank komersial mana pun. Warnanya hitam murni dengan ukiran naga melingkar berbahan emas sungguhan, memancarkan kemewahan yang misterius.

​"Pfft! Hahahaha!" Su Ming memegangi perutnya yang sakit karena tertawa. Ia mengambil kartu itu dan melambai-lambaikannya di udara. "Kartu apa ini? Tidak ada logo Visa, tidak ada Mastercard. Apakah ini kartu diskon VIP dari salon rambut langgananmu? Yuhan, apa kau sudah gila?!"

​Para pemegang saham ikut tertawa merendahkan. Su Jian menggelengkan kepalanya dengan iba palsu. "Kupikir kau punya rencana, Yuhan. Ternyata kau benar-benar kehilangan akal sehatmu."

​Namun, di tengah tawa riuh ruangan itu, tidak ada yang menyadari wajah Presiden Li.

​Mata pria paruh baya itu membelalak lebar, menatap lurus ke arah kartu hitam di tangan Su Ming. Wajahnya yang arogan seketika memucat seputih kertas. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur deras dari dahinya.

​Itu... tidak mungkin! Itu adalah Kartu Hitam Naga Tertinggi dari Aliansi Bank Global!

​Presiden Li mengingat kembali pelatihan khusus yang ia terima saat baru menjabat. Kartu seperti itu hanya ada lima di seluruh dunia! Pemiliknya adalah penguasa ekonomi global yang bisa membuat negara sekelas Tiongkok gemetar hanya dengan satu batuk!

​"Berikan kartu itu padaku!"

​Presiden Li setengah berteriak. Ia melompat ke depan, merebut kartu itu dari tangan Su Ming dengan kasar. Tangannya gemetar hebat saat meraba ukiran naga emas yang timbul, lalu ia memeriksa cip mikro khusus di belakangnya.

​Itu asli!

​Bruk!

​Lutut Presiden Li tiba-tiba lemas. Ia nyaris berlutut jika asistennya tidak buru-buru menahannya.

​"P-Presiden Li? Anda kenapa?" Su Ming bertanya kebingungan, tawanya terhenti seketika. "Itu pasti kartu mainan murahan, kan?"

​"TUTUP MULUTMU, KEPARAT!" Presiden Li meraung marah, air liurnya menyembur ke wajah Su Ming.

​Ia kemudian berbalik menatap Su Yuhan. Tubuhnya yang buncit membungkuk sembilan puluh derajat, sangat rendah hingga dahinya nyaris menyentuh meja. Suaranya bergetar penuh rasa hormat dan ketakutan.

​"N-Nona Su! S-saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelancangan saya! Saya tidak tahu Anda adalah pemegang Kartu Naga Tertinggi! M-mohon ampuni nyawa anjing saya ini!"

​Hening.

Ruang rapat yang tadinya riuh oleh tawa kini sunyi senyap seolah ada seseorang yang memencet tombol mute massal.

​Mata Su Jian melotot hingga urat-uratnya menonjol. Mulut Su Ming terbuka lebar hingga bisa dimasukkan telur bebek. Para pemegang saham saling pandang dengan horor.

​Apa yang terjadi? Kenapa Presiden Bank yang sangat berkuasa di Kota Jiangcheng ini tiba-tiba membungkuk layaknya pelayan hina di depan Su Yuhan?!

​"Presiden Li, apa maksudnya ini?" Su Yuhan sendiri sama terkejutnya. "Di dalam kartu itu... apakah ada lima puluh juta yuan?"

​Presiden Li nyaris menangis mendengar pertanyaan itu. Lima puluh juta? Nyonya, kartu di tangan Anda ini limitnya adalah 'Tanpa Batas'! Anda bisa membeli seluruh Kota Jiangcheng beserta bank saya jika Anda mau!

​"N-Nona Su bercanda," Presiden Li menelan ludah. "Tentu saja ada! Bahkan, Anda tidak perlu melunasi utang itu hari ini. Bank Jiangcheng bersedia menaikkan pinjaman Anda menjadi lima ratus juta yuan tanpa bunga! Kami akan mentransfernya detik ini juga!"

​Presiden Li dengan tergesa-gesa memberi isyarat pada asistennya. Asisten itu segera mengeluarkan mesin EDC khusus VIP, menggesek kartu tersebut, dan meminta Yuhan memasukkan PIN (yang telah Ye Chen beritahukan sebelumnya: tanggal lahir Yuhan).

​Ting!

Transaksi Berhasil.

​Layar di proyektor ruangan yang terhubung dengan rekening perusahaan tiba-tiba berkedip, menunjukkan notifikasi transfer masuk.

​[Saldo Masuk: 50.000.000,00 CNY]

​Melihat deretan angka nol di layar, wajah Su Jian dan Su Ming berubah menjadi abu-abu seperti mayat. Semua argumen mereka hancur berkeping-keping.

​Su Yuhan mengambil kembali kartu hitamnya. Dadanya bergemuruh hebat. Ye Chen... suamiku yang selalu kusebut pecundang... siapa dia sebenarnya?!

​Dengan kepercayaan diri yang kembali utuh, Yuhan menatap sekeliling ruangan dengan aura seorang Ratu Es.

​"Paman, sepupu, dan para pemegang saham yang terhormat," suara Yuhan menggema dingin, tanpa celah. "Utang telah dilunasi. Krisis telah berakhir. Sekarang, jika ada di antara kalian yang masih tidak puas dengan kepemimpinanku, pintu keluar ada di sebelah sana. Silakan tinggalkan saham kalian, aku akan membelinya dengan harga pasar sekarang juga."

​Tidak ada satu pun yang berani bernapas keras. Su Jian mengepalkan tangannya kuat-kuat di bawah meja, wajahnya memerah menahan malu dan amarah yang luar biasa.

​Di saat yang sama, pintu ruang rapat kembali diketuk pelan. Seorang pria dengan jaket kasual dan senyum santai melangkah masuk.

​Itu adalah Ye Chen.

​Ia melirik ke arah wajah-wajah pucat para pemegang saham, lalu menatap istrinya dengan lembut. "Yuhan, sudah waktunya makan siang. Aku membawakan bekal untukmu."

​Semua mata kini tertuju pada pria yang selama ini menjadi lelucon terbesar di kota Jiangcheng. Namun kali ini, tidak ada satu pun yang berani tertawa.

1
yos helmi
sdh banyak cerita seperti alur ini.. tp semua ng pernah tamat.. cerita ciplakan/saduran.. jd jgn harap tamat
Marthen
dari teknik bela diri penakluk naga apakah ada sutra naga penyerap energi agar kultivadinya naik lagi kan sayang energi musuh yg terbuang....?
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini😎
Marthen
banjir darah mewarnai pesta ulangtahun
Arinto Ario Triharyanto
tegas lugas gak pake lama... mantul 😎
Marthen
seru sekaLi.....
Marthen
keren....suka dgn jalan ceritanya.....
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Asosiasi bela diri sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua musuhnya sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai su zheng bikin dia menyaksikan sendiri pas yechen bantai semua klan su sampai ke akar akarnya bikin su zheng mengutuk putranya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!