NovelToon NovelToon
Rasa Cinta Bidadari Surga

Rasa Cinta Bidadari Surga

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Diam-Diam Cinta / Pembantu / Suami ideal / Cinta Seiring Waktu / CEO / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sagita chn

Menikah karena terjebak keadaan,
Seorang Presdir muda yang lama-lama jatuh cinta dengan asisten pribadinya yang semula menurutnya jelek dan kampungan.
Kini ia berubah menjadi seorang wanita cantik dan baik yang ada di matanya,
Dengan kebaikan hatinya membuatnya terpana,
Terlebih dengan senyuman manis lesung pipinya mebuatnya tergiur saat memandangnya.., membuatnya semakin manis dan menawan saat ia semakin di pandang.

Kepedulian wanita tersebut juga membuatnya semakin jatuh cinta,ia tega melukai dirinya sendiri hanya demi melindungi majikannya.

Tapi karena kekayaan yang begitu banyak yang di miliki oleh suaminya mebuatnya minder dan menahan rasa cintanya,

Anggara berusaha keras untuk membongkar isi hati istrinya,apa dia benar-benar mencintaiku atau tidak,
Namun dengan sisi lain Anggara mengatakan apa aku harus miskin supaya dia mencintaiku?,
Tapi apakah cintanya tetap bersatu walaupun suaminya memang sudah di takdirkan untuk kaya raya, tapi perasaan sungguh susah untuk di tahan...!

Apa kalian penasaran dengan cerita pertamaku?
Yuk tengok!, Jangan lupa dukungannya yah!..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagita chn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percintaan

Selesai rapat semua kembali ke ruangan Anggara, sambil menikmati makan siang bersama di dalam ruangan.

"Anggara,apa kau tidak mau makan siang?"Haris

" tidak,makanlah dulu"Anggara

"kenapa,apa suasana hatimu sedang kacau?"Haris

"iya begitulah,huh...,bagaimana keadaan Remon, apa dia sudah membaik?"Anggara

"tenang saja selama seminggu ini kesehatannya sudah pulih"Haris

"syukurlah"Anggara

siapa Remon itu?,aku baru dengar..

"Ayo cerita lah Angga,apa ada masalah?, Haris penasaran

Anisa dan Irfan hanya terdiam sambil menikmati makan siang.

"Bokap ku menyuruhku untuk segera menikah"Anggara

"uhuk.." Haris tersedak saat sedang minum

"apa kau bilang, mau menikah?"Haris

"iya,intinya sebelum peresmian, bokap ku meminta agar aku sudah memiliki istri"Anggara

"iya sudah, kalo begitu menikahlah jika kau sudah siap,lagian calon sudah ada kan, Menurutmu bagaimana Fan?"Haris

"menurutku hanya satu, ikuti saja apa kata hati tuan muda sendiri"Irfan

apah, tuan muda mau menikah,apa aku akan di pecat setelah ia menikah, berarti ia sudah ada yang melayaninya kan...

"tapi, bukanya Om Mahendra tidak merestui hubungan kalian? Haris

"Iyah, memang itu masalahnya"Anggara sambil minum kopi.

" menurutku,aku juga kurang yakin jika kau menikah dengan Tania"Haris yang semakin membuat hati panas Anggara memuncak,..

"Apah kau bilang,bukanya mendukungku,malah ikut-ikutan"Anggara kesal

"maafkan aku Anggara, itu kan hanya menurutku saja, jika kalian saling mencintai apa boleh buat, menikahlah, benar kata Irfan ikuti kata hatimu, aku pasti akan tetap mendukungmu"Haris

"iya tuan muda,ikuti kata hati Anda saja" Irfan

"kalian berdua menyuruhku untuk segera menikah,kenapa kalian tidak menikah juga"Anggara

"tenang saja Anggara,jika kau sudah menikah, kita berdua akan segera menyusul,iya kan Fan?Haris

"kali"Irfan

"ih.. jawaban yang menjengkelkan"Haris

"sudahlah,pikirkan nanti saja, masalah pernikahan membuatku pusing"Anggara kembali ke meja kerjanya.

"Apa tuan muda mu, bisa stress karena masalah pernikahan..haha."Haris

"cih, tapi menurutku kau yang stress kali ini"Irfan

"apa, beraninya kau bilang aku stress.."Haris

"haha.."Irfan

*t*uan muda sedang pusing,mereka berdua malah bercanda..

Anisa yang heran melihat tingkah Haris dan Irfan.

"sebenarnya aku juga pusing kalo masalah percintaan"Haris

"Masalah percintaan,huh..,bahkan aku saja belum sempat memikirkannya"Irfan

"lalu bagaimana dengan Anisa"Haris

"hah.."Anisa bingung

Apa lagi si, kenapa harus aku lagi??..

Anggara yang mendengarnya langsung menghentikan jarinya yang sedang mengetik.

"Apa kau sudah memiliki kekasih atau pacar?"Haris

Anisa menggelengkan kepala.

"kalo Mantan?"Haris

Anisa menggelengkan kepala juga

"berarti kamu belum pernah menjalin hubungan dengan seseorang?"Haris

"belum"

Anisa menggelengkan kepalanya lagi,

"benarkah"Irfan tidak percaya

"bukannya wanita jaman sekarang itu berlomba-lomba mencari pasangan, bahkan ada yang mengoleksi mantan,ya ga Fan?" Haris mencibir

"iya tentu saja, aku rasa juga demikian"Irfan

"Apa kamu tidak ingin berpacaran?, Haris

"tidak pa, saya hanya ingin fokus bekerja dulu ,tapi tidak ada niatan juga untuk berpacaran nantinya"Anisa

"lalu bagaimana kamu akan mengenal cinta?, Haris

"Mengenal cinta setelah menikah kan bisa pa"Anisa

"Apa kamu yakin, jika kamu tidak berpacaran akan menikah nantinya? Irfan

"tentu saja pa, Allah yang maha mempunyai cinta kan bersama kita,aku hanya bisa memohon dan berharap kepada-Nya, sedangkan yang mengatur jodoh juga dia,dialah Allah yang maha sebenar -benarnya cinta"Anisa tersenyum

Tanpa sadar Anggara yang mendengar jawaban Anisa tersenyum kagum.

kenapa juga aku mengagumi jawabannya

Anggara kembali mengetik leptopnya.

Haris dan Irfan tersenyum kehabisan kata-kata.

"Iyah, betul sekali,kamu benar-benar luar biasa"Haris

dari mana bidadari surga ini turun ke bumi,dia sangat manis bukan..

Haris tersenyum memandang Anisa

"tapi apa kau pernah mencintai seseorang? Irfan

"mencintai seseorang, entahlah pa.."Anisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

memang siapa yang aku cintai sekarang, sedangkan yang mencintaiku saja tidak ada,pa Haris saja aku hanya berani mengaguminya..

batin Anisa sambil menghabiskan air minumnya.

"hey, waktu bercanda kalian sudah habis,kenapa kalian masih di sini, apakah kalian masih membahas masalah percintaan?"Anggara

"iya Angga, tentu saja kita masih membahas tentang cinta"Haris

"sudah,pergilah jangan mengganggu waktu kerjaku, kembali ke tempat kerja masing-masing, selesaikan dulu urusan kantor,baru membahas tentang cinta!"Anggara

"apa benar kau terganggu, perasaan dari tadi kau diam saja tidak mendengarkan kami berbicara"Haris mencibir

"apa harus aku ulangi ucapan ku,aku butuh ketenangan, cepat keluarlah dari ruangan

ku"Anggara

"Iya,iya baiklah,aku kembali ke kantor sekarang,Fan cepat ayo keluar, sebelum tuan muda mu mengamuk nanti"Haris

"Apah kau bilang,aku mengamuk"Anggara kesal

"tidak, tidak,aku hanya bercanda Angga, tenanglah, aku akan keluar sekarang,jaga dirimu baik-baik, Anisa sampai jumpa, sampai bertemu kembali"Haris sambil menarik tangan Irfan

"iya pa, sampai jumpa"Anisa

"permisi tuan muda, Irfan

"hmm, pergilah".

*j*ika semuanya pergi, suasana hatiku jadi tidak enak

"hey kau,kemari lah!"Anggara

"baik tuan muda" Anisa mendekat..

Anggara mendekati rak yang berisi berkas-berkas dan dokumen

"Ambilkan dokumen yang berwarna hijau itu! Anggara sambil menunjukan jari telunjuknya.

"tapi,itu terlalu tinggi tuan muda" Anisa

"apa kau tidak punya cara, untuk mengambilnya?"Anggara

"Tentu saja ada caranya tuan muda, akan aku ambilkan sekarang" Anisa

Anisa langsung mengambil kursi untuk mengambil dokumen tersebut, melepas kedua sepatunya,dan segera naik ke atas

Anggara terus memperhatikannya, ia pun melihat kaki Anisa yang terluka.

"Anisa" Anggara

"iya tuan muda sebentar"Anisa

"kenapa kakimu terluka?"Anggara

"kaki ku,e. . ini,ini..itu tuan muda...eehh..brakk.."

Anisa jatuh ke pelukan Anggara dan dokumen-dokumen berjatuhan.

keduanya saling menatap sejenak.

"e.. maafkan saya tuan muda saya benar-benar tidak sengaja" Anisa langsung bangun dari pelukannya.

lagian tuan muda kenapa si, pake memperhatikan kaki segala,jadi jatuhkan semuanya..

"apa kau menyiksa diri"Anggara langsung menarik tangan Anisa untuk duduk di sofa

"menyiksa,aku..aku tidak menyiksa tuan muda Apa yang anda katakan? Anisa

Anggara langsung mengambil kotak obat.

"ini olesan salep di kakimu, setidaknya, jika tidak terbiasa pake sepatu hak tinggi,lebih baik jangan memakainya"Anggara

"tapi tuan muda, ini hanya luka kecil"Anisa

"luka kecil,bukankah itu sangat perih, turuti saja apa kataku,tak usah pakai sepatu,pakai saja sandal ini!"Anggara memberikan sandalnya untuk Anisa

"iya baik tuan muda, terimakasih"Anisa

"jangan menganggap ini apa-apa,aku hanya sekedar balas budi, karena kau telah menemukan dompet mamah"Anggara

"iya saya mengerti tuan muda"Anisa

iya si tapi inikan sandal laki-laki,siapa juga yang menganggap sikap anda berlebihan kepadaku,biasa saja kali..

1
Lili Iswari
Biasa
Sagita Chn: Terimakasih sudah mampir kakak. Terimakasih juga dukungannya. Author akan berusaha untuk menjadi yang luar biasa kedepannya. /Smile//Good/
total 1 replies
Lea
Knp Anisa monoton seharusnya mulai belajar jg di kantor jg ga hny duduk” menunggu perintah
Dony Krisna
bocah banget
jadi males bacanya
mana ada orang berumah tangga bego banget begitu
Nourma Riati
bahasa apa sih kata 'menyengkrut', baru pernah dengar.
Mayra Putri
slalu mantan....yg jdi masalah....pusing akoh....
Mayra Putri
modus teruuuus....tuh s tuan muda.....
Hafista
visualnya mana thour
Hafista
fantastis bgt karyamu thour, bkn aku baper kok aku ikut seneng bgt ya thour, sukses trs y thour👍👍👍👍👍
Masliha Bundanya Kembar
dasar si haris
Masliha Bundanya Kembar
heheheheeeeee...... awas kalah cpt loh si haris
Masliha Bundanya Kembar
dasar anggara, shrs nya dia yg ngutarakan cinta dn syg nya,msk hrs anisa yg prem dn jg pemalu
Kusmiati
tanda2 tu lanjut thor tetap semangat thor
Muliati Jamalia
suami jahat
Intan Sari
lanjut donk Thor
Yuli Yuli
lanjut thor🙏
gantung banget ceritanya
Upik Yupi
main peluk aja si haris....
Upik Yupi
waduh...pulang di suruh nikah
Upik Yupi
sifat haris ngk beda jauh ma anggara 11:12
Upik Yupi
irfan...irfan...bikin irena kesal aja
Upik Yupi
irena cemburu ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!