Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu akan tinggal di sini.
"Kenapa malah aku di ajak masuk?" gumam Arin dalam hati yang nampak langsung kecewa ketika dirinya malah diajak masuk oleh Yan Yasha. Niat hati setelah nyonya kerbau datang dia akan langsung pergi namun sayangnya malah mereka yang diundang masuk.
"Ayo kakak cantik." ajak si kembar.
Tentu saja Arin langsung berdecak kesal, karena niat hati dia langsung keluar dari tempat itu malah nyonya beruang dan yang lain masuk ke dalam istana. Di sepanjang jalan menuju paviliunnya Arin terus menggerutu panjang lebar, dia bahkan ingin sekali menjambak rambut si kembar dan ibunya serta yang lain.
Yan Yasha menatap wajah kesal Arin, pria itu tidak marah namun dia malah tersenyum. Setelah itu beberapa pelayan menyajikan makanan untuk nyonya beruang dan yang lain.
"Sudah lama sekali kerajaan ini menghilang." ucap nyonya beruang yang nampak terlihat kedua matanya berkaca-kaca.
Yan Yasha tersenyum, pria itu kemudian menepuk pundak Paman beruang. "Sekarang kerajaan ini sudah kembali, aku pasti akan membuat kerajaan ini kembali berjaya seperti ribuan tahun yang lalu." jawab Yan Yasha. di tengah perbincangan itu Arin mendekati nyonya beruang.
"Oh ya ibu beruang, memangnya usia kalian berapa?" tanya Arin penasaran. selama ini dia tidak pernah bertanya mengenai usia para siluman itu. Dia mengira kalau usia mereka sama seperti usia manusia pada umumnya.
Ibu beruang tersenyum, namun si kembar langsung menyahut usiaku sudah 100 tahun, usia ibu mungkin 400 atau 500 tahun." jawab si kembar.
Kedua mata Arin langsung melotot, dia menatap ibu beruang yang katanya usianya sudah hampir 500 tahun.
"Lima ratus tahun?"
Arin mulai mencerna usia lima ratus tahun, manusia pada umumnya hanya bisa bertahan di usia 60 atau 70 tahun. mentoknya di usia 100 tahun, ini ibu beruang berusia 500 tahun namun wajahnya masih sangat muda dan terlihat masih kencang. Arin mengira kalau ibu beruang mungkin berusia 30 atau 35 tahun.
"Hahaha..., kenapa kamu seperti itu Arin. nyonya beruang usianya lima ratus tahun, kalau aku usiaku sudah 500 tahun lebih." jawab Paman kerbau.
Wajah Arin yang terkejut itu semakin terkejut, mulutnya terbuka lebar dengan mata berkedut tanpa henti. "Jika usia kalian sudah seperti itu, lalu usia pria itu berapa?" tanya Arin penasaran. dia menunjuk ke arah yang biasa.
"Mungkin Yang mulia Kaisar berusia sekitar dua ribu tahun." jawab Paman kerbau.
Deg..
Mulut Arin semakin terbuka lebar, matanya semakin melotot dengan keterkejutan luar biasa. "Dua ribu tahun? usianya dua ribu tahun?" tanya Arin yang seolah tidak percaya.
"Iya." jawab Paman kerbau.
"Du-dua ribu tahun?" tanya Arin kembali. Paman kerbau membalas dengan anggukan kepala.
"Tua banget? Hehehe...," Arin tertawa aneh. "Iya, kalau tidak salah usia Raja naga adalah dua ribu tahun." jawab Paman kerbau yang kemudian berbicara dengan Yan Yasha.
"Dua ribu tahun? Dia memang manusia purba, mana ada makhluk berusia dua ribu tahun..," Arin menghela nafasnya begitu dalam.
Ketika Paman kerbau dan nyonya beruang akan pergi dari kerajaan naga atau kerajaan siluman. Arin bergegas berlari untuk mengejar mereka, namun sayangnya Yan Yasha tidak memperbolehkannya meninggalkan kerajaan dengan alasan dia akan menjadi istrinya.
Nyonya beruang dan yang lain sudah pergi dari kerajaan naga, Arin menatap Yan Yasha dengan tatapan mata yang begitu kesal.
"Si-siapa bilang aku mau menikahi mu? lagi pula kamu dan aku itu berbeda alam, berbeda jiwa dan berbeda segalanya." Arin marah.
"Aku tidak akan membiarkanmu lepas dariku, kamu akan menjadi permaisuriku ratu kerajaan ini." jawab Yan Yasha.
Arin masih bersikukuh, dia menolak untuk menjadi istri Yan Yasha. "Enak aja, aku tidak akan mau menikah denganmu, lagi pula aku itu tidak mau tinggal di sini!" bentak Arin.
Yan Yasha meninggalkan Arin di paviliunnya. Dua pelayan yang bernama An dan Nan datang menemani Arin. "Ck.. pokoknya aku harus kabur dari tempat ini." ujar Arin.
"Jangan ratu, jangan kabur dari tempat ini. Akan sangat berbahaya jika kamu keluar dari tempat ini." ucap An.
"Memangnya kenapa? lagi pula aku tidak betah tinggal di sini." jawab Arin.
An dan Nan saling menatap satu sama lain, mereka menatap sosok manusia yang sudah ditetapkan oleh rajanya untuk menjadi pendampingnya. "Sebaiknya ratu tetap berada di sini, akan sangat berbahaya jika ratu keluar dari tempat ini." ucap Nan.
"Memangnya kenapa? apa yang akan terjadi denganku? lagi pula aku sudah terbiasa tinggal di alam ini kok." ujar Arin.
Nan dan An menghela nafas mereka cukup dalam, setelah itu mereka berdua memutuskan untuk diam.
"Memangnya kenapa kalian diam? apa ada yang kalian sembunyikan?" tanya Arin.
An dan Nan menghela nafasnya kemudian berbicara dengan Arin. "Itu dulu.. ratu sebelum.. tempat ini tersegel, setelah segel kerajaan ini hancur maka bahaya juga mulai bermunculan." jawab Nan.
An dan Nan menceritakan mengenai kejadian selama ribuan tahun itu, kejadian yang membuat kaum iblis tersegel juga Kerajaan naga yang ikut menghilang. Arin yang mendengar cerita itu bulu kuduknya langsung bergidik, dia menyentuh tengkuk lehernya, merasakan cerita horor yang membuatnya antara penasaran takut dan tidak percaya.
"Jadi raja kalian itu orang yang sangat menyeramkan ya? lalu, bagaimana jika aku kabur dari tempat ini?" tanya Arin.
An menggelengkan kepalanya, dia kemudian menaruh tangannya di leher.
"Maksudnya?" tanya Arin.
"Tentu saja kamu akan kehilangan nyawa." jawab Nan.
Deg..
Wajah Arin langsung pucat pasi, Dia kemudian membayangkan bagaimana jika dia benar-benar kabur dari tempat itu kemudian tertangkap. "Jangan-jangan aku nanti dimutilasi, tubuhku dipotong kecil-kecil lalu dijadikan santapan oleh mereka." ucap Arin yang membuat tubuhnya tiba-tiba panas dingin.
Melihat wajah pucat Arin, An dan Nan menahan tawa mereka, mereka berdua yakin kalau saat ini calon ratu kerajaan naga sudah ketakutan.
Keesokan hari Yan Yasha kembali menemui Arin, pria itu memberikan begitu banyak perhiasan untuk Arin.
"Tuan purba." panggil Arin.
"Namaku Yan Yasha, bukan Tuan purba." jawab Yan Yasha.
"Tapi umurmu sudah tua banget, umurmu itu pantas disebut manusia purba." jawab Arin polos. dia meremas tangannya sedikit keras.
"Ini semuanya adalah pakaian untuk pernikahan kita." ucap Yan Yasha.
Arin menoleh menatap barang-barang yang dibawa oleh An dan Nan, sebuah baju berwarna merah mewah dengan beberapa sulaman benang emas yang begitu indah. An dan Nan juga membawa beberapa perhiasan yang menurutnya begitu luar biasa.
"Menikah? aku kan sudah bilang tidak mau menikah denganmu." jawab Arin.
"Tak ada penolakan, karena kamulah yang membangunkanku maka kamulah yang harus bertanggung jawab." jawab santai Yan Yasha.
Arin terdiam, memang berkat dirinya patung naga itu kembali hidup bahkan sekarang berwujud manusia. "Usiamu itu sudah ribuan tahun, sedangkan usiaku baru 18 tahun, baru lulus SMA. Kalau aku menikah denganmu.. Kamu hidupnya panjang sedangkan aku hidupnya pendek. Usiamu sudah ribuan tahun sedangkan usiaku 18 tahun. Setelah itu usiaku nanti 60 tahun dan meninggal sedangkan kamu masih hidup, kamu bebas menikah berulang kali, lah.. aku jadi hantu penasaran melihatmu menikah berkali-kali." jawab Arin dengan semua pemikirannya.
*bersambung*