tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14/ nostalgia ala Rigecherta
Matahari terlihat mulai muncul dari ufuk timur menembus celah dedaunan dan celah jendela kamar Tivane, sedangkan Tivane masih tertidur pulas di ranjangnya dengan piyama motif bunga. Tivane sangat menyukai piyama itu dari dulu. Lihat saja celananya sudah sampai pahanya, padahal dulu itu di bawah lututnya.
Sementara di depan rumah Tivane terlihat Rigecherta di atas sepedanya. Karena hari ini tanggal merah, ia memutuskan mengajak Tivane jalan-jalan naik sepeda di sekeliling komplek.
" Pagi om" sapa Rigecherta saat melihat Aliandra duduk di teras sambil menyesap kopi dan laptop di depannya.
" Pagi Rige. Masuk sini" Jawab Aliandra membuat Rigecherta langsung berdiri di samping Aliandra.
" Om Tivane nya mana?" Tanya Rigecherta sambil celingukan ke dalam rumah.
" Masih tidur kayaknya itu anak. Sana bangunin" suruh Aliandra sambil kembali menatap laptopnya. Lagian Rigecherta dan Tivane sudah sahabatan sejak lama, Aliandra sih fine-fine saja kalo Rigecherta membangunkan Tivane.
" Aku masuk ya om" izin Rigecherta sambil melangkah ke dalam rumah. Sedangkan Aliandra hanya mengangguk saja.
Rigecherta menaiki tangga menuju kamar Tivane dan membuka pintunya yang tidak di kunci.
Ckklek!
Pintu terbuka menampilkan Tivane yang masih terlelap puas di ranjang empuknya. Melihat Tivane yang tertidur pulas Rigecherta dengan iseng langsung masuk dan berdiri di samping ranjang Tivane. Rigecherta menarik pelan pipi Tivane yang terlihat semakin bulat saat ia sedang tertidur.
" Heii... Bangun" bisik Rigecherta pelan membuat Tivane menggeliat namun kembali tidur.
" Bangun..." Bisik Rigecherta lagi kali ini sambil meniup bulu mata Tivane.
Tivane mulai menggeliat membuat Rigecherta langsung tengkurap agar tak terlihat saat Tivane bangun.
Tivane mengerjakan mata yang terasa berat dan duduk dengan wajah ngantuk.
"BAAA!" ucap Rigecherta langsung berdiri membuat Tivane terlonjak kaget.
" AAA MONYET GANTENG" latah Tivane kaget setengah mati.
" Hahahaha. Monyet ganteng katanya" tawa Rigecherta langsung pecah dan tertawa keras.
" IHH... RIGE" geram Tivane memukul perut Rigecherta sementara Rigecherta masih terkekeh pelan melihat wajah Tivane yang terlihat mengeruh.
" Ngapain lo di sini?" Tanya Tivane jutek.
" Mau ngajak sepedahan" ajak Rigecherta membuat Tivane mengerutkan dahi.
" Udah, nggak usah banyak nanya ayo" Rigecherta langsung menarik tangan Tivane agar bangun membuat Tivane mendecak malas.
"Mau kemana sih Rige... Gue masih ngantuk.." keluh Tivane sambil merengek dengan suara khas bangun tidur.
Rigecherta langsung menarik tangan Tivane ke arah kamar mandi dan menghadap nya ke cermin. Rigecherta langsung turun tangan membasuh wajah Tivane dan dan memakaikan sabun wajah, sedangkan Tivane hanya pasrah karena masih merasa ngantuk.
" Nah, udah. Ayo " ajak Rigecherta membuat Tivane melotot mendengarnya.
" Gue belum gosok gigi" ucap Tivane membuat Rigecherta mengangguk.
" Oh, yaudah kalo gitu, gue keluar dulu" Rigecherta langsung keluar dari kamar mandi dan kembali ke arah Aliandra.
" Udah bangun dia?" Tanya Aliandra membuat Rigecherta mengangguk.
" Udah, lagi sikat gigi dia" jawab Rigecherta membuat Aliandra mengangguk.
" Itu anaknya udah selesai. Kami pamit ya om" pamit Rigecherta membuat Aliandra mengangguk.
" Boleh nih pah?" Tanya Tivane memastikan.
" Boleh" jawab Aliandra membuat Tivane menyalin tangan ayahnya lalu mendekati Rigecherta.
" Naik" ucap Rigecherta sudah standby di atas sepedanya.
" Sepeda?" Tanya Tivane membuat Rigecherta mengangguk.
" Iya. Buruan naik" ucap Rigecherta membuat Tivane langsung duduk di boncengan dan memeluk pinggang Rigecherta sebagai pegangan.
" Cie modus" ledek Rigecherta padahal lagi salting karena di peluk.
" Yaudah nggak usah" Tivane hendak menarik tangan nya kembali namun di tahan oleh Rigecherta.
" Khem" dehem Ayah Tivane membuat keduanyamenoleh dan baru sadar kalo sedang di perhatikan.
" Duluan om" Rigecherta mulai mengayuh pedal sepeda nya dan meninggalkan ayah Tivane yang tersenyum tipis sambil geleng-geleng melihat keduanya.
" Rige, itu tempat kita dulu main petak umpet kan" ucap Tivane sambil terkekeh sambil menunjuk tempat ia dan Rigecherta dulu bermain bersama. Rigecherta mengangguk sambil tersenyum lebar.
" Itu juga, dulu kita selalu makan bereng di situ" tunjuk Tivane lagi pada warung nasi yang bisa duduk lesehan.
" Mau makan di situ?" Tanya Rigecherta membuat Tivane mengangguk antusias.
" Boleh. Aku juga udah kangen sama masakan ibu itu" jawab Tivane membuat Rigecherta menepikan sepedanya.
" Kita duduk sini aja" Tivane langsung duduk lesehan sementara Rigecherta menyusul namun tak langsung duduk.
" Mau pesan apa?" Tanya Rigecherta lembut.
" Em... Nasi ayam sama manis dingin" jawab Tivane membuat Rigecherta mengangguk dan langsung pergi memesan makanan mereka.
Rigecherta kembali dan langsung memeluk Tivane dari belakang.
Srep!
" Apa sih Rige?" Kaget Tivane saat Rigecherta tiba tiba memeluknya. Rigecherta hanya diam, memejamkan mata, meletakkan kepala di bahu Tivane dan mengeratkan pelukan.
" Kenapa hmm?" Tanya Tivane lembut sambil menepuk pelan pipi Rigecherta yang bersandar di bahunya.
" Kayaknya seru ya kalo kita begini tiap hari" celatuk Rigecherta membuat Tivane mengangkat alis heran.
" Nikah yok!" Ajak Rigecherta santai.
" Hah?" Tanya Tivane tercengang sambil menatapnya heran.
Rigecherta langsung terkekeh pelan melihat wajah bingung Tivane.
Rigecherta tiba-tiba mendekat.
Cup!
Mengecup pipi Tivane sekilas. Namun membuat Tivane membeku terdiam.
' woi, itu dia nyium gue? Ini mimpi kah?" Jerit Tivane dalam hati namun ia masih membeku dengan wajah memerah.
" Ihh, gemes banget sumpah" ucap Rigecherta memeluk Tivane dengan gemas.
" Apaan sih Rige..." Rengek Tivane menahan salting.
" Lo suka banget ya makan sambil lesahan gini" ucap Rigecherta membuat Tivane mengangguk.
" Iya. Soalnya nyaman. Apalagi suasananya outdoor gini" jawab Tivane menyandarkan punggungnya pada Rigecherta.
" Lo masih suka juga ya sama piyama motif bunga lo itu. Padahal itu udah lama banget loh" ucap Rigecherta karena melihat piyama Tivane tadi pagi.
" Iya lah. Orang itu piyama favorit gue. Walau celananya udah sampe paha sih" ucap Tivane jujur membuat Rigecherta tertawa.
" Ini ya makanannya" ucap penjual sambil membawa makanan pesanan mereka.
" Makasih.." riang Tivane langsung duduk tegak.
" Selamat makan" ucap Tivane pada Rigecherta membuat Rigecherta terkekeh dan mengangguk
" Selamat makan." Jawab Rigecherta.
Rigecherta tersenyum melihat pipi Tivane yang mengembung penuh makanan.
' lucu banget pacar gue' gemas Rigecherta dalam hati.
Beberapa saat kemudian mereka sudah selesai makan dan Rigecherta membayar makanan mereka.
"Mau lanjut sepedahan atau pulang?" Tanya Rigecherta maniki sepeda.
" Lanjut sepedahan aja deh." Jawab Tivane membuat Rigecherta mengangguk.
" Oke. Oh iya, nanti jam lima sore aku jemput ya, di ajak main sama Veros dan lainnya" ucap Rigecherta memberi tahu membuat Tivane mengangguk dan menikmati setiap jalan yang mereka lalui.
" Rige, kita dulu ada tempat mancing Deket sini kan? Ayo ke sana" ajak Tivane dengan mata berbinar membuat Rigecherta mengangguk.
" Ihh lucu. Dulu kita selalu mancing di sini padahal nggak ada ikannya." Riang Tivane melihat danau kecil tempat ia dan Rigecherta dulu selalu main air.
" Suka?" Tanya Rigecherta mambuat Tivane mengangguk.
" Thank's for this day Rigecherta " ucap Tivane membuat Rigecherta tersenyum dan mengelus kepala Tivane lembut.
" Any time" jawab Rigecherta membuat Tivane tersenyum lebar.
" Nostalgia ala Rigecherta" ucap Tivane sambil terkekeh riang membuat Rigecherta juga ikut terkekeh kecil.