Marsya, seorang istri yang selalu di hina oleh suami dan keluarga nya hanya karena dia dianggap karyawan di salah satu toko kue.
Tapi tanpa sepengetahuan keluarga suami nya, bahwa toko kue itu adalah milik nya dan dia adalah seorang sarjana.
Dia sengaja menyembunyikan identitas nya atas permintaan sang ibu, kini Marsya tahu sendiri seperti apa suami nya dan juga keluarga nya.
Selain di berikan nafkah yang jauh dari kata cukup, Marsya juga di duakan oleh suami nyam dengan seorang wanita yang merupakan rekan kerja suami nya di kantor.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Marsya pulang ke ruamh mertua nya, seperti biasa nya dia pulang ke rumah naik ojek setelah turun di depan gang. Marsya tidak ingin identitas nya ketahuan sebelum Dani dan Mela menikah.
Karena jika hal itu sampai terjadi, Dani pasti akan memanfaat kan diri nya juga untuk bisa mendapat uang. Dani dan keluarga nya tidak akan melepas kan Marsya jika mereka tahu siapa sebenar nya Marsya.
"Dari mana saja kamu?" Bentak bu Ana ketiak Marsya baru saja membuka pintu.
"Dari kerja lah, udah tahu masih aja nanya!" Jawab Marsya dengan ketus.
"Alah, kerja jadi pelayan aja bangga. Tuh lihat lah si Mela, udah kerja kantoran orang tua nya kaya raya lagi, punya Vila mewah dan perkebunan teh yang luas. Gak seperti kamu, udah miskin kampungan lagi!" Bu Ana tidak mau kehilangan kesempatan untuk menghina menantu nya.
"Gak papa saya jadi babu, yang penting tidak menyusahkan ibu dan juga anak ibu!" Jawab Marsya santai.
Marsya melihat di ruang tamu ada banyak barang, seperti nya itu adalah barang - barang untuk di bawa sebagai seserahan di acara pernikahan Mela dan Dani.
'Oh, jadi Mela mengakui kalau Vila dan kebun teh itu milik nya. Lihat saja apa yang akan ku lakukan nanti, semoga saja jantung kalian kuat menerima kejutan dari ku nanti!" Batin Marsya sambil tersenyum.
"Ngapain kamu senyum - senyum gitu?, sebentar lagi kamu pasti gila karena Dani dan Mela benar - benar menikah!" Bu Ana berkata pada menantu nya.
Marsya hanya diam dan dia tidak menjawab ucapan dari mertua nya, perlahan rasa cinta di hati nya untuk Dani mulai terkikis tergantikan dengan rasa benci dan sakit hati.
"Dari pada kamu senyum - senyum tudak jelas gitu, sebaik nya kamu bantu ibu menyusun semua barang - barang ini!" bu Ana berkata sambil menunjuk pada barang - barang yang menumpuk di ruang tamu rumah nya.
"Baik lah, aku akan membantu!" Jawab Marsya sambil tersenyum.
Marsya lalu mulai membantu bu Ana menyusun dan sekaligus menghias barang - barang itu dengan indah, dia sudah tidak sabar lagi menunggu hari di mana Dani dan Mela menikah. Bu Ana sampai terheran - heran dengan perubahan sikap Marsya, jika selama ini dia selalu membangkang tapi sekarang dia tampak nya berubah kembali menjadi sosok yang penurut.
'Bagus lah jika Marsya menerima pernikahan Dani dan Mela, dengan begitu aku tidak akan kehilangan pembantu gratisan ini!' Guman bu Ana di dalam hati.
Tiga hari lagi pernikahan Dani dan Mela akan di gelar, saat ini Mela sudah mengambil cuti dari kantor nya. Dia sudah berada di Vila dan di sibuk kan dengan semua persiapan pernikahan nya dan Dani.
Marsya mengawasi keadaan Vila melalui kamera pengawas yang sudah di pasang nya beberapa hari yang lalu, Mela tampak nya begitu bebas keluar masuk Vila milik keluarga Marsya tersebut.
"Bu, aku senang banget, akhir nya aku dan mas Dani akan segera menikah. Aku sudah tidak sabar lagi menjadi istri nya mas Dani!" Mela berkata pada ibu nya dan kedua nya pun duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
"Iya nak, ibu juga sudah tidak sabar lagi melihat kau dan Dani menikah!" Bu Nani pun tampak sangat bahagia dengan pernikahan putri nya tersebut.
"Bu, pemilik Vila ini tidak akan datang kan? Ayah tidak mengundang nya kan?" Mela berkata dengan nada cemas pada ibu nya.
"Tidak nak, ibu sudah mengancam ayah mu agar tidak mengundang pak Abian dan keluarga nya. Mereka tidak akan tahu dan tidak akan datang kemari saat acara pernikahan mu, kamu tenang saja!" Bu Nani mengusap lengan putri nya.
"Iya bu, aku ingin mas Dani dan keluarga nya terkesan dengan pernikahan ini. Setelah aku menjadi istri nya mas Dani, aku lah yang akan menguasai gaji nya mas Dani!" Mela tampak sangat senang impian nya menjadi istri dari orang kaya akan segera terwujud.
"Jangan lupa, kamu kirim kan uang nya buat ibu. Jika perlu bawa ibu untuk tinggal bersama kalian, ibu bosan menjadi pemetik teh sepanjang hidup ibu!" Bu Nani berkata kepada putri nya.
"Iya bu, tenang saja aku pasti membawa ibu pergi dari sini dan hidup bersama ku!" Mela berjanji pada ibu nya.
Marsya menatap layar ponsel nya yang menampilkan percakapan antara ibu dan anak tersebut, kini dia paham dan mengerti bagaimana cara nya Mela dan Dani bisa berada di Vila keluarga nya.
"Oh, jadi Mela itu adalah anak penjaga Vila keluarga ku. Wajar saja dia bisa membawa mas Dani dan keluarga nya memasuki Vila keluarga ku. Tidak papa, nikmati lah sisa - sisa kebahagiaan terakhir kalian di sana, karena setelah ini aku pastikan aku akan memberikan kalian kejutan yang tidak bisa kalian lupakan sepanjang hidup kalian!" Ujar Marsya sambil mata nya terus menatap layar ponsel nya menyimak pembicaraan ibu dan anak itu.
Marsya lalu menyalin rekaman itu dan mengirim kan nya pada Arum dan juga Mama Lili, mereka selama ini juga penasaran bagai mana Dani dan keluarga nya bisa ada di Vila itu bersama Mela.
"Mbak, ketemuan di rumah Mama yuk. Aku mau bahas rencana kita selanjutnya!" Marsya lalu menghubungi Arum dan meminta nya datang ke rumah orang tua Marsya sekarang juga.
"Ok deh, tunggu ya mbak meluncur sekarang juga!" Jawab Arum dari seberang telepon itu.
Marsya bergegas pergi ke rumah Mama Lili, dia ingin menceritakan rencana nya oada keluarga nya. Marsya ingin agar semua anggota keluarga nya ikut datang bersama nya ke Vila itu saat pernikahan Dani dan juga Mela, termasuk pak Abian dan juga Galih.
Satpam membuka pintu gerbang ketika Marsya membunyikan klakson mobil nya, dia segera memasuk kan mobil nya ke halaman rumah.
Marsya langsung menemui Mama Lili yang saat ini berada di tempat favorit nya, yakni Gazebo yang ada di samping rumah nya.
"Mama,,,!" Sapa Marsya pada Mama Lili yang sedang memberi makan ikan peliharaan nya di kolam.
"Sayang, Arum nya mana?" Tanya Mama Lili yang belum melihat kehadiran calon menantu perempuan nya itu.
"Mbak Arum masih di jalan Ma, mungkin sebentar lagi dia akan tiba!" Jawab Marsya sambil tersenyum.
"Oh, ya udah kita tunggu Arum dan Galih dulu. Papa juga udah Mama kasih tahu dan dia ka. segera pulang!" Mama Lili berkata pada putri bungsu nya tersebut.
"Iya ma, Papa dan Mas Galih harus tahu segala nya tentang ini!" Marsya kini tidak ingin mengambil keputusan sendiri, dia tidak ingin mengulangi kesalahan yang dulu dengan mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan keluarga nya.
Dulu dia mengambil keputusan sendiri dengan menikah dengan Dani, padahal kedua orang tua nya sudah memperingati nya tapi dia tidak mau mendengar nya. Dan kini dia menyesali semua nya, karena pengkhianatan Dani dan keluarga nya .