Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.
Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.
Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Long Zhenyi masih berdiri beberapa langkah dari Shen Yu. Wajahnya telah kembali tenang, tetapi rona merah di pipinya belum sepenuhnya menghilang.
Shen Yu memandangnya sambil tersenyum tipis.
"Yang mulia."
Long Zhenyi berdeham pelan.
"Ada apa lagi?"
Shen Yu membuka kipasnya lalu menatap langsung ke arah tubuh Long Zhenyi.
"Tubuh Suci milikmu...."
Mata Long Zhenyi langsung berubah.
"Kau...!! Benar-benar bisa melihatnya?"
Shen Yu mengangguk.
"Bukan hanya melihat. Aku bahkan bisa merasakan aliran energi sucimu."
Long Zhenyi terdiam cukup lama.
Kemudian ia menghela napas.
"Ternyata kau bisa mengetahuinya"
Shen Yu tersenyum.
"Kalau aku tidak salah...Tubuhmu adalah Tubuh Naga Suci."
Long Zhenyi perlahan menganggukkan kepala.
"Benar. Itulah rahasia terbesar keluarga kekaisaran." Tidak ada satu pun menteri yang mengetahuinya. Bahkan para pangeran"
Shen Yu sedikit terkejut.
Long Zhenyi berjalan perlahan menuju sebuah lukisan naga raksasa di dinding aula.
"Keluarga Long mewarisi Teknik Naga Suci. Teknik itu adalah warisan pendiri dinasti. Namun..."
Ia mengepalkan tangannya.
"Selama seribu tahun terakhir. Tidak ada seorang pun yang berhasil menyempurnakannya karena masih membutuhkan energi lain yang mampu menyeimbangkannya."
Ia menatap Shen Yu.
"Dan energi itu ada padamu."
Shen Yu tersenyum kecil.
"Jadi sejak awal kau sudah mengincarku."
Long Zhenyi ikut tersenyum tipis.
"Awalnya hanya karena auramu. Tetapi setelah melihat kemampuanmu aku yakin kau adalah orang yang selama ini dicari Dinasti Long."
Shen Yu menutup kipasnya.
"Kebetulan sekali."
Long Zhenyi memandangnya tanpa berkedip.
"Maksudmu..."
Shen Yu mengangguk.
"Setelah aku menikahi Mu Xueyi kultivasiku melonjak berkali-kali lipat karena Tubuh Roh Bulannya. Tetapi tubuh Sucimu berada pada tingkatan yang jauh lebih tinggi. Kalau energi kita saling melengkapi bukan hanya kau, aku juga akan berkembang jauh lebih cepat."
Long Zhenyi menundukkan kepala. Ia akhirnya mengerti. Mengapa sejak pertama kali bertemu...
Shen Yu langsung mengetahui rahasia tubuhnya.
Beberapa saat...
Ia tersenyum pahit.
"Sepertinya kita memang saling membutuhkan."
Shen Yu mengangguk santai.
"Itulah sebabnya aku meminta kau menjadi wanitaku. Bukan sekadar karena kau cantik tetapi karena jalan kultivasi kita bisa saling menyempurnakan."
Long Zhenyi menatap wajah Shen Yu. Tidak ada sedikit pun kebohongan di matanya. Ia justru berbicara dengan sangat terus terang. Entah mengapa...
Kejujuran itu membuat jantungnya kembali berdegup lebih cepat. Ia tersenyum kecil.
"Kalau orang lain mengetahui rahasia ini mungkin seluruh benua akan memperebutkan ku."
Shen Yu tertawa.
"Mereka boleh mencoba. Tapi selama aku masih hidup tidak akan ada yang bisa menyentuhmu."
Kalimat sederhana itu membuat Long Zhenyi terdiam. Sudah bertahun-tahun ia memikul beban sebagai kaisar. Semua orang mendekatinya karena takhta, namun hari ini...
Untuk pertama kalinya...
Ada seseorang yang berdiri di depannya dengan keyakinan penuh seolah mampu menghadapi seluruh dunia demi melindunginya.
Long Zhenyi menatapnya dengan penuh kesungguhan. Mata Long Zhenyi bergetar pelan. Ia merasa tidak lagi menghadapi ancaman itu seorang diri.
Long Zhenyi masih menatap Shen Yu dalam diam.
Tatapan mereka saling bertemu.
Untuk pertama kalinya...
Tak ada lagi hubungan antara seorang kaisar dan tamu kehormatan. Yang ada hanyalah dua orang yang memahami bahwa jalan kultivasi mereka saling melengkapi.
Shen Yu tersenyum tipis.
"Yang Mulia."
Long Zhenyi mengangkat kepalanya.
"Hm?"
"Tubuh Suci milikmu dan energiku tidak boleh dibiarkan menunggu terlalu lama."
Pipi Long Zhenyi kembali memerah.
"Kau..."
Shen Yu melangkah mendekat hingga hanya berjarak satu langkah.
"Dalam keadaan seperti ini, semakin cepat kita memulai, semakin baik untuk kita berdua."
Long Zhenyi menundukkan kepala.
Suaranya hampir tak terdengar.
"...Aku mengerti."
Belum sempat ia berkata lagi...
Shen Yu tiba-tiba mengangkat tubuh Long Zhenyi ke dalam gendongannya.
"Ah!"
Long Zhenyi refleks memegang bahu Shen Yu.
"Turunkan aku!"
Shen Yu tertawa kecil.
"Bukankah tadi kau sudah setuju?"
"Itu bukan berarti kau boleh menggendongku begitu saja!"
Meski berkata demikian...
Ia tidak berusaha melepaskan diri. Wajahnya justru semakin merah. Shen Yu tersenyum jahil.
"Kalau begitu, tunjukkan jalannya."
"Ke mana kita harus pergi?"
Long Zhenyi memalingkan wajahnya karena malu.
"...Ke sebelah sana itu adalah tempat pribadi seorang kaisar untuk beristirahat."
Long Zhenyi berbisik pelan.
"Belok ke koridor sebelah timur..."
Shen Yu pun menggendongnya melewati lorong-lorong istana.
Para pelayan dan penjaga yang berpapasan segera menundukkan kepala memberi hormat.
Namun ketika mereka diam-diam melihat Kaisar Long Zhenyi berada dalam gendongan Shen Yu, wajah mereka dipenuhi keterkejutan.
Tak seorang pun berani mengucapkan sepatah kata.
Mereka hanya saling berpandangan setelah keduanya berlalu.
Setelah sampai di depan pintu Long Zhenyi memerintahkan para pelayan untuk melarang siapapun yang ingin masuk.
Ketika tiba didalam Long Zhenyi turun perlahan dari gendongan Shen Yu.
Shen Yu tersenyum.
"Kalau begitu..."
"Mari kita lihat, seberapa jauh Tubuh Naga Suci dan energiku dapat saling menyempurnakan."
Pipi Long Zhenyi memerah lalu memukul pelan Shen Yu karena daritadi terus menggodanya.
Shen Yu tersenyum lalu membaringkan Long Zhenyi ke tempat tidur
"Long Zhenyi sekarang kau adalah milikku"
Perlahan wajah mereka semakin dekat dan kemudian berciuman.
Tirai perlahan menutup, menyisakan keheningan di luar sementara kultivasi mereka pun dimulai.