NovelToon NovelToon
Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: JokyWong

Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pil Penawar Roh Es dan Kota Bintang Jatuh

Di hadapan kedua orang paruh baya yang tengah diliputi kebingungan tersebut, Luo

Chen mengalihkan pandangan matanya kembali ke arah tubuh Lin Tian. "Ini adalah

akibat dari penumpukan racun tanaman spiritual terlarang yang membekukan aliran

Qi secara perlahan. Jalur meridiannya tampak bersih karena racun es ini

menyembunyikan energinya di dalam paru-paru sebelum menyerang jantung."

"Untuk memurnikan obat penawar yang bisa melelehkan racun ini secara total, aku

membutuhkan resep Pil Penawar Roh Es yang merupakan pil tingkat tiga,"

batin Luo Chen menyelaraskan pikirannya dengan barisan aksara emas yang

memproyeksikan data dari dalam Kitab Maha Tahu di lautan kesadarannya. "Formula

ini adalah satu-satunya cara terbaik untuk menyelamatkan nyawa Tuan Muda Lin

Tian."

"Untuk menyembuhkan putra Anda secara total, kita membutuhkan sebuah pil tingkat

tiga yang sangat langka, yaitu Pil Penawar Roh Es," ujar Luo Chen

menatap lurus ke dalam manik mata Lin Changkong dengan wajah yang datar dan

tenang. "Ada tiga bahan baku utama yang harus disiapkan. Dua bahan pertama

adalah Rumput Api Merah tingkat dua dan Akar Penawar Es tingkat dua. Namun,

bahan ketiga adalah yang paling sulit, yaitu seikat Bunga Embun Beku Seratus

Tahun yang murni."

"Tuan Chen, herba berumur ratusan tahun?" tanya Lin Changkong dengan dahi yang

berkerut sangat dalam, wajahnya tampak kembali memucat mendengar nama bahan

terakhir yang sangat tidak asing di telinganya tersebut. "Herba berumur ratusan

tahun sangatlah langka di wilayah perbatasan kota seperti ini."

"Tetua Ran, apakah di dalam gudang persediaan Paviliun Seribu Obat memiliki

bahan-bahan yang disebutkan oleh Tuan Chen tadi?" tanya Lin Changkong

memutar tubuhnya dengan cepat menghadap ke arah juri kehormatan tersebut dengan

pandangan mata penuh harap.

"Dua bahan pertama yang disebutkan oleh Tuan Chen ada di dalam persediaan

paviliun kami, Patriark Lin," jawab Tetua Ran menggelengkan kepalanya

dengan helaan napas berat. "Namun, bahan terakhir—Bunga Embun Beku Seratus

Tahun—adalah herba yang sangat langka. Sejauh yang aku tahu, tidak ada satu

kelopak bunga pun yang tersisa di seluruh penjuru Kota Qingfeng saat ini."

Sambil meremas kedua telapak tangannya hingga terdengar suara derit sendi yang

keras, Lin Changkong mendadak dirundung oleh rasa putus asa yang kembali

mendalam. Harapan yang sempat muncul di dalam hatinya kini perlahan-lahan

kembali memudar menatap tubuh putranya yang tidak lagi berdaya di atas ranjang.

"Tuan Chen, tolong berikan saya saran yang terbaik. Apakah putra tunggalku ini

benar-benar sudah tidak memiliki kesempatan untuk diselamatkan?" tanya Lin

Changkong menatap Luo Chen dengan pandangan mata yang memohon bantuan.

"Jika dibiarkan tanpa adanya penanganan dan obat penawar yang tepat, racun es

ini akan menyebar membekukan jantungnya sepenuhnya," jawab Luo Chen dengan nada

suara yang sangat tenang namun tegas. "Kondisi fisiknya saat ini tidak akan bisa

bertahan hidup hingga satu bulan ke depan."

"Tunggu! Patriark Lin, aku mendadak memiliki satu ide bagus," sela Tetua Ran

menepuk dahinya sendiri dengan cepat ketika mengingat sesuatu. "Di pusat

Kota Bintang Jatuh yang merupakan pusat perdagangan bebas terbesar dan netral di

benua ini, mungkin ada pedagang herba kuno atau rumah pelelangan yang menjual

Bunga Embun Beku Seratus Tahun tersebut."

"Berapa lama jarak tempuh perjalanan dari kediaman ini menuju ke arah Kota

Bintang Jatuh, Tetua Ran?" tanya Lin Changkong dengan mata yang mendadak kembali

berbinar tajam.

"Jika Anda menggunakan kereta kuda spiritual tercepat tanpa

henti, jarak pergi dan pulang dari kota ini menuju ke sana akan membutuhkan

waktu sekitar satu minggu penuh," sahut Tetua Ran memberikan estimasi

waktu perjalanan dengan serius.

Sambil mengepalkan tangannya dengan sangat erat, Lin Changkong membalikkan

tubuhnya menghadap ke arah pintu luar kamar perawatan dengan raungan keras yang

penuh tekad mutlak.

"Panggil Kepala Pengawal dan siapkan kereta kuda spiritual tercepat milik

keluarga sekarang juga!" teriak Lin Changkong memanggil pelayan setianya dari

balik pintu kamar. "Aku sendiri yang akan berangkat hari ini menuju ke Kota

Bintang Jatuh untuk mendapatkan Bunga Embun Beku Seratus Tahun tersebut dengan

segala cara dan harga berapa pun!"

"Sebelum Anda berangkat menuju ke kota pusat perdagangan tersebut, tolong

persiapkan selembar kertas kosong dan kuas hitam untuk saya," sela Luo Chen

sebelum sang patriark sempat melangkah pergi meninggalkan ruangan.

Satu kuas hitam dan lembaran kertas segera diletakkan di atas meja kamar oleh

pelayan keluarga Lin dengan tergesa-gesa. Luo Chen memegang kuas tersebut dengan

gerakan jemari yang terampil, menuliskan sebaris resep ramuan obat darurat di

atas permukaan kertas dengan sapuan yang sangat cepat dan rapi.

"Selama kurun waktu seminggu Anda pergi mencari herba tersebut, berikan ramuan

obat berdasarkan resep darurat ini kepada Tuan Muda Lin Tian secara teratur tiga

kali sehari," ujar Luo Chen menyerahkan lembaran kertas tersebut ke

tangan Lin Changkong. "Ramuan ini tidak bisa melelehkan racun es di dalam

tubuhnya, tetapi bisa membantu menahan dan menekan reaksi dinginnya agar jalur

meridian jantungnya tidak membeku lebih lanjut."

"Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kebaikan dan pertolongan Anda yang luar

biasa ini, Tuan Chen!" sahut Lin Changkong menerima resep tersebut dengan

kedua tangan yang gemetar halus menahan haru, membungkukkan tubuhnya sangat

dalam sebagai tanda terima kasih klan Lin.

"Kirimkan pesan rahasia ini ke tempat kediamanku di pinggiran desa begitu Anda

berhasil membawa pulang Bunga Embun Beku Seratus Tahun tersebut," tambah Luo

Chen merapikan kembali lipatan lengan jubah biru tuanya.

"Baiklah Tuan Chen. Dan mohon maaf saya tidak bisa mengantar kalian sampai pintu keluar" Lin Changkong membungkuk badan memberikan rasa hormat kepada kedua tamu nya itu.

Setelah berpamitan dengan Lin Changkong dan memberikan beberapa instruksi

perawatan tambahan kepada pelayan kamar, Luo Chen dan Tetua Ran segera melangkah

keluar meninggalkan kediaman Keluarga Lin untuk berjalan kembali menuju ke

arah paviliun kota.

Langkah kaki kedua praktisi tersebut menyusuri jalanan paving Kota Qingfeng yang

mulai lengang di sore hari. Sepanjang jalan setapak, Tetua Ran berulang kali

mencuri pandang ke arah wajah Luo Chen yang berjalan tenang di sampingnya dengan

pandangan mata yang dipenuhi oleh rasa takjub yang teramat sangat.

"Reputasi Tuan Chen sebagai seorang Alkemis Tingkat Dua saat ini benar-benar

sangat tidak sepadan dengan kapasitas keahlian medisnya yang sesungguhnya,"

batin Tetua Ran mengelus janggut putih panjangnya perlahan.

"Pengetahuannya tentang reaksi racun es spiritual terlarang dan herba langka

tingkat tiga bahkan mungkin telah sejajar atau melampaui kemampuan seorang

Alkemis Tingkat Empat di asosiasi pusat klan!"

"Tuan Chen, bagaimana Anda bisa mendeteksi gejala rasa dingin yang membakar di

ulu hati Lin Tian hanya dengan mengamati warna kuku jarinya dari jauh?" tanya

Tetua Ran memecah kesunyian perjalanan mereka dengan nada suara penuh

rasa ingin tahu yang besar.

"Saya hanya kebetulan membaca banyak catatan medis kuno yang tersisa di dalam

gubuk selama masa pengasingan saya di kaki gunung, Tetua Ran," jawab Luo Chen

menyembunyikan kedua telapak tangannya di balik lipatan jubahnya dengan

senyum tipis. "Perubahan fisik luar sering kali memancarkan petunjuk yang jauh

lebih jujur dan akurat daripada denyut nadi yang dimanipulasi oleh racun."

Sambil mengangguk kagum mendengar jawaban yang sangat rendah hati tersebut,

Tetua Ran terus menatap wajah Luo Chen dengan rasa hormat yang semakin bertambah

di dalam batinnya saat mereka perlahan-lahan kembali melangkah mendekati gerbang

Paviliun Seribu Obat.

1
🌹🌹Alika Moi🌹🌹
sangatbagus isi ceritanya tapi sayang tidak di lanjutkan.
Joe Maggot Curvanord
bagus cuma terlalu sedikit bab oer hari nya
JokyWong: oke makasih ya masukkan nya, nanti di up ya 2 bab per hari 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!