NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Lin Liu tidak bisa tidur sepanjang malam itu. Peringatan sistem yang muncul sebelumnya terus terngiang di kepalanya, membuatnya berkali-kali bangun hanya untuk memeriksa layar sistem yang kini kembali sunyi, seolah peringatan itu hanya kilasan sesaat yang tidak akan dijelaskan lebih jauh.

Ketika pagi akhirnya tiba, dia bergegas menuju toko Su Yan lebih awal dari biasanya, pikirannya dipenuhi kekhawatiran yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata-kata. Begitu tiba, dia mendapati Su Yan sedang menyapu halaman depan toko seperti biasa, tidak ada tanda-tanda sesuatu yang tidak beres.

"Kau datang pagi sekali. Ada apa?" tanya Su Yan, mengerutkan kening melihat wajah Lin Liu yang tampak kurang tidur.

"Kak, apa semalam ada orang mencurigakan yang lewat sini? Atau ada yang bertanya-tanya soal toko?" Lin Liu bertanya, suaranya penuh kecemasan yang tidak bisa dia sembunyikan.

Su Yan menghentikan sapuannya, menatap Lin Liu dengan seksama. "Tidak ada yang aneh. Kenapa kau tanya begitu? Ada masalah?"

Lin Liu ragu sejenak, mempertimbangkan apakah harus menceritakan peringatan sistem yang dia terima semalam. Namun bagaimana dia bisa menjelaskan sesuatu yang bahkan tidak sepenuhnya dia pahami sendiri? "Bukan apa-apa, Kak. Aku cuma merasa tidak tenang saja belakangan ini, mengingat utangku ke Chen Datong."

Su Yan menatapnya lama, tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban itu, namun akhirnya mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya. "Kalau memang ada masalah, jangan sungkan bilang ke aku. Kita sudah kerja bareng cukup lama, aku tidak mau kau menanggung semuanya sendirian."

Kata-kata itu menghangatkan dada Lin Liu, meskipun kekhawatirannya tidak sepenuhnya hilang. Sepanjang hari itu, dia bekerja seperti biasa, membantu Su Yan menata barang dan menerima beberapa pekerjaan serabutan lewat aplikasi, namun matanya terus waspada menyapu sekeliling, mencari tanda-tanda kehadiran orang asing yang mengawasi.

Menjelang sore, saat dia sedang mengangkut kardus dari gudang belakang toko, dia melihat sekilas sesosok pria berjaket hitam berdiri di seberang jalan, bersandar ke tiang listrik dengan gaya yang terlalu santai untuk terlihat wajar. Pria itu tidak melakukan apa pun yang mencurigakan secara langsung, hanya berdiri di sana, namun matanya sesekali melirik ke arah toko dengan cara yang membuat bulu kuduk Lin Liu meremang.

Dia berusaha bersikap seolah tidak menyadari apa pun, melanjutkan pekerjaannya sambil sesekali mencuri pandang ke arah pria itu. Setelah hampir setengah jam, pria berjaket hitam itu akhirnya beranjak pergi, berjalan santai menyusuri trotoar hingga menghilang di tikungan jalan.

Lin Liu menghela napas lega, meskipun kewaspadaannya tidak sepenuhnya mereda. Dia mengeluarkan ponselnya, mengetik pesan singkat kepada satu-satunya nomor asing yang pernah menghubunginya beberapa hari terakhir.

"Ruoxi, hati-hati belakangan ini. Ada kemungkinan orang-orang berbahaya mulai mengawasi aku, dan mungkin juga orang-orang di sekitarku."

Dia menekan tombol kirim, meskipun ragu apakah pesan itu pantas dikirimkan kepada seseorang yang bahkan belum sepenuhnya bisa disebut teman. Beberapa menit berlalu tanpa balasan, membuat Lin Liu semakin gelisah.

Namun tepat saat dia hendak menyimpan ponselnya, sebuah balasan masuk, singkat namun cukup untuk membuat jantungnya berdegup lebih cepat.

"Kenapa? Ada apa sebenarnya? Jangan bikin aku penasaran setengah-setengah begini."

Belum sempat Lin Liu membalas, matanya tidak sengaja menangkap sesuatu yang membuat darahnya seketika membeku—pria berjaket hitam yang tadi pergi, kini kembali berdiri di seberang jalan, kali ini bersama seorang pria lain yang sangat dia kenali.

A-Wei.

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!