"Aku tampan dan memiliki banyak harta. Semua wanita akan sangat tertarik pada pria seperti ku. Sebaiknya kamu jangan terlalu curiga dan mengekang ku Adara. Cukup jadi wanita penurut dan tak banyak menuntut!" Ucap Arkan dengan penuh kesombongan. Ia yang tak terima dengan pertanyaan dari sang istri yang meminta kejelasan hubungannya bersama sang sekretaris sekaligus sepupu yang dulu merupakan mantan kekasihnya,mencoba berdalih agar wanita itu diam dan tak lagi bertanya. Namun satu hal yang tak ia sadari,bahwa perkataan nya itu justru menjadi sebuah motivasi bagi Adara untuk kembali bangkit menjadi wanita yang cerdas serta kembali terjun ke dunia bisnis. Adara diam-diam menyusun rencana untuk membalas dendam pada Arkan sang suami yang selama ini selalu mempermainkannya.
Karya ini sangat menarik,bagi readers yang menginginkan hiburan yang tak membosankan,silahkan simak cerita ini hingga selesai. Terima kasih and happy reading 🤗🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinly Secret, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 Kejutan Untuk Suami
"Mas,semalam aku hubungi nggak di angkat ? Mas udah tidur ya ?" Meskipun tahu bahwa Arkan tampak malas,Kely tetap bertanya. Saat ini keduanya sedang berada dalam mobil menuju kantor. Sebuah rutinitas yang setiap hari dilakukan Arkan tanpa sepengetahuan Adara. Bahkan kely menjadi Asisten pribadinya masih belum diketahui oleh sang istri.
"Iya." Hanya itu jawaban Arkan sambil mengemudikan mobil. Hari ini dirinya benar-benar tak mood karena kejadian semalam. Hingga pagi tadi terbangun,ia masih mendapati dirinya terbaring di atas ranjang tanpa adanya Adara. Istrinya itu benar-benar tak membujuknya seperti biasa.
Tak hilang akal,Kely terus mencoba untuk membuat Arkan kembali tersenyum seperti biasa.
"Mas,udah sarapan ? Kalau belum aku traktir ya ? Aku belum sarapan loh." Ujar Kely sambil memanyunkan bibirnya.
"Kok belum ?" Tanya Arkan tiba-tiba. Kely tersenyum senang saat mendengar pria di sampingnya kembali terlihat antusias.
"Belum Mas. Aku tadi bangun langsung membersihkan barang-barang kotor di dapur." jawaban Kely terdengar sedikit kesal hingga membuat Arkan merasa simpati.
"kenapa kamu yang bersihkan ? ART di rumah pada ke mana ?"
"Katanya Bibi Suri sedang sakit. Dan memang dari kemarin udah nggak datang orangnya." Keluh Kely sambil menarik nafas panjang.
"Ya udah. Ayuk kita sarapan sebentar di sini. Aku juga belum makan." Ucap Arkan dan langsung membelokkan mobilnya di sebuah warung makan.
"Hah ?! Mas juga belum sarapan ? Emangnya Mbak Adara nggak masak ?" Akhirnya kely berusaha menggunakan celah yang kini ada di hadapannya.
"Ya,nggak ada sarapan." jawab Arkan terlihat kesal. Dan Kely diam-diam tersenyum senang dalam hati.
"Astaga .... Kasihan Mas kalau kayak gini setiap hari. Ya udah,besok-besok Mas sarapan aja di rumah. Biar aku siapin. Lagipula tiap hari aku yang siapin sarapan. Hari ini saja nggak karena terlalu sibuk sama barang kotor." Kely berbicara panjang lebar dan hanya anggukkan kepala oleh Arkan.
Kely dan Arkan segera memesan sarapan sederhana untuk keduanya karena waktu masuk kantor sudah sangat mepet. Tak ada lagi perbincangan serius. Keduanya kini fokus untuk segera tiba di kantor.
Sementara itu di rumah,Adara merasa kecewa karena sarapan yang ia siapkan sama sekali tak di sentuh oleh suaminya. Padahal dirinya sudah bangun pagi-pagi demi membuat kan sarapan tersebut. Meskipun sedang bertengkar,ia tak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai istri untuk menyiapkan sarapan dan pakaian yang digunakan Arkan untuk bekerja.
"Padahal aku sudah membuatkan sarapan kesukaannya hari ini." Gumam Adara dengan rasa kecewa. Tak ingin berprasangka buruk,ia pun bertanya pada Bibi Ani.
"Bi,apa tadi Mas Arkan sempat ke sini ?" Tanya Adara pada Bibi Ani yang sedang sibuk di dapur.
"Kayaknya nggak Bu. Aku tadi liat bapak langsung pergi saat keluar dari kamar."
"Oiya Bi. Makasih." Jawab Adara dan kembali di meja makan untuk menikmati sarapannya.
" Sepertinya Mas Arkan terlambat bangun hingga tak sempat ke meja makan. Ya sudah,lebih baik aku ke kantornya saja dan memberikan makanan ini sebagai menu makan siangnya nanti. Itung-itung sebagai ungkapan perdamaian karena semalam sudah bertengkar. " Ucap Adara dalam hati.
Adara pun menyelesaikan sarapannya dan kembali ke kamar. Ia mengecek sebentar handponenya dan mendapati sebuah undangan dari Asisten Jordi untuk mengikuti rapat yang akan di adakan Minggu depan dan meminta Adara untuk mempersiapkan beberapa desain yang akan dipresentasikan. Adara segera membalas pesan tersebut bahwa ia akan mempersiapkan diri dengan baik sesuai dengan pesan Jordi yang memintanya untuk benar-benar mempersiapkan diri karena akan berhadapan langsung dengan pemilik perusahaan Luxury dan beberapa orang penting lainnya.
Suasana hati Adara sangat baik saat ini. Oleh karena itu dirinya mentekad kan diri untuk kembali memperbaiki hubungannya bersama sang suami. Ia akan membawa makan siang pada pria yang masih dicintainya itu. Sengaja dirinya tak menghubungi dan memilih untuk membuat kejutan.
Adara membersihkan diri sebentar dan mulai merias diri. Dirinya kini sudah bisa mengaplikasikan make up di wajahnya berkat tutorial make up yang ia ikuti dari sebuah video di YouTube. Dan hasilnya membuat dirinya sangat kagum.
"wow,ternyata aku sangat cantik." puji Adara pada dirinya sendiri sambil memandangi wajahnya yang telah ia rias dengan make up tipis namun memberikan hasil yang sangat memukau. Wajahnya yang memang cantik,terlihat semakin berseri berkat make up tipis yang digunakannya.
"Dan sekarang,waktunya untuk memilih baju yang tepat." Ucap Adara pada dirinya sendiri dan mulai memilih salah satu dress santai dari dalam lemari.
Sebuah dress dengan panjang selutut dan memiliki potongan lengan yang pendek,semakin membuat tubuh Adara yang ramping terlihat semakin bagus. Apalagi warna dress yang kontras. Hijau olive,semakin membuat kulit Adara yang putih lebih cerah,segar dan elegan. Tak lupa sepatu hak tebal memberikan sedikit tinggi melengkapi penampilan dari seorang Adara. Sebuah penampilan yang belum pernah ia tunjukkan pada sang suami setelah sekian lama sibuk menjadi IRT.
Penuh percaya diri, Adara melangkahkan kaki menuju kantor pria yang dicintainya. Beberapa karyawan yang berpapasan dengannya melemparkan senyum karena memang telah mengetahui Adara sebagai istri sah dari seorang Arkan.
Tiba di depan pintu di mana ruangan sang suami berada,Adara mengetuk sebentar. Meskipun ia bebas untuk masuk,namun tetap saja ia merasa perlu untuk berlaku sopan karena saat ini sedang berada di perusahaan.
"Masuk!" Suara dengan nada perintah terdengar menyahut dari dalam ruangan. Adara segera membuka pintu.
Pemandangan pertama yang ia lihat adalah Kely yang sedang sibuk menatap layar laptop dihadapannya. Sedangkan Arkan sedang memeriksa beberapa berkas. Untuk beberapa saat Adara merasa sangat terkejut. Dirinya tak pernah menyangka bahwa Arkan akan berada dalam satu ruangan bersama wanita yang selama ini menjadi penyebab renggangnya hubungannya bersama sang suami.
Adara diam terpaku di tempat. Mencoba menetralisir perasaan marah di hati saat mendapati kenyataan tak menyenangkan di depan mata. Sebagai seorang istri, intuisinya mengatakan bahwa bahaya sudah semakin mendekat. Dan dirinya selama ini terlalu menganggap remeh seorang lawan.
"Mbak ?" Sapa Kely yang pertama kali menyadari kehadiran Adara. Barulah kemudian Arkan mengangkat wajahnya dan sangat terkejut melihat sang istri.
"Sayang,kamu ke sini kok nggak bilang ?" Tanya Arkan dan langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Adara. Adara bisa melihat bahwa suaminya tersebut sangat terkejut dan wajahnya terlihat pucat seperti orang yang tertangkap basah melakukan kesalahan.
Adara tak bergeming mendengar perkataan suaminya. Ia hanya menatap Kely dan Arkan secara bergantian. Kedua orang tersebut terlihat salah tingkah serta bingung harus berbuat apa. Padahal mereka tak sedang ketahuan sedang melakukan sesuatu hal yang salah secara langsung.
Kok lama tidak up Thoor, jangan berhenti, sayang ceritanya bagus, jika diputus di tengah jalan
mrk tinggal serumah Kan?