NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 Keberanian Zena

"Assalamualaikum....." sapa Zena ketika sudah sampai di kediaman kedua orang tua angkatnya hadir di ruang tamu sudah terlihat ada suaminya dengan wajahnya yang tampak tegang.

"Walaikum salam warahmatullahi," sahut orang-orang yang ada di ruang tamu dan termasuk Samudra dengan nada pelan.

Zena menghampiri ruangan tersebut dengan mencium tangan kedua orang tuanya dan kemudian juga melakukan hal yang sama kepada Samudra.

"Duduklah Zena!" titah Faisal membuat Zena menganggukkan kepala.

"Zena kamu jujur kepada kami sebagai orang tua kamu...." ucap Amelia membuat jantung Zena berdebar begitu kencang dan melihat ke arah Samudra.

Di dalam benaknya mungkin saja Samudra sudah mengatakan hal yang sebenarnya.

"Kamu sebenarnya mengetahui bahwa Samudra ke luar kota atau tidak?" tanya Amelia di luar prediksi Zena.

"Maksud Bunda bagaimana?" tanyanya kembali.

"Kamu jujur saja Zena apa yang terjadi sebenarnya? apa pernikahan kamu tidak seperti apa yang di dalam pikiran kami sebagai orang tua?" tanya Faisal.

"Tidak seharusnya ditanyakan kepada Zena. Mama yakin dia sudah melakukan semampunya sebagai seorang istri, tetapi Samudra yang tidak menerima perjodohan ini sampai-sampai masih menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya," sahut Amelia berpihak kepada Zena dan menyalahkan putranya.

"Samudra, jadi kamu terpaksa menerima pernikahan ini?" tanya Faisal.

"Menurut Papa bagaimana? Papa dan Mama mengetahui aku memiliki kekasih dan kalian menikahkanku dengan adik angkatku sendiri, siapa yang bisa menerima dengan mudah pernikahan ini," sahut Samudra mencari pembelaan.

"Jadi kamu menyalahkan kedua orang tua kamu, kamu sudah dewasa dan seharusnya bisa bersikap dewasa bukan seperti anak kecil!" tegas Amelia.

"Kamu bahkan mengetahui siapa Zena, kamu hidup bersamanya cukup lama di rumah ini, mesti kalian jarang bertemu karena kamu selalu melanjutkan pendidikan di luar negeri dan begitu juga dengan Zena, tetapi sejak kecil Zena sudah bersama dengan kamu dan seharusnya kamu lebih memahami kepribadian Zena yang jauh lebih baik daripada wanita itu!"

"Bukannya bersyukur dan kamu justru menyia-nyiakan istri seperti dia!" tegas Amelia membandingkan habis-habisan Zena dengan Ariana membuat Samudra tampak kesal dengan tangan terkepal.

Karena kenyataan yang dia terima tidaklah seperti itu.

"Mama kenapa harus menilai seseorang dari penampilan, belum tentu Ariana seperti apa yang Mama pikirkan, belum tentu penampilannya seperti itu jauh lebih buruk dibandingkan seseorang yang menutup auratnya!" tegas Samudra dengan tatapan tajam terhadap istrinya dan Zena sekarang lebih pasrah dan jika suaminya ingin membuka aibnya maka apa yang bisa dia lakukan.

"Cukup Samudra! Kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan istrimu di saat kamu membela wanita lain dihadapannya, di mana hati nurani kamu bisa melakukan semua ini, apa kesalahan Zena kepada kamu sampai kamu harus tidak memperlakukannya seperti ini dan seharusnya kamu menyalahkan kami sebagai orang tua dan bukan Zena! Ingat Zena tidak akan menikah dengan kamu jika bukan kami yang memintanya!" tegas Amelia.

"Sudah-sudah, hentikan semua ini!" sahut Faisal mencoba untuk menjadi penengah agar tidak ada keributan.

"Samudra Papa sebagai seorang ayah benar-benar kecewa dengan tindakan kamu, kamu sudah dewasa dan bukan hanya membohongi istri kamu tetapi juga kami sebagai orang tua kamu, kamu selama ini menjadi anak yang baik dan bertanggung jawab, tetapi kamu tiba-tiba saja seperti ini membuat hati kami ikut terluka!"

"Tolong jangan lakukan hal ini lagi, tidak ada kejadian seperti ini lagi dan jujurlah dalam rumah tangga, papa yakin jika perlahan kamu membuka hati dan begitu juga dengan Zena, maka perasaan cinta dengan penuh ketulusan akan tumbuh sendiri di hati kalian masing-masing!"

"Mama dan Papa bahkan selama ini menjalani hubungan rumah tangga sampai utuh seperti ini dan semua itu karena berdasarkan kepercayaan dan juga ketakutan kami kepada sang pencipta. Kamu harus takut mendapat balasan di akhirat nanti jika kamu melakukan semua ini dan menyakiti istri kamu!" tegas Faisal memberi ceramah yang panjang kepada putranya.

"Zena, maafkan Samudra. Ayah tidak akan bertanya apa yang terjadi di antara kalian dan bagaimana kalian menghadapi rumah tangga ini. Kamu anak yang baik dan selalu berpikir positif, Ayah meminta kepada kamu untuk ke depannya jangan pernah menyembunyikan apapun, meski Samudra adalah darah daging kami, tapi kamu juga putri kami, jika kamu terluka maka duka itu juga adalah milik kami," ucap Faisal benar-benar begitu tulus kepada putri angkat mereka.

Zena sejak tadi tidak berkata apapun, matanya berkaca-kaca, kedua orang tua angkatnya memang sangat menyayanginya dan sangking menyayanginya sudah pasti menikahkan Zena dengan pria yang sudah pasti mereka ketahui itu yang terbaik karena mereka sangat mengenal putra mereka.

Tetapi siapa sangka keinginan kedua orang tua angkat Zena tidak sesuai karena pada kenyataannya Samudra tidak bisa menerima masa lalunya.

"Jangan ada hal memalukan seperti ini lagi, Samudra ini terakhir kamu bersikap seperti ini, jangan membuat kedua orang tua kamu malu!" ucap Faisal.

"Kamu diam dan tidak menerima perkataan Papa kamu?" tanya Amelia tidak melihat respon sedikitpun dari putranya.

"Iya," sahut Samudra dengan terpaksa.

"Kalau begitu sekarang minta maaf pada istri kamu!" tegas Amelia membuat Samudra menatap ibunya.

"Jangan melihat Mama dan lihat istri kamu dan minta maaf dengan rasa bersalah atas dosa yang kamu lakukan!" tegas Amelia.

"Bunda sudahlah ini....."

"Bunda tidak meminta kamu untuk menjadi wanita yang mengalah, orang yang bersalah harus meminta maaf," Amelia memotong kalimat Zena.

"Saya minta maaf atas kebohongan bahwa saya mengatakan pergi ke luar kota dan ternyata tidak," sahut Samudra tidak ingin permasalahan semakin panjang dan lebih baik meminta maaf sesuai dengan keinginan ibunya.

"Awas saja jika kejadian ini terulang lagi," ucap Amelia dengan penuh ancaman pada kata-katanya.

******

Zena dan Samudra akhirnya pulang ke rumah, keduanya sudah sama-sama memasuki Apartemen.

"Kamu merasa puas hari ini?" tanya Samudra membuat langkah Zena terhenti.

"Apa maksud Kakak?" tanyanya.

"Kamu berhasil menjadi gadis sok suci, gadis yang dikasihani seolah-olah menjadi korban, kamu menikmati bagaimana orang tuaku menyalahkan atas apa yang terjadi dan sementara mereka tidak mengetahui bahwa kejadian ini sudah pasti karena ulahmu,"

"Kamu hanya diam saja tidak berbicara sama sekali, kamu memang paling pintar Zena mengandalkan situasi, saya benar-benar pernah menyangka bahwa akan pernah bertemu dengan wanita picik seperti dirimu!" tegas Samudra.

Zena hanya akan semakin sakit hati jika terus berdiri dan mendengarkan semua perkataan suaminya membuat Zena memilih pergi tetapi saat ingin meninggalkan tempat itu Samudra menahan tangannya.

"Mau kemana kau, saya belum selesai bicara!" tegas Samudra.

"Zena lelah dan tidak ada gunanya mendengarkan semua ocehan Kakak. Apapun yang Zena lakukan akan tetap salah, lebih baik Kakak lakukan semua yang kakak mau, ingin kembali menjamin hubungan dengan mantan kekasih atau bahkan menikahinya maka silahkan, tetapi lain kali lakukan dengan hati-hati dan pintar, jangan sampai ketahuan," ucap Zena.

"Kau menantangku dan kau pikir aku tidak berani melakukannya," sahut Samudra semakin naik pitam jika sudah ditantang.

"Kita punya tugas masing-masing, kehidupan yang sudah masing-masing, tugas saya saat ini adalah menemukan orang itu dan dengan cara itu saya akan terbebas dari pernikahan toxic ini," tegas Zena melepaskan tangannya kasar dari Samudra dan kemudian langsung pergi memasuki kamarnya.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
samudra sudah ada rasa sama Zena, tapi egoisnya tinggi. Zena juga ga mau jujur ....
Marini Suhendar
nah kan ..samudra pelakunya
cepet terungkaplah kasusnya..
Marini Suhendar
wasalam ariana
Marini Suhendar
ayo zena semangat..biarkan suamimu yg bodoh itu
Gian Hazza
lanjut Thor....kapan terungkap pelaku nya nih ....
Marini Suhendar
kamu anggap zena wanita murahan..apa kamu yakin pacar kmu itu masih mahal(segel)
Ariany Sudjana
bodoh kamu samudra, jangan-jangan kamu yang sudah memperkosa Zena, tapi kamu sibuk menghakimi Zena dan malah percaya dengan omongan si pelacur murahan kesayangan kamu itu
Gian Hazza
aq suka alurnya Thor,,,AQ tunggu lanjutannya Thor,,,,semangat sehat selalu...
Gian Hazza
bagus Thor critanya,,,,👍
Marini Suhendar
Zena..memiliki anak
klo bener samudra ayahnya..jangan biarkan dia mengetahuinya..biar menyesal seumur hidupnya..
Oma Gavin
segeralah bercerai Zena dan samudera ngga usah pake lama dan bila nantinya terbongkar samudera yg sudah memperkosa zena hingga punya anak jgn pernah mereka rujuk cukup zena hidup bahagia dgn anaknya saja dan biarkan samudera menikahi ariana
Ariany Sudjana
samudra bodohnya kebangetan, sudah memperkosa Zena, masih juga menjalin hubungan dengan si pelacur murahan itu, dan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu
Marini Suhendar
kayanyq samudra dulu bisa berbuat begitu k zena..ulah c ulat bulu cuma salah sasaran c samudra
Ariany Sudjana
bodohnya samudra, sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan itu... kamu akan menyesal
Ariany Sudjana
samudra bodoh, kamu sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan untuk jadi calon istrinya... katanya CEO tapi bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
berarti samudra yang memperkosa Zena dulu yah?
Marini Suhendar
samudra kah yg memper...zena waktu itu
Marini Suhendar
mudah"an zena bisa mengungkapkan cerita masa lalunya
Oma Gavin
jgn sampai orang yg melecehkan zena adalah samudera sendiri, tetap semangat dan sabar zena percayalah kebenaran akan terungkap dgn sendirinya cuekin saja samudera mau jungkir balik nikah sama ariana pun biarkan saja tetap focus sama kariermu
Nonecis
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!