NovelToon NovelToon
Our Feelings

Our Feelings

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:695.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wulan Jadhoo

Entah sejak kapan perasaan yang disebut Cinta itu hadir ditengah-tengah mereka. Entah sejak kapan pula rasa nyaman yang selalu mereka rasakan saat bersama mulai terasa berbeda. Dan entah sejak kapan rasa sesak yang dinamakan Cemburu itu ada saat salah satu dari keduanya tengah dekat dengan orang lain.
Mereka menyadari ada hal yang beda dari biasanya. Namun, mereka Menolak jika ada Cinta yang mulai bersemi diantara keduanya.

" Jika benar ini adalah Cinta,, mengapa harus merasakan sakit berkali-kali saat mulai mencintaimu?" Kartia Kirana A

" Jika pada akhirnya kita saling jatuh cinta,, semestinya tak perlu merasakan jatuh bangun berkali-kali karena menahan cemburu " Eka Andriawan H

Kisah ini berbeda dari kisah " I Hate You Mr.Police "sebelumnya, namun kisah ini masih saling berkaitan. jadi sebelum membaca kisah ini, baiknya membaca kisah yang pertama dulu agar terhindar dari kebingungan 😊😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Jadhoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kampung Halaman

Pagi itu Tia sudah bersiap-siap dengan segala barang bawaannya. Jujur saja ada rasa gundah gulana yang menyelimuti hatihya. Entah itu apa Tia sendiri tak tahu harus menggambarkannya seperti apa. Masalah perjodohan? Tia rasa itu bukan masalah besar. Dari semalam Tia sudah merenungi bagaimana ia akan meniti hidupnya. Iapun mulai menyadari bahwa, sejauh apapun ia pergi, dan berusaha menghindari sebuah keputusan dari sang Ayah, jika memang jodoh yang ditakdirkan Tuhan dititipkan melalui pilihan sang Ayah, bukankah Tia harus berusaha menerima dengan lapang dada?

Rasa berat kakinya melangkah saat ingin keluar dari kamar. Tia kembali berbalik dan menatap kamarnya idamannya yang menjadi istana kecil baginya. Entah ia akan berapa lama di kampung halaman, atau bahkan tidak akan kembali lagi.

Tiba-tiba ponsel di saku jaketnya berdering. Tia segera meraih ponselnya, dan dengan segera menjawap panggilan itu.

" Assalamualaikum Bu"

"....."

" Iyaa Bu,, Tia akan segera berangkat "

"..."

" Iya Bu,, iyaa... hemm"

Entah apa yang ia bicarakan dibalik telfon dengan sang Ibu. Tia hanya menjawab sekenanya saja.

"Hemm untung saja semalam aku sudah mengabari Hani dan Andri juga sudah tau aku akan balik kekampung,, jadi tidak perlu khawatir mereka akan mencariku " gumamnya.

Tia berdecak kesal saat ponselnya kembali berdering, ia langsung menjawab tanpa melihat nama si pemanggil.

" Ia Bu' Tia akan berangkat,, " ucap Tia kesal

" Tia,, ini aku Andri "

" hah?" Tia seperti orang bodoh, dengan segera ia melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.

ckkk, bagaimana bisa aku sebingung ini .

" Eh, maaf Ndri aku pikir tadi Ibu "

" Hem, memangnya kamu tidak melihat nama si pemanggil?"

" Heheh aku buru-buru Ndri,, jadi langsung aku angkat saja... Ada apa pagi-pagi kamu telfon?"

" Aku antar kamu keterminal yah?"

" Enggak usah Ndri,, aku udah pesan taksi online kok "

" Batalin aja Ti, biar aku yang antar "

" Lah nggak bisa Ndri, nanti drivernya marah, dan lagi kamu akan kekantor kan, jadi biar aku berangkat sendiri saja"

" Tenang saja, semua rapat aku udah aku alihkan di siang hari, jadi pagi ini aku bisa antar kamu "

" Tapi Ndri-"

" Sudah yah,, aku nggak suka ditolak,, aku akan mengantar kamu,, okee tunggu disitu 15 menit lagi aku sampai " tanpa mendengar persetujuan dari Tia, Andri dengan segera mengakhiri panggilannya. Tia hanya bisa pasrah, untung saja ia hanya baru berencana memesan taksi online, dan mau tak mau ia harus menuruti perkataan Andri.

" Hem,, dasar tukang maksa "

Lima belas menit kemudian, Andri benar-benar sudah datang. Tia segera menghampiri sahabatnya itu, Andri dengan sigap turun dari mobil dan membantu Tia untuk memasukkan barang-barang Tia kedalam bagasi.

" Banyak banget barang kamu Ti,, kamu nggak berniat untuk tinggal selamanya dikampung kan? " Tanya Andri

" yah, banyaklah Ndri,, selain pakaian, aku juga bawa banyak ole-ole yang akan aku berikan pada tetangga dan keluargaku nanti "

".Oh,, kiraim kamu akan pergi selamanya "ucap Andri. Namun Tia tak bergemin, ia tak tau harus membalas apa, sebab saat ini ia juga bingung, berapa lama ia akan tinggal dikampung halaman.

Merekapun berangkat keterminal, Andri melajukan mobilnya dengan kecepatan normal.

" Jam berapa bis kamu berangkat?" tanya Andri

" Jam 9 " jawab Tia singkat

" Hem, sekarang masih Jam 7.30 berarti masih ada waktu satu setengah jam, kita sarapan dulu yuk " Andri menawarkan

" Nggak usah Ndri, aku kenyang.. " Tia menolak

" Kamu kenapa sih Ti, dari semalam kamu terdengar lesuh, kayak nggak ada semangat " Andri bingung dengan perubahan Tia, yang mendadak kalem dan diam

" Aku nggak apa-apa Ndri, aku cuma memikirkan Ayah " ucap Tia, memang saat ini ia memikirkan Ayahnya yang sedang sakit, namun bukan itu yang menjadi alasan atas perubahan moodnya.

" Tenang aja,, Ayah kamu pasti baik-baik saja " Andri berusaha menenangkan Tia, dan mengusap-usap pundak sahabatnya itu.

" Andri... "

" Hem "

" Kalau misalnya, Ayah bakalan jodohin aku disana gimana?" Andri tiba-tiba menghentikan laju kendaraannya secara mendadak. Ia benar-benar kaget atas apa yang baru saja yang diucapkan Tia.

" Apa?? jadi alasan kamu pulang bukan karena Ayah kamu sakit, tapi karena perjodohan?"

" Ayah aku benar-benar sakit Ndri,, tapi-" Secara perlahan Tia menjelaskan semua tradisi yang masih berlaku dikampung halamannya. Andri begitu kaget mendengar penuturan sahabatnya.

" Menurut kamu, aku harus bagaimana? apa aku harus terima perjodohan itu ?" tanya Tia

" Ini hidup kamu Tia, semua keputusan ada ditangan kamu,, tapi ingat,, kamu juga punya hak atas diri kamu,, kalau perjodohan itu nggak bikin kamu bahagia, sebaiknya kamu tolak saja secara baik-baik " Andri memberi saran.

" Tapi aku takut Ndri, Ayahku sekarang sering sakit,, aku takut Ayah kenapa-kenapa jika aku menolak " mata Tia berkaca-kaca saat mengutarakan semua kegundahannya. Andri tak tega melihat guratan kesedihan yang terlukis jelas diwajah sahabatnya, ia lalu meraih tangan Tia dan menariknya lalu mendekap tubuhnya dengan erat. Setidaknya pelukannya mampu menghilangkan sedikit kegundahan yang gadis itu rasakan.

" Tenanglah Tia sayang,, semua pasti akan baik-baik saja,, jika kamu perlu bantuan dariku makan jangan sungkan untuk mengabariku " ucapnya kemudian.

Akhirnya mereka tiba diterminal, setelah banyak drama diperjalanan. Mulai dari Andri memaksa Tia untuk sarapan, sampai membeli banyak buah tangan untuk keluarga Tia.

Akhirnya merekapun berpisah untuk waktu yang tidak ditentukan. Jika bertanya apakah mereka sedih, tentu saja iya. Untuk pertama kalinya mereka harus berpisah begitu lama, dan tidak ada yang tau kapan mereka akan bertemu lagi.

Saat berpisahpun Tia sempat terisak dipelukan sahabat prianya itu. Entah apa yang ia rasakan, padahal ini bukan pertama kalinya Tia pulang kekampung halaman. Namun ada yang beda kali ini. Perasaan yang Tia dan Andri rasakan seperti ingin melepas kekasih saja untuk pergi jauh.

" Tia, sudah jangan menagis lagi,, kabari aku jika kamu sudah tiba disana " ucap Andri saat melepas pelukannya.

" Sampaikan salam rinduku pada Hani dan jagoan kecilku " ucap Tia

" Pastinya, kami akan selalu mengabarimu"

Tia pun naik keatas bis, sebab beberapa menit lagi bis itu akan berangkat. Rasanya berat sekali untuk melangkahkan kakinya. Mengapa kali ini perpisahan ini begitu berat???

Delapan jam berlalu. Akhirnya Tia sudah tiba dikampung halaman, setelah tadi ia dijemput oleh kakak sepepunya diterminal. Kampung Tia termasuk daerah pedalaman. Namun karena warga disana sangat menerima tentang adanya perubahan, jadi desa itu bisa dibilang desa yang cukup maju, meski jaraknya begitu jauh dari kota.

" Huffttt,, akhirnya aku tiba dikampung halaman " ucap Tia, ia meanrik nafas dalam-dalam menghirup aroma segar dari udara desa yang begitu sejuk.

" Kamu senang kan Dek, bisa kembali lagi kekampung " ucap Dimas, pria itu adalah kakak sepupu dari Tia

" Tentulah Bang,,.mana mungkin aku tak senang kembali kekampung " jawab Tia

" Jadi sekarang kamu akan menetap disini ?" tanya Dimas

"Ntahlah Bang, aku juga nggak tau,, aku berharap banyak bisa kembali kekota setelah Ayah sembuh " jawab Tia

" Hemm,, padahal desa kita ini sudah maju Dek, jadi untuk apa kamu kekota lagi " ucap Dimas, Tia hanya tersenyum tipis, ia tak mampu menanggapi apa yang diucapkan Kakak sepupunya itu.

Yah,, memang Desa ini banyak berubah Bang,, Andai saja tradisi disini juga ikut berubah, mungkin aku akan senang tinggal disini, dikampung halaman kita yang tercinta ini.

Bersambungggg....

Baca like or Komen yah... Jika berkenan tolong sumbang Vote untuk karya ini.....

1
Yuli Purwa
the end 🥰🥰🥰
Yuli Purwa
bener bang hrs sering ditengokin 🤭🤭🤣
Yuli Purwa
dasar bumil jahil 🤣
Yuli Purwa
extra part Thor 😂🤣
Yuli Purwa
setiap manusia punya jalan cerita masing-masing 😔😔
Yuli Purwa
jangan somplak Tia,,, 😬😬😬
Yuli Purwa
sabar ya Tia sayang 🥰🥰🥰
Yuli Purwa
😢😢😢 keturunan kan Allah yang kasih
Yuli Purwa
biar puas mesra-mesraan nya Tia sm bang Andri 😁😁 sabar sayang
Yuli Purwa
🤭🤭🤭🤭
Yuli Purwa
gooollllll 💪💪🤣🤣
Yuli Purwa
gagal maning belah duren 🤣🤣
Yuli Purwa
bhahaha 🤣🤣 selamat menunggu ya bang Andri 😜
Yuli Purwa
1/2 halal 😁😁😁
Yuli Purwa
lebay nya bang Andri 😜😜
Yuli Purwa
mode ngambek bang 🤭🤣
Yuli Purwa
yes lah 🤣🤣😜
Yuli Purwa
girang banget bang Andri 😜😜
Yuli Purwa
hahaha Gatot deh bang 🤣🤣🤣
Yuli Purwa
wkwkwk kok aquh bahagia jg ya 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!