NovelToon NovelToon
Dari Menantu Menjadi Istri

Dari Menantu Menjadi Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Beda Usia / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Marica

Selama dua tahun Luna Inara Jasmine hidup dalam kebohongan sang suami, Raka Alvaro Mahendra. Sang suami mengatakan jika dirinya impoten.

Namun suatu hari Luna justru mengetahui kenyataan pahit jika sang suami sebenarnya tidak impoten dan memiliki hubungan bahkan anak dari wanita lain.

Bagaimana kisah mereka? Yuk lanjut baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah Raka

Selesai mengikrarkan janji suci, Raka membawa Luna ke hotel yang berada dekat dengan rumah sakit. Suasana kamar itu begitu romantis, didesign khusus untuk malam pertama. Lampu-lampu kecil dengan cahaya temaram membuat ruangan itu terlihat begitu hangat. Kelopak bunga mawar yang bertaburan di lantai dan ranjang, membuat suasana semakin romantis. Namun suasana ruangan itu berbanding terbalik dengan perasaan canggung yang sedang merayap di dada Luna.

Tidak ada obrolan saat keduanya berada di kamar itu. Luna lebih memilih untuk duduk di sofa sambil menunduk. Sesekali mencuri pandang ke arah Raka yang tengah duduk di tepi tempat tidur. Ia tidak tahu harus berbuat dan berucap apa lagi.

Suhu kamar cukup dingin, tetapi telapak tangan Luna justru berkeringat. Jemarinya beberapa kali meremas ujung gaun untuk mengendalikan perasaan gugupnya.

Malam ini adalah malam pertama mereka. Luna benar-benar gugup. Seumur hidupnya ia belum pernah bersentuhan dengan laki-laki. Meksipun pernah menjalin hubungan cinta, itu pun tidak lebih dari sekadar berpegangan tangan. Hal itu juga yang membuat hubungan dengan laki-laki itu tidak bertahan lama. Mantan kekasihnya itu mengatakan jika dirinya membosankan.

"Huff." Luna menggela napas berat, siap ataupun belum, ia harus menyerahkan tubuhnya saat itu juga jika Raka memintanya.

"Maaf, Luna. Aku gak bisa."

Kalimat itu membuat Luna mengangkat kepalanya. Pandangannya mengarah pada Raka, keningnya ikut mengernyit. Ia tidak tahu maksud dari kalimat yang keluar dari mulut Raka.

"Maksud kamu?" tanya Luna ragu.

"Aku gak bisa menyentuhmu," jawab Raka. Matanya menatap lurus ke arah Luna.

Seketika Luna menganga sampai akhirnya ia mengangguk pelan karena merasa sangat lega. "Gak apa-apa. Pernikahan ini sangat mendadak dan aku tahu kamu pasti gak siap."

"Atau mungkin kamu sudah memiliki wanita yang kamu cintai," imbuh Luna. "Kita bisa berpura-pura untuk sementara waktu. Jika kondisi tante Imelda lebih baik ... kita bisa ajukkan perpisahan."

Raka tidak langsung menjawab. Ia memilih untuk menatap Luna sejenak. "Bukan begitu. Aku percaya pilihan mama pasti baik."

Luna sedikit tersipu mendengar pujian dari Raka. Ia nyaris salah tingkah jika saja ia tidak bisa mengendalikan diri.

"Lalu?"

"Aku sebenarnya ... impoten."

Mata Luna terbelalak. "Hah, apa? Im--poten?"

Raka mengangguk. "Ya aku gak bisa kasih kamu kehangatan seperti suami-suami yang lain. Bukan hanya itu. Aku juga mungkin gak bisa kasih kamu keturunan."

"Benarkah?"

Raka mengangguk. "Kamu menyesal sudah mau menikah denganku?"

Luna menggeleng. "Kalau hanya karena itu alasannya, aku gak akan menyesal. Masalah seperti itu bukannya masih bisa diatasi. Yang terpenting kamu mau menerima aku apa adanya."

Raka mengangguk. "Aku akan berusaha." Ia lalu berdiri dan menghampiri Luna. Ia duduk di hadapan Luna sebelum menggenggam kedua tangannya. "Kamu mau nunggu aku?"

Kini giliran Luna yang mengangguk.

"Tapi tolong rahasiakan ini dari siapa pun. Aku gak mau masalah ini membebani mama maupun papa."

Luna kembali mengangguk. "Tenang saja. Aku akan merahasiakan ini dari siapapun."

"Terima kasih, Luna. Kamu benar-benar wanita yang baik," ucap Raka dengan senyuman tipis yang terukir di bibirnya.

"Tapi ..."

"Tapi apa, Luna?"

"Kamu yakin gak ada wanita lain yang kamu cintai? Maksudku ... aku gak ingin menjadi orang ketiga di antara kalian," jelas Luna.

Raka menggeleng. "Kamu tenang saja. Aku gak sedang memiliki hubungan spesial dengan wanita mana pun."

"Hmmm, syukurlah," ucap Luna senang.

"Baiklah. Sebaiknya kamu istirahat. Aku akan pergi ke rumah sakit untuk menemani mama," ucap Raka. Ia lantas berdiri.

Seketika Luna ikut berdiri. "Boleh aku ikut?"

Raka menggeleng. "Kamu pasti lelah. Istirahatlah di sini malam ini. Besok aku janji akan menjemputmu."

"Baiklah jika itu maumu," balas Luna tak ingin membantah.

"Aku pergi dulu. Selamat malam," ucap Raka. Ia lalu pergi setelah mendaratkan kecupan di kening Luna.

Jangan ditanya seperti apa perasaan Luna saat ini. Ia benar-benar tersipu dan merasa beruntung mendapatkan suami sebaik Raka.

"Daah," sapa Raka seraya melambaikan tangannya.

Luna juga membalas lambaian tangan Raka. "Hati-hati. Kabari aku jika kamu sudah sampai di rumah sakit," ucap Luna dibalas anggukkan oleh Raka.

Raka pun lenyap di balik pintu kamar itu. Luna menghela napas sambil melihat sekeliling. Malam pertamanya yang harusnya indah kini terasa begitu sepi. Di tambah sang suami pergi meninggalkan dirinya sendiri. Namun Luna tidak akan menuntut banyak. Yang terpenting sekarang ia sudah terbebas dari ayah tirinya.

"Lebih baik aku mandi dulu setelah itu tidur," gumam Luna.

Keesokan harinya ....

Luna sudah mandi dan berganti pakaian. Ia beberapa kali melihat waktu pada jam di ponselnya. Waktu sudah menujukkan pukul sepuluh pagi, tetapi Raka belum juga datang. Sarapan yang sudah disiapkan untuk mereka juga sudah dingin. Luna bahkan belum menyentuhnya sedikit pun, ia sengaja menunggu sang suami untuk sarapan bersama. Namun sampai saat ini Raka belum juga menunjukkan batang hidungnya. Ia juga sudah mencoba menghubungi Raka, tetapi laki-laki itu tidak menerimanya.

"Lebih baik aku menyusul saja ke rumah sakit," gumam Luna. "Aku sebaiknya kirim pesan pada mas Raka."

Tanpa pikir panjang, Luna kembali meraih ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan untuk Raka. Setelahnya mengambil roti dan minum segelas jus untuk mengganjal perutnya.

Luna kembali melihat ke layar ponselnya, waktu hampir pukul setengah sebelas. Ia segera bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Selesai bersiap, Luna keluar dari kamar hotel. Berjalan ke arah lobi seorang diri dengan langkah sedikit terburu-buru.

Sambil melangkah sesekali Luna melihat ke layar ponselnya. Berharap ada pesan balasan dari Raka, namun sayangnya nihil. Jangankan telepon, pesannya saja belum terbaca.

"Mungkin dia sedang sibuk," gumam Luna.

Saking fokusnya memerhatikan ponselnya, ia sampai tidak menyadari seseorang juga berjalan ke arah yang sama dengannya dari arah yang berlawanan.

DUK

Ponsel Luna terlepas dari tangannya dan terjatuh ke lantai saat ia bertabrakan dengan seseorang. Ia kehilangan keseimbangan tubuhnya dan nyaris terjatuh jika saja tidak ada yang menahan tubuhnya.

"Kamu gak apa-apa?"

Suara berat itu terdengar lembut di telinga Luna. Ia segera menegakkan tubuhnya dan sedikit tersentak saat matanya bertatapan langsung dengan seorang laki-laki yang familiar. Laki-laki itu adalah ayah mertuanya. "Om Bara."

Jantungnya serasa hampir lepas dari tempatnya ketika melihat wajah tampan ayah mertuanya itu. Luna segera menjauhkan diri, memberikan jarak dengan Bara. Segera ia memungut ponselnya dan bernapas lega karena ponselnya masih menyala. Ia kembali melihat ke arah Bara lalu berucap, "Maaf aku tidak sengaja."

Bara tidak merespon ucapan Luna, justru ia mengalihkan pembicaraan.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Bara. "Lalu di mana suamimu itu."

"Oh itu ... mas Raka semalam pergi. Katanya mau nemuin Tante Imelda," jawab Luna.

"Rumah sakit?" tanya Bara dengan kening yang mengerut.

"Iya, Om," jawab Luna. "Ada apa, Om, Kenapa Om kelihatan bingung."

"Tidak apa-apa," jawab Bara. "Jadi semalam kamu sendiri di sini?"

Luna mengangguk pelan.

"Dia keterlaluan."

"Tidak apa, Om. Mas Raka pasti khawatir sama tante Imelda. Kami masih punya waktu lain.

"Dia memang anak bodoh," ucap Bara lirih, tetapi masih bisa di dengar oleh Luna.

Luna sendiri memilih untuk diam, tidak berani menjawab ucap sang ayah mertua.

"Sekarang kamu mau ke mana?"

"Aku mau ke rumah sakit, Om."

"Baiklah, ayo kita pergi bersama."

Luna kembali mengangguk.

Keduanya kembali berjalan. Namun baru satu langkah, Bara kembali berhenti membuat langkah Luna ikut berhenti.

"Satu lagi."

"Apa, Om."

"Kamu sudah menikah dengan Raka. Kamu sudah menjadi bagian dari keluarga Mahendra. Jadi berhenti memanggilku dan Imelda dengan sebutan seperti orang asing."

"Lalu?"

"Panggil kami seperti Raka memanggil kami."

"Hah, ba-baiklah." Meskipun terasa canggung, Luna tetap mencoba. "Pa ..."

Senyum tipis terukir di bibir Bara. "Good girl." Bara berucap sambil mengacak-acak rambut Luna.

1
partini
good story
partini
melihat seperti itu masa luna ga ngehh kalau mereka ada something
emmmm kaya ga deh vanes ga jadi malu secara Raka mana mau lihat orang tersayang tersakiti
MamDeyh: Luna Luna masih aja bodoh dan naif..
total 1 replies
partini
paling lihat di hotel atau temen ehem lainnya,,ada drama live streaming ga Thor secara ini alur cerita kan hote hote
ig: Marica_Author: gak lah, gerah sendiri ntar🤭
total 1 replies
say't
aq jd luna raka bisa bersenang2 dngn jalangx aq jg bs brsenang2 dngn ayahx raka.hayo mana yg lbh sakit hati nantix hayo 🤣
say't
pst smbil mmbayangkan luna nih 🤣
say't
wow 😍 bara yg sll mmbuat bara dihati luna 🤣 kalo aq jd luna aq lngsung cerai n sm barax ja 🤭 persetan dngn omongan netizen yg penting aq dpt yg lbh matang mahal dari anak tirix
say't: butul butul butul
total 3 replies
partini
papah mertuahhhh ga ada flashback ini Thor ,,pasti ada something kan
ig: Marica_Author: ada dong
total 1 replies
MamDeyh
Nah bagus Luna udah mulai pinter
partini
mau di permalukan Ampe darah" toh serem juga si gundik ini
OMG kalau terjadi she so dammm sad man
MamDeyh
Jgn kelamaan bodoh nya ya Luna.. Emak online gregetan
MamDeyh
Wadidawwwww
partini
jadi ini karya nada Thor ,,aku baca kaya gini ceritanya tapi udah di hapus udah pulang si Luna ke rumah nanti Raka pulang juga ada lingerie warna merah nanti di kasih ke Luna padahal bekas
ig: Marica_Author: Terima kasih sudah mampir Kak😍
total 6 replies
MamDeyh
Up lagi kak
MamDeyh
Wahhh Luna kamu melihat adegan 21+++ yaaaa/Tongue/
MamDeyh
Lanjuuut Kakkk
MamDeyh
Wahduuuuh siapa yg nyolong itu 🤔
ig: Marica_Author: siapa ya🤔
total 1 replies
Indriani Kartini
cepet atuh ketauan kesel bngt, Luna juga knpa ga ada rasa curiga bngt, dah dua taun juga rumahntangga
MamDeyh
Pleaseee kak jgn kelamaan bikin Luna teraniaya
ig: Marica_Author: Sabar ya kak🤭🤭🤭🤭. Aku pun tak sabar up bab baru lagi. Tak tamatin dulu yang satu itu.
total 1 replies
MamDeyh
Naaaahhh/Panic/
MamDeyh
Luna jgn klemar klemer kek jd istri😒
MamDeyh: Aku setiaaaa menunggu kakaaa
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!