Berawal dari pertemuan pertama kali di salah satu mall di daerah Bekasi, dimana mereka yang bekerja sebagai SPG/SPB di salah satu toko HP. Pertemuan pertama tidak terduga itu ternyata berujung dengan CINTA, namun Wulandari selain bekerja menjadi SPG ia juga kuliah di salah satu kampus di daerah Jakarta dan juga bekerja sebagai Staff administrasi di daerah Jonggol. Singkat cerita Ibrahim mendaftarkan diri untuk menjadi salah satu angota Prajurit Tentara Angkatan Laut (AL). Lika liku percintaan mereka di uji oleh hadirnya banyak Wanita di sekitar Ibrahim dan membuat Wulan ragu akan keseriusannya. Jarak yang membuat mereka di pisahkan oleh Negara karena pekerjaan Ibrahim itu.
"Apakah hubungan Wulan dan Ibrahim akan bersatu di pelaminan atau Apakah Wulan dan Ibrahim akan menjadi teman saja?"
Mari kita simak saja...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon willyandarin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12.ANDK
Pagi hari Pukul 05.00 WIB di kamar Wulan suara adzan berkumandang dan suara ayam jago telah berkokok dengan sangat merdu.
Wulan bergegas untuk mandi dan shalat subuh serta tidak lupa untuk membantu ibu untuk menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga.
Setelah Wulan selesai mandi serta shalat subuh Wulan turun untuk membantu menyiapkan sarapan pagi.
Di ruang makan sudah terdapat menu masakan yang telah di sediakan oleh ibu kepada anak nya.
"Selamat pagi mom, Ada yang bisa Wulan bantu?" Tanya Wulan.
"Pagi Wulan tolong ini siapin nasi serta lauk dan sayur di taruh di meja makan sanah." Pinta Mama.
Sambil menunjuk ke arah Lauk dan sayurnya. Wulan melangkah menuju meja makan sambil membawa nasi serta lauk dan sayuran.
Kemudian Denny dan Tian turun dari kamar menuju ruang makan. Mereka sarapan bersama di meja makan namun suara ponsel Wulan pun berbunyi.
Bip...Bip...Bip...
"Hallo." Jawab Wulan.
"Lan Aku cuman mau ingatin kalau Kamu hari ini masuk pagi jam 09.00 WIB Sudah sampai di toko karena hari ini Novi ada keperluan."Ujar Iqbal.
"Kenapa kasih tau nya mendadak sih Kak?" Tanya Wulan dengan nada kesal nya.
"Memang kenapa Kamu Tidak bisa ? padahal kan Kamu tidak pernah masuk pagi, Atau Kamu ada acara lain ?" Tanya Iqbal.
"Waduh gimana ya cara kasih tau kak Iqbal kalau Wulan hari ini Wulan harus masuk pagi buat ke kantor. "Gumam Wulan.
"Lan malahan melamun di ajak ngobrol juga." Jawab Iqbal.
"Iya kak nanti Wulan usahain ya buat masuk pagi, Tapi kalau Wulan agak terlambat mohon maaf ya kak soalnya kakak kasih tau nya mendadak sih." Jawab Wulan.
"Iya tidak apa-apa Lan lagi pula juga kunci nya juga sama aku dan aku ada kelas pagi jadi sekalian aja ke toko habis dari toko aku bisa langsung istirahat." Ucap Iqbal.
"Oke Kak." Jawab Wulan.
Wulan akhirnya bergegas untuk ke kantor karena dia setelah habis dari kantor langsung ke tempat kerja karena baru kali ini dia masuk pagi serasa mimpi bisa masuk pagi hehehe.
Di ruang makan yang sudah terdapat menu masakan yang telah di sediakan oleh ibu.
"Ayo semua kita sarapan bersama." Ajak Mama.
"Hari ini mau ke kantor kak ?" Tanya Denny.
"Iya de." Jawab Wulan.
"Memang tidak ada jadwal kuliah ?" Tanya Denny yang penasaran kenapa kakaknya berangkat pagi hari.
"Tidak ada jadwal mata kuliah." Jawab Wulan.
Akhirnya mereka semua selesai sarapan pagi dan memulai aktivitas mereka ada yang berangkat sekolah dan ada juga yang harus bekerja.
Wulan berpamitan kepada ibu untuk berangkat ke kantor lalu memesan ojol.
"Mama aku berangkat dulu dan doain aku semoga hari ini lebih baik dari sebelumnya, Assalamuallaikum!" Seru Wulan.
"Waalaikumsalam hati-hati di jalan Lan, doa Mama selalu menyertai." Jawab Mama.
Wulan menaiki ojol untuk ke kantor, akhir nya Wulan sampai di kantor tepat waktu.
Pukul 09.00 WIB di kantor tempat bekerja matahari sudah muncul terik di langit.
"Muka kamu kena hari ini kusut tidak biasa nya ?" Apa ada masalah di tempat kuliah, Rumah atau tempat kamu bekerja part time." Tanya Diana.
"Tidak ada mba aku cuman agak syock aja hari ini karena ternyata aku dapat kabar kalau masuk pagi dan aku baru pertama kali masuk pagi harus nya sih aku seneng karena bisa pulang cepat dan di sisi lain Aku merasa sedih cuman belum tau apa yang membuat aku sedih." Jawab Wulan dengan muka melas nya.
"Yaudah tidak usah di pikirkan jika belum terjadi Lan jalanin saja yang ada tetap Semangat." Jawab Diana yang memberikan energi positife kepada Wulan dengan senyuman.
"Iya mba terimakasih , Semangat." Jawab Wulan dengan membalas senyuman Diana.
Mereka kembali ke ruangan masing-masing untuk memulai kerja nya itu, Namun tidak di sangka bahwa hari ini ada kunjungan dari kantor desa bahwa mau visit ketempat Wulan bekerja itu berarti Wulan tidak bisa izin untuk hadir tepat waktu karena pasti kepala desa mengecek satu persatu karyawan di snah.
Namun Wulan harus bergegas untuk kirim pesan kepada Iqbal bahwa dia hari ini kemungkinan bisa hadir ke sanah setelah makan siang alias masuk siang karena Wulan tau kalau visit tidak tau akan cepat selesai atau bisa jadi sampai sore hari, Namun yang Wulan tau kalau waktu jam makan siang semua karyawan pasti pada istirahat tidak ada yg di kantor dan tidak akan ada yang cek kalau Wulan pergi baru saja.
Wulan mengirim pesan kepada Iqbal.
"Assalamuallaikum kak aku kayanya hari ini tidak bisa masuk pagi karena aku masih ada jadwal mata kuliah di kampus maaf banget kak tidak bisa bantu kakak." Jawab Wulan.
" Iya tidak apa-apa Lan, lagi pula juga bukan salah kamu kok karena aku kasih taunya mendadak terus juga aku belum datang ke toko masih ada jadwal di kampus tenang saja aku tidak akan marah kok." Jawab Iqbal.
"Terimakasih banyak kak ." Jawab Wulan.
Wulan langsung memasukan ponsel ke dalam saku dan langsung mematikan ponsel takut nanti kedengaran bunyi ponsel dan mengangu aktivitas kepala desa buat berpidato.
Akhirnya Kepala Desa datang kunjungan bersama ajudannya dan langsung berpidato memberikan arahan kepada semua bahwa hari ini akan ada visit dari pemerintahan yang akan datang ketempat mereka.
Setelah selesai berpidato akhirnya Kepala Desa bergegas pergi dan meningalkan tempat.
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga."Jawab Wulan.
"Takut ya kamu tidak bisa masuk pagi di tempat kerja part time kamu ?" Tanya Diana.
"Bukan begitu mba aku masih baru jadi tidak enak kalau terlalu banyak izin nanti malah aku jadi jelek di tempat sanah." Jawab Wulan.
"Tenang aja Lan selama masih ada aku semua pasti aman kok asal jangan lupa saja kalau pas gajian traktir aku hahaha." Ucap Diana yang membagakan diri.
"Wokeh." Jawab Wulan.
Mereka akhirnya kembali bekerja ke tempat masing-masing Wulan bergegas menyelesaikan tugas sebelum jam 11.00 WIB karena dia tidak enak kalau sering ngerepotin Mba Diana karena sering sekali tugas dia seperempat nya di kerjakan sama Mba Diana yang cantik dan baik hati jadi sebisa mungkin Wulan langsung menegerjakan semuanya saja.
Waktu sudah menunjukan Pukul 10.00 WIB Wulan harus bergegas untuk membereskan semua pekerjaannya agar tidak tercecer berantakan di meja.
"Mba Diana, Aku tugasnya sudah beres nih boleh tidak aku izin sekarang ?" Bisik Wulan kepada Diana.
"Serius Kamu Sudah selesai ?" Tanya Diana yang terkejut dengan jawaban Wulan tersebut.
Wulan menganguk pelan ke arah Diana.
"Oke tingal saja itu kerjaannya di meja kamu nanti aku cek kamu mending sekarang beres-beres saja setelah itu jika situasi nya sudah aman bisa langsung segera pergi." Ucap Diana.
"Siap." Jawab Wulan.
Wulan membereskan semua berkas-berkas yang berada di atas meja , menaruh semua yang berantakan ke dalam laci meja takut ada yang tercecer jika tidak di rapihkan.
Setelah dilihat meja rapih dan tidak berantakan Wulan langsung mengecek keadaan sekitar untuk kembali keluar dengan keadaan aman.
Akhirnya Wulan berhasil keluar dari kantor dan menuju lokasi toko tempat dia bekerja.
Sesampainya di toko, Wulan langsung berlari menuju toko takut keadaan toko ramai akhirnya Wulan sampai di toko dengan sedikit kecapaian setelah berlari.
Di dalam toko yang sepi hanya terdengar suara musik yang di stell oleh Iqbal.
"Kenapa kamu Lan seperti orang habis di kejar Saja sampai ngos-ngosan begitu ?" Tanya Iqbal.
"Tadi aku habis lari kak takut di toko rame dan kamu kewalahan makanya jadi seperti ini." Ucap Wulan yang kecapean.
"Kan tadi aku udah bilang santai aja tidak usah terburu-buru aku tidak marah karena aku kasih tau kamu mendadak." Ucap Iqbal yang menaikan satu alis kepada Wulan.
"Iya kak tapi aku tidak enak saja kak." Jawab Wulan sambil kipas-kipas tangan nya yang kecapean.
"Sudah lebih baik kamu ganti baju seragam saja dulu sanah." Ucap Iqbal.
"Baik kak." Jawab Wulan.
Setelah selesai berganti pagian Wulan langsung kedepan untuk bekerja dan membantu Iqbal beres-beres toko karena hari ini ada store head dan arco yang kunjungan jadi mereka harus extra kerja keras dan semua harus rapih tidak ada debu dan kotoran sedikit pun, juga harus apal aja tugas-tugas nya serta harga masing-masing produk yang mereka jual takut-takut mereka di tanya satu sama yang lain.
Wulan dan Iqbal masih sibuk untuk membersihkan toko sampai benar-benar bersih kinclong di pastikan kalau sudah tidak ada debu dan kotoran menempel di meja kasir, etalase, meja customer, serta tempat accecories tersebut.
Hari ini hari yang melelah kan untuk Wulan Iqbal karena ada visit yang mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
Tidak terasa waktu sudah menunjukan Pukul 12.00 WIB.
"Kak hari ini aku mau shalat dulu ya." Pamit Wulan.
"Oh tumben sekali kamu shalat Lan ada angin apa?" Ledek Iqbal.
"Biasa juga aku shalat kak kalau di kampus, Kan aku baru masuk pagi itu sekarang jadi kami baru lihat aku shalat kak." Ucap Wulan.
"Yaudah sanah shalat terus sekalian berdoa buat toko menjadi ramai dan Aku nitip doa juga supaya aku bisa kelar skripsi aamiin." Ucap Iqbal.
"Ada-Ada saja kamu ini kak bukan nya shalat malah nitip doa saja , Karena aku baik nanti kamu doain deh kak semoga kamu bisa kelar skripsi Aamiin." Jawab Wulan.
"Terimakasih ya kamu teman aku terbaik deh." Jawab Iqbal.
Wulan pergi meninggalkan toko untuk segera shalat dzuhur di mushallah sesampainya di mushallah dia melihat ramai sekali banyak yang shalat sampai mengantri panjang.
"Gimana cara nya aku buat shalat cepat ya dan kembali ke toko tepat waktu biar tidak memakan waktu cukup lama."Gumam Wulan.
"Ah sudah lah lebih baik aku mengantri saja agar cepat selesai shalat nya dari pada aku hanya menunggu duduk tidak akan selesai juga."Batin Wulan.
Wulan mau tidak mau mengantri untuk mengambil wudhu dan tidak lama kemudian Wulan akhirnya bisa wudhu, Wulan mengantri giliran untuk shalat dzuhur karena Wulan tidak membawa mukena jadi dia hanya bisa mengantri setelah orang selesai pakai mukena. Lalu Wulan pun shalat dzuhur setelah lama menunggu orang yang selesai shalat.
Tidak lama kemudian Wulan akhirnya selesai shalat dzuhur dan tidak lupa Wulan untuk memanjatkan Doa agar apa yang diinginkan terkabul, Wulan mendoakan toko supaya banyak yang membeli dan Wulan mendoakan supaya kak Iqbal bisa lulus tepat waktu Aamiin.
Setelah selesai shalat dzuhur dan berdoa Wulan bergegas menuju toko, Wulan harus kembali bekerja Setibanya Wulan di toko.
Di dalam toko yang sepi sendu hanya ada Iqbal yang hanya melihat ponsel sambil mengetik tangan nya dengan lincah.
"Kamu sudah selesai shalat Wulan ?" Tanya Iqbal.
"Sudah kak." Jawab Wulan sambil berdekat menuju Iqbal.
"Good, Tadi kamu sudah doain aku Lan ?" Tanya Iqbal.
"Sudah dong kak, Malahan Wulan udah doain kakak semoga cepat nikah." Ejek Wulan.
"Sialan banget kamu ya doain aku seperti itu, tadi aku minta semoga cepar lulus kuliah malah doa seperti itu." Ucap Iqbal.
"Tidak apa -apa kak itu doa baik loh dan itu aku doa tulus banget buat kamu kak supaya kamu cepat nikah karena menikah itu ibadah kalau pacaran terus mah banyak maksiatnya kak dan kasihan juga Wanita kamu mau nunggu sampai berapa lama tau sendiri lah kalau Wanita itu udah memasuki usia di angka 25 tahun rentan banget buat menemukan jodohnya." Ucap Wulan sambil celoteh meledek ke arah Iqbal.
"Iya Bu Ustadzah atas ceramah nya dan sekarang kita harus kembali bekerja menyelesaikan semuanya sebelum ada yang datang membeli dan sebelum di visit toko kita." Ucap Iqbal sambil mengelus ujung kepala rambut.
"Siap kak." Jawab Wulan.
Wulan dan Iqbal akhirnya kembali untuk bekerja dan menyelesaikan semua pekerjaannya.
"Kakk kamu nanti mau break dimana?" Tanya Wulan.
"Kenapa emangnya kamu mau traktir aku?" Tanya Iqbal.
"Wulan cuman nanya kak siapa juga yang mau traktir kamu kak, Aku aja belum dapat gaji pertama malah udah di suruh traktir gimana nanti kalau kamu banyak makannya dan makan macam-macam aku bayar pakai apa coba ?" Ujar Wulan.
"Pakai daun Lan ." Jawab Iqbal sambil ejek Wulan.
Wulan hanya melirik dan pasang muka curiga ke arah Iqbal.
"Sudah sudah mukanya jangan seperti itu nanti jelek nanti malah tidak ada yang naksir sama kamu dan kamu harus jones hahaha." Ejek Iqbal.
"Iqbal!!!" Teriak Wulan kesal.
"Sialan banget kamu ya." Ucap Wulan dengan emosi.
"Bercanda aku Lan kamu mah udah baper duluan saja masa cuman segitu udah baper gimana nanti kamu berhadapan sama coustomer yang ngeselin habis dan ucapan nya lebih pedas dari aku, Kalau kaya gitu aja kamu tidak bisa menjaga emosi sendiri makanya tadi aku mau latih kamu supaya nanti tidak kaget dan terbiasa akan hal-hal aneh." Ucap Iqbal.
"Iya tapi tidak seperti itu juga kak, Iya aku juga bisa kok tahan emosi aku untuk tidak marah di depan coustomerkan aku sudah hapal semua apa saja SOP perusahaan dan apa aja tugas seorang karyawan toko." Jawab Wulan.
"Mantap ." Jawab Iqbal.
"Itu baru didikan aku." Seru Iqbal.
"Didikan kamu mah tidak ada yang bener kak, Kok bisa ya wanita kamu , naksir sama kamu kak dan pacaran sampai lama gitu apa jangan-jangan kamu pakai pelet ya kak." Ejek Wulan sambil melet lidah ke arah Iqbal.
"Sialan kamu kalau ngomong mana ada aku pakai pelet jauh-jauh deh dari itu, Aku mah udah ganteng dari lahir kali jadi wanita mana pun tidak mungkin nolak." Jawab Iqbal dengan nada tinggi.
"Aku wanita yang pertama kali yang nolak kamu kak." Ucap Wulan dengan nada lantang.
"Idih siapa juga yang mau nembak kamu bocah baru lulus sekolah dan masih baper kaya gitu." Jawab Iqbal yang menyombongkan diri.
"Aku cuman kasih tau kamu aja kak tadi kata kamu tidak ada wanita yang akan menolak kamu jadi aku tegasin aku orang pertama yang nolak." Jawab Wulan.
Mereka masih berdebat yang tidak kunjung ada ujungnya. Tidak terasa waktu semakin siang namun tidak ada yang masuk ke tokonya untuk membeli ponsel.
sukses...semangat
-jatuh cinta dengan ardan
-my bodyguard panji
Ditunggu kedatangannya di Chapter Our Love🍀
3 like mendarat.
semangat yahh 🥰