seorang pemuda bernama Aryan, Aryan Pratama Radja bermimpi menjadi super Mega star sepak bola Dunia.
Dari menjadi tulang punggung keluarga hingga mengharumkan tanah air.
"Aku lahh Sang Super Starr... Arrghh"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mpi Apriyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12 : Seleksi Tahap Kedua (2)
tribune selatan
"Pah, kok orang itu ngatur ngatur sih?. " Tanya seorang gadis bersurai cokelat berpakaian sport training, menunjuk Aryan
"Bukan ngatur itu namanya leadership, Riri. "
Jawab pria paruh baya pengertian
Pria paruh baya yang bernama Anton sedang berolahraga di sekitar stadion dengan putrinya yang dipanggil Riri, bernama lengkap Wulandari Purnama Dewi, mendapat kabar pertandingan seleksi pemuda berbakat terbuka untuk umum. dia seorang pebisnis di Eropa salah satu direktorat pemegang salah satu saham klub sepak bola, tertarik dengan jalannya pertandingan seleksi.
"Pah, ayo pulang Riri gasuka sepak bola" Rengek Riri
"Bentar sayang, ini lagi seru serunya." Ucap Anton pada putrinya
"Iihh, gamau gasuka.. " Rengek Riri manja
"Sebelum pulang kita ke mall dahulu, mau?. " Bujuk Anton pada putrinya
"Bener, janji yaa?. " Tanya Riri memastikan
"Iyaa sayang, papa janji. " Jawab Anton
. . . . . . .
Pritttt
Tim hijau memulai kembali pertandingan, passing passing pendek di lini tengah seperti perkataan Aryan para pemain tidak lama memegang bola, bola terus berpindah kaki ke kaki, permainan tim hijau mulai lepas lebih percaya diri, mulai membangun serangan.
Menit ke-12' tim hijau membangun serangan dari lini tengah, Aji pass melebar kesayap kiri di ambil oleh Febi, melihat pergerakan Tama melakukan umpan daerah, bola di kejar oleh Tama dia mengontrol bola dengan kaki kiri di hadang oleh Fiqih, Tama mencoba menggocek Fiqih dengan body swipe kearah kanan namun berlari ke kiri Tama berhasil mengelabui Fiqih menusuk ke dalam kotak penalti melakukan cut back dengan kaki kanan disambut Aryan di titik kotak penalti dengan tap in ball kaki kanan, bola meluncur di sela sela ke kaki kiper, Angga yang baru saja di kolongin mati langkah pasrah melihat bola melewatinya begitu saja.
Prittt
Wasit mengesahkan gol, Aryan segera mengambil bola untuk memulai kembali permainan, berhasil menyamakan kedudukan skor menjadi 1:1.
"Bagus pertahankan semuanya." Ucap Aryan mengancungi jempol pada para pemain tim hijau.
Permainan kembali di mulai, menit 15' Tim kuning melakukan serangan, Dimas menggiring bola dari lini tengah melebar ke sayap kanan diambil oleh Doni di hadang oleh Ardi di tempel dengan ketat, Doni mengembalikan bola ke Dimas namun berhasil di enter safe oleh Adi, mencari ruang kosong Aryan melambaikan tangan meminta bola, memanfaatkan tim kuning sedang membangun serangan belum sempat mundur ke pertahanan.
Adi melakukan long pass, Aryan mengejar bola berhasil terlepas dari jebakan offside di bayangi dua back tim kuning, bola hampir keluar lapangan tetapi berhasil di kontrol dengan tumit kaki kanan mengubah arah bola ke kiri mengelabui 2 back tim kuning di belakangnya, namun pemain bertahan lainnya sudah kembali ke lini pertahanan, tidak ada rekannya memberikan support Aryan di block di depan kotak penalti oleh Fiqih dan Dino yang baru kembali ke pertahanan menutup ruang tembak, Aryan mendribble bola ke kiri melepaskan tendangan keras dengan kaki kanan bagian luar.
Wushh
Klang
Bola melengkung ke sudut kiri atas mengenai mistar masuk kedalam gawang.
Prittt
Wasit mengesahkan gol, semua pemain merayakan gol ke sudut kanan lapangan.
"Benerkan dia ini merepotkan.. Hahaa.. " Ucap Tama
"Gak salah pilih tim... Hahaa.. " Ucap Adi
"Hahaa.. "
Permainan kembali di mulai Tim hijau berhasil membalikkan keadaan dengan skor 2:1 , Tim kuning menyerang hampir setengah lapangan untuk menyamakan kedudukan setelah di samakan sekarang tertinggal satu angka, serangan terus dilakukan dari semua lini namun dapat di block dengan baik pertahanan lini tim hijau makin membaik. Menit 25' Dimas menggiring bola dari lini tengah mencari ruang kosong pass ke Doni, Doni menggiring bola melebar ke kanan di hadang Ardi pass one two touches dengan Dimas menusuk ke dalam kotak penalti melakukan cut back disambut sontekan Martin namun mengenai mistar gawang Toto segera membuang bola kedepan.
Menit 28' bola jatuh di kaki Abi menggiring bola passing ke Febi umpan daerah sayap kanan diambil oleh Adi mengontrol bola melihat ruang kosong mencari posisi Aryan, menusuk ke dalam kotak penalti melakukan crossing namun melengkung ke arah gawang tetapi berhasil di tinju oleh Angga kedepan ke lini tengah, bola jatuh di kaki Aji long ball ke sayap kiri di ambil Tama mengontrol bola dengan kaki kanan melakukan crossing ke tiang dua melewati jangkauan kiper di sambut tandukan Adi lepas dari penjagaan masuk ke dalam gawang.
"Goll... Crossing kau mantap broo... " Ucap Adi
"Mantap lahh... Sekarang giliran aku... " Ucap Tama
"Oke bro.. " Ucap Adi
waktu berjalan memasuki menit 33' tim kuning terus berupaya memperkecil skor 3:1 serangan demi serangan terus dilakukan tim kuning namun berhasil di mentahkan lini pertahanan tim hijau, tidak seperti menit awal permainan tim kuning menemui kebuntuan menembus lini pertahanan tim hijau.
Tim hijau memperagakan counter attack yang terbukti efektif, Dimas menggiring bola dari lini tengah di hadang oleh Aji, mencari ruang kosong namun semua pemain di jaga ketat melebar ke sayap kiri di ambil Riki pass ke tengah depan kotak penalti di ambil Martin di bayangi Toto tanpa kontrol Martin menendang bola berhasil di block oleh Toni menggunakan punggungnya, bola memantul ke sayap kiri, di ambil Tama sprin melakukan counter attack ke lini pertahanan tim kuning namun di langgar oleh fiqih menarik rompi Tama hingga terjatuh.
"Siapa nih yang nendang?. " Ucap Tama
"Aryan saja. " Ucap Adi
"Oke... Semua maju... " Ucap Aryan
Tendangan bebas berjarak 25 meter dari gawang, Aryan memosisikan bola mengambil ancang ancang 3 langkah, fokus menatap gawang menunggu aba aba wasit.
Prittt
"Huftt... Boaa....Edann... " Ucap Aryan menendang bola dengan kaki kanan.
Wusshh
Bola melambung bergetar di udara melengkung menuju tiang kedua seperti keluar dari jalur kearah gawang namun kecepatan perputaran bola membuat bola menuki tajam ke sudut kanan gawang, Angga melompat telat bereaksi menduga bola akan keluar lapangan tidak menyangka bola akan masuk kedalam gawang.
"Woahh... Gol....madep lurr... Hahaa... " Ucap Adi
"Nanti ajarin aku mang yayan... " Ucap Tama
"Sini... Sini... Semua teriak Boaa Edann... " Ucap Aryan
"1... 2...3..."
"Boaa... Edann... Hahaa..." Teriak semua orang melompat mengikuti selebrasi Aryan
"Mang belum cetak gol nih. " Kode Tama
"Di, dia belum cetak gol tuhh." Ucap Aryan pada Adi
"Usaha dong... Hahaa... " Ucap Adi
"Awas kau yaa gakan ku passing" Ucap Tama
"Ehh, maksudnya usaha buka ruang dong, yakan Ar... ?" Tanya Adi
"Iyaa, udah nanti kuberi assist" Jawab Aryan
"Tuh, tak seperti kau... Wlee. " Ejek Tama pada Adi sambil berlari
"Awas kau... " Kejar Adi
. . . . . . . .
tribune selatan
" Pah orang yang sok ngatur itu kok jago sih, bisa cetak gol dari jarak yang jauh seperti itu." Ucap Riri heran
"Leadership Riri, bukan sok ngatur. " Ucap Anton dengan pengertian.
"Iyaa itu maksud Riri. " Ucap Riri
"Itu karena dia punya skill, sepertinya dia layak bermain di liga Eropa. " Ucap Anton
"tetapi ini 'kan pertandingan seleksi pemuda berbakat pasti dia terpilih salah satu scout yang di sana. " Ucap Riri menunjukkan para scout di tribune belakang bench mengamati jalan nya pertandingan
"Iyaa" Anton melihat para scout mulai tertarik dengan performa Aryan
Mungkin bagi orang awam ini kerja sama tim sepak bola biasa, namun bagi seorang pengamat sepak bola dia pemain paling menonjol di atas lapangan walaupun tidak selalu memegang bola, namun dia otak di balik setiap serangan, mendirijeni setiap pemain, kemampuan 'Reading the game' dengan skill yang memumpuni, dan jiwa leadership yang memang sangat penting di saat tim dalam keadaan terpuruk dengan mental breakdown membutuhkan jiwa leadership yang tinggi.