NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN CINTA

BERMAIN API DENGAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Obsesi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Bagi Cinta (24 tahun), moralitas tidak ada harganya jika dibandingkan dengan uang. Menggunakan paras cantik dan tubuh indahnya, penipu ulung ini selalu berhasil meloloskan diri setelah mengeruk harta korbannya.

Hingga suatu hari, sebuah tawaran senilai 10 Miliar Rupiah datang dari Nyonya Valen, seorang wanita kalangan elit. Misinya terdengar mudah: goda Tuan Maxim, jadilah selingkuhannya, dan buat pria itu setuju untuk bercerai.

Cinta mengira ini hanyalah pekerjaan biasa di mana dia yang memegang kendali penuh sebagai pemburu. Namun, dia keliru. Begitu terjebak di dalam mansion mewah Maxim, Cinta baru menyadari bahwa dia bukan sedang memburu, melainkan sedang masuk ke dalam sangkar emas. Nyonya Valen tidak sedang menyewanya, melainkan menumbalkannya untuk melepaskan diri dari jeratan seorang pria posesif yang sangat berbahaya.

Ketika semua jalan keluar telah tertutup, akankah Cinta berhasil meloloskan diri, atau justru terbakar oleh api permainan yang dia nyalakan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 21: Badai di Lantai Eksekutif

BERMAIN API DENGAN CINTA

Bab 21: Badai di Lantai Eksekutif

Keesokan paginya, Cinta melangkah keluar dari lift eksekutif dengan kondisi tubuh yang sudah jauh lebih segar. Libur sehari penuh yang dia habiskan bersama Ethan di ranjang hotel benar-être berhasil memulihkan tenaganya, sekaligus mengembalikan suasana hatinya yang sempat dongkol. Cinta berjalan menyusuri koridor menuju ruang kerja CEO dengan senyuman miring yang penuh kepuasan. Dia merasa strategi bolosnya kemarin pasti sukses besar membuat Tuan Maxim kelabakan karena kehilangan sekretaris pribadinya di dalam ruangan.

Namun, begitu Cinta melewati meja resepsionis utama, langkah kakinya mendadak terhenti. Atmosfer di lantai teratas pagi ini tidak lagi tegang, melainkan berubah menjadi kehebohan besar yang sangat kacau.

Beberapa manajer divisi berkumpul di depan meja sekretaris senior dengan wajah pucat pasi dan kertas-kertas yang berserakan. Ponsel di meja administrasi berdering bersahutan tanpa ada yang sempat mengangkat. Para staf berlarian ke sana kemari dengan kepanikan yang luar biasa pekat, menciptakan kegemparan yang belum pernah Cinta lihat sebelumnya di perusahaan formal ini.

"Apa yang terjadi? Kenapa semuanya berisik sekali pagi ini?" tanya Cinta bingung, menghampiri salah satu staf administrasi yang sedang memegangi kepalanya dengan frustrasi.

"Nona Cinta! Anda sudah masuk?" seru staf itu dengan suara bergetar panik. "Kantor sedang dilanda badai besar! Tuan Maxim... Tuan Maxim kemarin bolos kerja untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan!"

Mendengar kalimat itu, jantung Cinta mendadak berdesir aneh. Matanya melebar sempurna karena terkejut. "Apa? Tuan Maxim... bolos?"

"Iya! Kemarin ada rapat dewan direksi yang sangat krusial dengan jajaran investor asing dari Jepang untuk proyek akuisisi lahan bernilai triliunan rupiah! Rapat itu adalah penentu masa depan lini bisnis baru kita," jelas staf itu dengan napas terengah-engah karena panik. "Tapi Tuan Maxim mendadak menghilang bak ditelan bumi sejak pagi subuh! Ponsel bisnisnya tidak bisa dihubungi, rumah utamanya kosong, dan para pengawal pribadinya sendiri kehilangan jejak beliau! Rapat kemarin terpaksa dibatalkan sepihak, dan para investor Jepang itu mengamuk karena merasa dihina!"

Mendengar penjelasan panjang lebar itu, Cinta melangkah terburu-buru menuju pintu ruang CEO. Dia mendorong pintu kayu mahoni besar itu hingga terbuka lebar, dan mendapati pemandangan di dalam ruangan tertutup itu sangat kosong dan sunyi. Meja oak baru miliknya di sudut ruangan masih rapi, dan kursi kebesaran Maxim di balik meja marmer hitam nampak dingin tak berpenghuni.

Cinta berjalan mendekati meja kerja Maxim, menatap tumpukan berkas yang belum tersentuh sejak dua hari lalu. Pikirannya mendadak berputar menebak-nebak. Pria gila kerja dan disiplin seperti dia bisa bolos kerja di hari rapat penting bernilai triliunan? Apa terjadi sesuatu yang buruk pada kesehatannya atau ada masalah keluarga rahasia? pikir Cinta kebingungan. Namun, Cinta sama sekali tidak merasa pusing. Baginya, kekacauan internal kantor ini justru menguntungkan. Jika fokus Maxim sedang terganggu oleh masalah lain, maka tugasnya untuk mendekati pria itu ke depan akan menjadi jauh lebih mudah.

Tepat saat Cinta sedang menilai situasi ruangan, getaran halus di dalam tas Chanel-nya memutus kesunyian.

Cinta merogoh ponsel pribadinya, mendapati sebuah pesan masuk dari nomor rahasia milik Ethan.

"Terima kasih untuk hari kemarin, Kakak Cantik. Rengkuhan lenganmu sangat hangat sampai membuat saya melupakan seluruh kesibukan dunia saya seharian penuh."

Membaca deretan kalimat manis dari Ethan, senyuman jemawa yang penuh kemenangan langsung terukir di wajah cantik Cinta. Rasa puas yang luar biasa seketika membuncah di dalam dadanya. Kalimat manis itu menjadi bukti mutlak bagi egonya bahwa dia telah berhasil menjinakkan mainan mahalnya dengan sangat sempurna.

Dasar pria penurut, batin Cinta tertawa gembira, memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. Dia benar-benar tergila-gila padaku sampai melupakan sekelilingnya seharian kemarin. Setidaknya uang kompensasi yang kuberikan sebanding dengan kepatuhan dan kepuasan yang dia tawarkan.

Cinta meletakkan tasnya di atas meja oak barunya dengan gerakan santai. Di dalam kepalanya, lini kehidupan Ethan dan Tuan Maxim adalah dua kutub dunia yang sangat berbeda dan tidak akan pernah bertemu. Di satu sisi, Ethan adalah mainan bertopeng pelampiasan hasrat yang sangat penurut, dan di sisi lain, Tuan Maxim adalah target gurita bisnis dingin yang harus segera dia taklukkan demi sepuluh miliar rupiah.

Cinta kembali melangkah keluar dari ruangan eksekutif, berniat mengambil beberapa berkas dokumen yang masih tertinggal di luar. Namun, tepat saat dia berdiri di dekat kerumunan para staf yang masih sibuk bergosip panik tentang hilangnya sang bos besar, suasana mendadak senyap total.

Ting.

Pintu lift eksekutif terbuka lebar. Dari dalam lift, Tuan Maxim melangkah keluar dengan postur tubuh yang tinggi tegap menjulang. Pria berusia dua puluh enam tahun itu berjalan dengan langkah lebar yang konstan, memancarkan aura wibawa yang begitu mutlak dan dingin.

Penampilannya sangat sempurna, mengenakan setelan jas tiga potong berwarna biru dongker yang licin dengan kemeja putih bersih di baliknya. Struktur wajahnya sekaku batu pualam, tanpa ekspresi, dan sepasang mata hitamnya menatap lurus ke depan dengan ketenangan yang luar biasa angkuh. Tidak ada raut bersalah, tidak ada jejak kepanikan, seolah-olah bolos dari rapat bernilai triliunan rupiah kemarin murni hanyalah hal kecil yang tidak penting baginya. Dia melangkah maju dengan wajah dingin tanpa dosa.

Melihat kedatangan sang penguasa gedung yang mendadak muncul seperti hantu, seluruh jajaran manajer dan staf yang tadinya membuat kehebohan besar langsung membisu ketakutan. Wajah-wajah mereka pucat pasi.

Tanpa perlu diberikan komando, kerumunan itu langsung bubar berhamburan dalam hitungan detik. Mereka berlarian kembali ke meja kerja masing-masing dengan kepala tertunduk dalam, mencoba menyelamatkan kepala mereka sendiri dari kemurkaan sang CEO yang terkenal kejam.

Maxim melangkah melewati kubikel-kubikel itu tanpa melirik siapa pun, hingga langkah kaki-nya berhenti tepat di hadapan Cinta yang sedang berdiri terpaku. Sepasang mata hitam Maxim yang dalam dan pekat mengunci manik mata sekretaris pribadinya, menyiratkan riak kegelapan yang penuh intrik tersembunyi.

Atmosfer di lantai teratas seketika kembali mendingin dan berubah menjadi sangat menegangkan. Maxim tidak mengucapkan sepatah kata pun, hanya memberikan isyarat dagu yang dingin menyuruh Cinta untuk mengikutinya masuk, sebelum dia melangkah lebar melewati pintu kayu mahoni ruangannya. Cinta menapan napasnya sesaat, merasakan desiran aneh yang kembali merayap di dadanya saat dia bersiap berjalan di belakang sang bos masuk ke dalam sarang serigala.

1
Lea
bagus GK ngebosenin ceritanya
Lea
lanjut
Lea
bagus..lanjut
Meysha Talitha Putri
bagus
Park ha: makasih 😍🙏🙏
total 1 replies
Fauzianurul 08
cepat² up yaaa
Park ha: 🤭🤭 aku usahain 2 bab sehari kak... gimnaa pendapat ceritanya? kalau berkenan kasih pendapat...
total 1 replies
the virtuso
izin mampir
Park ha: makasih udah mampir🙏🙏😍
total 1 replies
Abid Din
kak CPT update
Park ha: ok siap...tbw jangan lupa like kasih ulasan kritik saran... makasih😍🙏
total 1 replies
falea sezi
q kirim hadiah lanjut banyak thor
falea sezi
lanjutt
Park ha
moga suka wkkwkwk
falea sezi
nyimakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!