Marsya, seorang istri yang selalu di hina oleh suami dan keluarga nya hanya karena dia dianggap karyawan di salah satu toko kue.
Tapi tanpa sepengetahuan keluarga suami nya, bahwa toko kue itu adalah milik nya dan dia adalah seorang sarjana.
Dia sengaja menyembunyikan identitas nya atas permintaan sang ibu, kini Marsya tahu sendiri seperti apa suami nya dan juga keluarga nya.
Selain di berikan nafkah yang jauh dari kata cukup, Marsya juga di duakan oleh suami nyam dengan seorang wanita yang merupakan rekan kerja suami nya di kantor.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
"Nak Dani, kapan nak Dani akan menikahi Mela?" Tanya bu Nani di sela - sela makan siang mereka.
"Secepat nya bu, Dani akan segera menikahi Mela!" Jawab Dani sambil tersenyum.
"Saya juga tidak sabar lagi agar Mela segera menjadi menantu saya!" Bu Ana berkata dengan sangat antusias.
"Enak banget ya jadi bu Nani, setiap hari bisa menikmati udara sejuk pegunungan sambil mengawasi pasa pekerja!" Ujar bu Ana lagi.
Mereka terus berbicara sambil makan siang, bu Ana merasa sangat beruntung Dani bisa menemukan wanita dari keluarga yang kaya raya. Bu Ana sudah tidak sabar lagi agar Dani dan Mela segera menikah, dia ingin segera menguasai harta keluarga Mela. Padahal semua ini bukan lah milik keluarga nya Mela, melainkan milik orang lain. Orang tua Mela hanya bekerja di tempat ini.
Bu Ana dan Bela segera beristirahat setelah makan siang, sementara Mela dan Dani berjalan di sekitar perkebunan teh yang sangat luas.
"Mas, kapan mas akan menikahi ku? Mas denger sendiri kan ibu udah gak sabar lagi!" Mela bertanya dengan Dani sambil bergelayut manja di lengan nya.
"Secepat nya sayang, mas juga sudah tidak sabar lagi!" Jawab Dani sambil menggenggam erat tangan Mela.
"Bagai mana dengan istri mu mas? Aku ingin kau segera mencerai kan nya, karena aku ingin menjadi satu- satu nya istri mu!" Mela berkata dengan manja nya.
"Sayang, Marsya adalah pembantu gratisan di rumah ku. Kamu tenang saja, dia hanya seorang wanita miskin dan kau boleh memperlakukan nya sesuka hati mu!" Dani berkata pada Marsya.
"Kenapa sih mas kau tidak cerai kan saja dia?" Tanya Mela dengan wajah cemberut.
"Kalau aku mencerai kan dia, maka siapa yang akan mengerjakan semua pekerjaan di rumah. Tidak mungkin ibu kan? Jadi biar kan saja dia di rumah, hitung- hitung menghemat pengeluaran. Jika kita pakai jasa Art, sudah pasti kita harus mengeluarkan uang untuk membayar nya!" Dani memberi pengertian pada Marsya.
"Tapi mas kau harus berjanji, bahwa kau tidak akan membela nya!" Mela menekan Dani.
"Iya sayang, mas hanya mencintai mu. Mas menikahi dia dulu, karena ibu butuh sosok pembantu gratisan di rumah. Mas hanya cinta sama kamu saja!" Dani berkata sambil membingkai wajah Mela dengan kedua tangan nya.
Mela sangat bahagia mendengar ucapan dari Dani, dia sudah tidak sabar lagi untuk menjadi istri nya Dani.
Sementara itu di Vila, pak Anton bapak nya Mela sudah pulang ke rumah mereka yang berada tepat di belakang Vila itu. Dia merasa heran karena melihat ada sebuah mobil terparkir di halaman Vila, dan dia tahu bahwa itu bukan lah mobil milik majikan nya.
"Siapa yang datang ke Vila bu? Apakah anak - anak nya pak Abian yang datang?" Tanya Pak Anton pada istri nya.
"Itu pacar nya Mela sama keluarga nya yang datang kemari!" Jawab bu Nani.
"Lalu di mana merek bu? Kenapa mereka tidak ada di sini?" Tanya Pak Anton lagi.
"Mereka lagi istirahat pak, Mela dan Dani sedang keluar!" Jawab bu Nani.
"Bu, jika mereka ingin adalah tamu kita, maka biar kan dia sini. Jangan di Vila, Vila itu bukan milik kita. Di sini kita cuma bekerja bu!" Pak Anton memberi nasihat pada istri nya.
"Udah lah pak, jangan buat Mela malu. Lagian kan pak Abian dan keluarga nya tidak ada di sini, toh mereka juga tidak akan tahu!" Bu Nani tanpa tidak suka dengan ucapan sang suami.
"Bu, sekalipun mereka tidak ada di sini, bukan berarti kita bisa berbuat sesuka hati. Ingat bu, kita berada di sini karena kebaikan mereka. Jangan membuat mereka marah!" Kembali pak Anton memberi nasihat pada istri nya.
"Sudah lah pak, jika bapak tidak setuju lebih baik bapak diam saja. Bapak ini bukan nya mendukung anak nya, malah seperti ini!" Omel bu Nani pada suami nya.
Pak Anton hanya bisa menggeleng kan kepala melihat sikap istri nya, bisa - bisa nya mereka menampung tamu nya Mela di tempat yang bukan milik mereka.
"Bu, bapak tidak suka jika ibu mengunakan sesuatu yang bukan milik kita. Kalian tidak berhak membawa orang asing masuk ke Vila milik pak Abian!" Pak Anton berkata pada suami nya.
"Pak, mereka itu orang kaya. Sebentar lagi Mela akan menikah dengan nya, jadi kita pun harus menghormati mereka. Lagian kan kita yang menjaga Vila itu, jadi tidak salah jika kita membawa mereka beristirahat di Vila!" Bu Nani tetap merasa apa yang dia lakukan itu tidak lah salah.
Pak Anton pun segera berlalu dari hadapan istri nya, seperti nya percuma saja memberi nasihat pada bu Nani dan juga Mela. Pak Anton merasa malu dengan apa yang di lakukan oleh istri dan juga anak nya, mereka dengan berani nya membawa orang lain memasuki Vila yang bukan milik nya.
Pak Anton kembali ke tengah perkebunan, dia malas meladeni sang istri. Dia memilih pergi ke tengah perkebunan, melihat orang - orang yang sedang bekerja. Pak Antok memang di percaya oleh pak Abian sebagai mandor di perkebunan teh milik nya, dan mereka pun di beri tugas lain yaitu menjaga dan mengurus Vila milik majikan nya.
"Bapak mau kemana?" Tanya Mela ketika tidak sengaja mereka berpapasan di tengah jalan.
"Bapak mau meninjau orang - orang yang sedang bekerja!" Jawab pak Anton singkat.
"Pak, kenal kan ini mas Dani, apakah bapak sudah bertemu dengan keluarga nya?" Tanya Mela pada bapak nya setelah dia memperkenalkan Dani.
"Dani pak!" Dani mencium tangan pak Anton dengan takzim.
"Mel, sebaik nya suruh mereka pulang cepat. Jangan terlalu lama berada di Vila!" Ujar pak Anton pada putri nya.
"I,,, iya pak!" Jawab Mela gugup.
Setelah itu tanpa banyak bicara, pak Anton pun pergi dari hadapan Mela dan juga Dani.
"Bapak mu kenapa Mel? Seperti nya dia tidak senang dengan kedatangan mas kemari!" Tanya Dani pada Mela.
"Bukan begitu mas, bapak memang seperti itu orang nya. Dia memang melarang aku untuk bergaul lebih dekat dengan seorang laki - laki dan juga keluarga nya yang belum punya ikatan resmi. Maka dari itu mas, segera nikahi aku agar bapak bisa mengizin kan kita untuk terus dekat!" Mela memberikan alasan pada Dani.
"Oh gitu ya, aku pikir bapak mu tidak suka pada ku!" Ujar Dani sambil mengangguk kan kepala nya.
Mereka berdua terus berjalan kembali ke Vila, Mela sangat senang karena sebentar lagi Dani pasti akan menikahi diri nya. Dia sudah tidak sabar lagi untuk bisa menjadi istri laki - laki kaya, begitu pun dengan keluarga Dani. Mereka sudah tidak sabar lagi untuk menguasai harta keluarga nya Mela.