NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter / Tamat
Popularitas:279.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

Keesokan paginya, setelah berjaga semalaman penuh, Sakti memutuskan untuk segera pulang ke rumah dinas. Sepanjang perjalanan, pikirannya terus-menerus tertuju pada Rahma. Sebenarnya, ego perwiranya yang setinggi langit menghalangi tangannya untuk sekadar mengetik pesan singkat lewat ponsel guna menanyakan kabar sang istri. Ia gengsi dan tetap berharap Rahma yang mencarinya atau menghubunginya lebih dulu. Namun, rasa khawatir yang membuncah mengalahkan segalanya, memaksa pria itu untuk cepat-cepat pulang.

Setibanya di depan rumah, Sakti melangkah tegap menuju pintu utama. Tepat saat jemari kekarnya memegang dan menekan handle pintu dari luar, pintu tersebut tiba-tiba ditarik dari dalam.

Ceklek!

Keduanya langsung mematung di ambang pintu, berpapasan dalam jarak yang cukup dekat. Rahma tampak sudah rapi dan wangi dengan pakaian kuliahnya yang sederhana namun anggun, lengkap dengan tas ransel yang mengalung di pundaknya.

"Loh... kamu mau ke mana, Rahma?" tanya Sakti heran, menatap penampilan istrinya dari atas sampai bawah.

Rahma sempat tersentak kaget melihat kedatangan suaminya yang mendadak. Untuk menutupi rasa canggung yang luar biasa akibat insiden kemarin, ia buru-buru menjawab dengan nada terburu-buru.

"Aku mau ke kampus, Kak. Bete juga cuti kuliah seminggu, mending aku masuk saja. Kebetulan aku mau mengejar beberapa pelajaran yang sempat tertinggal," ujar Rahma cepat sambil melangkah melewati Sakti.

"Oh iya, aku sudah buat sarapan untuk Kakak di atas meja, dan nasinya juga sudah matang di magic com. Sepertinya aku pulang sore, Kak. Assalamualaikum!"

Karena saking paniknya ingin menghindari tatapan mata Sakti, Rahma melangkah begitu saja. Ia bahkan sampai lupa melakukan ritual wajib mencium punggung tangan suaminya seperti biasa.

Sakti membalikkan tubuhnya, menatap punggungnya Rahma yang berjalan cepat meninggalkan pekarangan rumah dinas. Detik itu juga, ingatan Sakti langsung berputar pada ucapan santai Mayor Adnan semalam di pos jaga, bahwa pagi ini sang Mayor juga akan pergi ke Kampus Padjadjaran.

Deg!

Dada Sakti seketika bergemuruh hebat, diselimuti kabut cemburu yang teramat pekat. Rahma pergi ke kampus sepagi ini, dan Adnan juga pergi ke kampus yang sama. Kebetulan macam apa ini?

'Jangan bilang kalian berdua diam-diam sengaja janjian ketemuan di belakangku?! Rahma... Adnan... kalian benar-benar, ya! Tidak tahu malu!' dengus Sakti kesal dalam hati. Rahangnya mengeras menahan amarah yang mendadak meluap.

Dengan langkah dihentak gusar, Sakti masuk ke dalam rumah dan membanting pintu pelan. Ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian dinasnya dengan pakaian santai.

Begitu keluar dari kamar, ia melirik ke arah meja makan di mana sarapan buatan Rahma sudah tersaji rapi. Namun, selera makannya mendadak hilang tak berbekas. Pikirannya telanjur kacau dan dipenuhi oleh berbagai prasangka buruk. Sakti mengepalkan tangannya kuat-kuat. Mengabaikan rasa lapar dan lelahnya setelah berjaga semalaman, ia memantapkan tekad di dalam hati.

Ia tidak bisa tinggal diam di rumah ini. Sakti memutuskan akan menyusul ke kampus sekarang juga. Jika sampai sepasang matanya melihat Rahma benar-benar sedang berduaan dengan Mayor Adnan, ia tidak akan segan-segan melabrak mereka berdua di tempat.

*

*

Sakti memarkirkan mobilnya dengan kasar di area parkir kampus Universitas Padjadjaran. Dengan langkah lebar dan napas memburu, ia mulai menyusuri koridor kampus. Namun, alih-alih langsung menemukan sosok istrinya bersama Mayor Adnan, pandangan Sakti justru menangkap siluet Salma yang sedang asyik mengobrol bersama teman-teman kuliahnya di dekat lobi utama.

Sontak, insting strategi Sakti bekerja. Pria tegap itu segera memundurkan langkah dan bersembunyi di balik pilar besar agar adiknya tidak memergoki keberadaannya yang sedang bertingkah bak detektif cemburu ini.

Sementara itu, di taman belakang kampus yang suasananya cukup sepi, Rahma tengah duduk di salah satu bangku taman. Matanya sesekali melirik jam tangan. Ya, ia memang sedang menunggu seseorang yang tak lain adalah Mayor Adnan.

Tak jauh dari sana, Mayor Adnan tampak melangkah cepat memotong jalan setapak taman sesuai dengan janji tersembunyi mereka kemarin pagi. Di tangan kanannya, sang Mayor membawa sebuah tote bag tebal. Di dalam tas kain itulah tersimpan beberapa buku kedokteran limited edition yang sangat langka dan selama ini dicari-cari setengah mati oleh seseorang. Rahma sendiri sebenarnya hanyalah seorang perantara yang berniat membantu menjembatani urusan Mayor Adnan dengan Profesor Asha yang super dingin itu.

"Rahma!" panggil Mayor Adnan pelan sambil melambaikan tangannya begitu jarak mereka mengikis.

Rahma menoleh, wajahnya langsung cerah dan membalas lambaian tangan itu dengan senyuman lega. "Dokter Adnan! Akhirnya sampai juga."

Tanpa mereka sadari, interaksi manis nan akrab itu telah menjadi tontonan gratis bagi Sakti yang baru saja berhasil melacak keberadaan mereka dari kejauhan. Menyaksikan Rahma tersenyum begitu lepas, dadanya Sakti serasa dihantam palu godam besar. Ia tak habis pikir; alasan Rahma pergi ke kampus sepagi ini demi mengejar pelajaran yang tertinggal ternyata hanyalah sebuah kebohongan belaka di matanya.

Sakti mengepalkan tangannya amat erat, rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menegang.

Bugh!

"Kurang ajar... kalian benar-benar tidak tahu malu!" umpat Sakti tertahan setelah meninju tembok di samping tempatnya bersembunyi. Darahnya seketika mendidih.

Di sudut koridor lain, Salma yang berniat ke toilet tiba-tiba menangkap sosok kakaknya yang sedang berdiri tegang memperhatikan taman belakang. Salma mengikuti arah pandang Sakti dan mendapati Rahma sedang duduk berhadapan dengan Mayor Adnan yang tak kalah tampan dan gagah dari kakaknya.

Sebuah senyuman licik bin jahil langsung terbit di wajah Salma.

'Sepertinya Kak Sakti mulai cemburu tingkat dewa nih sama Rahma. Apakah Rahma belum cerita soal rencana pertemuannya dengan Mayor Adnan ini ke Kak Sakti? Tapi kalau melihat raut wajah Kak Sakti yang sudah seperti monster siap mengamuk begitu, sepertinya belum deh. Wah... bakal ada tontonan menarik nih! Kita lihat sejauh apa Kapten galak ini bertindak, dan semoga saja Profesor Asha segera tiba sebelum tempat ini berubah jadi medan perang,' ujar Salma dalam hati penuh harap seraya menahan tawa.

Sakti sudah tidak tahan lagi. Menyaksikan Rahma bisa tertawa sepuas itu di hadapan pria lain, sementara di hadapannya sendiri Rahma selalu bersikap ketakutan, gugup, dan kaku, membuat kewarasannya terbang entah ke mana.

Dengan tangan yang masih mengepal kuat dan tatapan mata tajamnya yang siap menghujam, Kapten Sakti Prawira Kusuma mulai melangkah mantap keluar dari persembunyiannya. Ia berjalan tegap menghentak bumi menuju bangku taman belakang kampus, siap meledakkan seluruh amarah dan api cemburu yang sudah membakar habis kesabarannya tepat di depan wajah Rahma dan Mayor Adnan.

Bersambung...

1
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih sudah mampir, kak 😊🤗
total 1 replies
juwita
ini si sakti bodoh apa bego. ngpain ngejaga hati buat mantan yg udh jd istri org. mending kasihkan rasa itu buat istri sah mu. gedek banget sm laki" ky gitu yg masih mengharapkan mantan😡😡
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: timpuk aja kak, aku ikhlas 🤣🤣🤣
total 1 replies
juwita
lgian udh nikah sah ngpain tidur pisah kamar aneh" km sakti umur udh tuir gitu kelakuan ky bocah🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
juwita
jorok Rahma knpa g di keluarin aj dr pd di tarik lg keatas🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
Deera__
aiih yg mau anu anu mereka kenapa aku yg jadi dah Dig dug deg deg an begini.. alamakkkk ... 🤣🤣🤣🤣🤣/Shame//Shame//Sweat//Sweat//Sweat/
Deera__: hahahahaa🤣🤣🤭🤭🙈🙈🙈
total 2 replies
Deera__
heh enemia ya eh salah amnesia ya kau pak Komandan.🤣🤣/Facepalm//Facepalm/ sadarlah kau itu galak bin kejam. suka judesss dan beri hukuman suka² lgi🤣🤣🤣🤣
Deera__: /Tongue//Tongue//Tongue/

kabuurrr

🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🤸🏻‍♀️
total 2 replies
juwita
udh tau cwek g bener ninggalin km dmi yg mapan. msh aj di cintai. buang rasa yg mau buat cwek gitu mah
Deera__
benar itu Cok Ucok🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
astaga gelii aku /Joyful//Joyful/ GK suka pink
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Eh udah tamat saja.
kelahiran Bima ternyata sebagai penghujung cerita.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wah baby Boy nih, kayaknya bakal jadi kesayangan semua Opa Oma'nya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Akhirnya yang di tunggu² calon anggota baru hadir juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tenang pak Wira, sebentar lagi pasti doanya terkabul.

tapi Emang Rahma lagi libur tah masa magang di RS bandungnya.🤔😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mayor Adna sudah ga jomblo lagi.🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤗🤗🤗
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selesai juga masalahnya.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
babat sampe habislah sekalian orang yang terlibat di institusi atas biar malu sekalian karna sudah salah menggunakan jabatannya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Profesor Asha dan mayor Yuda teman terThe best, saling bantu dan tau balas budi tanpa iri hati.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Syukurnya ada prof Asha dan dokter Adnan jadi kamu terselamatkan dari pikiran egatifmu sendiri Rahma... lain kali di konfirmasikan dulu baru ambil keputisan kalaupun mau sendiri dulu asal jangan bikin suami mu panik dan malah memperbesar masalah kalau seandainya ada orang lain yang ambil kesempatan di tengah masalahmu dengan Sakti
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Rahma ini lemah banget, kemana keberanian dan otak cerdasmu sebagai calon dokter harusnya sebagai calon dokter yang kerjanya bituh otak yang tenang saat melakukan tindakan bisa juga harus lebih tenang dalam masalah RTnya dan lebih hati² ambil keputisan ga ceroboh dikit² kabur
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hayo loh harus jujur dari pada kedepannya jadi bumerang kalau tiba² Rahma tau dari orang lain atau bisa jadi Dinda datangin Rahma dan ngarang cerita, Sakti.
jadi mending jujur saling terbuka daaannn belajar komunikasi yang lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!