NovelToon NovelToon
Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Angin laut mulai bertiup sangat kencang menerbangkan buih-buih ombak ke udara.

Jgeeeer!

Suara petir menyambar keras membelah langit hitam di atas kepala Amir.

Ombak yang tadinya tenang kini mulai bergolak naik turun mengombang-ambingkan yacht mahal tersebut.

Amir menahan keseimbangan tubuhnya di ruang kemudi dengan sangat tenang berkat ilmu bela dirinya.

"Cuacanya benar-benar berubah dalam sekejap, ini baru namanya tantangan alam liar."

"Sistem, lakukan Check-in harian di lokasi ekstrim ini sekarang juga!"

Amir memberikan perintah dengan suara lantang mengalahkan suara deburan ombak.

Layar biru sistem muncul berkedip di depan wajahnya, terlihat sedikit terganggu oleh cuaca sekitar namun tetap stabil.

[Proses Check-in sedang berlangsung, menganalisis kualitas lokasi pemancingan zona merah]

[Analisis selesai. Lokasi: Laut Kematian Zona Merah]

[Selamat, Tuan berhasil melakukan Check-in harian keempat]

[Mendapatkan Hadiah: Jas Hujan Badai Dewa Laut Item Aktif dan 500 Poin Sistem]

Amir segera membaca deskripsi item baru tersebut dari layar sistemnya.

[Jas Hujan Badai Dewa Laut akan melindungi tubuh Tuan dari segala jenis cuaca buruk, suhu ekstrem, dan memastikan Tuan tidak akan pernah basah atau kedinginan]

"Bagus sekali, ini sangat berguna agar aku tidak masuk angin memancing di tengah badai gila ini."

Amir segera mengeluarkan item tersebut dari inventarisnya.

Wush.

Sebuah jas hujan panjang berwarna biru laut gelap muncul dan langsung melekat sempurna di tubuh Amir.

Jas itu terasa sangat ringan namun materialnya tidak bisa ditembus oleh air atau angin sekencang apa pun.

Baru saja Amir berniat merakit alat pancingnya, sistem tiba-tiba membunyikan alarm peringatan yang sangat nyaring.

Tet tet tet!

[Peringatan! Misi Darurat Terdeteksi di sekitar Tuan]

[Ada sebuah kapal yang tenggelam di radius tiga ratus meter dari posisi Tuan akibat hantaman ombak]

[Misi: Selamatkan tokoh penting yang sedang tenggelam di tengah laut badai ini]

[Hadiah Misi: 2.000 Poin Sistem dan Koneksi Tingkat Tinggi di Dunia Nyata]

Amir mengerutkan keningnya membaca misi darurat yang tiba-tiba muncul itu.

"Menyelamatkan nyawa orang di tengah lautan mengamuk ini?"

"Aku memang bukan pahlawan kesiangan, tapi hadiah poin dan koneksinya terlalu sayang untuk dilewatkan."

Amir segera memakai Kacamata Tembus Pandang Laut miliknya untuk menembus kegelapan badai dan hujan deras.

Ia menyapu pandangannya ke arah barat daya sesuai instruksi radar kapalnya.

Di sana, di antara gulungan ombak setinggi tiga meter, Amir melihat serpihan lambung kapal pesiar yang sudah hancur.

Dan di tengah serpihan itu, ada seorang pria paruh baya yang memakai pelampung jingga sedang terombang-ambing tidak berdaya.

Orang itu terlihat sudah kehabisan tenaga dan kepalanya sering kali tenggelam tertelan ombak besar.

"Ketemu kau."

Amir segera mengambil joran Poseidon Pro miliknya.

Ia tidak mungkin melompat masuk ke dalam air karena ombaknya terlalu liar, ia bisa ikut terbawa arus bawah.

Satu-satunya cara paling aman dan gila adalah menggunakan jorannya untuk memancing manusia itu.

Amir mengikat kail raksasanya dengan sangat kuat tanpa menggunakan umpan apa pun.

Ia berdiri di ujung geladak yacht-nya dengan kaki terbuka lebar menjaga keseimbangan dari guncangan badai.

Mata Amir menajam mengukur jarak lemparan, arah angin, dan pergerakan ombak.

Syuut!

Amir mengayunkan jorannya dengan tenaga penuh dari otot-ototnya yang telah diperkuat sistem.

Kail baja raksasa itu melesat melengkung sempurna membelah tirai hujan yang sangat deras.

Plop!

Kail itu mendarat tepat beberapa sentimeter di belakang punggung pria yang sedang tenggelam tersebut.

Amir menarik jorannya dengan satu hentakan cepat dan akurat.

Srek!

Kail besar itu menancap kuat pada material tebal jaket pelampung jingga yang dipakai pria tersebut tanpa melukai kulitnya.

"Kena kau, sekarang bertahanlah dari tarikan joran ini Paman!"

Amir langsung memutar reel pancingnya dengan kecepatan penuh.

Senar nilon tebal miliknya menegang kaku menahan beban tubuh manusia dewasa ditambah seretan ombak laut.

Joran Poseidon Pro melengkung tajam namun kualitas serat karbonnya membuktikan harga mahalnya tidak sia-sia.

Srek srek srek.

Amir terus menggulung senarnya sedikit demi sedikit mengabaikan air laut yang menyiprat deras ke wajahnya.

Jas Hujan Dewa Laut bekerja dengan sempurna menahan hawa dingin yang menusuk tulang.

Setelah sepuluh menit pertarungan tarik ulur dengan ombak badai, pria paruh baya itu akhirnya berhasil ditarik mendekat ke dinding lambung yacht Amir.

Amir membungkukkan badannya dan mencengkeram kerah pelampung pria itu dengan satu tangan.

Hup!

Dengan tenaga lengan yang luar biasa, Amir mengangkat tubuh pria yang pingsan itu ke atas geladak kapalnya.

Gedebuk.

Pria itu terbatuk-batuk mengeluarkan air laut dari mulutnya sebelum akhirnya benar-benar kehilangan kesadaran.

Amir segera menyeret pria itu masuk ke dalam ruang kabin kemudi yang kering dan hangat.

Ding!

[Selamat, Tuan berhasil menyelesaikan Misi Darurat Penyelamatan]

[Hadiah 2.000 Poin Sistem telah ditambahkan ke saldo Anda]

[Sisa Poin Tuan saat ini adalah 61.850 Poin]

Amir menghembuskan nafas panjang dan melepaskan jas hujannya.

Ia menatap wajah pria paruh baya yang ia selamatkan itu dengan saksama.

Pria ini memakai pakaian kasual yang terlihat sederhana, namun jam tangan Rolex di pergelangan tangannya menunjukkan bahwa ia bukan orang biasa.

Wajahnya juga terlihat sangat familiar seolah Amir pernah melihatnya di berita televisi nasional.

"Siapa sebenarnya pria ini sampai sistem menyebutnya sebagai koneksi tingkat tinggi."

Amir memeriksa saku jaket pelampung pria tersebut untuk mencari identitas.

Ia menemukan sebuah dompet kulit tahan air di dalamnya.

Saat Amir membuka dompet itu, matanya sedikit membesar membaca nama yang tertera di kartu identitasnya.

"Surya Adiningrat."

Amir menggumamkan nama itu dengan nada takjub bercampur senyum kepuasan.

Semua orang di negara ini tahu siapa Surya Adiningrat.

Dia adalah salah satu dari lima taipan konglomerat paling berkuasa di negeri ini yang menguasai berbagai sektor industri mulai dari properti hingga pertambangan.

Bahkan ayah dari Kevin sang tunangan palsu Siska itu hanyalah remahan kerupuk jika dibandingkan dengan kekuasaan Pak Surya ini.

"Ternyata aku baru saja memancing ikan paus terbesar di dunia manusia nyata."

Amir menatap pria tua yang masih pingsan itu dengan tatapan penuh perhitungan.

"Dengan berhutangnya nyawa orang paling berkuasa ini padaku, posisiku di kota ini akan menjadi sesuatu yang tidak bisa disentuh oleh siapa pun."

Amir segera menyalakan mesin pemanas di kabin kapalnya agar Pak Surya tidak hipotermia.

Ia lalu mengambil kemudi dan memutar balik yacht-nya menjauhi badai Zona Merah menuju pelabuhan kembali.

Pembalasan dendamnya pada keluarga Siska mungkin sudah selesai, tapi jalan Amir menuju puncak dunia baru saja dibuka lebar oleh tangkapan tak terduga hari ini.

1
Wega Luna
mir jangan jauh jauh ke segitiga Bermuda,laut selatan menunggumu tuh🤭🤭
💫Penjelajah Novel💫
Thor. kolo bisa jangan 1× mancing 1× dapet langsung balik. kolo bisa banyakin mancingnya
kiyoe: terimakasih atas masukan nya kak
total 1 replies
Author Melda
Gilaak bab 1 nya langsung nyesek kak 😭 Amir yatim piatu jadi menantu gak dianggap, eh dibuang ke danau pula. Tapi pas bangkit sama sistem mancingnya itu keren banget plot twistnya! Semangat terus kak kiyoe, mancing mania mantap! 🎣
kiyoe: heheh terimakasih kak author Selpi atas dukungan nya
total 1 replies
Wega Luna
mir ,mancing ditempat ku ada danau ajaibnya,danau pasir putih yg keluar dari tanah seperti lumpur Lapindo,, dikelilingi bukit ular dan perumahan Citraland Surabaya, pemandangan keren,
kiyoe: wuih keren
total 3 replies
Wega Luna
banyakin saldo mancing nya terus ditukar dengan uang beli Bugatti ,,,direalita Buggati lebih mahal dari Lamborghini🤣🤣🤣🤣kalo perlu beli Ferrari yg konon belinya ribet banget tapi berkelas karena belum tentu setiap pengusaha bisa beli Ferrari,,,🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
💪💪💪 semangat para mancing mania,🏃🏃🏃tau GK Thor aku baca novel mu ini sambil mancing di kolam pemancingan😄
kiyoe: nanti kalau udah Mateng kabarin othor yak kak 🤣🤣
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!