NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:25k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.

Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.

Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.

Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.

Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orangtua Tunggal

Tiga hari berlalu sejak keberangkatan Lucas ke Sydney. Untuk pertama kalinya, Alexa merasa benar-benar menikmati harinya di rumah ini. Suasana rumah kini jauh lebih hangat setelah Alexa membuang jauh-jauh keangkuhannya dan meminta maaf kepada ketiga pelayan, sopir, serta penjaga rumah. Reaksi mereka yang awalnya syok luar biasa perlahan berubah menjadi rasa hormat dan penyesalan karena pernah bersikap tidak sopan kepadanya.

​Namun sore ini, Alexa mendadak menepuk keningnya sendiri di dalam kamar.

​"Bodoh sekali..." gumam Alexa meringis.

​Ia baru sadar, akibat dulu matanya terbutakan oleh obsesi mengejar Lucas, ia bahkan lupa memeriksa kondisi kandungannya secara rutin. Sampai usianya tujuh bulan, ia sama sekali tidak tahu jenis kelamin bayinya, bagaimana letak posisinya, atau bagaimana kesehatannya di dalam rahim. Cinta dan obsesi memang benar-benar bisa membuat seseorang menjadi linglung.

​"Maafkan Mama ya, Sayang," bisik Alexa lembut sambil mengusap perutnya.

"Dulu Mama egois sekali. Tapi sekarang tidak lagi. Besok kita akan ke rumah sakit untuk melihat keadaanmu."

​Alexa mulai membuka laci-laci meja kerjanya untuk mencari berkas-berkas pendaftaran rumah sakit, seperti dokumen identitas dan buku nikah. Namun, setelah menggeledah seluruh sudut, buku nikah itu tidak ditemukan di mana pun.

"​Apakah Lucas yang menyimpannya?" batin Alexa ragu.

​Ia sebenarnya enggan mengganggu Lucas, tetapi ia membutuhkan kejelasan dokumen untuk mengisi formulir pendaftaran esok hari. Dengan helaan napas panjang, Alexa menekan nomor ponsel suaminya.

​Panggilan itu berdering cukup lama. Baru pada deringan kelima, sambungan tersebut terhubung.

​"Halo, Lucas?" sapa Alexa ramah dan tenang.

​Namun, bukan suara berat suaminya yang menyahut, melainkan suara lembut seorang wanita yang sangat ia kenali.

​"Halo, Alexa? Ada apa menelpon Lucas jam segini?"

​Tubuh Alexa seketika membeku. Itu suara Catherine. Bibi kandungnya sendiri.

​Dada Alexa mendadak berdenyut nyeri. Ia berusaha mengendalikan intonasi suaranya agar tetap biasa saja.

"Bibi Catherine... Lucas ada di mana?"

​"Lucas sedang di kamar mandi, baru mau bersih-bersih," jawab Catherine santai.

"Ada pesan yang mau disampaikan? Biar nanti diberitahu. Lucas kelihatan capek banget setelah kegiatan panjang kami seharian ini."

​Air mata menetes tanpa permisi membasahi pipi Alexa. Pikiran buruk langsung memenuhi kepalanya. Jadi mereka menginap di kamar yang sama? Melakukan kegiatan panjang hingga bersih-bersih di kamar mandi? Rasanya sesak luar biasa mendapatkan fakta bahwa suaminya dan wanita lain berada dalam satu kamar hotel.

​"Tidak apa-apa, Bibi. Aku bisa—"

​"Catherine! Apa yang kamu lakukan dengan ponselku?!"

​Suara bentakan bernada dingin dan tajam milik Lucas terdengar samar di seberang sana, memotong kalimat Alexa. Alexa menahan napasnya. Apakah ia salah dengar? Lucas memarahi Catherine?.

​Suara kresek singkat terdengar sebelum suara berat Lucas kembali terdengar di gagang telepon, kini terdengar agak terengah.

​"Alexa? Ada apa?" tanya Lucas singkat.

​Alexa mengusap air matanya cepat-cepat, membuang napas perlahan agar suaranya tidak terdengar gemetar.

"Lucas... maaf mengganggu waktumu."

​"Ada apa?" ulang Lucas, suaranya kini terdengar menuntut.

​"Aku cuma mau bertanya... apakah kamu menyimpan buku nikah atau berkas pernikahan kita?" tanya Alexa pelan.

​Hening.

​Tidak ada jawaban dari seberang sana selama beberapa detik. Hanya terdengar helaan napas Lucas yang berat.

​"Kita tidak punya buku nikah atau berkas pernikahan," ujar Lucas datar.

​Kata-kata itu menghantam Alexa seperti godam berat. Ia terdiam membisu. Kenyataan kembali menamparnya telak. Mana mungkin Lucas mau mengurus surat nikah resmi? Pernikahan mereka dari awal hanyalah sandiwara paksaan karena jebakan dan kehamilannya. Pria itu tidak pernah sudi mengikatkan dirinya secara hukum dengan wanita seperti Alexa.

​"Oh... begitu," sahut Alexa pelan dengan perasaan yang tidak berketentuan.

"Iya, aku mengerti."

​"Untuk apa kamu menanyakan berkas itu?" tanyanya kaku.

​"Besok aku mau ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan," jawab Alexa sejujurnya.

"Aku butuh dokumen untuk pendaftaran. Tapi tidak apa-apa kalau tidak ada buku nikah. Aku bisa mengisi formulirnya sebagai orang tua tunggal nanti. Kamu tidak perlu memikirkannya."

​Diseberang sana, Lucas mendadak bungkam. Udara di sekitarnya seolah membeku mendengarkan kata orang tua tunggal keluar dari mulut istrinya begitu mudah.

​"Tidak perlu," sela Lucas tiba-tiba, suaranya memberat.

"Jangan mendaftar sendirian. Tunggu aku pulang lusa. Kita akan memeriksanya bersama-sama."

​Alexa menyunggingkan senyum tipis yang penuh kepasrahan. "Tidak usah, Lucas. Kamu fokus saja dengan pekerjaanmu dan Bibi Catherine di sana. Tidak perlu memikirkan ku atau repot-repot pulang cepat. Aku bisa mengurusnya sendiri."

​"Alexa, aku bilang tunggu—"

​"Selamat malam, Lucas. Selamat beristirahat," potong Alexa halus sebelum mematikan sambungan telepon secara sepihak.

​Ia meletakkan ponselnya di atas meja, lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Hatinya memang remuk, namun pikirannya kini jauh lebih rasional. Di negara ini, menjadi ibu tunggal bukanlah hal yang tabu atau diharamkan. Yang terpenting adalah bagaimana ia bertanggung jawab penuh atas tumbuh kembang dan kebahagiaan bayi di dalam kandungannya kelak.

​Sementara itu, di sebuah suite room hotel mewah di Sydney, suasana terasa sangat mencekam.

​Lucas berdiri menjulang di tengah ruangan, mencengkeram ponselnya erat-erat sampai buku-buku jarinya memutih. Wajahnya yang tampan tampak sangat gelap dan memancarkan aura membunuh.

​"Lucas... aku cuma berniat membantumu menjawab telepon karena kamu sedang dikamar mandi," ujar Catherine gagap, melangkah mundur saat melihat tatapan tajam pria di hadapannya.

​"Siapa yang memberimu izin menyentuh barang pribadiku, Catherine?" desis Lucas dengan suara rendah namun sangat berbahaya.

​"Aku—aku kan han..."

​"Keluar!" pangkas Lucas dingin tanpa perasaan.

​"Tapi Lucas—"

​"Keluar dari kamarku sekarang!" bentak Lucas tegas.

​Catherine terkejut setengah mati. Ia menghentakkan kakinya kesal dan terburu-buru melangkah keluar dari kamar hotel Lucas sambil menahan malu.

​Setelah pintu tertutup rapat, Lucas melemparkan ponselnya ke atas kasur. Tangannya mengusap wajahnya yang kasar. Pikirannya kacau balau. Ucapan Alexa terus berngiang-ngiang di telinganya.

​Orang tua tunggal? Mengisi formulir tanpa namanya sebagai ayah?.

​Rasa tidak terima yang teramat sangat bergejolak hebat di dalam dada Lucas. Pria itu segera meraih ponselnya kembali dan menekan nomor asisten pribadinya.

​"Ya, Tuan Lucas?" sahut Ben di seberang sana.

​"Siapkan jet pribadi sekarang," perintah Lucas dingin tanpa kompromi.

"Aku pulang ke London malam ini juga."

​Ben tertegun di seberang telepon. "Tapi Tuan, jadwal dan pertemuan dengan klien esok hari—"

​"Batalkan atau jadwalkan ulang," pangkas Lucas cepat.

"Aku harus pulang sekarang."

​Lucas mematikan teleponnya dan menatap bayangannya di kaca jendela. Senyuman pasrah Alexa dan penolakan wanita itu tadi benar-benar membakar egonya. Lucas tidak tahu perasaan apa yang sedang mencengkeram dadanya saat ini, tetapi satu hal yang pasti, ia tidak akan pernah membiarkan Alexa mencoret namanya dari hidup wanita itu dan anaknya.

Bersambung...

Panik kau kan Lucas pas Alexa bilang jadi orangtua tunggal.🤣

1
ina
sedihnya alexa
Sribundanya Gifran
thor kpn pernikahannya diresmikan,setidaknya ada catatan buku nikah secara sah walau belum pesta, kasian anakny nanti mau sekolah susah
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪💪
It's me Ri🥕: Sabar ya kak🙏
total 1 replies
Dila Dilabeladila
ko jadi curiga sm chatherine ya??????.🤔🤔🤔🤔
It's me Ri🥕: Waduhhh... bisa jadi
total 1 replies
Dewi Anggraeni
keluarga Lucas udah tau keburukan keluarga Cathrine
Sumawita
apa sih rencana keluarga nya lucas pada Alexa
Isma Nayla
mungkinkah Alexa di jebak bibinya sendiri?🤔
lanjut thor
It's me Ri🥕: Hmmm... bisa jadi
total 1 replies
Shuttttttttttt
ayoo up lagi
Kusii Yaati
tapi tidak ada salahnya juga kan kalau Lucas mau memperbaiki rumah tangga mereka.kecuali Lucas sendiri yang menginginkan perceraian itu
Dewi Anggraeni
Aduh Lucasss ... yg gak jelas itu sikap /Hammer/, bukannya diumumkan pembatalan pertunangan dgn Catherine
Dewi Anggraeni
Pasti yg menjebak Alexa sm Lucas ortunya 🤭,mungkin ortunya Lucas udah tau sifat aslinya Catherin /CoolGuy/
Kusii Yaati
alexa bukan anak kandung mungkin 🤭
Ita Putri
tapi kyknya keluarga clinton semua sayang sama alexa
Ita Putri
🤣aturan dr mana orang lain gk boleh nyakitin istrinya tp malah dia sendiri yg buat istrinya nangis ketakutan 😭
Ita Putri
jangan " yg njebak Alexa & Lucas malam itu Orlando sama Esmeralda 🤣
It's me Ri🥕: Wkwkwkwk... Entahlah 🤭 Sepertinya bukan sihh
total 1 replies
mery harwati
Masih banyak rahasia yang belum terungkap tentang masa lalu Alexa
JasmineA
kek nya keluarga Lucas maunya Alexa yg jadi mantu mereka bukan Catherine
It's me Ri🥕: Jeng... Jeng... Jeng... Rahasia 😁
total 1 replies
Wulan
pasti dalang dr pernikahan Lucas dan Alexa ,, Mami n papi ny lucas
Bela Viona: nunggu reaksi lucas 🤭
total 3 replies
Susi Nugroho
Semoga keluarga lucas mau menerima Alexa.... Di tunggu lanjutannya....
Potatoes 🥔
Bagus banget.🥰
mery harwati
Aq baca dulu Alexa sampai tamat ah, kuatir malah gak keburu baca kisah novel yang baru karena aq bisa nyantai baca klo udah beres bekerja 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!